Love U My Bodyguards

Love U My Bodyguards
The end



Satu setengah tahun kemudian


Jessi hampir pingsan menahan sakit yang harus dia rasakan dalam proses persalinan. Dia sudah kontraksi selama 6 jam, tapi bayinya belum mau keluar juga.


Sania sangat cemas dengan keadaan Jessi. Dia tidak tega Jessi merintih kesakitan. Sedangkan Ken terus berjaga di samping Jessi untuk menenangkan istrinya. Tangan Ken sudah habis akibat cakaran Jessi. Tapi, Pria itu tidak mengeluh dan tetap membelai Jessi dengan lembut.


"Ken, aku meralat ucapanku yang ingin punya anak dua. Aku gak tahan Ken." oceh Jessi yang sudah berkeringat sejak tadi.


"No, kamu memang gak perlu hamil lagi karena kita akan punya 2 sekaligus."


"Oh iya, aku lupa." Jessi tidak bisa berpikir dengan baik saat-saati seperti ini. Dia bahkan lupa jika anaknya itu kembar.


"Ken, tolong beritahu anak-anakmu supaya cepat keluar." ucap Jessi sambil meringis saat rasa sakitnya kembali menyerang.


"Mana bisa sayang."


"Sakit.. Dok.. ini sakit sekali."


Dokter membantu Jessi dengan sabar. Dia sudah tau bayinya akan lahir. Jadi, dokter kembali mengarahkan Jessi untuk menarik nafas dalam.


Jessi tidak bisa merasakan apapun lagi setelah dia mengejan begitu kuat. Suara tangisan bayi mulai terdengar. Dokter segera mengambil bayi itu dan memotong ari-arinya. "Selamat Tuan, Nyonya.. anak anda yang pertama laki-laki." ucap Dokter itu sembari membersihkan bayi merah yang baru saja lahir.


Jessi begitu senang tapi dia hanya bisa bernafas sebentar. Ya, Jessica harus kembali mengalami sakit untuk anak yang kedua. Selang 5 menit, Jessi berhasil melahirkan anak keduanya.


"Yang kedua ini perempuan."


"Ken..." Jessi menangis setelah anaknya berhasil lahir dengan selamat.


"Ya, kamu sangat hebat sayang.. Thank you." Ken mengecup dahi Jessi sebagai dukungan moril padanya. Dia juga begitu bangga karena bisa punya 2 anak sekaligus.


"Selamat sayang.." Sania ikut memberikan selamat pada Jessi. Sekarang dia sudah bisa bernafas lega.


Dokter dan perawat memberikan anak Jessi pada ibunya untuk langsung menyusu.


"Welcome to the world, baby twins." ucap Ken yang memperhatikan dari jauh.


"Siapa nama anak kalian?" tanya Sania penasaran.


"Fleming dan Fleta..." jawab Jessi dengan cepat. Ken memberi nama Fleming karena sejak hamil, Jessi sangat suka dengan burung Flamingo. Dia bahkan mengganti foto pernikahan mereka di kamar dengan gambar burung Flamingo. Sedangkan, Fleta, Ken yang memberikan nama karena dia ingin memiliki anak yang tangkas seperti dirinya.


"Nama yang unik." sahut Dokter yang masih mengamati Jessica.


"Dok, Nyonya Sutandi sudah menunggu di ruang operasi." seorang suster tiba-tiba datang dan terpaksa memotong pembicaraan mereka.


"Saya permisi sebentar, karena ada pasien lagi yang akan melahirkan caesar." Dokter undur diri dari sana untuk menangani pasien yang akan menjalankan operasi.


"Tunggu dok, apa maksudnya Milka Sutandi?" Ken terperangah karena suster menyebutkan nama belakang Milka.


"Ya, bagaimana anda bisa tau?"


"Dia mantannya." Bukan Ken, tapi Jessi yang menjawab.


"Sayang,, kan aku cuma tanya." Ken melembutkan nadanya pada Jessi.


"Oke, jangan berdebat. Kalian harus lebih kompak untuk Baby Twins." saran Dokter. Dia tersenyum, lalu segera pergi dari situ untuk menemui pasien berikutnya.


*


*


*


Suasana ruangan itu begitu hening, tidak seperti ruangan Ken-Jessi tadi. Jo dan Milka tampak saling diam. Biasanya orang akan senang menyambut kehadiran buah hati mereka, tapi tidak dengan pasangan ini.


"Apa kalian sedang bertengkar?" tanya Dokter penasaran.


"Nyonya Milka, saya ikut sedih. Tapi, saya juga ada kabar baik. Teman anda baru saja melahirkan 2 anak kembar yang lucu." "Anda juga pasti ingin segera melihat anak anda, kan?" Dokter coba menghibur Milka supaya dia tidak terlalu tegang.


"Jessi melahirkan hari ini juga?" ucap Milka dengan pandangan kosong.


"Ya, pasti akan sangat menyenangkan jika anak-anak kalian bermain bersama."


Milka mengangguk. Dia masih sedih karena ayahnya akhirnya menyerah dan tidak bisa melihat anaknya yang akan lahir. Tapi, Milka mencoba untuk tenang.


"Apakah anda siap?" tanya Dokter memastikan sekali lagi.


Milka menjawab dengan anggukan pelan.


Dokter mulai memberikan obat bius. Dia menunggu beberapa saat sampai obatnya bereaksi, baru memulai prosedurnya. Jo menemani Milka tanpa banyak bicara seperti biasanya.


Proses caesar selama 1 jam berjalan lancar. Milka melahirkan seorang anak perempuan yang cantik.


Jo menangis begitu melihat anaknya lahir. Dia tidak henti-hentinya mengucapkan syukur atas kelahiran anaknya. Pernikahan dengan Milka memang tidak berjalan dengan mulus seperti Ken dan Jessi. Tapi, Jo sangat mencintai Milka. Itu yang terpenting.


"Baby, dia cantik sepertimu." ucap Jo pada Milka yang baru mulai sadar.


"Aku ingin liat Baby Nicole." ucap Milka lirih.


Dokter memperlihatkan baby itu pada Milka. Milka menangis terharu seperti Jo.


"Nyonya bisa gendong baby nya jika sudah berada di ruang perawatan." Dokter membawa kembali anak Jo dan Milka dan meninggalkan mereka berdua di sana.


*


*


*


3 hari setelah melahirkan, Jessi dan Ken membawa anak mereka ke ruangan Jo dan Milka.


Mereka sudah jarang sekali bertemu karena kesibukan masing-masing. Siapa yang menyangka jika mereka bisa punya anak di saat yang sama.


"Mil, aku senang sekali karena kita bisa punya baby bareng seperti ini." Jessi memulai percakapannya.


"Ya, aku juga gak nyangka." Milka menjawab sambil memandangi Fleming di tangan Jessi.


"Yah, siapa tau nanti anak-anak kita yang berjodoh." sambung Jo seraya merangkul Ken. "Iya kan, besan?"


"Anak kita baru lahir, Jo. Jangan berpikiran aneh-aneh." jawab Ken kesal. Dia saat ini tidak dapat menyingkirkan tangan Jo karena sedang menggendong Baby Fleta.


"Jess, sepertinya kehidupan anakmu ke depan akan sangat sulit." "Bodyguard nya galak sekali." sindir Jo to the point.


"Ya, kehidupan anakmu juga sulit karena punya bapak gesrek kayak kamu." balas Ken.


"Enak aja. Untung aja Milka nikah sama aku. Kalau nikah sama kamu, dia pasti gak seceria ini." Jo tiak mau kalah.


"Jessi juga beruntung. Kalau nikah sama kamu, dia gak akan bisa dapat anak kembar."


"Sayang.."


"Beib.."


teriak Jessi dan Milka bersamaan. Ken dan Jo selalu berdebat. Entah kenapa, sejak peristiwa di Bali, mereka seperti musuh bebuyutan. Bagaimana jadinya kalau nanti mereka jadi besan? Mereka pasti akan jadi bodyguard yang protektif bagi anak mereka.


---------The end--------------


Thanks yang sudah membaca karya ini sampai akhir. Jangan bosan untuk terus membaca karya author yang lainnya. Kalau yang like banyak, author akan lanjutkan untuk bikin cerita Fleming, Fleta dan Nicole.. akhir kata, i love you all..