Love U My Bodyguards

Love U My Bodyguards
Kaos Blackpink



Ken memandang dirinya di cermin kamar Jessi. Penampilannya kali ini sungguh sangat tidak bisa digambarkan dengan kata-kata. Seorang Ken yang adalah bodyguard keluarga konglomerat, kini menjadi seperti boneka beruang besar mainan Jessi. Bagaimana tidak, Jessi meminjamkan Ken kaos pink dengan gambar Lisa,Jeni,Rose dan Jisoo alias blackpink. Kaos yang oversize jika di kenakan Jessi, kini bisa pas sekali di badan Ken.


"Sudah beres. Besok kita akan beli baju di mall." ucap Jessi dengan perasaan lega. Setidaknya Ken bisa tidur dan tidak masuk angin.


"Saya lebih baik tidak usah pakai kaos." Ken sudah bersiap melepaskan kaosnya. Tapi, Jessi menahan Ken dengan memeluk badan Ken dari belakang.


"Jangan dilepas, plis. Aku suka kalau kamu pakai baju itu." ucap Jessi setengah memohon.


"Nona, ini sangat memalukan." protes Ken. Dia memegang tangan Jessi dan melepaskannya dengan mudah dari pinggangnya. Ken lalu berputar menghadap ke arah Jessi.


Jessi cekikikan sendiri ketika melihat Ken yang begitu lucu menggunakan kaosnya yang pas-pasan di tubuhnya.


"Ken, aku tidak punya baju yang cukup untukmu, jadi terima saja."


"Jangan main-main denganku, Jessica."


"Ken, kamu kurang ajar sekali." "Berhenti memanggilku dengan nama saja." Jessi jadi kesal karena Ken selalu memanggilnya tanpa kata "nona."


"Ya, kamu memang lebih muda dari aku,kan? Kamu ini bocil." omel Ken tanpa basa basi.


"Ken, aku akan adukan pada Boy."


"Silahkan saja, Jessica." tantang Ken.


"Booooooo" teriakan Jessi harus tertahan karena saat ini Ken tengah membekap mulut Jessi. Tadi Ken hanya menggertak wanita itu saja. Dia lupa kalau ini adalah kandang Jessi. Jadi, Jessi bisa melakukan apapun semaunya di sini.


"Mmmmph"'Jessi masih mengomel dalam dekapan Ken. Dia bahkan meninju Ken supaya melepaskannya.


'Breeet' Ken merasakan pakaiannya sobek akibat terlalu banyak bergerak. Dia akhirnya melepaskan Jessi untuk melihat kaosnya.


"Yah, sobeeek." teriak Jessi sedih. Dia mendapatkan kaos ini dengan susah payah. Kaos ini begitu spesial karena sudah ada tanda tangan para membernya. Jessi bahkan tidak pernah memakai kaosnya supaya tidak rusak. Tapi, sepertinya Jessi harus merelakannya sekarang karena sudah sobek oleh Ken.


"Sorry, nona." Ken melepaskan kaosnya lagi.


Jessi langsung mengambil kaos Ken dan memandangnya lama. Tiba-tiba pandangan Jessi nanar.


"Ken, kamu menyebalkan." kali ini air mata Jessi sukses meluncur keluar.


Perubahan Jessi itu membuat Ken kebingungan. Perkara kaos saja Jessi menangis.


"Kamu gak tau kan ini dapatnya susah. Aku gak mungkin dapat seperti ini lagi." Jessi berteriak dengan nada cukup tinggi.


Ken jadi merasa bersalah. Dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil memandangi Jessi yang menangis sesenggukan.


"Jangan menangis, nona. Umur anda sudah hampir 30 tahun." ingat Ken. Dia sebenarnya ingin memeluk Jessica, tapi Ken ragu-ragu. Dia takut kalau wanita itu akan berteriak lagi dan membangunkan orang satu rumah.


"Keeen.." Jessi lah yang merengek, lalu memeluk Ken.


Ken sedikit terhuyung, tapi dia langsung memasang badannya dan memberanikan diri menepuk punggung Jessi.


"Sudah jangan menangis. Aku janji akan penuhi 3 permintaan kamu." hibur Ken.


"Keeeen.." isak Jessi.


"Iya, nona. Aku serius."


"Bukan itu.. aku tau kamu serius. hiks. Tapi kenapa cuma 3 permintaan, gak 10 aja? Hiks"


Ken menghela nafas panjang. Memang keturunan Setiawan tidak ada yang waras. Bahkan sedang sedih pun mereka masih bisa melakukan hal yang absurd.


"Ya sudah.. jangan menangis."


Jessi jauh lebih tenang setelah mendengar jika Ken akan mengabulkan 3 permintaan Jessi. Dia menyembulkan kepalanya dari dada Ken.


"Kalau begitu, besok kamu harus jalan-jalan seharian denganku." kata Jessi senang.


"Bukan hal yang sulit." jawab Ken cepat. Dia sedikit lega karena Jessi hanya meminta hal yang sederhana. Jalan-jalan.


"Non..Non Jessi gak apa-a... " Bibi terkejut melihat Ken dan Jessi berduaan di kamar dengan kondisi saling berpelukan dan Ken bertelanjang dada juga hanya menggunakan boxer saja.


Jessi langsung melepaskan pelukannya, tapi badannya limbung dan Jessi sukses terjatuh ke ranjang. Ken juga mundur beberapa langkah sampai menabrak meja rias.


"Bi, ini gak seperti yang bibi lihat." ucap Jessi panik.


"Nona, saya keluar dulu." Ken buru-buru keluar meninggalkan Jessi dan Bibi yang masih saling berpandangan.