
Namaku adalah Kanaya Meissa, seorang Ultimate Kagura Dancer. Aku suka menari karena aku memang hobi menari serta aku juga suka memasak masakan apa yang tunanganku sukai dan untungnya dia juga suka. Walaupun beberapa kali gagal dalam memasak, tapi aku terus berusaha untuk melakukannya dan akhirnya berhasil.
Di kuil inilah aku dilahirkan, di kuil ini aku dibesarkan, dan di kuil ini aku bertunangan dengannya. Begitulah kisahku yang mungkin hanya biasa saja menurutmu namun hal terindah untukku. Aku dilahirkan tanggal 1 Januari yang bertepatan pada malam tahun baru, seketika itu ayah dan ibuku menyambutku dengan tangis dan senyum bahagia.
Sudah 2 bulan semenjak dirinya tinggal bersama kami. Dan kelihatannya dia sudah mulai terbiasa dengan keadaan kami. Dari mulai bangun pagi hingga tidur lagi, ternyata dia bisa membantu aku dan ibuku baik itu membersihkan kuil, memasak kue dan manisan, dan tak jarang pula di hari minggu dia mengajakku bermain, serta dia mau memperhatikanku menari Kagura yang terkadang membuatku salah tingkah.
"Nyaaaaa..." suara anak kucing itu terlihat senang dipangkuan Danny-kun.
"Kasihan sekali kamu... Pasti ditinggal sama orang tuamu ya???" ucap Danny-kun sambil membelai anak kucing tersebut.
"Aku juga ingin dibelai rambutku seperti itu..." gumamku.
Kini usiaku sudah menginjak 7 tahun, karena itu, ibuku memasukkan aku dan Danny-kun ke SD Hachiko. SD ini terletak tidak jauh dari kuil kami, hanya berjalan 20 menit kami sudah sampai. Ibu menemani kami masuk ke sekolah namun tak sampai mengantarkan kami ke kelas karena ibuku mesti membuat kue dan manisan untuk dijual di hari sabtu nanti.
...STOP...
"Mengapa hanya cerita hanya tentang kamu dan Da-kun saja, kucing bau!?!?!?!" ucap Hinada dengan kesal.
"Kan di dalam novel ini, semua cerita tentang aku dan Danny-kun lebih banyak.." ucap Meissa.
"Aku tidak terima...." ucap Hinada dengan kesal.
"Kalau tidak terima, protes saja ke penulisnya..." ucap Meissa.
"Pokoknya aku tidak terima.. seharusnya yang sama Da-kun adalah aku..." ucap Hinada lagi dengan kesal.
"Mengapa kamu masih kesal saja, Hinada-san?? Kalau penulis ingin Kanaya-san bersama dengan Danny-san, maka kita tinggal ubah saja ceritanya..." ucap Hatsuki.
"Benar juga... Siapa tahu penulis bisa membuat akhir yang bahagia untukku juga.." ucap Nozomi.
"Tapi menurutku tidak mungkin..." ucap Meissa.
"Mengapa begitu???" tanya mereka serentak.
"Karena Danny-kun hanya untukku saja...." jawab Meissa sambil tersenyum.
"Kucing bau!?!?" ucap Hinada dengan mengejek.
"Meigomi!?!?" ucap Nozomi dengan mengejek.
"Bucin!?!?" ucap Hatsuki dengan mengejek.
"Ngomong-ngomong soal Danny-kun, kelihatannya kamu sudah mulai ambil langkah untuk mendekati Danny-kun rupanya, Hatsuki-san..." ucap Meissa.
"Apa tidak boleh??? Kan Danny-san belum menikahimu, Kanaya-san..." ucap Hatsuki.
"Tentu saja tidak boleh... Karena Danny-kun itu sudah menjadi tunanganku..." ucap Meissa dengan senyum namun kepalanya berkedut.
"Kamu tahu prinsip keluargaku, Kanaya-san??? Selama lelaki tersebut belum menikah, aku berhak untuk mendapatkan cinta Danny-san..." ucap Hatsuki sambil tersenyum.
"Berarti kamu melakukan hal yang terlarang, yaitu mengambil sesuatu yang bukan milikmu..." balas Meissa sambil tersenyum kedut.
"Kalau begitu, mari kita buktikan siapa yang pantas bersama Danny-san..." ucap Hatsuki.
"Oke... Siapa takut!?!?" balas Meissa.
"Jangan lupakan kami berdua dong... Kan kami berdua suka juga dengan Da-kun..." lanjut Hinada.
"Benar itu... Jangan lupakan aku juga, Meigomi... Daur ulang dulu biar kamu ada gunanya..." ucap Nozomi dengan mengejek.
"Grrrrrrrrrrrrrrrr!!!" ucap Meissa dengan kesal kepada mereka bertiga.
"STOP!!!" cegah Danny.
Mereka berempat menoleh ke arah Danny.
"Danny-kun..." ucap Meissa sambil memeluk Danny.
"Da-kun.." ucap Hinada sambil memeluk Danny juga.
"Danny senpaaaiiiii...." ucap Nozomi sambil memeluk Danny.
"Ada apa ini??? Kelihatannya seru sekali pembicaraan kalian berempat..." tanya Danny.
"Danny-kun... Menurutmu siapa yang paling pantas denganmu???" tanya Meissa.
Sorot mata Meissa, Hinada, Nozomi, dan Hatsuki berbinar. Danny menutup matanya sebentar untuk berpikir sebentar, kemudian membuka matanya.
"Kalau begitu, mengapa kalian pantas untuk bersamaku???" tanya Danny lagi.
"Karena aku tahu, Danny-kun adalah orang yang terbaik untukku... Kamu selalu memahami aku. Tahukah Danny-kun, kita sudah bersama sejak masih kecil. Danny-kun tahu setiap kenangan kita adalah kenangan yang terindah hingga detik ini... Karena itu, aku akan sedih kalau Danny-kun tidak memilihku..." jawab Meissa dengan mata yang berkaca-kaca.
"Kalau aku, sebelumnya aku pernah menyatakan perasaan sukaku padamu saat kita masih SD.. dan aku juga pernah bilang kalau aku tidak akan pernah menyerah padamu... Namun saat SMP, kita beda sekolah sedangkan Kanaya-san satu sekolah denganmu, rasanya hati ini sakit dan tak rela.. namun aku hanya bisa menerima kenyataan.. setiap hari, aku sengaja mengambil jalan memutar untuk melihatmu dari kejauhan.. karena aku akan selalu mencintaimu bahkan melebihi Kanaya-san..." jawab Hatsuki sambil mata berkaca-kaca.
"Kalau aku, tidak ada cinta yang khusus untuk Danny senpai. Namun Danny senpai saat aku masih SMP, senpai pernah menolong salah satu muridku waktu aku masih menjadi sukarelawan sebagai guru TK.. aku ingin tahu siapa nama lelaki yang baik itu.. disitulah aku suka padamu, Danny senpai.. dan saat SMA ini aku melihat senpai ada di kursi bersama para senpai yang lain.. namun saat setelah selesai upacara penerimaan, senpai bersama Meigomi dan tersenyum begitu tulus, jujur aku tak suka karena Meigomi begitu dekat dengan senpai.. walaupun Meigomi adalah tunangan senpai, aku tidak akan pernah kalah dari dia..." jawab Nozomi dengan tersenyum.
"Kalau aku, karena Da-kun adalah cinta pertamaku... Dan aku juga menyukai tantangan, karena aku ingin tahu apakah Da-kun akan menyukai aku atau tidak.. namun semakin hari aku mencoba untuk menggodamu semakin aku ingin memilikimu, Da-kun.. bahkan selama ini, aku selalu berusaha untuk mengajakmu.. kadang kamu menerima, kadang juga engkau menolaknya.. ketika engkau menerima ajakanku, tentu saja aku senang sekali bahkan aku sampai menyiapkan pakaian khusus agar kita cocok pakaiannya satu sama lain.. namun ketika engkau menolaknya, aku memang merasa sesuatu ada sesuatu yang berbeda.. karena itu Da-kun, aku ingin kita akan selalu bersama selamanya..." jawab Hinada dengan mata berkaca-kaca.
Danny mendengar perkataan mereka semua dan akhirnya tersipu malu.
"Apakah seperti itu yang kalian pikirkan tentangku???" tanya Danny.
Mereka berempat mengangguk.
"Aku ingin sekali membuat kalian berempat bahagia akhirnya, namun semua ini tergantung dari penulisnya..." ucap Danny.
"Bisakah Danny-kun meminta kepada penulisnya untuk agar tetap bersamaku saja???" tanya Meissa.
"Tidak!!! Danny-san harus denganku..." sanggah Hatsuki.
"Tidak!!! Danny senpai harus denganku..." sanggah Nozomi.
"Tidak!!! Da-kun harus denganku..." sanggah Hinada.
Mereka berempat saling beradu argumentasi siapa yang paling pantas bersama Danny. Namun Danny melepaskan pelukan mereka berempat dan hanya diam saja. Dan mereka pun terkejut.
"Apakah sudah selesai berkelahinya?!?!?" tanya Danny sambil tersenyum.
Mereka berempat melihat Danny saat ini seakan melihat ada hantu yang datang.
"Maafkan aku, Danny-kun..." ucap Meissa sambil ketakutan.
"Maafkan aku, Danny-san..." ucap Hatsuki sambil ketakutan.
"Maafkan aku, Danny senpai..." ucap Nozomi sambil ketakutan.
"Maafkan aku, Da-kun..." ucap Hinada sambil ketakutan.
Kemarahan Danny mereda.
"Kalau kalian merasa gadis yang paling pantas bersamaku, bukankah lebih baik kalian bersaing secara jujur dan adil?? Karena aku tidak ingin ada seseorang yang tersakiti nantinya..." ucap Danny sambil tersenyum.
Walaupun mereka berempat kurang setuju tentang perkataan Danny, namun mereka hanya ingin satu hal, yaitu diperlakukan baik oleh Danny. Sedangkan diantara para gadis hanyalah rival cinta yang tidak boleh kalah oleh siapapun.
Epilog
"Danny onii-chan...." teriak Mimi sambil memeluk Danny.
"Kamu siapa ya???" tanya Danny.
"Mimi-chan loh... Masa' Danny onii-chan lupa..." jawab Mimi.
"Bukankah kamu baru dua kali muncul di chapter???" tanya Danny.
"Siapa tahu penulis bisa memunculkanku di banyak chapter..." jawab Mimi dengan senyum manis.
Meissa, Hatsuki, Nozomi, dan Hinada menatap gadis itu dan mulai memasang wajah permusuhan. Yang mereka lakukan adalah melepaskan gadis itu dari pelukan Danny lalu mengangkut gadis itu menuju arah yang jauh, lalu mereka lemparkan gadis itu jauh-jauh.
CHAPTER 36 - FLASHBACK
End