Kanaya Meissa (Ultimate Kagura Dancer) ~Eternal Love~

Kanaya Meissa (Ultimate Kagura Dancer) ~Eternal Love~
CHAPTER 44 - CHALLENGE FROM MIMI



Di atap sekolah saat pulang sekolah


"Ayo kita bertarung, Gadis Nyamuk..." ucap Mimi.


"Siapa yang kamu panggil Gadis Nyamuk, Gadis Gorilla...." ucapku kesal.


"Itu tidak pen.... Siapa yang kamu panggil Gadis Gorilla itu huh!!!" ucap Mimi dengan kesal juga.


Kami berdua saling bertatapan dan muncul aliran listrik.


"Baiklah kalau begitu, kita bertarung seperti apa???" tanyaku.


"Tentu saja kita bertarung dengan keimutan..." ucap Mimi sambil tersenyum namun mengejek.


"Kalau begitu, pemenangnya sudah jelas...." ucapku dengan sombongnya.


"Siapa??? Aku ya???" ucap Mimi membalas kesombonganku.


"Dih... Kamu itu ya... Kamu mau kutinju sekarang??!!" ucapku dengan kesal.


"Ayo, sini..." ucap Mimi dengan menantang.


Kami pun berkelahi sehingga menimbulkan polusi asap yang beterbangan disekitar kami. Selama 15 menit kami berkelahi, tidak ada satupun dari kami yang menyerah. Dan perlu kalian tahu, aku memakai seragam Kibou Gamine Gakuen, bukan kimono yang biasa kupakai. Karena kalau aku memakai kimonoku, aku tidak bisa memakai kakiku untuk menendangnya. Wajah kami banyak terdapat memar. Warna merah dan biru berkumpul seperti gula yang didatangi para semut.


"Ra..sakan.. itu... Gadis.. Nyamuk.." ucap Mimi mengatur nafas.


"Kamu.. mau.. lagi.. Gadis... Gorilla..." ucapku juga sambil mengatur nafas.


Kami pun saling melancarkan tinju kami yang terakhir dan sama-sama mengenai bibir kami dan akhirnya kami berdua jatuh kelelahan. Tak lama kemudian, Danny-kun naik ke atap untuk menghirup udara segar dan tanpa sengaja menemukan aku dan Mimi sedang berbaring.


"Ya ampun... Kelihatannya kalian berkelahi lagi... Mengapa kalian tidak akur saja satu sama lain..." keluh Danny-kun.


"Akur?? Aku tidak akan mau akur dengan Gadis Nyamuk ini!!!" ucap Mimi.


"Aku juga tidak mau akur denganmu, Gadis Gorilla!!!" ucapku.


"Tapi sebelum itu, apa yang sedang terjadi disini???" tanya Danny-kun.


Aku dan Mimi menceritakan "semuanya" dan Danny-kun mengerti apa yang sedang terjadi.


"Jadi begitu ya... Baiklah kalau begitu, bagaimana kalau begini saja..." ucap Danny-kun.


Kami bangun dari "rebahan" kami mendengarkan solusi dari Danny-kun.


"Besok, aku akan membuat pertandingan yang cocok untuk kalian berdua..." ucap Danny-kun sambil tersenyum.


"Kamu tidak akan berat sebelah kan, Danny onii-chan..." ucap Mimi.


"Tenang saja, aku tidak akan berat sebelah... Mengenai pertandingannya, besok akan aku beritahu.." ucap Danny-kun sambil tersenyum lagi.


"Baiklah..." ucap Mimi sambil tersenyum lagi.


"Kalau begitu, sampai jumpa besok ya..." ucap Danny-kun.


Kemudian Danny-kun pergi dari situ. Setelah Danny-kun tidak terlihat lagi, aku mendorong Mimi dengan wajah kesal.


"Apa maksudmu mengatakan kalau Danny-kun berat sebelah?!?!?!" ucapku.


"Siapa tahu kan, Danny onii-chan ingin membuat pertandingan yang membuat tunangannya menang..." ucap Mimi dengan mengejek Danny-kun.


Mendengar kalimat itu, aku menarik kerah baju Mimi.


"Jangan kamu bicara yang tidak-tidak tentang Danny-kun.. atau kamu akan aku tinju 100x..." ucapku dengan mengancam Mimi.


"Lepaskan tangan kotormu dari bajuku.." ancam Mimi kembali.


Aku pun melepaskan tanganku dari kerah bajunya.


"Aku mau pulang saja... Soalnya besok aku harus melakukan banyak persiapan..." ucapku dengan tenang.


"Kenapa tidak kita selesaikan saja sekarang???" ucap Mimi dengan mengejek.


"Aku tidak mau Danny-kun bilang kalau aku tidak imut besok... Karena yang akan menang adalah aku..." ucapku sambil tersenyum.


"Okey... Besok jangan coba-coba kamu melarikan diri..." ucap Mimi.


"Tenang saja... Apapun pertandingan besok, aku akan menang..." ucapku dengan yakin.


Lalu aku pergi meninggalkan Mimi.


Esoknya


Pukul 08.00 pagi, aku sudah berada di sekolah. Disana ada Danny-kun dan 3 gadis menyebalkan.


"Mengapa kalian datang???" tanyaku cuek kepada mereka bertiga.


"Aku ingin melihatmu dikalahkan oleh juniormu, Kucing Bau..." ejek Hinada.


"Aku ingin melihatmu menangis karena baru saja dikalahkan oleh juniormu, Kucing Bucin..." ejek Hatsuki.


"Aku ingin melihatmu ditinju oleh juniormu lagi itu, Meigomi..." ejek Nozomi.


"Jangan khawatir, kalian bertiga bisa menunggu... Setelah aku memenangkan pertandingan ini, aku akan meninju kalian bertiga sampai aku puas..." ucapku sambil tersenyum sambil meninju angin.


Tak lama kemudian, Mimi muncul diantar oleh supir pribadinya, lalu ia melihatku dengan tatapan angkuh.


"Owh... Jadi dia gadis kaya... Tapi Danny-kun tidak akan terpengaruh hal yang seperti itu..." gumamku.


"Ternyata kamu belum berubah juga, Mimi-chan..." ucap Danny-kun sambil tersenyum.


"Tentu saja.. aku melakukan itu untuk menjatuhkan mental seseorang yang dikenal sebagai "Gadis Nyamuk"..." ucap Mimi sambil tersenyum juga.


"Ternyata kalian berdua bersemangat sekali ya..." ucap Danny-kun.


"Pertandingannya seperti apa, Danny onii-chan??" tanya Mimi.


"Ayo, ikut denganku..." jawab Danny-kun.


Kami berempat mengikuti Danny-kun dan aku segera merangkul Danny-kun, namun beberapa diantara mereka berempat mencoba untuk merangkul Danny-kun. Tentu saja tidak akan aku biarkan semudah itu dengan membuat mereka bertambah "panas".


"Danny-kun, dimana tempat pertandingannya???" tanyaku dengan nada manja.


"Sebentar lagi sampai kok..." jawab Danny-kun sambil tersenyum.


"Kucing Bau.." gumam Hinada sambil menatap tajam ke arahku.


"Kucing Bucin.." gumam Hatsuki sambil menatap tajam ke arahku.


"Meigomi.." gumam Nozomi sambil menatap tajam ke arahku.


"Gadis Nyamuk.." gumam Mimi sambil menatap tajam ke arahku.


"Tapi apakah disana ada sarang cinta kita??" tanyaku dengan nada manja lagi sambil melirik mereka berempat di belakangku dengan menjulurkan lidahku untuk mengejek.


"AKU AKAN MEMBUNUHMU!!!!!!!!!!!!" gumam mereka berempat serentak dengan aura yang hitam pekat.


"Tentu saja tidak ada, Mei... Kamu ini ada-ada saja..." ucap Danny-kun sambil tertawa kecil.


Tak lama kemudian, kami sampai di tempat pertandingan. Dan tempat itu adalah dapur.


"Apa kita akan memasak???" tanyaku.


"Benar..." jawab Danny-kun.


"Kalau hanya ini sih mudah sekali..." ucap Mimi dengan sombong.


"Ternyata kalian semakin bersemangat untuk pertandingan hari ini..." ucap Danny-kun sambil tersenyum.


"Baiklah pertandingan ini, kalian akan membuat sebuah kue kesukaan kalian..." lanjut Danny-kun.


"Tapi kalau hanya memasak dan mencicipi siapa makanan yang paling enak, itu akan membosankan...." ucap Danny-kun.


"Setelah selesai memasak, kalian harus menemukan aku dan menyuapi aku dengan masakan kalian..." jawab Danny-kun.


"Bukankah itu akan merepotkan???" tanya Nozomi.


"Memang itu tujuannya..." jawab Danny-kun.


"Lalu, kalian bertiga juga ikutan..." lanjut Danny-kun.


"Huh???" ucap mereka bertiga keheranan.


"Karena ketika makanan mereka sudah habis sebelum mereka menemukanku, berarti mereka kalah..." ucap Danny-kun.


"Begitu ya..." gumam mereka bertiga.


"Dengan kata lain, kalian berdua hanya bisa membawa 3 potong kue saja..." ucap Danny-kun.


"3 potong kue untuk 4 orang??" tanyaku.


"Bukan, 3 kue untuk 3 orang... Itu artinya, kalian berdua hanya mendapatkan 3x kesempatan..." jawab Danny-kun.


"Jadi dengan kata lain, potongan kue yang diberikan kepada selain Danny onii-chan dianggap sebagai belum beruntung???" tanya Mimi.


Danny-kun mengangguk.


"Kalau begitu, aku harus bawa banyak potongan kue..." gumamku.


"Baiklah kalau begitu, kita mulai saja pertandingannya..." ucap Danny-kun dengan semangat.


"Kalau begitu, kami bertiga akan duluan bersembunyi.. semoga kalian berdua kalah ya..." ucap Hinada.


Aku hanya tersenyum kecut sambil melihat mereka bertiga keluar dapur.


"Kalau begitu, aku juga akan bersembunyi..." ucap Danny-kun.


"Tapi apakah mereka akan berpindah tempat ketika salah satu dari kami menemukannya???" tanyaku.


"Tidak, mereka akan tetap disana walaupun kalian sudah menemukannya..." jawab Danny-kun.


"Apa ada yang mau ditanyakan???" lanjut Danny-kun.


Kami berdua menggelengkan kepala sebagai tanda kami sudah mengerti.


"Baiklah, karena kalian berdua sudah mengerti, silahkan memanggang kuenya... dan setelah selesai membuatnya, silahkan cari aku..." ucap Danny-kun dengan semangat.


Aku dan Mimi segera memulai membuat kue. Kemudian Danny-kun pergi bersembunyi di salah satu ruangan didalam sekolah.


"Aku tidak tahu kalau kamu bisa memasak, Gadis Nyamuk.." ucap Mimi.


"Tentu saja aku bisa... Kan aku kelak akan menjadi istri Danny-kun..." ucapku dengan sombong.


"Oya?!? Yang berhak menjadi istri Danny onii-chan adalah aku..." ucap Mimi dengan kesal.


"Kalau begitu, kamu harus melangkahi mayatku terlebih dahulu..." ucapku sambil mengarahkan pengocok telur padanya.


Merasa dirinya ditantang, Mimi menerima tantanganku.


"Bagaimana kalau setelah pertandingan ini, kita selesaikan urusan kita??" tanya Mimi sambil tersenyum.


"Tidak mau... Karena setelah ini, aku ada kencan dengan Danny-kun..." ucapku.


Selama satu jam, Mimi selesai dengan potongan kue yang dibuatnya.


"Kalau begitu aku duluan ya, Gadis Nyamuk..." ucap Mimi sambil tersenyum mengejek.


"Semoga kamu gagal ya..." ucapku sambil tersenyum mengejek pula.


Mimi keluar dari ruangan dapur mencari Danny-kun.


Mimi pun mendekatiku lalu ia menamparku.


"Itu seharusnya untukmu..." ucap Mimi sambil tersenyum.


Aku meletakkan peralatan masakku sebentar, lalu aku membalasnya kembali.


"Kalau kamu mau berkelahi denganku, lakukan setelah pertandingan ini selesai, okey..." ucapku sambil tersenyum.


Mimi pun keluar mencari Danny-kun karena ia sudah selesai memanggang kuenya. Aku masih memanggang kue hingga benar-benar sempurna bagiku. 45 menit kemudian, kueku sudah matang, dan aku segera menghiasnya. Aku memanggang cupcake sebanyak 4 buah. 3 buah aku letakkan diatas nampan, 1 buah aku simpan untuk nanti ketika kalau misalkan aku kalah dari Gadis Gorilla itu di pertandingan ini.


Setelah selesai, aku pun keluar mencari Danny-kun. Selama hampir dua jam aku mencari Danny-kun dan tanpa terasa, cupcake buatanku hanya tinggal 1 lagi. Itu berarti, kesempatanku untuk menang dari Gadis Gorilla itu hanya tinggal 1 kesempatan lagi. Hal ini dikarenakan, Akuma Milku dan Ayam Rabun sudah mengambil cupcake buatanku masing-masing 1. Aku tidak boleh gegabah, karena aku tidak ingin cupcake ku yang terakhir dimakan oleh Rubah Betina itu. Tak terasa, sudah 45 menit aku mencari Danny-kun. Dan tinggal 1 tempat lagi yang belum kudatangi, yaitu kelasku ketika aku berada di tahun pertama. Aku membuka pintu kelas tersebut secara perlahan sambil menutup mataku dan akhirnya sosok yang ingin kuberikan cupcake buatanku muncul, namun Gadis Gorilla itu juga menemukan Danny-kun.


"Ternyata kamu berhasil menemukanku, Mei..." ucap Danny-kun sambil tersenyum.


Aku mendekati mereka berdua dan aku menyerahkan cupcake buatanku ke Danny-kun.


"Namun, aku jauh lebih cepat menemukanmu, Danny onii-chan..." ucap Mimi dengan kesal.


"Nah, dengan begini aku sudah bisa menentukan pemenangnya..." ucap Danny-kun.


"Pemenangnya adalah......" lanjut Danny-kun.


"Kalian berdua....." ucap Danny-kun sambil tersenyum.


Kami berdua keheranan.


"Apa maksudnya Danny-kun???" tanyaku.


"Kalian berdua masih ingat tentang peraturannya???" tanya Danny-kun kembali.


Kami berdua mencoba mengingatnya kembali. Lalu kami memahami apa yang ditanyakan oleh Danny-kun. Kami berdua merasa senang, karena Danny-kun memakan kue yang kami buat dengan menyuapinya.


Epilog


Aku pulang bersama Danny-kun.


"Danny-kun, disana ada taman bermain... Bisakah kita duduk disana??" tanyaku.


"Okey..." jawab Danny-kun.


Setelah sampai disana, kami berdua duduk. Lalu aku mengeluarkan sebungkus cupcake yang tadi aku buat yang hanya tinggal 1 buah saja.


"Bukankah kamu hanya membuat 3 buah saja tadi???" tanya Danny-kun.


"Memang benar aku membuat 3 buah, namun aku tidak mengatakan akan membuat lebih cupcake yang kubawa sekarang ini..." jawabku sambil tersenyum.


Danny-kun juga ikutan tersenyum.


"Kalau begitu, boleh aku minta cupcakenya???" tanya Danny-kun sambil tersenyum.


"Tentu saja..." jawabku membalas senyumannya.


Aku memberikan cupcake tersebut dengan menyuapi Danny-kun.


"Mei.. aku bisa makan sendiri loh..." ucap Danny-kun.


"Biarkan aku menyuapimu, Danny-kun... Karena cupcake ini akan lebih enak kalau disuapi oleh orang yang mencintainya..." ucapku.


Danny-kun pun membuka mulutnya, kemudian ia memakan cupcake tersebut sekali makan.


"Apakah cupcakenya enak???" tanyaku penasaran.


Danny-kun mengangguk sambil tersenyum.


"Mungkin dalam pertandingan tadi aku seri denganmu, namun dalam perang, aku yang menang, Gadis Gorilla..." gumamku sambil tersenyum.


CHAPTER 44 - CHALLENGE FROM MIMI


End