
Gas tidur yang menutupi bus yang kutumpangi dan teman sekelasku ini mulai menyelimuti seluruh area penumpang. Dan tak berapa lama kemudian, tibalah kami di tempat tujuan yang akan kami tuju, yaitu Lithemba Resort.
Dari luar, hanya tampak resort biasa namun siapa tahu seperti apa yang terjadi didalamnya bahkan siapa tahu esok adalah hari bersejarah yang membuat kami tak mampu untuk melihat hari esok.
"Dimana ini???" ucap Mihosi yang terbangun pertama kali.
Diikuti oleh teman-temanku yang lainnya dan begitu juga aku. Namun siapa sangka ternyata aku memeluk Nozomi ketika aku tertidur dan hampir saja aku menciumnya karena menyangka dia adalah Danny-kun.
"Waaaaaaaaaaaaaaaaaaa" sontak aku berteriak.
PLAK!!!!!! PLAK!!!!!! PLAK!!!!!! PLAK!!!!
Terdengar suara tamparan dariku ke pipi Nozomi bertubi-tubi sehingga pipi Nozomi seperti tomat dan Nozomi meringis kesakitan.
"Sakit....." ucap Nozomi meringis kesakitan.
"Apa yang kamu lakukan??? Nanti aku tak bisa menikah...." ucapku dengan nada ketakutan.
"Kan kamu yang mulai duluan..." Balas Nozomi.
"Bibirku...." ucapku sambil menyentuh bibirku sehingga membuatku hampir menangis.
"Ada apa ini???" Tanya Takumo.
"Dia mencuri ciuman pertamaku..." ucapku sambil menunjuk Nozomi kemudian bersedih.
"Habisnya, kamu yang mulai duluan..." Sanggah Nozomi.
"Sudahlah, lagipula hanya ciuman pertama saja kok..." Lanjut Canis.
Bagi mereka mungkin hal tersebut biasa, namun tidak untukku karena bibir ini hanya boleh disentuh oleh Danny-kun. Namun karena aku tak tahu dimana dirinya, aku hanya bisa berharap kalau hanya dia lelaki yang boleh melakukannya.
"Jadi kita sudah sampai ya??? Di Lithemba Resort ini..." ucap Nozomi sambil melihat keluar jendela bus.
Kami semua turun dari bus tersebut dan kami memasuki resort tersebut, namun yang menyambut kami bukanlah manusia melainkan seekor kucing yang bernama mononeko.
"Selamat datang di Lithemba Resort, dimana setiap kesenangan tiada tara menunggu kalian untuk sampai ke akhirat lebih cepat..." ucap mononeko sambil tersenyum.
Seketika itu kami semua terkejut dan kaget dikarenakan bukan manusia yang menyambut kami, tetapi adalah seekor robot kucing. Dan terlebih lagi, aku benci kucing itu.
"Selamat datang di Lithemba Resort... Namaku Mononeko... Salam kenal..." Sapa Mononeko.
Kami semua pun terdiam.
"Kenapa kalian semua diam??" Tanya Mononeko.
"Kami tidak tahu bagaimana merespon apa yang didepan kami.." jawab Mihoshi.
"Tidak apa-apa, karena kalian belum terbiasa dengan diriku ini.." lanjut Mononeko.
"Aku tidak pernah diberitahu kalau penjaga vila ini ternyata makhluk seperti kamu??" ucap Nozomi.
"Lho? Bukankah pamflet yang diberikan itu ada stempel gambarku?? Tanya Mononeko pada Nozomi.
"Owh, jadi stempel ini adalah kamu ya?" Jawab Nozomi.
Aku melihat Smartphoneku berharap Danny-kun mengirim e-mail padaku. Namun belum kelihatan juga.
"Ada apa Kanaya-san??" Tanya Daiba.
"Tidak apa-apa kok.." jawabku.
Mendengar kalimat dari Mononeko, raut wajahku semakin sedih karena aku tak bisa membaca e-mail dari Danny-kun lagi sampai karantina ini selesai, dan dengan berat hati aku pun menyerahkan smartphone punyaku ke Mononeko.
"Jangan khawatir, kalian bisa mendapatkan reward kok kalau kalian memenangkan semua perlombaan yang kuselenggarakan.. tetapi jika kalian kalah, kalian akan dipulangkan ke rumah masing-masing..." ucap Mononeko.
"Maksudmu, kalau diantara kami ada yang kalah kami bisa pulang??" Tanya Mihoshi.
"Yup, namun kalian tidak pulang ke rumah kalian..." Lanjut Mononeko.
"Lalu kami akan dipulangkan kemana??" Tanyaku.
"Ke tempat terpencil..." ucap Mononeko sambil tersenyum.
"Huh?? Bukankah itu sedikit berlebihan??" Tanya Canis.
"Atau begini, aku akan membuat kalian tertidur selama 10 tahun.." saran Mononeko sambil tersenyum.
"Aku menolak..." Jawabku dengan tegas.
"Kenapa Kanaya-san?? Apa kamu takut tunanganmu diambil oleh Nozomi-san??" ucap Mononeko.
"Apa maksudmu??" Tanyaku.
Mononeko pun mengeluarkan sebuah amplop, namun bukan amplop yang berisikan uang. Tetapi amplop tersebut memiliki bentuk persegi dan ada tanda gambar "love" di surat itu, dan aku menyimpulkan bahwasanya itu adalah sebuah surat cinta. Aku pun membaca isi surat tersebut dengan seksama dari awal hingga akhir agar aku bisa memahami tulisannya. Setelah aku selesai membaca isi suratnya, aku pun memasukkan surat tersebut ke amplopnya semula dan kembali menyerahkannya ke Mononeko. Kemudian aku memutar badanku dan segera mendatangi Nozomi dengan tersenyum namun sebenarnya marah.
"Nozomi-san, bisakah kamu mengantarkan aku ke toilet?? Karena aku tidak tahu dimana letak toiletnya.." ucapku sambil tersenyum polos.
"Lho, bukankah dikamarmu ada toilet??" Tanya Nozomi.
"Toilet dikamarku rusak.. oya, aku boleh memakai toilet di kamarmu tidak??" Tanyaku.
"Baiklah kalau begitu, ini kunci kamarku..." ucap Nozomi sambil memberikan kunci kamarnya padaku.
"Aku tidak enak kalau menggunakan toiletmu seenaknya saja..." Tolakku dengan sopan.
Berkali-kali Nozomi memberikan kunci kamarnya padaku, namun aku tetap menginginkan Nozomi mengantarku ke toilet dikamarnya. Namun pada akhirnya, Nozomi menyetujuinya dan kami berdua pun keluar. Sesaat kemudian, terdengar suara seperti seseorang sedang memukul sesuatu dan terdengar sampai ke ruang aula karena kamar Nozomi dekat dengan ruang aula. Semua yang ada di aula pun keheranan dan entah kenapa muncul ada suara auman singa sehingga membuat Mihoshi ketakutan. Dan tak lama kemudian, aku kembali ke aula sambil mengelap tanganku dengan sapu tangan tanpa Nozomi disebelahku.
"Kemana Nozomi-san, Kanaya-san??" Tanya Canis.
"Dia kelelahan, makanya aku suruh dia beristirahat.." jawabku
"Namun kenapa pipi sebelah kirimu berwarna merah Kanaya-san?? Apa bayangan Lucifer tertancap dipipimu??" Tanya Takumo
"Oh ini, ini karena tadi diluar panas sehingga kulitku merah.." jawabku dengan tersenyum sambil memegang pipiku.
Tak lama kemudian muncul Nozomi yang berlari tergopoh-gopoh mengejarku dan pipi Nozomi pun juga merah di kedua sisi.
"Mana si Kanaya Meigomi (plesetan yang artinya Kanaya Meisampah)". tanya Nozomi.
Melihat Nozomi yang kelelahan habis berduel denganku, aku pun membalas pertanyaannya dengan tersenyum.
"Ada apa Akuma Milku?? (ejekanku ke Nozomi)". tanyaku dengan tersenyum.
Nozomi melihatku dan dia pun segera menyerangku, namun ditahan oleh Mizuno.
"Ara...ara.. kenapa Akuma Milku?? Tanganmu tidak sampai ya?? Kasihaaann.." ucapku dengan mengejek kepada Nozomi.
CHAPTER 14 - LITHEMBA RESORT
end