Kanaya Meissa (Ultimate Kagura Dancer) ~Eternal Love~

Kanaya Meissa (Ultimate Kagura Dancer) ~Eternal Love~
CHAPTER 23 - A WEEK WITHOUT YOU



Hari pertama tanpa bertemu Danny-kun


Disebuah taman, aku menyandarkan kepalaku di paha Danny-kun. Kepalaku diusap-usap berulang kali meski aku sudah tertidur. Nyaman sekali rasanya hingga membuatku ingin tidur lebih lama. Namun tiba-tiba rubah betina itu mendatangi Danny-kun dan membawa Danny-kun pergi. Aku terjatuh dari tempat tidurku, namun anehnya tubuhku tidak terasa sakit tetapi hatiku yang sakit. Aku bangun pagi yang biasanya berwajah ceria, kini aku bangun dengan wajah sedih. Aku mandi dengan wajah yang lesu, aku makan sambil melamun, dan bahkan ketika aku pergi ke sekolah hampir saja menabrak pohon ketika hendak ke kelas. Teman sekelasku melihatku sedang dirundung kesedihan, mereka mencoba mengajakku bicara namun aku tidak menghiraukan mereka karena yang ada dikepalaku saat ini adalah kalimat Danny-kun tidak menyayangiku lagi. Hal ini terus berlanjut hingga aku sampai dirumah dan tidur.


Hari kedua tanpa bertemu Danny-kun


Aku bermimpi kejadian yang sama lagi, namun tanpa usapan kepalaku. Danny-kun menatap ke arah lain lalu rubah betina itu datang dan menarik tangan Danny-kun kearahnya. Namun kali ini, aku tidak terjatuh dari tempat tidurku. Aku terbangun dengan wajah menangis, lalu aku bangun dari tempat tidurku sambil mengusap mataku, kemudian aku tetap bangkit dengan wajah lesu. Ingin aku dirumah saja, karena aku tidak ingin ke sekolah. Namun entah mengapa, aku berpikir untuk tetap masuk sekolah walaupun pikiranku melayang jauh entah kemana. Setiap perjalanan menuju sekolahku, aku selalu mengumpat rubah betina itu. Begitu terus hingga aku kembali ke rumahku. Karena aku sangat membencinya, setiap foto dirinya aku corat-coret tak karuan. Lalu aku mengingat apa yang telah ia lakukan padaku minggu lalu. Namun saat ini kuurungkan saja niatku untuk mencelakainya.


Hari ketiga tanpa bertemu Danny-kun


Aku tidak berniat untuk datang ke sekolah hari ini dikarenakan aku malas saja. Aku menghabiskan waktu dikamar, kalaupun keluar aku hanya ke toko serba ada sekedar untuk mengisi perut. Karena hari ini aku malas untuk memasak, jadinya aku hanya makan makanan cepat saji. Sehingga aku membeli makanan cepat saji untuk satu Minggu. Kelihatannya aku sudah terbiasa menjadi seorang NEET yang selalu menyumpahi Rubah Betina itu setiap jam. Foto Rubah Betina itu kupajang di lemariku agar setiap aku melihat fotonya, aku terus ingat untuk menyumpahinya.


Hari keempat tanpa bertemu Danny-kun


Masih tetap sebagai NEET yang selalu menyumpahi rubah betina itu, bukan hanya setiap jam namun sudah menjadi setiap tarikan nafasku untuk menyumpahinya. Bahkan aku berencana untuk membunuhnya, aku tersenyum ketika terbesit di dalam benakku untuk mengakhiri hidup rubah betina itu agar tidak menggoda Danny-kun lagi. Seperti gadis yang marah karena kekasihnya direbut, aku pun merencanakan sesuatu untuk rubah betina itu. Aku mulai berpikir bagaimana cara untuk mengeksekusinya. Apakah harus diracuni? Ditusuk? Dipukul? Dibenturkan kepalanya ke dinding? Atau kulepaskan saja setiap kuku dijarinya? Aku mulai tertawa senang.


Hari kelima tanpa bertemu Danny-kun


Setiap aku bangun pagi, dalam pikiranku selalu mencari cara untuk mengeksekusi rubah betina itu. Namun hari ini, aku akan dirumah saja agar aku bisa fokus untuk melaksanakan rencanaku. Kupersiapkan segala sesuatunya, mulai dari senjata hingga cemilan keripik kentang. Tanpa terasa aku bertambah gemuk dan pipiku tampak berlemak. Namun semua itu akan terbayar jika pada akhirnya aku berhasil mengeksekusi rubah betina itu hingga ke akar-akarnya.


Kali ini aku melakukan trial and error agar aku bisa mengeksekusi rubah betina itu tanpa dia sadari. Aku membeli sebuah "dummy" lalu aku menempelkan foto Rubah Betina itu di wajah "dummy" tersebut. Lalu kubanting dia lalu kutindih dan kucekik. Namun juga terbesit dalam pikiranku kalau Danny-kun ditindih oleh rubah betina itu dan membuatku mencekik dan memukul "dummy" itu dengan kuat. Setelah selesai, tubuhku kembali seperti sediakala ketika kulihat cermin, namun tetap saja aku ingin memukul "dummy" itu sekali lagi. Aku letakkan "dummy" tersebut berdiri tegak, lalu kupukul sekuat tenaga mengenai foto Rubah Betina itu, dan "dummy" pun terjatuh lagi. Setelah itu, aku segera mandi dan bersiap untuk memasak makan malam.


Hari ketujuh tanpa bertemu Danny-kun


Hari ini adalah saatnya dimana aku akan mengeksekusi rubah betina itu. Sepulang sekolah, aku menuju ke sekolahnya dan menunggu sekolahnya sepi dan saat itulah aku melancarkan aksiku. Aku menunggu dan terus menunggu hingga semua siswi sekolah tersebut tidak ada yang tersisa, hanya ada rubah betina itu diruangannya. Dan setelah semua siswi sekolah itu pulang semua, aku segera menyelinap masuk dan langsung menuju ke ruangan rubah betina itu.


Dia sudah menungguku dengan wajah sombongnya karena dia lebih segalanya dariku. Dia selalu menyombongkan dirinya karena sudah dekat dengan Danny-kun. Bahkan dia juga mengaku telah mencium bibir Danny-kun. Dia mengatakan kalau bibir Danny-kun rasa tomat ceri. Aku menjadi kalap karena rubah betina itu sudah berani mencium bibir Danny-kun, sedangkan aku hanya sebatas mencium pipinya saja. Aku mengepalkan tanganku lalu aku memukul wajah rubah betina itu dan dia pun juga memukul wajahku. Kami pun berkelahi hebat, untung tidak ada barang pecah belah disana. Kami berdua saling menyerang dan tidak ada yang mau mengalah. Hingga akhirnya wajah kami berdua babak belur dan ruangan rubah betina itu berantakan. Dan aku memukul pipi sebelah kiri rubah betina itu dengan tangan kananku dan rubah betina itu jatuh pingsan. Setelah selesai pertarungan itu, aku pun pulang dengan wajah babak belur dan untungnya tidak ada satu orangpun yang melihatku. Namun tiba-tiba didepan rumahku, Danny-kun menungguku dan terkejut melihat wajahku babak belur. Danny-kun marah padaku dan aku juga marah padanya karena aku merasa Danny-kun lebih membela rubah betina itu daripada aku. Danny-kun mencoba untuk menamparku namun tak jadi ia lakukan dan akhirnya Danny-kun pergi. Aku masuk ke rumahku dan langsung menuju kamarku untuk segera tidur karena aku sudah kalah dari Rubah Betina itu. Di mimpiku, aku teringat akan masa-masa indah itu dan di dalam tidurku, aku menangis.


Epilogue


Aku terbangun di hari pertama tanpa bertemu dengan Danny-kun, untunglah itu semua hanya mimpi. Aku segera bersiap-siap untuk menghadapi apa yang ada didepanku hari ini.


Chapter 23 - A WEEK WITHOUT YOU


End