Love U My Bodyguards

Love U My Bodyguards
Drama Korea part 1



Pagi itu Jessi sudah bersiap dengan pakaian yang lebih formal. Hari ini dia akan mengajukan proposal ke hotel ditemani oleh Jo. Jadi, Jessi harus berpenampilan dengan baik.


Jo sudah menunggu di depan dengan penampilan ala bodyguard seperti Ken. Jessi baru pernah melihat Jo berpenampilan komplit seperti ini. Dia terlihat lebih baik dengan jas lengkap. Jo jadi berkarisma.


"Anda siap, nona?" tanya Jo.


"Ya. Mana mobilmu?" tanya Jessi sambil menengok ke kanan kiri halaman kost.


"Mobil apa?" Jo balik bertanya.


"Kamu dari Jakarta bawa mobil kan?"


"Aku naik kereta. Kemarin aku antar anda dengan mobil Martin." jelas Jo tanpa dosa.


Jessi menepuk jidatnya. Dia menggunakan Rok cukup pendek karena mengira Jo membawa mobil.


"Jadi kita naik apa?" tanya Jessi pasrah.


"Tenang.." "Taraaa..." Jo menunjukan 2 buah kartu yang mirip e-toll. "Kita naik trans jateng." ucap Jo senang.


Kaki Jessi tiba-tiba lemas. Jo memintanya naik bus? Ini suatu hal yang mustahil.


"Jo, aku tidak jadi ke sana. Aku akan kirim lewat email saja."


"Lho, tapi anda sudah bikin janji dengan Pak Budi bukan? Tidak bisa begitu." Jo menghalangi Jessi untuk naik tangga ke kamarnya. Jessi harus ke sana karena Jo juga perlu mencari tahu tentang Pak Budi. Jessi sudah janji akan membantu Jo.


"Jo, aku akan bilang ke Juna. Kamu santai saja." Jessi tau isi pikiran Jo hanya dengan melihat Ekspresi Jo yang berubah panik.


"Nona, ini sangat seru." Jo mencoba membujuk Jessi.


Tapi, Jessi tidak berubah pikiran dan tetap ingin kembali ke kamar.


"Setelah ini kita akan jalan-jalan. Bagaimana?" ucap Jo sambil memasang wajah memelas.


"Jalan-jalan ke mana?" Jessi melirik ke arah Jo.


"Makan, menikmati pemandangan, main air.." "Pokoknya anda tidak akan menyesal."


"Kamu yang bayar, yah?"


"Nona bayar sendiri dong. Nona kan lebih kaya." tolak Jo.


"Ya sudah, aku gak mau." Jessi mendorong Jo lebih kencang dengan maksud supaya pria itu menyingkir dari jalannya.


"Oke.. Oke.. aku yang bayar."


Jessi tersenyum penuh arti. Dia akan mengerjai Jo nanti saat di sana.


*


*


*


"Jo, aku gak bisa naik ini." Jessi mulai protes. Dia sangat takut, apalagi Jo menyuruhnya berpegangan pada besi di atas kepala mereka.


"Nona, kan ada saya."


"Nanti kalau aku jatuh, gimana?" Jessi sudah hampir menangis. Tapi, sebaliknya Jo malah tertawa senang.


"Nanti saya akan peluk nona." bisik Jo.


"Jo,, kamu jangan kurang ajar, cari kesempatan dalam kesempitan."


"Lho, Nona gak pernah nonton drama korea?" "Adegan seperti ini sangat romantis." "Anggap saja nona Jessi sedang bermain drama korea." ucap Jo santai.


Jessi terdiam karena bus mulai berjalan. Wajah Jessi begitu tegang dan mulutnya komat kamit mengucapkan doa.


"Nona, anda tidak akan mati hanya karena naik bis." Jo tertawa cekikikan.


"Mas, mas mau kondangan yah?" salah satu anak SMA memperhatikan Jo dan Jessi dari atas ke bawah.


"Mas sama mba mau kencan." jawab Jo asal.


"Ooo,, kalian cocok sih. Yang satu cantik dan mas juga ganteng." katanya sambil tersipu.


"Haduh adik yang manis.. sepertinya kamu perlu pakai kacamata deh." ucap Jessi yang masih berpegangan erat pada tiang.


"Wah, kalau mba ga mau, mas nya untuk aku aja."


"Dengan senang hati dan sukarela, silahkan ambil saja mas nya."


Jo cukup senang karena Jessi bisa mulai nyaman dengan bercakap-cakap dengan anak SMA itu.


Tiba-tiba Bus mengerem mendadak. Jo dengan sigap menangkap Jessi yang terhuyung ke belakang. Dia melingkarkan satu tangannya pada pinggang ramping Jessi, sedangkan tangan yang satu berpegangan pada tiang.


"Ciiiiiieeee" semua di dalam bus bersorak. Pak sopir pun sampai penasaran dan menengok ke belakang.


Wajah Jessi bersemu merah. Mereka satu-satunya yang berdiri, jadi semua perhatian seluruh mahkluk dalam bus hanya tertuju pada mereka berdua.


"Jo, aku akan hajar kamu setelah sampai nanti." Jessi menekankan nadanya.


"Maaf nona. Tapi, nanti kalau di lepas nona bisa jatuh dan lecet." Jo tetap dalam posisinya meskipun bus sudah jalan kembali.


"Ken,,, cepatlah kembali." batin Jessi. Ken memang kaku, tapi dia tidak pernah modus seperti Jo.


"Seru yah, seperti nonton drama." Anak-anak itu mulai membicarakan Jessi dan Jo.


"Jangan keras-keras, nanti mba sama masnya dengar." " Mba nya sangat jutek dan galak."


Jo lagi-lagi hanya mampu menahan tawanya. Sedangkan Jessi, wajahnya sudah bagai kepiting rebus. Dia sedang menahan malu dan amarah sekaligus.