Love U My Bodyguards

Love U My Bodyguards
Udah nikah beneran?



Jo dan Milka saling berpandangan. Mereka masih shock dengan apa yang telah terjadi.


Hal yang sama menimpa Michael. Dia shock karena sudah kehilangan separuh harta keluarga karena separuhnya akan berada di tangan Milka.


Dan entah kenapa, perasaan Milka pada Sutandi berubah. Milka awalnya hanya menggertak Sutandi saja karena mengira Sutandi juga ingin memberikan warisan pada Michael. Dia tidak menyangka jika ternyata Sutandi mendukung Milka untuk menikah. Ini di luar dugaan Milka. Dia jadi bersimpatik pada Sutandi yang masih terbaring lemah di ranjang dengan bantuan alat yang terpasang di tubuhnya.


"Jo, semua akan Dad urus segera. Besok kamu ke sini lagi dan bicara dengan pengacara Dad." "Dad titip Milka. Jaga dia dengan baik, jangan sepertiku. Dia anak yang keras kepala, jadi kamu harus mengerti." pesan Sutandi. "Dad tidak akan bertahan lama, jadi Dad lega karena Milka sudah mendapatkan seseorang yang baik sepertimu."


"Dad.. kenapa ngomong gitu." Milka protes sambil memegang tangan Ayahnya. Dia sangat rindu dengan sosok seorang ayah. Terkahir kali mereka bertemu ketika di lampu merah 5 tahun yang lalu. Milka tidak sengaja melihat mobil Sutandi, dan pria itu sedang mengobrol dengan sopirnya. Sebenarnya Milka sudah ingin memanggil Sutandi, tapi dia urungkan karena takut pria itu tidak akan mengakuinya.


"Dad, jangan percaya begitu saja dengan mereka. Kita perlu pastikan jika mereka tidak main-main dengan pernikahan ini. Jangan sampai mereka buat surat kontrak dan akan bercerai setelah Milka mendapatkan haknya." Michael angkat bicara perihal kekhawatirannya. Jo dan Milka bisa saja seperti cerita dalam novel-novel saat ini. Nikah kontrak. Jadi mereka tidak benar-benar saling mencintai dan hanya menginginkan harta saja. Lagipula, mana ada jaman sekarang menikah dadakan seperti ini. Michael tentu saja jadi curiga.


"Hey, aku tidak sepertimu. Merebut calon istri orang dan setelah mendapatkannya, kamu malah selingkuh." Jo menatap sinis pada kakak iparnya. Dia tau cerita Michael Sutandi yang tidak kalah rumit dan menyedihkan.


"Kamu.." Michael sudah menarik kerah kemeja Jo, tapi dia urungkan saat melihat tatapan tajam Sutandi.


"Jo benar, Mike." "Kamu yang anggap pernikahan ini seperti permainan. Kamu harus perbaiki pernikahanmu dengan Sandra." omel Sutandi.


"Kalau gitu, kami pamit dulu, Om. Eh, Dad." Jo masih bingung memanggil Sutandi. Dia belum terbiasa memanggil Dad karena Jo memang tidak memiliki orang tua alias yatim piatu.


"Ya.. kalian pasti lelah dan ingin berduaan."


"Dad, maafkan Milka juga, tadi sudah bicara sembarangan." Milka memeluk Sutandi dengan erat. Dia harus memahami jika Sutandi sedang sakit dan dia tidak mau menyesal jika sampai ayahnya ini tidak selamat. Milka tidak mau merasa bersalah seumur hidupnya.


"Ayo, Mil." ajak Jo. Dia sudah sangat lelah dengan banyaknya kejadian hari ini.


*


*


*


"Jo.." ucap Milka setelah mereka berdua saja di mobil Juna.


"Apa kita udah nikah beneran?" tanya Milka tanpa menengok pada Jo. Dia malah memandangi cincin yang melingkar di kedua jari manisnya. Cincin yang di kiri adalah cincin yang tidak bisa lepas milik Jo minta tadi, dan sebelah kanan adalah cincin yang Ken bawa alias cincin pernikahannya.


"Sepertinya begitu."


"Astaga, kesialan ini sepertinya gak akan pernah berakhir." Milka merenungi kehidupan ke depannya.


"Memangnya aku se sial itu?" Jo menengok ke arah Milka. Begitu juga Milka menengok ke arah Jo hingga mereka saling berpandangan.


"Iya." jawab Milka tanpa dosa.


"Aku membuat kamu dapat harta keluargamu, Mil. Bukannya berterima kasih malah mencap aku sial."


"Ya, tadi aku cuma pura-pura aja. Kenapa kamu bilang iya sih." Milka memukuli Jo dengan tas Selempang nya.


"Hey,, hey..jangan anarki. Tubuh suamimu bisa remuk." Jo menangkap tangan Milka dengan cepat. Yang sial adalah Jo. Tiap kali berdekatan dengan wanita, dia selalu dipukuli.


"Suami?" Milka masih asing dengan kata suami. Dia tiba-tiba menangis.


"Apa aku salah bicara?" kata Jo lirih. Dia tidak tega melihat Milka menangis. Pasti dia sedih karena hidupnya yang berat. Jo menarik tangan Milka supaya wanita itu mendekat dan bisa dipeluk oleh Jo.


"Jangan menangis, Mil. Aku akan berusaha untuk membuat kamu senang." hibur Jo sambil menepuk punggung Milka.


"Aku ingin menikah dengan pria dewasa yang macho.. kenapa malah dapat yang kayak badut seperti ini.." ucap Milka sesenggukan.


Jo melongo. Dia sudah speechless sampai otaknya ngeblank sesaat. Milka memang luar biasa menyebalkan. Apa pernikahan mereka akan berjalan lancar?


"Kita tinggal di mana, Jo?" Milka menyembulkan kepala dari balik dada bidang Jo.


"Kita ke apartemen ku." Jo melepaskan Milka. Dia tersenyum penuh arti pada istrinya yang cantik itu.