Kanaya Meissa (Ultimate Kagura Dancer) ~Eternal Love~

Kanaya Meissa (Ultimate Kagura Dancer) ~Eternal Love~
CHAPTER 24 - UNION?



"Bagaimana menurutmu, rubah betina??? Apa kamu sepakat dengan ideku???" tanyaku memastikan.


"Tidak mau..." jawab Hinada.


"Mengapa kamu tidak mau, Hinada-san??" tanya Hatsuki.


"Siapa yang akan percaya dengan hal bodoh seperti itu..." jawab Hinada.


"Aku juga tidak mau, aku hanya ingin cinta Danny-kun untukku..." lanjutku.


"Kalau begini, sepertinya tidak ada kata sepakat ya..." ucap Nozomi.


"Bukankah sejak awal, memang tidak ada kata sepakat???" ucap Hinada dengan tenang.


"Tidak ada yang perlu dibicarakan lagi, karena aku masih ada kencan dengan Da-kun..." ucap Hinada sambil berdiri dari kursinya.


Aku memegang tangan Hinada untuk membuatnya menjelaskan maksud dari kalimatnya.


"Bisakah kamu menceritakan mengapa kamu mengatakan kalau Danny-kun adalah pacarmu??" tanyaku sambil tersenyum.


"Memang benar kan?!?!" jawab Hinada dengan nada tidak suka.


"Apa kamu mimpi di siang bolong, rubah betina??? Atau kamu mau aku bangunkan???" tanyaku lagi sambil tersenyum.


"Baik sekali dirimu, kucing bau..." jawab Hinada sambil tersenyum juga.


"Sudahlah, lebih baik sekarang kalian baikan saja... Karena aku yakin kalau Danny-san suka kalian akur..." saran Hatsuki.


Aku dan Hinada diam sejenak.


"Baiklah kalau begitu, kita gencatan senjata hari ini..." ucapku.


"Kelihatannya begitu..." lanjut Hinada.


Kalian ingin tahu bagaimana kami semua bisa duduk bersama? Silahkan dibaca.


Malamnya setelah aku selesai makan malam, tiba-tiba saja smartphone ku berbunyi. Ternyata ada mail yang masuk dan itu adalah rubah betina itu.


"Darimana dia tahu nomorku??? Bukankah aku tak pernah memberitahunya??" gumamku.


Aku segera membalasnya dan muncul segera balasan dari Rubah Betina itu. Kemudian aku membalasnya lagi dan akhirnya tidak ada balasan dari Rubah Betina itu.


Esoknya, setelah pulang sekolah aku menuju ke sebuah kafe yang sudah dipesan oleh rubah betina itu dan aku langsung menuju ke mejanya. Disana aku melihat ada Hatsuki dan rubah betina itu, disamping itu juga ada Nozomi.


"Kelihatannya kalian semua sudah berkumpul ya?? Baiklah kita mulai rapatnya..." ucap Hinada.


"Bisakah aku pulang saja???" ucapku dengan nada tidak semangat lalu berjalan ke arah pintu keluar.


"Kalau kamu pulang, berarti kamu bukan bagian dari Da-kun fans club..." ucap Hinada.


"Apa itu Danny-kun fans club???" tanyaku sambil menoleh ke belakang.


"Kalau kamu tidak mau bergabung, tak apa... Karena tidak semua hal tentang Da-kun yang kamu tahu..." ucap Hinada.


"Aku tidak tertarik... Lagipula, kalian bertiga tidak tahu apapun tentang Danny-kun..." ucapku.


"Begitu ya... Kalau begitu, berarti informasi terbaru tentang Da-kun hanya kami bertiga saja yang tahu..." ucap Hinada.


"Apa maksudmu??" tanyaku.


Dalam pikiranku ingin mengetahui kegiatan Danny-kun diluar sekolah, namun karena aku tidak ingin dianggap sebagai tunangan yang selalu merepotkan Danny-kun, aku pun tetap menolaknya.


"Jadi kamu tidak ingin mengetahuinya??? Okey... Berarti kami boleh berkencan dengan Da-kun tanpa sepengetahuanmu..." ucap Hinada.


Mendengar hal itu, aku merasa ada yang tidak beres kalau tidak ada aku disitu. Aku merasa kalau pipi atau bibir Danny-kun akan terancam kalau ada 3 rubah disini.


"Baiklah, aku akan ikut..." ucapku.


"Nah, begitu dong... Kan kita berempat teman...." ucap Hinada sambil tersenyum.


"Memangnya aku akan percaya begitu saja, dasar rubah betina..." gumamku.


Kemudian aku duduk disebelah Hatsuki. Mengapa aku memilih duduk disitu? Karena Hatsuki adalah gadis yang dewasa cara berpikirnya. Tidak seperti mereka berdua.


"Baiklah kalau begitu, kita mulai rapatnya.... Siapa yang duluan berkencan dengan Danny senpai???" tanya Nozomi.


"Bagaimana kalau kita bergiliran saja???" tanya Hatsuki lagi.


"Boleh juga, tetapi kita putuskan dengan undian..." jawabku.


Lalu akhirnya kita kembali ke cerita awal


"Kalau begitu aku permisi mau ke toilet..." ucap Hinada.


Kemudian Hinada berdiri dan menuju ke toilet. Kami bertiga menunggu Hinada keluar dari toilet dengan cara kami ngobrol bertiga. Setelah hampir setengah jam kami menunggu, aku mempunyai perasaan yang tidak enak. Dan aku segera menyusulnya ke toilet dan terkejut ternyata rubah betina itu sudah pergi lewat pintu belakang. Aku segera menghubungi Danny-kun agar dia bisa berhati-hati. Namun entah kenapa setiap aku mencoba menghubungi Danny-kun malah dimatikan. Perasaanku mulai tak enak, dan aku segera pergi dari tempat itu meninggalkan Hatsuki dan Nozomi dikarenakan rubah betina itu sudah melakukan hal terlarang bagiku, yaitu tidak berhak kencan dengan Danny-kun kecuali kalau tidak sengaja bertemu. Namun tiba-tiba aku teringat kalau Danny-kun hari ini berbelanja bahan makanan ditempat biasa yang sering kami kunjungi dan aku langsung menuju ke sana.


Dan benar saja, ternyata rubah betina itu sedang jalan bersama Danny-kun dan aku langsung kaget dan kesal. Namun aku tidak kehabisan akal, aku menunggu di sebuah gang sempit dekat pasar. Saat rubah betina itu lewat, aku pun segera membekapnya dan menariknya ke gang tersebut lalu aku meninju perutnya sekali dan dia akhirnya jatuh pingsan, kemudian aku menyeretnya dan kuletakkan di sebelah tong sampah, lalu aku keluar menemui Danny-kun.


"Danny-kun... Tunggu..." ucapku sambil tergopoh-gopoh.


"Mei... Apa kamu melihat Hinada-san???" tanya Danny-kun.


"Tidak... Aku tidak melihatnya..." jawabku.


"Aneh... Padahal kan tadi dia ada disebelahku... Apa dia ada keperluan ya???" tanya Danny-kun lagi.


"Mungkin..." jawabku.


"Oya, apa yang kamu lakukan disini, Mei???" tanya Danny-kun lagi.


Untuk menjawab pertanyaan ini, aku berpikir sedikit lama karena aku tak ingin Danny-kun curiga karena aku sudah membuat pingsan rubah betina itu.


"Aku sedang berpikir aku mau masak apa untuk makan malam hari ini... Dan tak sengaja aku bertemu denganmu disini..." jawabku sambil tersenyum.


"Kalau begitu, kita belanja bersama saja..." ucap Danny-kun.


Aku mengangguk senang.


Akhirnya aku belanja sambil kencan dengan Danny-kun.


Chapter 24 - Union?


End