Love U My Bodyguards

Love U My Bodyguards
Apartemen



Apartemen Jo


"Taraaaaa.." Jo membuka pintu dan mempersilahkan Milka untuk masuk ke dalam.


Milka melongok masuk. Dia mengerjapkan mata beberapa kali melihat keadaan tempat tinggal Jo yang bisa di bilang seperti kapal pecah.


Jo merebahkan badan di sofa setelah menyingkirkan beberapa buku dan snack yang tergeletak di sana. Tentu saja tempat Jo berantakan. Jo lebih sering berada di kantor dengan Juna. Dia tidak sempat bahkan hanya untuk sekedar menyapu.


"Kamu gila, Jo. Ini bukan rumah namanya.." Milka menyingkirkan botol aqua yang tergeletak di lantai dengan menggunakan kakinya.


"Memang ini bukan rumah. Ini apartemen." jelas Jo dengan nada penuh penekanan.


"Aku gak mau tinggal di sini." Belum 1 menit berada di apartemen Jo, Milka sudah tidak tahan lagi. Dia berbalik hendak pergi dari tempat itu.


"Tunggu, kalau kamu keluar dari sini, aku akan telepon Daddy." "Apa kamu gak kasihan sama Daddy mu yang masih sakit?"


Milka menghentikan langkahnya yang hanya tinggal menggapai pintu. Dia berbalik untuk menatap Jo dengan sengit. "Dasar, licik."


"Nyonya Wijaya, sekarang aku adalah kepala mu. Jadi, jangan macam-macam." Jo memperbaiki posisinya supaya terlihat lebih berwibawa di depan Milka.


"Sudahlah, aku mau tidur. Mana kamarnya?"


Jo menunjuk ruangan yang ada di belakangnya.


Milka berjalan gontai menuju ruangan tersebut. Nyawanya sudah tinggal kurang dari 10 persen. Kalau dia terus meladeni Jo, Milka yakin dia akan menyusul Sutandi masuk rumah sakit.


'Ceklek'


Suara itu membuat Jo langsung melompat dari sofa. Milka mengunci pintu kamarnya! Jo menggedor pintu dengan kencang.


"Buka, Mil. Kenapa kamu kabur. Suamimu juga ingin istirahat." "Milka, buka!"


"Istirahat saja di sofa." teriak Milka tidak kalah keras.


"Tapi ini rumah ku."


"Ini bukan rumah, ini apartemen."


Hening. Milka menempelkan telinga pada pintu, tapi suara Jo sudah tidak terdengar. Milka bernafas lega. Dia sangat takut jika Jo masuk ke dalam. Untuk sementara ini, Milka bisa aman dari serangan binatang buas.


Milka mencium ketiak kanan dan kirinya bergantian. Dia belum mandi sejak tadi pagi, padahal sepanjang hari ini dia selalu berolahraga. Milka harus berlari dari kejaran bodyguard Sutandi, juga dari Juna dan Jo. Tanpa menunggu lagi, Milka segera masuk ke dalam kamar mandi. Dia mandi sambil bersenandung kecil seolah tanpa beban.


Setelah 15 menit mandi dan berendam, Milka keluar dari kamar mandi. Dia berjalan menuju lemari, tapi ketika di buka, dia tidak menemukan bajunya di sana.


"Oh em ji. Gue lupa. Ini bukan tempat gue." teriak Milka panik. Milka lupa jika dirinya ada di apartemen Jo dan tidak membawa apapun ke sini. Dan sayangnya baju yang digunakan Milka tadi sudah Milka cuci sekalian. Jadi, sekarang Milka tidak punya baju ganti. Akhirnya, daripada tidak pakai baju, Milka memilik celana kolor milik Jo dan mengambil kemeja kerja Jo. Semua yang dipakai Milka itu kebesaran di tubuhnya. Kemeja Jo bahkan bisa menutupi Kolornya, sehingga Milka tampak seperti tidak pakai celana. Tapi, meskipun tidak nyaman, itu lebih baik daripada Milka tidak mengenakan apapun.


"Cepat tidur, ini sudah hampir pagi."


"Iya, ini juga mau tidur." jawab Milka.


Deg. Milka baru menyadari jika dia tidak seorang diri di kamar. Dengan perlahan Milka menengok ke arah ranjang.


Jo sudah bersandar di sana sambil memandangi Milka tanpa berkedip. Milka menelan ludahnya. Sejak kapan Jo ada di situ? Bagaimana pria itu masuk? Kalau dia di situ sejak tadi, berarti Jo melihat Milka ganti baju?


"Tentu saja aku melihatmu ganti baju. Aku melihat semuanya." "Badanmu lurus seperti triplek." ejek Jo.


Milka meradang. Dia berjalan ke ranjang, lalu mengambil tempat di sebelah Jo. "Baguslah kalau kamu gak suka. Aku jadi bisa tidur tenang." kata Milka sambil mendekatkan wajahnya pada Jo. Wangi shampoo frangipani menyeruak hidung Jo.


"Tapi kita sudah menikah, dan seharusnya kalau orang sudah menikah, mereka.."


'Pletak' Milka meneplak jidat Jo sebelum pria itu menyelesaikan perkataannya.


"Milkaaaa" Jo kesal sekali. Dia memiting Milka dengan kakinya, lalu men-smackdown dia di ranjang. Sekarang posisi mereka begitu dekat dengan tubuhnya di atas tubuh Jo. Jika di film, mereka akan berakhir ciuman, tapi Milka tidak kehabisan akal. Dia menjedotkan sendiri dahinya ke dahi Jo sehingga Jo lengah. Saat itu, Milka ganti mengubah posisi sehingga dia yang berada di atas, dan Jo yang di bawah.


"Jangan mimpi, Jo."


Jo tertawa. Dia sepertinya menemukan lawan yang sebanding. Tapi posisi seperti ini sungguh menguntungkan Jo. Jo pasrah saja di bawah kungkungan Milka.


"Sayang, kamu yang sabar sepertinya." "Tidak apa-apa, aku milikmu. Lakukan apa yang kamu mau." goda Jo.


"Dasar mesum." Milka jadi malas bertengkar dengan Jo. Dia memutuskan untuk mengalah dan pergi dari situ. Tapi, dengan satu gerakan, Jo meraih pinggang Milka dan menariknya sampai jatuh ke ranjang lagi.


"Joooo" teriak Milka. Dia harus begulat lagi dengan Jo.


Entah berapa lama mereka hanya bertengkar di kasur, sampai akhirnya lelah dan keduanya tertidur sambil berpelukan.