
Hari ini adalah hari festival kembang api. Aku sedang menunggu Danny-kun di dekat jam di air mancur sambil merapikan rambutku. Aku menunggu dengan yukata yang terakhir aku pakai saat musim panas tahun lalu. Di kejauhan, aku melihat Danny-kun dan langsung melambaikan tanganku agar Danny-kun tahu dimana posisiku saat ini.
"Maaf.. apa kamu sudah menunggu lama??" tanya Danny-kun.
"Tidak kok... Aku baru sampai..." jawabku dengan tersenyum.
"Walaupun sebenarnya aku menunggu hampir setengah jam, namun hal itu semua terbayar ketika aku sudah melihatmu, Danny-kun..." gumamku sambil tersenyum.
"Apakah kamu sudah mengabari mereka??" tanya Danny-kun.
"Mengabari siapa???" tanyaku.
"Aku tidak mengabari siapapun..." lanjutku.
"Mengabari mereka berempat..." jawab Danny-kun.
"Owh... Mereka sedang sibuk sepertinya..." ucapku.
"Aku lebih suka mereka tidak ada disini hari ini hingga festival kembang api berakhir..." gumamku.
"Kalau begitu, kita pergi berdua saja hari ini..." ucap Danny-kun dengan tersenyum.
Aku mengangguk senang.
Akhirnya, aku dan Danny-kun berjalan ke tempat festival kembang api tersebut berdua saja sambil berpegangan tangan. Karena, menurut gosip yang beredar, jika pasangan saling berpegangan tangan hingga kembang api diluncurkan, lalu pasangan tersebut berciuman saat kembang api sedang berlangsung, maka hubungan mereka akan langgeng selamanya. Di kejauhan, keempat gadis yang bersembunyi melihatku dan Danny-kun sambil berpegangan tangan.
"Hei.. apakah mereka berdua sedang berpegangan tangan??" tanya Hatsuki dengan wajah murung.
"Kelihatannya begitu..." jawab Nozomi dengan wajah murung juga.
"Baiklah... Bagaimana kalau kita singkirkan saja Kucing Genit itu dari sana...." ucap Mimi sambil tersenyum yandere.
"Aku setuju... Dan aku ada ide bagus untuk melakukannya..." ucap Hinada sambil tersenyum.
Mereka berempat menyusun sebuah rencana untuk memisahkanku dengan Danny-kun. Setibanya di tempat festival, aku dan Danny-kun mencoba makanan festival, bermain di acara festival, dan saat aku sedang menikmati saat berduaan dengan Danny-kun, tiba-tiba salah seorang dari mereka menarikku ke semak-semak, lalu mereka berempat mengeroyokku sehingga membuat yukataku kotor, rambutku acak-acakan, dan akhirnya aku jatuh pingsan. Lalu mereka mengikatku dan menyembunyikan aku di semak-semak dekat mereka.
"Kita akan kencan dengan Da-kun secara bergantian agar tidak ada yang tidak kebagian dan tidak boleh ada yang menggangu ketika lagi kencan, bagaimana menurut kalian??" tanya Hinada.
Mereka bertiga mengangguk setuju.
"Nah sekarang, siapa yang mulai duluan kencan dengan Da-kun??" tanya Hinada.
"Aku duluan.. karena aku orang pertama yang mengenal Danny-san..." jawab Hatsuki.
"Okey..." ucap Hinada.
Hatsuki mulai duluan kencan dengan Danny-kun. Ia bertemu dengan Danny-kun tanpa sengaja di kios takoyaki atau lebih tepatnya dibuat agar kelihatan tidak sengaja. Hatsuki juga berusaha untuk merayu Danny-kun agar Danny-kun melupakanku, namun hal tersebut gagal. Disamping itu, Danny-kun juga berusaha untuk membuat Hatsuki dan aku berteman, namun juga tidak menemukan titik terang.
Setelah itu, giliran Nozomi yang kencan dengan Danny-kun. Nozomi menunggu di tempat jual permen kapas. Sama seperti Hatsuki, Nozomi melakukan hal tersebut agar terlihat seperti tidak sengaja. Hal yang sama juga dilakukan oleh Nozomi, yaitu menggoda Danny-kun juga. Dan Danny-kun juga tidak tergoda olehnya, malah Danny-kun juga mengatakan hal yang sama untuk berteman denganku, namun juga gagal.
Selanjutnya, giliran Mimi yang berkencan dengan Danny-kun. Sama seperti Hatsuki dan Nozomi, Mimi juga membuat seakan-akan tidak sengaja bertemu dengan Danny-kun. Ia menunggu di tempat jual ikan mas. Ia begitu menikmati kencan dengan Danny-kun. Disamping itu, tidak lupa pula menggoda Danny-kun untuk melupakanku. Dan lagi-lagi, ia tidak berhasil melakukannya.
Yang terakhir adalah Hinada. Sama seperti ketiga gadis lainnya, Hinada juga membuat seakan-akan tidak sengaja bertemu dengan Danny-kun. Dan disaat itulah, aku mulai terbangun dari pingsanku. Aku melihat Danny-kun sedang berkencan dengan Hinada dan amarahku berkecamuk. Dan aku menyadari bahwasanya aku telah diikat oleh mereka. Aku ingin membalasnya kepada mereka karena mereka telah berkencan dengan Danny-kun ketika aku sedang pingsan.
Lalu tak lama kemudian, Hatsuki ingin buang air kecil dan ia langsung ke toilet umum yang tempatnya agak jauh dengan festival kembang api berada. Setelah Hatsuki menjauh, Nozomi dan Mimi kembali memperhatikan Hinada dan Danny-kun. Lalu aku segera melepaskan ikatanku dan setelah aku berhasil melepaskan ikatanku, aku berdiri dan pergi mengendap-endap menuju tempat Hatsuki berada.
Sesampainya disana, aku menunggu Hatsuki keluar dari toilet umum dan untungnya disana tidak ada yang mendatangi toilet tersebut. Setelah Hatsuki keluar dari toilet, saat ia mengikat obinya, aku langsung meninju perutnya tanpa ragu. Lalu aku meninju mata sebelah kirinya sehingga kacamata yang dipakainya pecah dan Hatsuki pun jatuh pingsan. Setelah aku membuatnya pingsan, aku menariknya ke salah satu bilik toilet, kemudian aku dudukkan ia di kloset, lalu aku menguncinya dari luar bilik tersebut, dan yang terakhir, aku membuat tulisan di depan biliknya "sedang diperbaiki". Lalu kuncinya aku lemparkan ke dalam bilik tersebut.
Setelah selesai aku melakukannya, tiba-tiba saja muncul Nozomi yang hendak ke toilet. Nozomi melihatku kaget, dan tanpa pikir panjang lagi, aku meninju mata sebelah kanannya dan ia pun langsung jatuh pingsan dengan mata yang berputar-putar. Lalu, seperti yang aku lakukan kepada Hatsuki, aku menariknya ke bilik toilet sebelahnya. Kemudian aku melakukan hal yang sama, yaitu menguncinya dari luar bilik tersebut dan membuat tulisan "toilet tersumbat". Lalu kuncinya aku lemparkan ke dalam bilik tersebut.
Lalu aku keluar dari toilet umum tersebut, kemudian aku kembali ke tempat semula untuk menghajar Mimi dan Hinada. Aku mengeluarkan sesuatu dari kantung tasku yaitu sebuah chloroform atau yang sering disebut sebagai obat bius untuk menidurkan seseorang. Aku mengoleskannya di sapu tanganku. Ketika aku kembali ke tempat dimana persembunyian mereka berempat, aku tidak melihat Hinada namun hanya ada Mimi disana. Aku mendekatinya perlahan-lahan agar ia tidak menyadariku. Dan setelah aku dekat, tanpa panjang lebar lagi aku menyekap Mimi dengan sapu tangan yang telah ku siram dengan chloroform tadi dan Mimi pun tertidur. Lalu aku menyeret Mimi ke tempat toilet umum tadi, namun sebelum aku meletakkannya di bilik toilet sebelahnya, aku meninju kedua matanya masing-masing sepuluh kali. Begitu kedua matanya membengkak, aku pun menyeretnya ke bilik toilet sebelahnya. Kemudian aku melakukan hal yang sama, yaitu menguncinya dari luar bilik tersebut dan membuat tulisan "toilet sedang dibuat". Lalu kuncinya aku lemparkan ke dalam bilik tersebut.
Kini hanya tinggal Hinada, kali ini aku tidak memakai strategi apapun, karena aku hanya ingin menghajarnya saja sampai dia babak belur. Setelah selesai kencan dengan Danny-kun, Hinada menuju ke semak tempat persembunyiannya dan ia bingung melihat tidak ada orang disana. Dan setelah mengecek sekali lagi, ia melihat ikatanku terlepas dan ia mulai berpikir apakah ketiga gadis itu sudah terjadi sesuatu kepada mereka. Aku melihat Hinada sudah berada di tempat persembunyian tersebut, dan aku langsung menampakkan diriku dari sejauh ia bisa melihatku. Setelah ia melihatku, ia berlari mengejarku dan aku juga berlari ke arah toilet umum tadi. Sesampainya disana, aku berhadapan dengan Hinada.
"Apa yang kamu lakukan kepada mereka??!!" tanya Hinada dengan marah.
"Hei... Tenanglah... Aku tidak melakukan apapun terhadap mereka..." jawabku sambil tersenyum.
"Jangan bohong... Lagipula, kebetulan sekali aku ingin menghajarmu sekali lagi.. karena setelah ini, aku ingin mencium bibir Da-kun.." ucap Hinada sambil tersenyum.
Kepalaku berdenyut dan berkedut.
"Ngomong-ngomong, sudah berapa lama kamu kencan dengan Danny-kun hari ini???" tanyaku dengan senyum namun kepalaku berkedut.
"Untuk apa kamu tahu itu?? Namun kalau kamu ingin tahu, mungkin sudah satu jam..." jawab Hinada sambil tersenyum.
"Begitu ya... Sudah satu jam ya..." gumamku.
Lalu aku menghajar Hinada dan Hinada juga membalasku. Kami berkelahi selama 18 menit, dan saat 18 menit tersebut, aku meninju perutnya sehingga membuat Hinada terduduk seperti sedang melakukan dogeza. Lalu aku melakukan tendangan berputar seperti karakter Chun-Li di game Street Fighter mengenai pipi kanan Hinada. Aku melakukannya selama satu jam penuh.
BAM!!! (Critical Hit)
BAM!!! (Critical Hit)
BAM!!! (Critical Hit)
BAM!!! (Critical Hit)
BAM!!! (Critical Hit)
BAM!!! (Critical Hit)
BAM!!!!! (Critical Hit 5x)
Mata Hinada pun berkunang-kunang dan sebelum Hinada jatuh pingsan, aku menendang pipi sebelah kiri Hinada dan Hinada pun pingsan dengan wajah yang babak belur. Lalu, aku menyeretnya ke bilik toilet sebelahnya seperti yang aku lakukan kepada 3 orang sebelumnya, kemudian, aku menguncinya dari luar bilik tersebut dan membuat tulisan "toilet ini telah dirasuki oleh hantu muka rusak". Lalu kuncinya aku lemparkan ke dalam bilik tersebut.
Setelah aku selesai membereskan mereka semua, aku mencari tempat duduk dikarenakan lelah setelah menghajar mereka berempat. Disaat aku sedang duduk, tiba-tiba Danny-kun melihatku dari kejauhan. Lalu ia mendatangiku.
"Astaga... Apa yang terjadi padamu, Mei???" tanya Danny-kun khawatir.
"Hanya terpeleset... Hehehehe..." ucapku sambil tersenyum manis.
"Sini, aku gendong kamu..." ucap Danny-kun.
Danny-kun berjongkok untuk menggendongku di punggungnya. Aku pun menurutinya dan dadaku menyentuh punggung Danny-kun. Selama di punggung Danny-kun, aku mencium wangi shampo dan sabun yang dipakai oleh Danny-kun. Seketika itu pula, kembang api mulai menyala dan aku gagal mencium bibir Danny-kun. Dan itu berarti, hubunganku dengan Danny-kun tidak langgeng. Akhirnya aku sampai di tempat istirahat dekat festival kembang api tersebut, dan aku duduk di tempat tidur sehingga Danny-kun mengobati lukaku.
"Kelihatannya usahaku gagal..." ucapku dengan suara pelan.
"Apa yang gagal???" tanya Danny-kun.
Aku terkejut karena Danny-kun mendengar suaraku.
"Tidak ada..." jawabku sambil melirik ke arah lain.
Danny-kun mengobati lukaku sambil melihatku yang seperti aku sedang mengkhayal.
"Mei, apa kamu mengajakku kesini karena kamu pernah mendengar sebuah gosip???" tanya Danny-kun sambil tersenyum.
"Bu..bukan kok... Aku mengajak Danny-kun hanya untuk kencan saja..." jawabku dengan gugup.
"Jika pasangan saling berpegangan tangan hingga kembang api diluncurkan, lalu pasangan tersebut berciuman saat kembang api sedang berlangsung, maka hubungan mereka akan langgeng selamanya.." ucap Danny-kun.
Aku sedikit terkejut karena Danny-kun tahu soal gosip itu.
"Ternyata ada juga yang percaya..." ucap Danny-kun.
"Maksudnya??" tanyaku.
"Karena gosip itu aku yang membuatnya..." jawab Danny-kun.
Aku tidak percaya dengan apa yang aku dengar.
"Jadi semua itu hanya karanganmu saja, Danny-kun??" tanyaku.
Danny-kun mengangguk.
"Mmmmmmmmmhhhhhh" ucapku sambil menggembungkan pipi.
Aku memukul Danny-kun dengan manja sambil merajuk. Lalu Danny-kun memegang tanganku.
"Mei, gosip yang aku buat itu tidak selamanya salah kok..." ucap Danny-kun sambil tersenyum.
Aku masih tetap merajuk. Danny-kun melihatku sambil merajuk, lalu Danny-kun memelukku dan meminta maaf padaku.
"Namun ada sesuatu yang tidak aku sebarkan pada gosip tersebut..." ucap Danny-kun.
"Yaitu, aku tidak mengatakan kalau yang harus mencium pasangannya itu harus wanita..." ucap Danny-kun sambil tersenyum.
Aku melihat sesuatu dari ucapan Danny-kun.
"Jadi, tidak mesti seorang gadis yang mencium bibir pasangannya??" tanyaku memastikan.
Danny-kun mengangguk. Lalu Danny-kun mencium keningku. Aku tersipu malu.
"Jangan khawatir, bibirku ini masih tersegel hingga saatnya tiba..." ucap Danny-kun sambil tersenyum.
Suara kembang api yang diluncurkan tidak terdengar lagi.
Epilog
Esoknya
"Telah ditemukan, 4 orang gadis di dalam sebuah bilik toilet dekat festival kembang api semalam.. sepertinya mereka terlihat mabuk... Demikian berita pagi ini..." ucap seorang reporter berita.
"Rasakan itu... Lain kali, jangan mengganggu kencanku dengan Danny-kun..." ucapku dengan senang.
Lalu aku mematikan TVku.
CHAPTER 52 - FIREWORK KISS
End