Love U My Bodyguards

Love U My Bodyguards
12.Klepon



Jessi mengikat rambutnya. Dia mulai menyiapkan segala keperluan untuk membuat tempe-tahu goreng dan capcay. Menu yang sama sekali tidak nyambung. Tapi, karena waktu yang mepet, Jessi tidak dapat protes lagi. Boy, Sania dan Bayu tidak mau membantu dia sama sekali. Sekarang saldo Jessi hanya tinggal 500rb dan dia harus hidup dengan uang itu sampai akhir bulan.


"Ken, bantu aku cuci sayurnya." teriak Jessi yang kesal pada Ken. Sejak tadi, Ken hanya duduk saja sambil bermain game.


"Tugasku hanya menjaga anda, bukan untuk memasak." jawab Ken santai.


"Astaga. Yang benar saja Ken." "Kamu selalu melakukan semua pekerjaan yang di berikan Marsha. Tapi kenapa kamu pilih-pilih tugas jika denganku?" Jessi mengomel sambil mencuci sayurannya sendiri.


"Beda. Marsha itu memang seorang putri yang harus diperlakukan dengan baik."


"Kurang ajar. Kamu pikir aku ini apa? Pembantu?" "Aku juga ini seorang putri." Jessi berbalik pada Ken sambil mengacungkan wortel yang akan dia potong.


Ken meletakkan ponselnya. Dia berjalan kitchen set. Tapi, dia sama sekali tidak berminat untuk membantu Jessi. Ken hanya ingin mengambil klepon yang tadi dia beli di pasar.


"Kerja anda lama sekali." sindir Ken yang mengintip gadis itu.


Jessi tidak menjawab dan hanya melengos. Dia tetap berfokus untuk memotong sayurannya.


Jika dia menanggapi Ken, nanti Jessi bisa terlambat bekerja.


"Minggir. Kamu tidak tau ya kalau badan kamu itu besar?" Jessi menggeser tubuh Ken yang menutupi kompor.


Jessi mengambil 2 wajan sekaligus. Satu untuk menggoreng tempe dan yang satu untuk memasak capcay.


Ken memanfaatkan momen ini dengan mengambil ponsel untuk merekam kegiatan Jessi. Jarang-jarang Jessi mau untuk memasak jika tidak kepepet.


Ken juga perlu melaporkan ini pada Boy dan Marsha, jika Jessi sudah mulai bisa berhemat.


"Boy, kamu harus menerima pelajaran setelah ini." ucap Jessi dalam rekaman Ken.


Ken menahan tawanya melihat kekesalan Jessi. Tapi meskipun sambil mengomel, Jessi benar-benar memasak makan siang untuk mereka.


Jessi akhirnya diam dan tidak mengurusi Ken dan sibuk dengan masakannya.


Pria itu juga sebentar saja merekam Jessi. Dia tidak mau ditampol oleh Jessi dan mengakibatkan ponselnya masuk dalam penggorengan.


Di tengah memasak, Ken bisa mendengar suara perut Jessi berbunyi nyaring. Lagi-lagi Ken harus manahan tawa nya karena suara cacing Jessi yang protes begitu keras.


"Anda mau Klepon?" tanya Ken karena kasihan pada Jessi yang sejak tadi belum makan.


"Kamu gak lihat aku sedang sibuk seperti ini?" omel Jessi.


Ken mendekat pada Jessi. Dia menusuk klepon nya dengan garpu, lalu menyodorkan pada gadis itu.


"Enak kan?" tanya Ken setelah Jessi mengunyah klepon nya.


"Kapan kamu makan seperti ini? Sepertinya di Jakarta tidak ada makanan ini. Apa namanya?"


"Klepon, nona." "Saya makan ini waktu Sekolah dulu."


"Kamu pernah sekolah juga Ken?" sindir Jessi.


"Ya.. justru banyak kenangan indah saat sekolah." Ken tersenyum sendiri saat mengingat kenangan masa lalunya.


Jessi menoleh dan bergidik ngeri. Ternyata beruang madu juga bisa tersenyum. Dia pikir Ken itu robot.


"Buka mulut lagi." Ken kembali menyuapi Jessi. Kali ini Jessi dengan cepat membuka mulutnya.


"Makanan rakyat enak juga, kan?" goda Ken.


"Hmmm.." gumam Jessi. Dia menikmati suapan demi suapan tanpa banyak protes.


"Done."


Akhirnya Jessi selesai juga. Dia mengelap dahinya yang berkeringat karena panas dari kompor.


Jessi juga langsung menghela nafas panjang karena ini pengalaman masak terlama yang pernah dia lakukan. Jessi harus belanja sendiri ke pasar, memotong sayur sendiri dan juga masak nasi sendiri. Biasanya yang melakukan semua itu adalah Bibi. Jessi hanya tinggal menumis atau memasak saja semua bahan yang sudah disiapkan pembantunya.


"Ken, jangan habiskan klepon nya. Itu jatahku." Jessi yang menengok ke arah Ken melihat Pria itu sedang memakan klepon milik Jessi. Dia berjinjit untuk menahan tangan Ken yang sudah siap menyuapkan klepon terakhir ke mulutnya.


Ken tidak ingin kalah. Dia tetap bersikeras untuk memakan klepon yang memang seharusnya menjadi jatah Jessi. Akhirnya mereka malah tarik-tarikan dan...


'BRUK' Ken dan Jessi terjatuh di lantai bersamaan dengan posisi Jessi menindih badan Ken.


"Aku kira anda tidak suka klepon nya, nona." ucap Ken terbata. Dia cukup grogi karena jarak Jessi begitu dekat dengan wajahnya.


"Kamu menyebalkan!" Jessi menggigit klepon yang ada di tangan Ken yang masih tertancap pada garpu.


Dia lalu berdiri dari badan Ken sambil merapikan bajunya.


"Bungkus makanannya. Aku mau mandi dulu." perintah Jessi. Dia buru-buru pergi ke kamar mandi, meninggalkan Ken yang masih tiduran di lantai.


"Wanita memang aneh sekali."


Ken bangun dan meregangkan badannya yang sakit. Dia memandang masakan Jessi yang begitu menggiurkan. Jessi memang manja, tapi ternyata dia juga bisa memasak. Ken diam-diam mengambil foto makanan yang telah Jessi buat.