Kanaya Meissa (Ultimate Kagura Dancer) ~Eternal Love~

Kanaya Meissa (Ultimate Kagura Dancer) ~Eternal Love~
CHAPTER 88 - EXAM FOR LAST YEAR



Seperti di tahun-tahun sebelumnya, Hope Peak's Academy selalu mengadakan ujian untuk kenaikan kelas. Aku dan teman-teman sekelasku seperti biasa, merasa gugup ketika melakukan ujian tersebut.


"Aku gugup sekali..." ucap Mihoshi dengan gemetar.


"Tenang saja, ujiannya sama seperti tahun lalu kok..." ucap Canis untuk menenangkan Mihoshi.


"Kalau aku, aku sangat percaya diri..." ucapku sambil tersenyum.


"Kamu hebat sekali, Kanaya-san..." ucap Ramaru dengan kagum.


"Tapi tahun ini sepertinya suram sekali..." ucapku.


"Mengapa kamu berkata begitu, Kanaya-san???" tanya Mizuno.


"Karena aku tidak melihat Danny-kun lagi disini..." jawabku dengan bersedih hati.


"Danny senpai kan sudah lulus tahun lalu..." ucap Nala.


"Aku tahu... Hanya saja, sepi rasanya..." ucapku sambil menghela nafas.


Aku melihat murid-murid lain, namun kali ini yang aku lihat adalah Nozomi dan Mimi. Aku langsung saja membuang muka ke arah lain dikarenakan aku tidak ingin melihat mereka. Setelah beberapa orang selesai melakukan ujian, kini giliranku untuk tampil. Aku menunjukkan keluwesan gerakan tubuhku dalam menari kagura. Setelah selesai, para penguji pun bertepuk tangan dan itu membuatku senang.


"Kalau Danny-kun melihatku, pasti aku akan membuat tarian kaguraku lebih indah lagi..." gumamku.


Setelah semua murid selesai melaksanakan ujiannya, aku merayakannya bersama teman sekelasku.


"Dimana kita akan merayakan keberhasilan kita??" tanya Shirei.


"Sepertinya itu sulit..." jawab Mizuno.


"Bagaimana kalau dirumah Danny senpai saja??" ucap Nozomi.


Lalu aku meninju perut Nozomi sehingga dia pun jatuh pingsan.


"Aku ingin merayakannya di tempat lain saja..." ucapku sambil tersenyum.


"Kalau begitu, di tempat Ryuuta-kun saja???" saran Canis.


"Benar juga, bukankah tempatmu ada live music??" ucap Shirei.


"Boleh saja... Aku senang jika teman sekelasku datang ke rumahku.." ucap Ryuuta sambil tersenyum.


Kami pun pergi ke rumah Ryuuta untuk mengadakan pesta disana, sedangkan Nozomi digendong oleh Aelri. Hal itu membuat Mihoshi sedikit cemburu. Namun ia sadar bahwasanya Nozomi saat ini sedang tidak sadarkan diri karena perutnya ditinju olehku. Sesampainya di rumah Ryuuta, kami melihat rumahnya lumayan luas, sehingga kami pun langsung menyadari bahwasanya ia adalah anak orang kaya.


"Halamanmu luas sekali, Ryuuta..." ucap Yuu.


"Tidak seluas stadion lapangan bola..." ucap Ryuuta sambil tersenyum.


"Aku rasa, stadion lapangan bola lebih kecil dari halaman rumahnya.." ucap kami semua kecuali Nozomi secara serentak dengan bergumam.


Lalu kami semua masuk ke dalam rumah Ryuuta dan kami disambut para pembantu yang ada di rumahnya.


"Banyak sekali pembantunya... Kira-kira mungkin aku bisa punya 1 untuk membantuku dirumah..." gumamku.


"Tapi aku tidak ingin jika orang lain mengurus Danny-kun... Karena hanya aku yang boleh melakukannya..." gumamku lagi.


"Silahkan kalian letakkan barang kalian di ruangan ini..." ucap Ryuuta.


Kami semua meletakkan barang kami di tempat ini, lalu kami pun bergegas ke ruangan live music yang sering Ryuuta pakai untuk berlatih. Ketika kami sampai disana, kami pun takjub dengan ruangan itu.


"Maaf ya, kalau ruangan ini terlalu kecil..." ucap Ryuuta dengan merendah.


"Ruangan ini bisa untuk melaksanakan apel pagi..." ucap Mizuno dengan kaget.


Kami mengangguk setuju. Lalu tiba-tiba Nozomi terbangun dan dia melihat ada tempat yang berbeda dari tempat yang tadi sebelum berangkat ke rumah Ryuuta.


"Dimana ini??" tanya Nozomi.


"Di rumah Ryuuta-kun..." jawab Canis.


"Agak kecil ya ruangannya..." ucap Nozomi.


"Oh ya, aku ingat bahwasanya rumah Nozomi juga termasuk besar..." ucap Shirei.


"Memang kamarmu ada berapa, Nozomi-san?" tanya Mihoshi.


"Sekitar 80..." jawab Nozomi.


"Kalau sebanyak itu, mengapa kamu masih mengejar Danny-kun??" tanyaku.


Mendengar jawaban itu, aku menatap Nozomi dengan tajam sambil tersenyum.


"Kamu tahu, aku tidak akan membiarkanmu mengambil Danny-kun..." ucapku sambil tersenyum.


Mata kami pun saling memancarkan aliran listrik, lalu kami pun dilerai oleh Mihoshi.


"Kalau begitu, bagaimana kalau kita makan dahulu sebelum acaranya dimulai?" tanya Ryuuta.


"Itu ide yang bagus..." jawab Canis.


Kami semua pun setuju.


Kami semua menunggu di ruang tamu sambil menanti makanan tersedia. Kami saling mengobrol satu sama lain sehingga tanpa terasa makanan sudah siap untuk disantap. Kami duduk di meja makan sambil menikmati makanan yang sudah dipersiapkan. Lalu setelah selesai makan, Ryuuta mulai bernyanyi di ruangan tersebut dengan lagu andalannya. Setelah kami selesai merayakan setelah ujian, kami semua pun pulang ke rumah masing-masing. Di perjalanan pulang ketika berada di sebuah taman yang sepi, aku menghentikan Nozomi.


"Apa maksud perkataanmu itu, Akuma Milku?" tanyaku dengan kesal.


"Yang mana??" tanya Nozomi lagi.


"Saat kamu mengatakan bahwasanya kamu menginginkan bibit Danny-kun..." jawabku.


"Owh... yang itu... aku menjawab dengan jujur kok..." ucap Nozomi sambil tersenyum.


"Bukankah kamu menginginkannya juga??" tanya Nozomi.


"Memang benar... Tapi hanya boleh aku saja..." jawabku sambil tersenyum.


"Begitu juga denganku ataupun para gadis yang ada di rumahmu..." ucap Nozomi.


Lalu aku menarik kerah baju Nozomi.


"Apa kamu tidak mendengarnya?? Hanya aku..." ucapku sambil tersenyum kedut.


"Aku dengar... Begitu juga dengan yang lain..." ucap Nozomi sambil tersenyum pula.


"Maaf ya... Kalau yang itu, tidak masuk hitungan..." ucapku dengan mengejek.


Aku dan Nozomi saling bertatapan sambil tersenyum kedut.


"Bagaimana kalau kamu kembali ke habitatmu?" ucapku sambil tersenyum.


"Habitatku disini kok..." ucap Nozomi sambil tersenyum pula.


"Tentu saja tidak... Habitatmu itu di neraka..." ucapku sambil tersenyum lagi.


"Bukankah itu kamu ya??" ucap Nozomi lagi sambil tersenyum.


Kemarahanku pun tersulut, sehingga kami berdua berkelahi. Beruntungnya tidak ada orang disini dikarenakan sudah jam 11 malam, sehingga kami berdua bisa berkelahi sampai puas. Pukulan, tendangan, dan jambakan kami berdua lakukan hingga salah satu dari kami berdua pingsan. Selama satu jam, kami berkelahi hingga kami berdua kelelahan, lalu kami berdua pun pulang sambil sempoyongan karena wajah kami berdua juga babak belur. Sesampainya di rumahku, ternyata sudah tengah malam. Dan kami berdua disambut dengan Danny-kun serta ketiga gadis hama lainnya di ruang tamu.


"Mengapa kalian lama sekali pulangnya??" tanya Danny-kun dengan khawatir.


Danny-kun melihat kami berdua kotor dan wajah kami babak belur sehingga membuat raut wajah Danny-kun menjadi berubah.


"Apa yang terjadi?" tanya Danny-kun dengan nada dingin.


Kami berdua pun hanya bisa terdiam saja dikarenakan aura Danny-kun sangat menakutkan saat ini apabila kami salah menjawabnya.


"Mengapa kalian berdua hanya diam saja???" tanya Danny-kun sambil tersenyum.


Kami berdua pun saling bersenggolan agar salah satu dari kami menjawabnya.


"Jika kalian tidak mau menjawabnya, tak apa... Namun kalian berdua akan duduk di lantai ruang tamu ini hingga pagi.." ucap Danny-kun sambil tersenyum lagi.


Setelah aku dan Nozomi lama berdebat siapa yang menjelaskan hal tersebut kepada Danny-kun, akhirnya aku lah yang menjelaskannya. Aku menjelaskan hal tersebut secara detail tanpa mengurangi dan sedikit menambahkan bumbu ceritaku sehingga membuat Nozomi mencubit pahaku. Danny-kun diam sebentar, lalu berkata,


"Nozomi-san, lebih baik kamu sekarang istirahat saja..." ucap Danny-kun.


Nozomi pun berdiri lalu menuju ke kamarnya, tapi sebelum itu ia menjulurkan lidahnya kepadaku untuk mengejekku.


"Mei..." ucap Danny-kun.


"Ada apa Danny-kun??" tanyaku sambil tersenyum.


"Kita putus..." ucap Danny-kun.


CHAPTER 88 - EXAM FOR LAST YEAR


End