Kanaya Meissa (Ultimate Kagura Dancer) ~Eternal Love~

Kanaya Meissa (Ultimate Kagura Dancer) ~Eternal Love~
CHAPTER 16 - Don't Break With Me



Setelah mengetahui bahwa Ramaru pemenangnya, aku kembali ke aula dan langsung memeluk Danny-kun.


"Apa kabar Mei.. kelihatannya kamu sehat-sehat saja..." ucap Danny-kun sambil mengusap rambutku.


Aku masih tetap memeluknya.


"Danny senpai... Aku adalah fansmu.. tolong tanda tangani buku ini..." ucap Ramaru.


"Baiklah..." ucap Danny-kun tersenyum.


Danny-kun menandatangani buku yang diberi oleh Ramaru, namun agak sulit dikarenakan aku masih memeluknya.


"Mei, bisakah kamu melepaskan pelukanmu sebentar??" tanya Danny-kun dengan lembut.


Aku masih tetap tidak bergeming. Danny-kun memikirkan suatu cara agar tidak menggangguku dan muncullah sebuah ide.


"Ramaru-san, bisakah kamu meminjamkan punggungmu?? Karena aku agak sulit untuk melakukannya.." ucap Danny-kun.


"Baiklah..." Kata Ramaru.


Ramaru pun meminjamkan punggungnya untuk membantu memudahkan Danny-kun menandatangani buku tersebut. Setelah selesai, Danny-kun memberikan buku tersebut kembali kepada Ramaru.


"Terima kasih Danny senpai..." ucap Ramaru.


"Sama-sama..." ucap Danny-kun.


"Danny senpai, apa kamu tidak merasa terganggu dengan Kanaya-san??" tanya Canis.


"Sama sekali tidak, aku sudah terbiasa dengan sikapnya yang begini.." jawab Danny-kun.


"Danny senpai kereenn.." kagum Mihoshi.


"Terima kasih..." ucap Danny-kun sambil tersenyum.


"Ngomong-ngomong, apa Danny senpai kenal dengan Grace nee-chan??" tanya Mizuno.


Aku pun langsung melepas pelukanku.


"Aku hanya tahu kalau Grace-san itu teman sekelasku..." jawab Danny-kun.


Danny-kun melihatku melepaskan pelukan.


"Kalau yang kutahu tentang Grace, dia adalah gadis yang periang yang tidak akan pernah berhenti mencari tahu untuk menyelesaikan ceritanya.." ucap Danny-kun.


"Kalau begitu, kenapa Danny senpai tidak bersama Grace senpai saja??" tanya Takumo.


Danny-kun melihatku dalam keadaan merajuk dan mengelus rambutku.


"Aku tidak bisa.. karena aku sudah janji pada seseorang untuk tetap bersamanya.. dan lagipula, Grace-san hanyalah teman sekelas yang pernah menghabiskan waktu bersama saja..." jawab Danny-kun sambil tersenyum.


Aku kembali memeluk Danny-kun. Tak lama kemudian, Nozomi muncul ke aula dalam keadaan tubuhnya terikat.


"Dannyyyyyyyy senpaaaaaiiii..." teriak Nozomi melompat ke arah Danny-kun sambil mengambil pose kiss.


Mendengar suara Nozomi semakin mendekat, aku melepaskan pelukan lalu mengambil posisi kuda-kuda hendak meninju Nozomi. Ketika sudah lumayan dekat, aku langsung melakukan hook pipi kiri Nozomi dan Nozomi pun terpental ke kanan lalu membentur dinding aula dan dikepala Nozomi muncul bintang-bintang berputar sehingga membuat semua orang sweatdrop.


"Kelihatannya kamu belum belajar dari kesalahan ya... Apa aku harus menambah jam hukuman biar kamu jera, Akuma Milku..." ucapku dengan tatapan dingin.


"Oya Danny senpai, apa kamu akan menginap malam ini??" tanya Daiba.


"Yup, aku diberi libur hanya sampai besok... Karena lusa, aku harus segera kembali ke tempat biasa..." jawab Danny-kun.


"Yah, sayang sekali.. padahal banyak yang ingin kutanyakan padamu Danny senpai..." ucap Shirei.


"Bagaimana kalau begini saja, tadi aku melihat sebuah pantai.. bagaimana kalau kita kesana besok?? Aku yakin kalian belum kesana bukan??" saran Danny-kun.


"Pantai?? Aku tidak pernah melihatnya saat kesini, dikarenakan mungkin Mononeko belum mengizinkan kesana.." ucap Mihoshi.


"Tentu saja aku mengizinkan kalian kesana..." ucap Mononeko sambil tersenyum.


"Benarkah itu Mononeko-san??" tanya Canis.


"Tentu saja... Asal...." jawab Mononeko.


"Asal apa???" tanya Mihoshi.


"Asal kalian semua ikut... Dan tidak boleh ada yang tidak... Terutama untuk Yuu-san..." jawab Mononeko.


"Kenapa aku juga mesti ikutan juga??" ucap Yuu dengan malas.


"Karena tidak menyenangkan kalau tidak semua orang ikut..." ucap Mononeko.


"Baiklah kalau begitu, dimana kamarku Mononeko-san???" tanya Danny-kun.


"Kamu tidur dikamarku saja Danny-kun.." jawabku sambil tersenyum.


"Tidak boleh...." ucap mereka serentak.


"Kenapaaaa..." ucapku dengan merajuk.


"Mungkin lebih baik, aku tidur dikapal saja... Karena kelihatannya, kamar sudah penuh..." ucap Danny-kun.


"Kalau Danny-kun tidur di kapal, nanti digigit nyamuk... Aku kan takut kalau Danny-kun terjadi sesuatu.." cemasku.


Danny-kun mencubit pipiku.


"Tenang saja, lagipula nyamuk tidak akan berani mendekatiku... Kan sudah ada yang sudah pernah menggigitku..." ucap Danny-kun.


Aku akhirnya tenang dan tidak cemas kembali setelah mendengar kalimat itu.


"Apa maksudmu Danny senpai???" tanya Mihoshi.


"Maksudnya adalah..." jawabku.


Sebelum aku menyelesaikan kalimatku, tiba-tiba Nozomi menggigit daun telinga Danny-kun dengan manja. Dan itu membuat mataku terbelalak.


"A..ku..ma..mil....ku....." geramku.


Nozomi pun melepaskan gigitan manjanya ke telinga dan tersenyum ke arah Danny-kun.


"Mizuno, sarung tangan.." perintahku dingin.


Mizuno pun memberikannya.


"Mihoshi, warnai sarung tangan ini jadi warna hitam..." perintahku lagi dengan dingin pula.


Mihoshi pun melakukannya tanpa menolak karena takut. Setelah selesai, aku pun mengangkut Nozomi dikarenakan dia masih terikat dan membawanya ke sudut aula.


Kemudian aku melemparkan Nozomi dengan punggung diatas dan dada dibawah. Lalu aku menindihnya dan melakukan camel clutch sehingga membuat Nozomi kesakitan.


Esok pagi


Aku bangun pagi sedikit lebih cepat dari kebanyakan orang. Setelah itu, aku mencuci muka agar tidak terlalu mengantuk, lalu aku langsung ke dapur. Di dapur, aku mendengar suara dan aku langsung mendekati dapur tersebut. Ternyata Danny-kun sedang memasak sarapan.


"Danny-kun masak apa???" tanyaku sambil mendekati Danny-kun.


"Masak telur dan sosis, Mei..." jawab Danny-kun.


"Seperti dulu ya..." ucapku sambil tersenyum.


"Kalau tidak salah kamu pernah bilang kalau masakanku tidak enak, bukan??" tanya Danny-kun sambil tersenyum.


"Yup, tapi kamu berhasil membuat hamburger dari sebuah telur..." jawabku dengan membalas senyumnya.


"Itu sudah lama Mei... Namun kamu masih tetap mengingatnya..." lanjut Danny-kun.


"Ya dong... Waktu ibuku masih ada.." ucapku sambil mata berkaca-kaca.


Danny-kun mengusap rambutku sambil tersenyum.


"Mei, bagaimana kalau kamu membantuku?? Bukankah lumayan banyak orang yang mesti dibuatkan sarapannya??" ajak Danny-kun.


Aku mengangguk. Dan aku melihat masakan yang berbeda di tempat yang agak jauh dariku.


"Danny-kun, masakan yang disana itu untuk siapa???" tanyaku.


"Itu untukku..." jawab Danny-kun.


Aku pun membantu Danny-kun memasak untuk teman-temanku dan aku masih penasaran apa masakan itu. Aroma telur dan sosis yang sedikit berbeda dengan masakan yang disediakan untuk teman-temanku. Setelah selesai membantu Danny-kun, Mononeko membangunkan teman-temanku melalui video untuk segera sarapan.


"Selamat pagi semuanya, mari kita sarapan pagi agar ceria..." ucap Mononeko.


Teman-temanku mulai mengerubuti meja makan.


"Aku jadi penasaran, apa ya sarapan hari ini??" tanya Mizuno dengan penasaran.


"Palingan sarapannya tidak enak..." keluh Nozomi.


"Nozomi nee-chan... Jangan bilang begitu.." ucap Mihoshi.


"Kenapa memangnya??? Bukankah masakannya memang tidak enak..." keluh Nozomi lagi.


"Bukan begitu, Nozomi nee-chan.." ucap Mihoshi.


"Terus maksudnya apa???" tanya Nozomi.


Mihoshi menunjuk sesuatu dibelakang Nozomi, dan dirinya terkejut kalau aku sudah ada dibelakangnya menatapnya dengan yandere.


"Kamu beruntung hari ini yang masak itu Danny-kun..." ucapku sambil duduk didepannya.


"Apa benar Danny senpai yang masak??" tanya Canis.


"Yup, berbahagialah kalian karena lelaki yang kusayang membuat kalian semua sarapan..." ucapku lagi.


"Aku penasaran, sarapan apa yang akan dibuat oleh Danny senpai..." ucap Nozomi.


Kami semua membuka tudung yang menutupi makanan tersebut dan ternyata sarapannya sama dengan yang dibuat oleh Danny-kun tadi.


"Selamat makan..." ucap Nozomi.


Ketika menyuap makanan tersebut, air mata Nozomi mengalir deras.


"Untungnya... Ini bukan mimpi..." ucap Nozomi dengan terharu.


"Untunglah Nozomi-san..." ucapku dengan tersenyum.


"Terima kasih Kanaya-san..." Balas Nozomi.


"Setelah itu, tolong dimuntahkan lagi ya..." ucapku lagi dengan tatapan dingin dan tersenyum.


"Mei... Sudahlah.. masih pagi ini loh.. tidak baik berkelahi di meja makan.." keluh Danny-kun.


Aku terdiam.


Danny-kun duduk diujung didekatku dan Nozomi dan kami semua mulai makan. Kami makan dengan lahap, sesekali aku curi-curi pandang ke arah Danny-kun dan Danny-kun juga melihatku dan tersenyum padaku. Dan aku juga melihat Nozomi melakukan hal yang sama ke Danny-kun.


"Ingin kutinju kedua matamu biar tidak bisa melihat Danny-kun lagi.." pikirku.


"Danny-kun..." ucapku.


Danny-kun menoleh padaku.


"Aaaaaannnn" aku ingin menyuapi Danny-kun.


"Ammmmm" Nozomi memakan suapannya.


Aku menendang tulang kering Nozomi sehingga membuat Nozomi meringis kesakitan, namun Nozomi juga membalasnya. Dan pada akhirnya terjadilah perang tendangan tulang kering. Namun tak lama kemudian, tak sengaja kakiku menendang kaki Danny-kun sehingga membuatnya kaget lalu kami berdua pun segera berhenti. Kami berdua melihat raut wajah Danny-kun mulai menunjukkan tanda-tanda yang tak biasa dan mungkin ku harus membuat surat wasiat.


"Kanaya-san... Nozomi-san..." ucap Danny-kun dengan tatapan dingin.


"Yyy.. iya..." ucap kami berdua.


"Kita lagi makan, bisakah kalian berdua bersikap sopan???" ucap Danny-kun lagi dengan tatapan dingin.


Kami berdua terdiam dan tak dapat berkata-kata lagi, namun kami melanjutkan sarapan kami.


Siang hari


"Baiklah, hari ini kita akan bermain game lagi... Yaitu... Mencari sesuatu yang Danny-san inginkan... Kalau kalian sudah menemukannya, antarkan kepadanya dipinggir pantai hingga pukul 18.30 hari ini.." ucap Mononeko.


"Memangnya apa yang hilang dari Danny senpai???" tanya Shirei.


"Sesuatu yang berharga... Yang tidak akan pernah menjadi permata apapun didunia..." jawab Danny-kun.


"Kalau itu sih susah... Hanya Danny-kun yang tahu.. aku kan tidak paham kalimat puitis..." gumamku.


"Apakah ada petunjuk yang lain???" tanya Yuu.


Danny-kun terdiam sebentar.


"Jarum jam..." jawab Danny-kun.


"Begitu.. sekarang aku mengerti..." ucap Nala.


"Bagian yang mana yang kamu mengerti Nala nee-chan???" tanya Mihoshi.


"Aku hanya mengerti tentang teori matematika, tapi aku tidak mengerti tentang matematika cinta..." jawab Nala.


"Begitu rupanya..." ucap Nozomi sambil tersenyum.


"Bagian mana yang kamu mengerti Nozomi-san??" tanya Canis.


"Kamu tidak akan mengerti Canis-san, hanya orang yang mengerti yang bisa mengerti petunjuk itu..." jawab Nozomi.


"Apa kamu sudah menemukan bendanya Nozomi-san??" tanya Danny-kun.


"Belum sih... namun ketika aku menemukan benda itu, bisakah Danny senpai mengabulkan satu permintaanku???" tanya Nozomi.


"Apa itu???" tanya Danny-kun lagi.


"Kalau aku menemukan benda itu, bisakah Danny senpai melupakan Kanaya Meigomi-san dan jadilah pacarku..." jawab Nozomi dengan mantap.


"Hei... Akuma Milku... Apa maksudmu?!?!?!" geramku.


"Oke... Aku setuju..." jawab Danny-kun dengan tersenyum.


Aku pun terdiam mendengarnya.


"Karena aku tahu, hanya yang mengertilah yang bisa menemukannya..." ucap Danny-kun lagi.


"Baiklah, silahkan cari..." lanjut Mononeko.


Kami pun pergi mencari benda yang ingin Danny-kun temukan. Aku berusaha mencari seperti apa benda yang Danny-kun inginkan. Ku terus mencari...terus mencari...terus mencari. Hingga sejam kemudian, aku belum menemukan apa yang kucari dikarenakan sedikit petunjuk dari Danny-kun. Aku akhirnya merebahkan diri dikamarku. Namun tiba-tiba terdengar suara yang tidak mengenakkan telingaku.


"Danny senpai...Danny senpai... Akhirnya ku menemukan benda yang kamu cari... Tolong lupakan Kanaya Meigomi ya... Jadikan aku pacarmu..." ucap Nozomi.


Aku menutup telingaku dan mengingat apa yang Nozomi katakan di aula tadi. Kalimat itu terus berputar dikepalaku yang sulit hilang.


"Danny senpai...Danny senpai... Akhirnya ku menemukan benda yang kamu cari... Tolong lupakan Kanaya Meigomi ya... Jadikan aku pacarmu..." ucap Nozomi lagi.


"Tidak... Aku tidak boleh begini... Karena yang menyukai Danny-kun hanya aku saja... Orang lain tidak boleh..." gumamku.


Aku pun keluar dari kamarku dan segera mencari Yuu, karena hanya dialah satu-satunya orang yang mengerti tentang memecahkan masalah. Walaupun dalam melakukan pencarian, ku hampir selalu bertemu dengan Nozomi karena setiap selalu berpapasan denganku, dia selalu mengatakan hal yang sama. Dan akhirnya, aku menemukan Yuu sedang duduk santai di ruang tamu.


"Yuu-san.. bisakah kita bicara sebentar??" tanyaku.


"Ada apa Kanaya-san???" jawab Yuu.


"Bisakah kamu memberitahuku apa jawaban kamu tentang apa yang dikatakan Danny-kun tadi??" tanyaku lagi.


"Aku pikir kamu sudah mengetahui maksud Danny senpai tadi Kanaya-san..." jawab Yuu.


"Jujur, aku tidak tahu apa maksud dari Danny-kun..." ucapku.


"Aku yakin kamu sudah tahu jawabannya, Kanaya-san... Karena kamu itu tunangannya Danny senpai.." ucap Yuu sambil menyeruput teh.


Aku pun berpikir keras dan aku langsung menemui Danny-kun, tapi tak lupa pula mengucapkan terimakasih kepada Yuu-san. Aku mencari Danny-kun namun ku tak bisa menemukannya. Ku sudah mencari di aula, di lorong, di setiap kamar, di dapur, dan di setiap tempat resort tersebut, bahkan ku sudah mencarinya disekitar halaman depan dan belakang. Aku jadi teringat ketika waktu kecil kami bermain petak umpet, namun waktu itu yang bersembunyi adalah aku. Kini, giliran Danny-kun yang bersembunyi. Sempat ku berpapasan dengan Nozomi kembali, dan dia masih mengatakan hal yang sama sehingga membuatku berpikir apakah dia ini tidak tahu malu atau tidak tahu diri karena belum tentu Danny-kun mau menerimanya.


"Tidak... Aku tidak boleh berpikir begitu... Kalau waktu telah habis, maka hubunganku dengan Danny-kun akan berakhir... Aku tidak mau..." gumamku.


Aku terus mencari hingga tak terasa waktu sudah sore. Aku hampir meneteskan air mata karena waktu sebentar lagi sudah habis. Namun disaatku putus asa, aku menemukan Danny-kun sedang menunggu sesuatu di pinggir pantai melihat laut. Disaat itulah aku segera menemuinya. Disaat aku mendekatinya, Danny-kun menoleh ke belakang dan melihatku dan tersenyum.


"Apa kamu sudah menemukan apa yang aku cari Mei???" tanya Danny-kun.


"Belum... Tapi bukan itu yang ingin aku katakan..." jawabku.


"Apa itu??" tanya Danny-kun lagi.


"Apa kamu ingin hubungan kita berakhir??? Karena aku tidak mau berakhir.." jawabku dengan sedih.


"Bisakah aku bertanya padamu Mei???" tanya Danny-kun lagi dengan tersenyum.


Aku mengangguk.


"Mengapa kamu berpikir hubungan kita akan berakhir???" tanya Danny-kun.


"Karena Nozomi bilang kalau dia sudah menemukan jawabannya..." jawabku.


"Kemudian apakah dia sudah memberikan benda itu padaku?? Karena sampai saat ini belum ada seorangpun yang memberikan benda yang aku inginkan..." ucap Danny-kun.


Aku menggeleng kepalaku.


"Bagaimana denganmu??? Apakah kamu sudah menemukan bendanya, Mei??" tanya Danny-kun.


"Aku tak bisa menemukannya, Danny-kun... Maaf..." jawabku dengan sedih.


"Tak apa kok Mei... Lagipula, diantara teman-temanmu hanya kamu yang serius mencarinya... Padahal kemungkinan teman-temanmu tahu jawabannya namun mereka tidak mencarinya..." ucap Danny-kun.


"Kelihatannya, waktunya sudah habis ya??? Maaf Danny-kun... Aku tidak bisa menemukannya..." ucapku dengan meneteskan air mata.


Danny-kun melihatku menangis, namun dirinya mengusap kepalaku dengan lembut namun ku tetap menangis.


"Tak apa kok Mei... Karena yang menganggap game ini serius hanya kamu... Dan sebenarnya aku tidak melihat siapa yang menang dan kalah... Karena aku diberikan pilihan oleh Mononeko apakah aku akan pulang malam ini atau besok sore.. dan aku menunggu siapa yang akan datang membawa benda itu padaku, namun yang datang hanya kamu.." jelas Danny-kun.


"Jadi.. kita tidak putus???" ucapku dengan sendu dan mata yang sembab habis menangis.


"Tentu saja... Lagipula didunia ini yang kupunya hanya teman-temanku dan kamu, Mei..." ucap Danny-kun.


Aku langsung memeluk Danny-kun dan menangis dan Danny-kun mengusap rambutku kembali.


Epilog


Nozomi : "Dannyyyyyyyy sennnpaaii"


Meissa : 💢💢💢💢💢


Meissa : 🤜🤛👊🤜🤛👊👊🤜🤛👊👊👊🤜🤛


Nozomi : 😵😵😵😵😵😵💫💫💫💫💫


Nozomi pun jatuh pingsan


Chapter 16 : Don't Break With Me


End