Love U My Bodyguards

Love U My Bodyguards
Pilihan Jessi



Bayu duduk dengan menyilangkan kaki sambil menatap satu persatu para pria di depannya. Dia pikir Boy dan Marsha menjodoh-jodohkan Jessi dengan Jo dan Ken karena bercanda saja. Siapa yang menyangka ternyata 2 pria itu malah jatuh cinta pada Jessi.


Berpindah ke Ken dan Jo, kedua pria itu sama-sama duduk diam. Mereka merasa dikuliti oleh Bayu. Tapi, mau tidak mau dan suka tidak suka mereka pasti akan melewati masa ini. Calon mertua mereka bukan orang sembarangan. Pasti melewati seleksi menantu tidak akan mudah.


"Kenapa kalian berani melamar Jessi? Jawab satu-satu." Bayu memulai percakapannya. Dia rasa ini adalah saat yang tepat karena Jessi belum sadar. Bayu harus tahu beberapa hal tentang Ken dan Jo.


"Karena saya mencintai anak Om." jawab Jo lebih dulu.


"Karena aku ingin membentuk keluarga dengan Jessica." lanjut Ken.


Boy menahan tawanya. Wajah mereka begitu tegang seperti kanebo kering.


"Apa kelebihan kalian?"


"Saya bisa tahan gak main hape kalau lagi di charger."


"Maksudnya?"


"Jadi maksudnya saya ini orang yang sabar Om. Saya sabar menghadapi amukan Jessi." Jo menjelaskan dengan semangat. Faktanya memang selama ini dia jadi korban amukan Jessi.


"Itu bagus." jawab Bayu sambil mengangguk. "Kalau kamu?"


"Saya bisa menemani Jessi kemanapun dia mau, termasuk waktu shopping." Ken menjawab dengan tenang.


Sania bertepuk tangan. Dia sangat suka dengan jawaban Ken kali ini. Jika Ken menikah dengan Jessi, Sania bisa sedikit lega karena ada yang menggantikan tugasnya untuk menemani Jessi yang kerap kali pergi ke mall tapi dari mall itu buka sampai tutup.


"Mom.. tanyakan juga hal yang lain. Bantu Daddy, jangan cuma tepuk tangan saja." protes Boy.


"Emm.. Masa depan apa yang kalian janjikan untuk Jessi? Secara kalian ini kan bawahan." tanya Sania hati-hati. Dia tidak ingin Ken dan Jo sampai sakit hati karena ucapannya.


"Harus banget di kasih tau ini Tante?" Jo balik bertanya karena dia ragu.


"Tentu saja. Jessi itu boros. Aku gak mau dia sampai kesusahan." aku Sania jujur. Lebih baik dia mengatakan yang sebenarnya daripada nanti pria-pria itu mengeluh padanya.


"Aku akan berikan Jo satu perusahaan ku." tiba-tiba Juna datang dengan kemeja yang basah. Dia memandang Jo dengan tatapan yang sulit diartikan.


Tapi Jo bisa merasakan aura kejahatan dibalik sikap heroik Juna. Jo paham jika Juna tidak akan dengan sukarela membelanya. Apalagi penampilan Juna cukup acak-acakan dan berkeringat. Mobil Juna juga baru dirampas oleh Jo. Jadi, Jo dapat menyimpulkan jika Juna mendapat masalah dalam perjalanan ke hotel ini. Juna pasti ingin semua cepat selesai supaya dia bisa segera mengomeli Jo.


"Wah, kamu murah hati sekali, Jun." puji Sania. "Sayang kamu sudah menikah."


"Ehem." Bayu berdehem karena Sania memperhatikan Juna.


"Ken.. kamu juga kan.." Boy baru mulai bicara, tapi langsung dipotong oleh ucapan Ken.


"Saya tidak punya apa-apa Om. Tapi saya bisa jamin Jessica gak akan kekurangan."


Jessi ternyata sudah sadar. Dia sekarang berdiri di belakang Ken dan Jo.


"Monyet eh monyet." Jo yang menengok mengikuti pandangan Bayu Sania sampai latah karena melihat Jessi sudah berdiri di belakangnya.


"Jaga mulutmu." kata Ken penuh penekanan. Dia juga kaget, tapi untung tidak seperti Jo yang tidak sopan.,,


"Duduk di situ, Jess." perintah Bayu seraya menunjuk sela-sela kursi yang kosong di antara Ken dan Jo.


Jessi mengikuti perintah Bayu itu dengan ragu-ragu. Kali ini Jessi tidak bisa menghindar lagi.


"Kami sudah bicara dengan Ken dan Jo soal rencana mereka yang ingin menikah denganmu." Bayu menarik nafas panjang. "Kami bukan memikirkan soal harta atau nama keluarga mereka, Jess. Kami hanya ingin pastikan jika kamu menikah nanti, kamu akan mendapatkan orang yang bertanggung jawab." ceramah Bayu. Dia tidak ingin Jessi salah paham dan menganggapnya lebih mementingkan status sosial daripada kebahagiaan anaknya. Sebenarnya tidak masalah antara Ken atau Jo. Sama seperti pemikiran Juna, Bayu bisa memberikan Ken maupun Jo perusahaan untuk mereka urus.


"Karena kamu gak bisa menikah dengan 2 orang, jadi pilih salah satu dari mereka. Dad sudah setuju." lanjut Bayu dengan lapang dada.


"Sebentar.. aku mau telepon Marsha. Marsha ingin melihat secara langsung siapa yang bocah ini pilih." Boy berdiri dan seperti reporter, dia menghubungkan Marsha untuk ikut melihat momen langka ini.


Jessi menengok ke Jo di kirinya, lalu dia juga menengok Ken yang berada di kanannya. Ini pilihan yang sulit. Jessi berada dalam dilema.


"Pilih saja. Aku gak akan marah kalau kamu pilih Jo, dan sebaliknya." Ken membantu Jessi supaya cepat memilih.


"I love you my bodyguards.." Jessi mengambil tangan Ken dan Jo. Satu tangannya memegang tangan Jo dan satu lagi memegang tangan Ken.


Sania sudah mau protes pada Jessi yang bagaikan anak TK sedang bergandengan tangan akan menyebrang jalan, tapi Bayu buru-buru menutup mulut istrinya itu supaya tidak merusak momen lagi.


"Maaf,," Jessi melepaskan tangan Ken, lalu menghadap Jo.


Ken terperangah. Hatinya begitu sakit ketika Jessi dengan cepat melepaskan tangannya.


"Maaf, Jo." "Aku senang bisa kenal kamu dan aku sangat terhibur kalau ada kamu. Tapi, aku akan pilih Ken." ucap Jessi dengan suara tercekat.


"Keen..dia pilih kamu, kenapa kamu diam aja sih?" teriak Marsha dari ujung sana.


"Jess, are you serious?" Ken menghadap Jessi, lalu dia menangkap pandangan mata Jessi. Dia ingin memastikan jika tidak ada keraguan di sana.


"Ya, aku pilih kamu, Ken." ulang Jessi.


"Thanks, Jess." Ken langsung memeluk Jessi. Dia tidak peduli dengan beberapa pasang mata yang menatapnya.


"Ayo, kita pergi." Juna menarik lengan Jo yang masih shock. Dia tidak beranjak juga dari tempatnya sehingga membuat Juna terpaksa menyeretnya.


"Kami pergi dulu, terimakasih." pamit Juna pada Bayu, Sania dan Boy yang tidak memperhatikan mereka karena terlalu fokus pada Jessi-Ken.


Pilihan Jessi jatuh pada Ken. Bagaimana keadaan mereka jika benar-benar menikah nantinya? Apakah Jessi mampu bertahan dengan Ken dengan segala kekurangan pria itu?