
Sebentar lagi natal, aku ingin menghabiskan waktu bersama Danny-kun. Betapa senangnya aku sudah mencium bibir Danny-kun saat di ferris wheel. Kini akan tetap kurahasiakan momen saat itu dalam hatiku rapat-rapat terutama dari Rubah Betina itu yang akan mengacaukan segalanya.
"Sebentar lagi natal, apa kita akan mengadakan pesta natal???" tanya Canis.
"Ide bagus itu... Karena kita hanya merayakannya setahun sekali..." jawab Mihoshi dengan senang.
"Tapi kita akan merayakan pesta natal dimana??? Karena tidak ada yang mempunyai halaman yang luas kan???" tanya Ayako.
"Dimana ya???" ucap Ramaru sambil berpikir.
"Bagaimana kalau rumah Kanaya-san saja???" ucap Canis.
"Boleh juga idemu, Canis-san...." ucap Ramaru.
Setelah mereka berlima menentukan dimana akan diadakan pesta natal, mereka juga bertanya kepada murid pria dan mereka juga setuju.
"Ada apa ramai-ramai begini??? Apa ada sesuatu yang seru???" tanya Nozomi.
"Ternyata kamu baru tiba, Nozomi nee-chan..." jawab Mihoshi.
"Begini, kami semua ingin merayakan natal di rumah Kanaya-san... Apa kamu mau ikut???" tanya Canis.
"Dirumah Meigomi??? Tidak deh... Karena tempatnya tidak menarik...." jawab Nozomi.
"Benarkah kamu tidak mau ikut, Nozomi-san??? Karena Danny senpai pernah tinggal serumah loh dengan Kanaya-san saat mereka kecil..." ucap Canis.
Nozomi tiba-tiba teringat sesuatu saat mereka berada di Lithemba Resort ketika aku mengatakan kalau Danny-kun adalah teman masa kecilku.
"Oke... Aku setuju... Karena siapa tahu aku bisa mencari tahu tentang Danny senpai saat kecil..." ucap Nozomi dengan tersenyum.
Aku datang ke kelasku dan didatangi oleh teman-temanku.
"Kanaya-san, bisakah kami ke rumahmu untuk mengadakan pesta natal???" tanya Canis.
"Boleh saja, tapi rumahku tidak besar..." jawabku.
"Namun bukankah halamanmu luas???" tanya Ramaru.
"Memang benar kalau halaman rumahku luas... Namun kalian harus membawa perlengkapan makan kalian sendiri... Karena dirumahku tidak mempunyai piring yang banyak..." jawabku lagi.
"Tenang saja, tidak semua dari kami ikutan kok... Hanya para gadis saja yang ikut..." lanjut Ayako.
"Bagaimana dengan para lelakinya?? Apa lebih baik kita mengundang mereka juga???" tanya Mihoshi.
"Tidak usah, karena kebanyakan dari mereka sudah mempunyai rencana masing-masing..." jawab Nala.
"Baiklah kalau begitu, berarti hanya para gadis saja yang merayakan pesta natal dirumahku..." ucapku.
Para gadis mengangguk.
"Baiklah kalau begitu, kalau kalian ingin datang ke rumahku, tanggal 24 Desember pada pagi hari kita berkumpul di depan stasiun Ikebukuro..." lanjutku.
"Mengapa kita tidak langsung ke rumahmu saja, Kanaya-san???" tanya Nala.
"Memangnya kalian tahu dimana rumahku???" tanyaku kembali.
Para gadis menggeleng kepala mereka.
"Karena kalian tidak tahu dimana rumahku, aku akan jemput kalian di stasiun tersebut..." ucapku.
Mereka mengangguk setuju.
"Yes, akhirnya aku bisa melihat kamar Danny senpai..." gumam Nozomi senang.
"Kalau aku lihat, sepertinya hanya Akuma Milku saja yang mempunyai maksud lain selain mengadakan pesta natal dirumahku... Kalau begitu, aku akan bersiap-siap untuk menghajarnya nanti kalau dia berani masuk ke kamar Danny-kun..." gumamku.
Tak lama kemudian, bel tanda mulai pelajaran berbunyi. Kami semua duduk ditempat masing-masing, kemudian guru memberikan sebuah pengumuman kepada kami untuk memberikan sebuah laporan kegiatan selama liburan musim dingin berupa laporan, baik berupa foto ataupun cerita.
Tanggal 24 Desember
Aku segera bersiap untuk menjemput mereka di depan stasiun, dan tak lupa aku memakai sarung tangan dan syal agar tidak kedinginan. Sesampainya di sana, Canis melihatku dan melambaikan tangannya sebagai tanda bahwa dia melihatku. Begitu juga dengan teman-temanku yang lain.
"Apa kalian sudah lama menunggu???" tanyaku.
"Kami baru sampai..." jawab Ayako.
"Apakah rumahmu jauh, Kanaya-san???" tanya Nala.
"Tidak kok... Hanya berjalan kaki 10 menit, kalian akan sampai dirumahku.." jawabku.
Kami berjalan menuju ke rumahku. Setelah 5 menit, Nozomi tiba-tiba saja mengeluh.
"Sebenarnya masih jauh tidak sih, Meigomi???" keluh Nozomi.
"Aku ambil jalan memutar kali ini dikarenakan lumayan banyak yang akan dibeli untuk pesta natal nanti malam..." ucapku.
"Kelihatannya Kanaya-san ingin acara pesta natalnya sukses besar ya???" tanya Canis.
"Aku tidak terlalu suka merayakan sebuah pesta, apalagi pesta natal... Namun karena kalian begitu ingin merayakannya, hanya ini yang bisa kulakukan..." jawabku.
"Ternyata Kanaya-san bisa juga menjadi tsundere..." goda Ramaru.
"Terkadang aku juga ingin berteman dengan teman sekelasku... Apa itu salah??" tanyaku.
Mereka semua menggelengkan kepala. Namun dalam pikiran Nozomi, muncul sebuah ide untuk mencari cara agar bisa ke kamar Danny-kun saat dirumahku.
"Oya, sebelum itu ada peraturan yang harus kalian patuhi ketika berada dirumahku..." lanjutku.
"Apa itu, Kanaya-san..." tanya Mihoshi.
"Diujung lorong sebelah kanan, ada sebuah kamar... Kalian jangan masuk ke kamar itu..." jawabku.
"Memangnya ada apa disana Kanaya-san???" tanya Ayako.
"Kamar itu adalah tempat orang pernah bunuh diri...." jawabku sambil menakuti mereka.
"Kemungkinan itu kamar Danny senpai agar kami tidak masuk kesana bukan, Meigomi..." gumam Nozomi.
"Ba.. baiklah kalau begitu... Aku tidak akan masuk kesana..." ucap Mihoshi sambil ketakutan.
"Bagus kalau begitu..." ucapku.
Tanpa terasa, kami sudah sampai di supermarket tempatku biasa berbelanja bahan makanan. Kami membeli semua yang kami butuhkan untuk pesta natal nanti malam. Dan sebenarnya aku tidak begitu suka mengundang mereka dikarenakan malam natal adalah malam yang ingin aku habiskan bersama Danny-kun saja. Namun apa yang sudah terjadi, terjadilah.
"Kelihatannya lumayan banyak yang kamu beli, Kanaya-san???" tanya Canis.
"Karena hari ini Danny-kun akan datang..." jawabku dengan tersenyum.
"Kalau kami tidak datang hari ini, berarti Danny senpai dan Meigomi akan berduaan terus sepanjang malam ini..." gumam Nozomi dengan kesal.
"Kalau begitu, apa kami tidak menggangu kalian, Kanaya-san???" tanya Mihoshi.
"Tidak kok, malah Danny-kun ingin aku bisa berteman dengan kalian..." jawabku.
"Aku ingin sekali bertemu dengan Danny senpai... Semenjak setelah di Lithemba Resort, aku belum bertanya banyak tentang bukunya.." ucap Ramaru dengan senang.
Setelah kami selesai berbelanja bahan makanan, kami menuju ke rumahku. Sesampainya dirumahku, kami masuk dan membuka alas kaki kami dan menuju ruang tamu.
"Rumahmu besar juga, Kanaya-san..." kagum Canis.
"Tidak kok, rumahku tidak besar... Tetapi luas..." ucapku.
Teman-temanku menuju ruang tamu, sedangkan aku langsung ke dapur untuk meletakkan bahan makanan yang tadi kami beli.
"Jika diantara kalian ada yang bisa membantuku memasak, bantu aku dulu untuk mempersiapkan bahan-bahannya." ucapku.
"Tetapi aku masih lelah, Meigomi..." keluh Nozomi.
"Baiklah, kamu istirahat saja disini... Yang lain boleh merapikan meja dan meletakkan piring dan gelas di meja... Untuk Ramaru-san... Aku ingin kamu membantuku didapur..." ucapku lagi.
"Okey..." jawab Ramaru.
Aku dan Ramaru menuju ke dapur dan sisanya selain Nozomi saling membantu merapikan meja dan menata gelas serta piring. Namun tidak lama kemudian, terdengar suara bel terdengar di depan pintu masuk dan aku segera menuju kesana karena siapa tahu kalau Danny-kun telah tiba.
"Selamat datang, Danny senpai... Apa kamu mau makan dulu?? Mandi dulu?? Atau a..." ucap Nozomi sambil menggoda Danny-kun.
Sebelum terucap kata terakhir yang keluar dari mulut Nozomi, aku memukul kepalanya dengan menggunakan sendok sayur yang kupakai untuk memasak kari dan tentu saja aku belum memakainya untuk memasak hari ini.
"Selamat datang, Danny-kun... Apa kamu lelah???" tanyaku sambil tersenyum.
"Lumayan lelah... Apakah ada sesuatu disini, Mei??? Kelihatannya ada banyak sekali sepatu dan ada Nozomi-san disini..." ucap Danny-kun sambil melepas sepatunya.
"Kami hari ini mau mengadakan pesta natal, dan karena Danny-kun sudah ada disini, maka Danny-kun mandi saja dahulu.. kemudian Danny-kun membantuku memasak bersama Ramaru-san..." ucapku.
Danny-kun mengangguk.
"Oya Danny-kun, air hangatnya sudah kusiapkan... Silahkan duluan saja..." tawarku sambil tersenyum.
"Terimakasih..." jawab Danny-kun.
Setelah Danny-kun masuk ke dalam, tiba-tiba saja Nozomi mengikuti Danny-kun dari belakang dan dengan cepat aku menahannya.
"Kamu mau kemana, Akuma Milku??? Bukankah aku menyuruhmu untuk membantu yang lain menata meja???" tanyaku.
"Aku tidak tahan, Meigomi.... Aku ingin melihat tubuh Danny-kun ketika sedang mandi..." ucap Nozomi dengan tersenyum.
"Kamu mau aku pukul lagi dengan sendok sayur ini???" tanyaku dengan senyum namun kepalaku berkedut.
"Bukankah kamu tidak ingin melihatnya juga, Meigomi???" tawar Nozomi.
"Tentu saja aku... Tidak... Belum saatnya aku melihatnya..." jawabku menolak tawaran Nozomi.
"Kalau begitu, aku permisi dulu... Aku ingin melihat Danny senpai mandi..." ucap Nozomi sambil tersenyum mesum.
Sebelum Nozomi pergi, aku meninju wajahnya sehingga dia pingsan dan aku menyeretnya ke ruang tamu dan aku baringkan dia disofa.
"Apa yang terjadi dengan Nozomi nee-chan Kanaya-san???" tanya Mihoshi.
"Dia sudah melakukan hal terlarang yang membuatku marah..." jawabku sambil tersenyum.
"Kelihatannya terjadi hal yang tidak perlu aku tahu apa yang sedang terjadi...." gumam Nala.
"Aku kembali ke dapur dulu.. tolong ikat, gadis mesum ini agar dia tidak kabur dari ruangan ini..." ucapku sambil tersenyum manis.
Mereka semua setuju, kecuali Nozomi yang sedang pingsan. Aku kembali ke dapur untuk memasak kembali bersama Ramaru.
"Mengapa kamu lama, Kanaya-san???" tanya Ramaru.
"Aku hanya "menidurkan" seseorang yang sudah berpikiran mesum tentang Danny-kun..." jawabku sambil tersenyum.
"Apa Danny senpai sudah sampai??? Karena tadi aku mendengar suara Danny senpai..." tanya Ramaru lagi.
"Ya, dia sudah sampai... Sekarang dia lagi mandi sebelum makan malam..." jawabku.
Setelah kami selesai menyiapkan makanan, minuman, meja, dan Danny-kun sudah selesai mandi dan berganti pakaian, kini giliranku untuk mandi dan berganti pakaian santai. Tak terasa, malam telah tiba. Kini, tibalah saatnya untuk pesta natal yang mereka nantikan.
"Semuanya.... Bersulang...." ucap Canis dengan semangat.
"Bersulang..." ucap kami semua menjawabnya dengan semangat.
Kami semua menikmati hidangan yang kubuat bersama Ramaru. Apalagi disaat Danny-kun datang ke rumahku walaupun hanya setahun sekali dikarenakan dirinya sibuk menulis buku puisi. Walaupun sebenarnya aku ingin dirinya mengunjungi aku selama sebulan sekali, namun karena pekerjaannya, aku harus bisa menahan rinduku. Kami merayakan pesta natal hari ini hingga tengah malam. Setelah selesai acara pesta natal tersebut, membersihkan piring dan gelas, merapikan meja dan kursi, dan yang terakhir memberikan futon untuk mereka tidur, aku dan Danny-kun berjalan menuju kamar kami masing-masing.
"Pesta natal hari ini menyenangkan, Mei...." ucap Danny-kun sambil tersenyum.
"Aku juga merasakan hal yang sama, walaupun aku hanya ingin merayakannya berdua saja denganmu, Danny-kun...." ucapku.
Tak lama kemudian, turun salju dipekarangan rumahku. Kami berdua melihatnya dari lorong terbuka.
"Saljunya indah sekali... Kelihatannya, malam ini adalah White Christmas..." ucap Danny-kun.
"Danny-kun, terimakasih sudah datang ke rumahku..." ucapku sambil tersenyum.
"Sama-sama, Mei.." balas Danny-kun sambil tersenyum pula.
"Selamat malam, Mei..." lanjut Danny-kun.
"Selamat malam juga, Danny-kun..." balasku.
Danny-kun segera membuka pintu kamarnya dan menutup pintu tersebut perlahan-lahan. Namun aku segera menahan pintu tersebut sehingga membuat Danny-kun sedikit terkejut.
"Ada apa, Mei??? Apa ada yang ingin kamu utarakan???" tanya Danny-kun sambil tersenyum.
Aku mencium bibir Danny-kun.
"Merry Christmas.." ucapku dengan tersenyum manis sambil memasang wajah yang memerah seperti tomat.
Kemudian aku masuk ke kamarku dan menutup pintunya dengan perlahan.
Epilog
Nozomi terbangun dari tidurnya dan hendak ke kamar mandi. Setelah aku memberi tahu sebelumnya dimana letak kamar mandinya, tanpa sengaja Nozomi melihat ada sebuah tanda yang bertulisan,
"KAMAR INI ADALAH KAMAR DANNY-KUN, WANITA LUAR DILARANG MASUK!!
YANG TIDAK MENURUTI LARANGAN DIATAS, MAKA KAMU AKAN SAYA TINJU!!".
Melihat tulisan larangan tersebut tak membuat Nozomi mundur, karena menurutnya Danny-kun sedang tidur didalam dan ingin tidur dengannya. Setelah membuka pintu tersebut secara perlahan agar tidak membangunkan Danny-kun dan dirinya pun masuk ke kamar itu, namun aku sudah menunggu dengan menyilangkan tangan sambil tersenyum.
Akhirnya aku melayangkan tinjuku ke mata kiri dan kanannya Nozomi sehingga membuat matanya berkunang-kunang, kemudian Nozomi jatuh pingsan di lorong hingga esok pagi.
CHAPTER 28 - WINTER OUTSIDE, SPRING INSIDE
End