Kanaya Meissa (Ultimate Kagura Dancer) ~Eternal Love~

Kanaya Meissa (Ultimate Kagura Dancer) ~Eternal Love~
CHAPTER 53 - PRIVATE DATE



Hari sekolah telah tiba setelah liburan musim panas berakhir, namun cuaca panas masih terasa. Aku berangkat ke sekolah dengan pakaian musim panasku. Dan tentu saja, aku akan ke apartemen Danny-kun agar bisa berangkat ke sekolah bersama-sama. Sesampainya disana, aku membunyikan bel pintu kamar Danny-kun.


"Ya, sebentar..." ucap Danny-kun.


Aku segera merapikan rambutku sebentar agar terlihat imut dimatanya. Danny-kun lalu membuka pintu.


"Selamat pagi, Danny-kun..." ucapku dengan tersenyum manis.


"Selamat pagi juga, Mei..." balas Danny-kun dengan tersenyum.


"Apa kamu sudah siap berangkat, Danny-kun???" tanyaku.


"Sebentar lagi aku selesai... Kamu masuk dulu..." jawab Danny-kun.


"Permisi..." ucapku sambil melepaskan sepatu.


Aku menunggu di ruang tengah sambil menunggu Danny-kun selesai. Setelah Danny-kun telah selesai mempersiapkan segala sesuatunya untuk ke sekolah, aku melihat Danny-kun dengan terpesona. Danny-kun begitu tampan dengan pakaian musim panasnya sehingga membuat jantung ini berdegup kencang.


"Danny-kun tampan sekali..." ucapku dengan mengkhayal.


"Mei??" tanya Danny-kun sambil menepuk pundakku.


"I...iya??" jawabku memecah lamunanku.


"Aku sudah siap... Yuk berangkat..." ucap Danny-kun sambil tersenyum.


Aku dan Danny-kun berangkat menuju ke sekolah. Di perjalanan, aku mencuri pandang ke arah Danny-kun karena Danny-kun begitu tampan hari ini.


"Ada apa Mei?? Apa kamu kepanasan?? Soalnya wajahmu memerah.." tanya Danny-kun.


"Tidak apa-apa kok Danny-kun... Aku masih baik-baik saja.." jawabku sambil tersenyum.


Namun entah mengapa, tiba-tiba aku malah berkhayal jika Danny-kun terlihat seksi tanpa baju. Sehingga membuat wajahku merah dan aku jatuh pingsan. Ketika terbangun, aku sudah berada di sebuah bangku dekat konbini dipangkuan Danny-kun, dan untungnya di bangku tersebut dekat dengan pohon sehingga tidak terlalu panas.


"Ini Mei, minumlah... Soalnya kamu dehidrasi..." ucap Danny-kun dengan menyerahkan minuman kaleng dingin padaku.


"Terimakasih Danny-kun..." aku menerimanya saat aku bangun.


Aku meminumnya dengan perlahan, begitu juga dengan Danny-kun.


"Mei... Sepertinya kita lebih baik telat saja hari ini... Kita istirahat sebentar, lalu kita akan lanjut ke sekolah..." ucap Danny-kun.


Aku mengangguk.


"Terimakasih Tuhan... Engkau membuatku kencan rahasia dengan Danny-kun tanpa diketahui oleh 4 gadis menyebalkan itu.." gumamku sambil tersenyum senang.


"Okey Danny-kun..." jawabku dengan tersenyum manis.


Aku menghabiskan minuman pemberian Danny-kun perlahan-lahan agar tidak cepat habis dikarenakan aku ingin berlama-lama berduaan dengan Danny-kun tanpa adanya gangguan. Bahkan ketika minuman kaleng tersebut telah habis, aku tetap berpura-pura meminumnya seakan-akan minuman tersebut belum habis. Danny-kun selesai meminum minuman tersebut dan menyenderkan punggungnya ke bangku.


"Ini kesempatanku.." gumamku.


Aku menyenderkan kepalaku di bahu Danny-kun.


"Ada apa Mei???" tanya Danny-kun sambil melihat ke arahku.


"Biarkan aku menikmati ini sebentar saja..." jawabku sambil tersenyum.


Aku menikmati setiap detik sandaran ke Danny-kun, seakan dunia ini milik kami berdua. Tiba-tiba saja, para gadis dari teman-teman sekelasku masuk ke dalam konbini untuk membeli minuman dingin.


"Danny senpai dan Kanaya-san ada disini?? Kebetulan sekali..." tanya Canis.


"Iya... Kami berdua sedang beristirahat sebentar..." jawab Danny-kun.


"Kalau begitu, kita berangkat bersama-sama saja..." ucap Ramaaru.


"Hei Ramaaru-san... Lebih baik, biarkan saja mereka berdua disini dulu... Kelihatannya, Kanaya-san menikmati momen yang sebentar ini..." bisik Nala kepada Ramaaru.


"Okey..." ucap Ramaaru dengan pelan.


"Kalau begitu, sampai jumpa di sekolah ya, Danny senpai..." ucap Ayako.


"Okey...." balas Danny-kun sambil tersenyum.


Setelah para gadis pergi dari situ, baru beberapa langkah tiba-tiba Danny-kun menerima sebuah telepon dan tentu saja Danny-kun langsung berdiri dan membuyarkan momen romantisku bersama Danny-kun.


"Danny-kun.. apa ada seseorang yang menghubungimu???" tanyaku.


"Nomornya tidak diketahui, tapi sudah dimatikan teleponnya..." jawab Danny-kun.


Aku pun melihat sekeliling sebentar, lalu aku melihat salah satu yang tak jauh dari sekumpulan gadis teman sekolahku yang barusan tadi bertemu dengan kami melirik ke arahku, kemudian ia menjulurkan lidahnya padaku untuk mengejekku, dan ternyata itu adalah Nozomi.


"Apa kamu mau mengajakku berkelahi, Akuma Milku..." gumamku dengan marah.


Aku meremas kaleng minuman yang kupegang tersebut dengan kuat sehingga kaleng tersebut remuk.


"Kita harus cepat berangkat... Agar tidak telat..." ucap Danny-kun.


"Okey..." balasku sambil tersenyum.


Aku membuang kaleng minuman tersebut ke tempat sampah disebelah konbini, lalu aku berangkat ke sekolah bersama Danny-kun. Sesampainya di sekolah, aku menuju ruangan di kelasku. Kemudian aku menggeser pintu kelas dan aku masuk.


"Selamat pagi, Kanaya-san..." ucap Shirei padaku.


"Selamat pagi juga..." balasku.


Aku melihat sekeliling apakah Nozomi ada dikelas atau tidak, karena aku akan membuat perhitungan dengannya. Dan ia sedang duduk di kursinya dan tertawa bersama sebagian teman sekelas. Aku menatapnya tajam seakan aku ingin memukulnya dalam pikiranku. Dan ia pun melihatku dengan senyum ejekan padaku dan akuĀ  membalas senyumannya dengan kepala berkedut. Aku pun duduk di kursiku.


Saat aku sudah duduk, tak lama kemudian smartphoneku bergetar tanda ada chat yang masuk. Dan ternyata mail yang masuk adalah mail dari Nozomi. Aku melihat ke arah Nozomi dan menatap tajam ke arahnya dengan maksud ingin menghajarnya nanti.


Setelah itu, aku langsung chat ke Danny-kun untuk menemuiku di atap sekolah.


Jam istirahat


Aku menuju ke atap sekolah karena aku ingin menemui Danny-kun.


"Harus cepat... Agar Danny-kun tidak menunggu terlalu lama..." gumamku sambil menaiki anak tangga.


Setelah aku mencapai atap sekolah, aku mencari Danny-kun apakah ia sudah ada disana atau belum. Setelah aku melirik kesana kemari, akhirnya aku menemukannya dan aku segera menemuinya.


"Da..." ucapku.


Aku terkejut melihat Danny-kun bersama dengan Nozomi dan Mimi. Dan aku pun langsung mendekati mereka berdua lalu menjewer telinga mereka.


"Mengapa kalian berdua ada disini?? Bukankah aku tidak mengundang kalian berdua??" tanyaku dengan menjewer telinga Nozomi dan Mimi sambil tersenyum kedut.


"Mei.. tenanglah... Aku yang mengundang mereka kesini..." jawab Danny-kun.


Mendengar itu, aku menjadi merajuk sehingga aku menjewer telinga mereka berdua semakin kuat. Lalu Danny-kun memukul tanganku karena menurut Danny-kun sudah keterlaluan.


"Tenanglah Mei... Memang aku ingin mengobrol dengan kalian bertiga..." ucap Danny-kun tersenyum.


"Memangnya ada apa Danny onii-chan??" tanya Mimi sambil mengusap telinganya sehabis dijewer olehku.


"Aku ingin memberitahu kepada kalian bahwa aku akan pergi ke Okinawa bulan depan..." jawab Danny-kun.


"Ada perlu apa kamu kesana, Danny senpai??" tanya Nozomi.


"Karena ada kegiatan praktek ke seluruh Jepang..." jawab Danny-kun.


"Mengapa tidak di daerah dekat sini saja, Danny-kun?? Okinawa itu jauh..." ucapku.


"Sekolah tidak mengizinkan hal seperti itu... Oleh karena itu, aku meminta tolong kepada kalian bertiga untuk saling berbaikan untuk hari ini hingga kedepannya..." ucap Danny-kun.


"Apa itu??" tanya Danny-kun.


"Aku ingin kita kencan saat pulang sekolah nanti..." jawabku.


"Aku juga..." lanjut Nozomi.


"Aku juga, Danny onii-chan..." ucap Mimi.


"Enak saja... Aku duluan yang kencan dengan Danny-kun..." ucapku dengan kesal.


"Aku.." ucap Nozomi tidak mau kalah.


"Aku juga mau..." ucap Mimi juga.


"Kalau begitu, aku juga ikutan..." ucap Hinada.


"Aku juga ingin kencan bersama Danny-san..." ucap Hatsuki.


"Hei, ngapain kalian berdua disini??? Disini bukan sekolah kalian tahu..." ucapku dengan kesal kepada Hinada dan Hatsuki.


Kemudian, Danny-kun berpikir bagaimana caranya agar tidak ada dari kami yang berkelahi.


"Bagaimana kalau begini saja, aku akan kencan dengan kalian berempat, masing-masing selama 1 jam..." ucap Danny-kun.


Kami berempat saling melihat satu sama lain, dan kami pun setuju.


"Lalu, bagaimana dengan urutannya??" tanya Hatsuki.


"Dengan ini..." jawab Danny-kun.


Danny-kun mengeluarkan 4 buah kartu remi di sakunya yang tertera Ace of Heart, King of Heart, Queen of Heart, dan Jack of Heart. Kami berempat bingung, namun Danny-kun menjelaskan bahwasanya ini sama dengan menarik lotre, akhirnya kami berempat mengerti apa maksud dari Danny-kun. Kami berempat pun menarik kartu remi yang telah dikocok oleh Danny-kun. Sambil menutup mata dengan penuh harap dapat mengambil kartu Ace of Heart, ternyata aku malah mendapat bagian terakhir, aku pun tertunduk lesu. Karena aku kesal dapat bagian yang terakhir, aku membuat peraturan, yaitu:



tidak boleh "mencium" Danny-kun selama kencan;


kita semua hanya boleh kencan selama satu jam;


selama kencan, tidak boleh ada yang mengganggu. Kalau ada yang merasa kesal, harus ditahan;


Peraturan bisa berubah sewaktu-waktu.


Mereka berempat pun setuju, dan acara kencan dengan Danny-kun pun dimulai setelah pulang sekolah.



Pulang Sekolah


Kami berlima menunggu didepan gerbang sekolah, melihat Danny-kun dari kejauhan dan segera pergi bersama-sama dengan Limosin kepunyaan Hinada. Hinada duduk didepan kami bersama Danny-kun, dan kami berempat duduk di depannya. Dengan kata lain, kami duduk berhadapan di Limosin Hinada. Aku melirik ke arah jendela mobil sambil menahan rasa kesalku karena bukan aku yang pertama. Dan aku mengepalkan tanganku di bawah tas sekolahku.


Hinada mengobrol dengan Danny-kun dengan perasaan senang, namun tidak untuk kami berempat. Kami menahan kesal dalam hati. Akhirnya kami sampai di sebuah mall tempat Hinada dan Danny-kun akan berkencan. Kami semua turun di tempat tersebut dan Hinada merangkul tangan Danny-kun sehingga membuatku ingin memukul Rubah Betina itu, namun ditahan oleh Hatsuki. Hinada dan Danny-kun masuk ke toko baju yang mempunyai merek terkenal. Kami berempat merasa minder karena kebanyakan pakaian tersebut adalah pakaian yang tidak murah. Hinada membeli beberapa pakaian untuk Danny-kun dan untuk dirinya sendiri. Sedangkan kami berempat hanya seperti ikan asin yang sudah dijemur selama seminggu.


Setelah Hinada selesai berkencan dengan Danny-kun, kini tiba saatnya giliran Hatsuki untuk berkencan dengan Danny-kun. Mereka pergi ke toko buku untuk mencari buku yang bagus untuk dibaca. Tidak ada yang spesial dari kencan Hatsuki sehingga membuatku tenang untuk sementara waktu. Namun disaat Hatsuki ingin mengambil buku di rak yang agak tinggi, Danny-kun membantunya dan mereka berdua sungguh dekat seakan hampir mereka berciuman. Kami berempat, seperti cacing kepanasan melihat mereka berdua. Karena aku merasa panas, aku mencari buku yang berjudul "Tutorial Menghajar Wanita Perebut Tunangan Orang Lain untuk Pemula" yang ternyata memang tidak ada. Mereka berdiskusi tentang buku puisi yang ada di toko buku tersebut, sehingga menimbulkan benih-benih cinta yang membuatku ingin menghajar ayam rabun itu.


Setelah Danny-kun selesai kencan dengan Hatsuki, kini Danny-kun akan berkencan dengan Mimi. Mimi mengajak Danny-kun ke game center di mall tersebut. Danny-kun dan Mimi bermain dengan riang dan senang. Karena aku belum pernah kesini, mungkin aku akan mencoba permainannya. Aku mencari permainan yang bisa aku mainkan. Dan aku menemukan sebuah permainan yang menarik perhatianku, yaitu game memukul. Di game ini, aku melihat ada karakter cewek yang mirip dengan Mimi. Aku memasukkan koin tersebut dan aku memilih lawan yang mirip dengan Mimi. Tempat untuk memukul berdiri tegak setelah aku memilih karakter yang ingin aku pukul. Lalu aku memukulnya sekuat tenagaku, namun hanya mendapatkan 60 poin. Ketika aku melihat nilai itu, aku merasa cukup puas. Lalu, aku melihat Mimi bersama Danny-kun sedang bercanda ria dengan senangnya sambil merangkul tangan Danny-kun. Sehingga membuatku marah, dan ketika tempat untuk memukul berdiri tegak kembali, aku memukulnya dengan penuh amarah. Sehingga nilai tersebut tertera 500 poin. Aku merasa sedikit kelelahan, namun aku melihat Mimi berusaha untuk mencium pipi Danny-kun dan hal itu membuatku semakin marah besar. Lalu tempat untuk memukulnya sudah berdiri tegak kembali. Dengan penuh amarah 2x lipat, aku memukulnya sehingga nilai tersebut tertera 999. Lalu aku melihat Mimi sambil tersenyum kedut dan Mimi juga melihatku dengan poin 999 di game ini.


Setelah Mimi selesai berkencan dengan Danny-kun, kini giliran Nozomi. Ia mengajak Danny-kun untuk makan ramen di mall ini. Danny-kun memesan ramen yang tidak pedas, sedangkan Nozomi memesan ramen pedas. Danny-kun merasa khawatir apabila Nozomi tidak tahan dengan pedas, namun Nozomi ingin tahu seberapa tahan ia akan rasa pedas. Dan ketika Nozomi mulai memakan ramennya, ia pun merasakan pedasnya. Dan Danny-kun memberikan segelas air putih kepada Nozomi. Namun pedas Nozomi belum menghilang. Akhirnya Nozomi berpikiran nakal, yaitu ia mencoba untuk mencium bibir Danny-kun. Disaat itulah kami berempat menatapnya dengan mengancam kalau Nozomi sampai melakukan itu, maka setiap isi mangkuk ramen yang kami punya akan meluncur di kepala Nozomi. Nozomi pun tidak jadi melakukan rencananya.


Setelah selesai makan, berakhir pula kencan dengan Nozomi. Kini saatnya Danny-kun berkencan denganku. Namun, saat hendak menaiki Limosin kepunyaan Hinada, aku tidak mau masuk dikarenakan aku ingin naik bis. Mereka berempat pun tidak jadi naik Limosin kepunyaan Hinada dan Hinada mengatakan kepada supir pribadinya untuk langsung pulang ke rumah. Saat aku menunggu bis bersama Danny-kun, aku memegang tangan Danny-kun dengan erat dan kepalaku bersender di bahu Danny-kun sehingga membuat mereka berempat kepanasan. Setelah bis datang, kami menaiki bis tersebut bersama-sama.


"Ayo Danny-kun, kita duduk disini saja..." ajakku sambil tersenyum.


"Okey..." balas Danny-kun.


"Lalu kami bagaimana???" tanya Hinada.


"Kalian berempat pulang saja..." jawabku sambil tersenyum.


Mereka berempat duduk bersebelahan yang agak jauh dari tempatku dan Danny-kun duduk.


"Mei, memangnya kita akan pergi kemana???" tanya Danny-kun.


"Tenang saja.. tidak jauh kok..." jawabku sambil tersenyum.


Aku segera menyenderkan kepalaku ke bahu Danny-kun sambil tersenyum ke arah mereka berempat dengan bergumam "sekarang giliranku... Jadi jangan menggangguku ya...".


Setelah 10 menit berjalan, mereka berempat tertidur dan inilah kesempatanku. Aku menekan bel agar bis tersebut berhenti, dan aku beserta Danny-kun turun. Setelah keluar dari bis, kami berjalan ke arah yang berlawanan dengan arah bis yang kami naiki tadi. Aku berjalan berdua dengan Danny-kun sambil berpegangan tangan.


"Mei, mengapa kamu meninggalkan mereka???" tanya Danny-kun.


"Karena aku tidak ingin ada yang mengganggu kencan kita..." jawabku dengan tersenyum manis.


Aku pergi ke tempat yang bisa melihat matahari terbenam dari pinggiran kota sambil memeluk Danny-kun.


Di dalam bis


Hatsuki membuka matanya dan terkejut karena tidak melihat aku dan Danny-kun di kursi tersebut. Lalu ia membangunkan yang lain dan turun mengejar kami.


Di tempat kencan rahasia


Kini aku telah tiba ditempat yang menurutku tempat yang romantis sambil menikmati matahari terbenam di pinggiran kota.


"Aku tidak tahu ada tempat ini disekitar sini..." ucap Danny-kun sambil melihat matahari terbenam.


"Aku menemukannya tahun lalu... Karena aku kesepian kalau aku tidak bertemu denganmu sehari saja..." ucapku sambil menyenderkan kepalaku di bahu Danny-kun.


"Terimakasih ya Mei dan mereka berempat karena membuat hari ini menyenangkan..." ucap Danny-kun sambil tersenyum.


Aku hanya diam saja dikarenakan aku tidak suka mereka berempat diikutsertakan.


"Oya Mei, tempat ini indah sekali... Kapan-kapan aku akan ke tempat ini untuk beristirahat sejenak sebelum pulang ke rumah karena lelah sehabis menulis..." ucap Danny-kun sambil tersenyum.


"Kalau begitu, aku akan menemanimu hingga lelahmu pergi, Danny-kun..." ucapku sambil tersenyum manis.


"Danny-kun..." ucapku.


"Ya??" balas Danny-kun sambil melihat ke arahku.


Aku mencium bibir Danny-kun saat matahari terbenam. Namun setelah 6 detik aku mencium bibir Danny-kun, tiba-tiba saja ada sesuatu yang menimpa kepalaku.


"Ouch..." ucapku meringis.


"Siapa yang melempar kepalaku dengan sepatu, huh??!!" tanyaku kesal.


Ternyata yang melempar sepatu tersebut ke arahku adalah Hinada. Lalu kemudian, muncul lemparan sepatu lagi oleh Hatsuki, Nozomi, dan Mimi.


"Owh... Ternyata kalian rupanya... Bisakah kalian berempat menjelaskan mengapa kalian melemparku sepatu??" tanyaku dengan kesal.


Lalu Hinada menampar pipi sebelah kiriku, disusul dengan Hatsuki yang menampar pipi sebelah kananku, lalu Nozomi menginjak kakiku, dan Mimi melakukan uppercut ke daguku. Aku terjatuh dengan telentang.


"Awwww... Sakit tahu..." ucapku sambil meringis kesakitan.


Lalu Hatsuki membantuku berdiri, lalu menyekapku. Dan Hinada pun mulai meninju salah satu mataku. Namun dengan sigap, aku menghindar dan pukulan Hinada mengenai Hatsuki. Lalu aku menghindar ke arah Nozomi dan ketika Hinada hendak memukulku, malah mengenai Nozomi. Mimi pun berusaha untuk memukulku, namun dirinya kena pukulan dari Hatsuki. Akhirnya mereka berempat pun berkelahi. Ketika situasi tersebut, aku menarik tangan Danny-kun untuk segera pergi dari situ.


Epilog


Setelah satu jam mereka berempat saling berkelahi, mereka menjadi babak belur. Dan akhirnya Hinada mengeluarkan sebuah kertas perjanjian mereka berempat lalu ia merobeknya pertanda tidak ada lagi gadis baik. Dan mereka pun pulang ke rumah masing-masing.


CHAPTER 53 - PRIVATE DATE


End