Love U My Bodyguards

Love U My Bodyguards
Pacar Ken



Jessi sudah bersiap dengan kacamata hitam, hotpants dan blouse crop top. Jo tidak bergeming melihat Jessi yang tampak berbeda dengan biasanya. Berbeda dengan Ken, dia sama sekali tidak melirik ke arah Jessi dan malah sibuk dengan ponselnya.


"Aku sudah bicara dengan bos mu jika kamu ambil cuti seminggu." ucap Jo sambil membukakan pintu mobil belakang untuk Jessi.


"Lho, maksudnya setelah seminggu aku kembali ke sini lagi?" Jessi memegang lengan Jo dengan ekspresi terkejut.


"Tanya saja dia. Aku hanya menelepon Martin berdasarkan perintah Ken." Jo menunjuk Ken dengan dagunya.


"Ken.."


"Aku hanya perlu bertemu Marsha sebentar saja. Marsha ingin bertemu denganku." Ken memasukkan ponselnya ke saku celana, lalu dia masuk ke bagian stir lebih dulu.


"Ken, aku gak ngerti." Jessi masih kebingungan dengan perintah kakaknya.


"Kalian masuk dulu." kata Ken dengan nada tinggi. Dia tidak suka jika orang-orang itu berlama-lama dan tidak sat set sat set.


Jessi dan Jo masuk, lalu mengambil posisi duduk di kursi masing-masing. Jo duduk di depan sedangkan Jessi duduk di belakang.


Sebelum mereka masuk, Ken mensetting AC yang paling dingin. Dia tersenyum kecil karena begitu Jessi masuk, wanita itu sudah menggosok kulit tangannya.


"Boy menyuruhmu pulang, karena Marsha ingin bertemu denganku." jelas Ken seraya menjalankan mobilnya.


"Lho..kenapa kakak ipar ingin bertemu denganmu? " tanya Jessi lagi. "Ada hubungan apa kamu dengan Kakak ipar?"


"Pasti Marsha merindukan beruangnya." ucap Ken yakin. Sudah lama sekali Ken tidak bertemu wanita itu.


"Ini gila." Jessi memegangi kepalanya yang hampir pecah karena pengakuan Ken. Bagaimana tidak pusing jika Ken terang-terangan bilang kalau Marsha merindukan Ken? Boy bisa marah besar mengatahui hal ini.


"Apa anda cemburu, nona?" Ken melirik melalui kaca spion tengah.


"Cemburu? Kenapa aku harus cemburu?" Jessi melengos ke jendela.


"Love line nih yee.." ejek Jo.


"Jo, kecilkan AC nya. Aku kedinginan." Jessi mulai menggigil sampai dia tidak mempedulikan ejekan dari Jo.


"AC nya rusak. Pakai ini." Ken melemparkan selimut tebal ke belakang.


Tanpa banyak bicara lagi, Jessi langsung menangkap selimut dari Ken. Dia lalu menggunakan itu untuk menutupi seluruh tubuhnya.


'Makanya jangan pakai baju seksi-seksi.' batin Ken yang terus memandang spion tengah.


"Nona, supaya ga kedinginan, bagaimana kalau kita menyanyi saja?" saran Jo.


Jo tidak meminta ijin Ken. Saat ini tangannya sudah menyalakan audio dan kebetulan sekali lagunya lagu BTS kesukaan Jessi.


Jo dan Jessi langsung bernyanyi tanpa mempedulikan tatapan tajam dari Ken.


Yeah, the past was honestly the best


But my best is what comes next


"Jo, kok kamu tau lagunya?" tanya Jessi kagum.


"Tau dong..Jo gitu lho.."


Mereka menyanyi lagi setelah percakapan singkat itu.


Ken harus sabar dan menahan emosinya karena suara Jo dan Jessi lebih berisik dari kaleng rombeng. Sayang sekali airpod Ken tertinggal di kost. Jadi, Ken tidak bisa melakukan apapun kecuali menghadapi situasi yang menyebalkan ini.


*


*


*


Jessi sudah tertidur pulas setelah menghabiskan 10 lagu tanpa henti. Ken melemaskan ototnya yang pegal karena tegang. Dan setelah keduanya diam, akhirnya Ken bisa jauh lebih rileks.


"Ken, kenapa kamu diam sekali?" tanya Jo yang kepo pada Ken yang seperti robot sejak tadi.


"Aku harus bicara apa?"


"Apa kek. Cerita tentang pekerjaanmu. Bosmu. Pacarmu."


"Aku bukan artis, Jo. Kamu tidak perlu tau hidupku." jawab Ken sinis. Yang tau kehidupan Ken hanyalah Marsha dan Ny.Lee. Itupun tidak semua Ken ceritakan.


"Kamu misterius sekali, Ken." "Kemarin kamu bertemu pacarmu kan?" pancing Jo.


Ken merasa tergelitik. Jessi dan Jo terus bicara dan penasaran tentang pacar Ken. Apa yang sebenarnya mereka dengar?


"Ya,,, kenapa kalau memang aku menemui pacarku? Apa kamu juga ingin tau nama dan alamat rumahnya?" ucap Ken santai.


"Wah, daebak." "Kamu punya pacar?" "Ada juga wanita yang mau pacaran denganmu?" Jo menghadap Ken karena penasaran dengan Ken.


Ken tersenyum penuh arti.


"Coba aku lihat fotonya. Pasti cantik."


"Tentu saja. Dia sangat cantik meskipun sedikit ceroboh. Nanti kutunjukkan fotonya padamu."


"Wah, Ken.. aku bangga padamu." Jo menepuk pundak Ken.


Ken segera menepis tangan Jo. Dia tidak suka jika Jo memperlakukannya seperti teman akrab. Pada kenyataannya, Ken memang tidak terlalu akrab dengan Jo. Sejak Marsha pacaran dengan Juna, Ken sangat tidak suka dengan gaya Jo yang selalu tebar pesona dan juga suka pecicilan seperti anak yang hiperaktif.


"Sudah jangan berisik, Jo. Nanti nona Jessi bangun." kata Ken sambil memandang spion tengah. Ini sudah keseribu kalinya Ken memandang ke arah Jessi melalui spion.


Jessi terlihat tidur dengan nyenyak. Ken berinisiatif memperlambat stirnya supaya Jessi tidak terkejut lalu terjatuh.


Sementara itu, di belakang, Jessi ternyata hanya pura-pura tidur saja. Dia sebenarnya sedang asyik mendengarkan percakapan Jo dan Ken mengenai "pacar Ken". Ternyata Ken sudah punya pacar. Entah kenapa Jessi sedikit kecewa mendengarkan Ken. 'Apa aku menyukai Ken? Tapi ini tidak mungkin. Ken kan hanya seorang bodyguard.' batin Jessi yang tetap menutup matanya supaya terlihat sedang tidur.