Love U My Bodyguards

Love U My Bodyguards
Maukah kamu menikah denganku?



"Jessica Setiawan!"


Bayu menerobos masuk dengan wajah memerah. Di belakangnya ada Sania dan juga Boy yang menawan Ken dengan wajah babak belur.


Jo langsung melepaskan tangan Jessi. Dan Jessi langsung melompat untuk menghampiri Daddy nya.


Kenapa Bayu datang marah-marah? Lalu kenapa Ken terluka?


Boy mendorong Ken hingga pria itu terjatuh di depan Jessi dan Jo.


"Dad minta penjelasan dari kamu. Apa yang sudah kalian lakukan?" Bayu berteriak dengan kencang hingga Sania tersentak kaget. Bayu jarang sekali berteriak seperti itu. Dia pasti sangat marah dan kesal.


"Ken.. kamu gak apa-apa?" Jessi lebih dulu membantu Ken yang terluka cukup parah di bagian wajahnya.


"Apa yang kamu lakukan dengan Ken? Cepat jawab." "Lalu kenapa kamu di kamar berdua saja dengan sekretaris Juna?" bentak Bayu lagi.


"Dad..Jessi gak ngerti apa maksud kalian. Jessi melakukan apa?"


"Ken, kamu itu pria kurang ajar. Aku gak nyangka kamu seperti ini. Aku pikir kamu pria baik-baik." imbuh Boy.


"Tunggu..tunggu..Memangnya Ken ngapain?" Jessi makin bingung dengan keluarganya yang tiba-tiba datang seperti sedang menggerebeknya.


"Jesssiiii.. Maafin Mom..Mom gak becus ngurus kamu sampai kamu bisa hamil di luar nikah seperti ini." Sania sudah tidak tahan lagi. Dia menyambar Jessi dan memeluknya sambil menangis. "Kita rawat anak kamu sama-sama ya.. kamu jangan berpikir macam-macam apalagi sampai melenyapkan dia." ucap Sania sambil mengusap perut Jessi.


Jessi, Jo dan Ken terpaku mendengar ucapan konyol Sania. Terutama Ken. Dia dihajar oleh Boy hanya karena berita hoax seperti ini?


"Buahahahahhahaa" tawa Jessi meledak sedetik kemudian. Dia sadar jika Sania salah paham. "Mom, siapa yang hamil? Mom salah dengar. Jessi muntah itu karena alergi Jessi kumat. Tadi Jessi makan roti yang dalamnya coklat." jelas Jessi sambil mengusap air matanya.


Kini kubu Bayu dan Boy yang tercengang. Mereka kompak menatap Sania yang sudah pucat pasi.


"Makanya jangan keseringan nonton drama, Mom. Imajinasi Mom terlalu tinggi." Jessi ikut menyalahkan Sania.


Sania meringis karena ucapan Jessi benar. Dia terlalu sering melihat konflik di drama sampai terbawa ke realita. Seharusnya, Sania juga mengkonfirmasikan ini dengan Jessi lebih dulu sebelum main grebek seperti ini.


"Kita harus bicara di rumah." emosi Bayu sudah turun, tapi tidak untuk Sania.


Sania langsung berpindah untuk bergelayutan pada lengan Bayu. Bisa gawat jika Bayu sampai marah.


"Ehem.. karena kalian ada di sini..aku ingin bicara sesuatu." Ken menginterupsi keluarga Setiawan yang sedang berkumpul itu. Dia mengeluarkan sebuah kotak hitam dari saku celananya.


"Aku ingin bicara jika aku memang menyukai anak anda Tuan Setiawan. Aku dengan sadar ingin meminta anak anda untuk menjadi istriku." Ken maju selangkah pada Jessi. Dia membuka kotak yang di tangannya. Di dalamnya terdapat sebuah cincin berlian putih dengan mata yang cukup besar. "Jessica, maukah kamu menikah denganku?"


Baik Jessi, Sania, Bayu dan Boy melongo ketika Ken berlutut di depan Jessica.


"Tunggu dulu, Ken. Ini bukan bagianmu. Kamu lupa jika ini giliranku?" Jo tidak mau kalah. Dia sebenarnya juga sudah menyiapkan sebuah cincin untuk Jessica. Sayang sekali momen nya di rusak oleh keluarga Setiawan yang tiba-tiba datang. Jo mengeluarkan sebuah kotak merah dari saku kemejanya. Dia membuka itu dan berlutut juga di depan Jessi.


"Meskipun ini bukan cincin berlian, tapi maukah kamu menikah denganku Jessica?"


Jessica merasakan kepalanya pusing. Entah karena efek obat yang baru saja dia minum atau karena kedua pria yang sedang berlutut di depannya itu.


"Jessica.." teriak Ken dan Jo bersamaan. Mereka berdua dengan sigap menangkap Jessica yang pingsan.


"Kalian minggir." Boy menyingkirkan Jo dan Ken yang malah berebut menggendong Jessica. Dia yang seharusnya membawa Jessica ke ranjang.


"Kalian berdua duduk di sana. Kita perlu bicara." Bayu berjalan lebih dulu ke sofa tak jauh dari mereka diikuti oleh Sania.


Jo dan Ken saling berpandangan. Sungguh sial sekali Jessi pakai acara pingsan segala. Padahal Jessi tinggal menyebut nama salah satu pria itu. Kini mereka malah harus menghadapi Bayu Setiawan dan Boy Setiawan yang sudah pasti akan menguliti mereka.