Kanaya Meissa (Ultimate Kagura Dancer) ~Eternal Love~

Kanaya Meissa (Ultimate Kagura Dancer) ~Eternal Love~
CHAPTER 15 - Cooking Contest



Malam hari


Malam pun telah tiba, kami semua berkumpul di meja makan. Aku duduk ditempat yang agak sudut ruangan dan ketika aku hendak duduk disitu, tiba-tiba Nozomi menghalangiku.


"Kalau kamu mau cari gara-gara denganku, besok saja ya.. hari ini aku ingin istirahat..." ucapku dengan tenang.


"Kamu kenapa Meigomi-san?? Apa kamu takut kalau tunanganmu itu aku ambil??" ucap Nozomi dengan senyum.


"Coba saja kalau bisa... Palingan dalam satu detik kemudian kamu akan tertidur.." lanjutku dengan menghela nafasku.


Nozomi menatapku dalam-dalam dan begitu juga dengan mata sayuku. Dan pada akhirnya Nozomi mencari tempat duduk yang lain dan pada saat itu juga, Mononeko muncul ditengah-tengah kami dan berkata.


"Sarapan besok pagi akan dimasak oleh salah satu dari kalian.. nah, siapa yang bersedia melakukannya??" Tanya Mononeko.


Tanpa berpikir panjang, aku pun mengajukan diri.


"Aku saja yang melakukannya Mononeko.. soalnya aku meragukan mereka semua..." ucapku.


"Sombong sekali dirimu Meigomi-san.." ucap Nozomi dengan menyindir.


"Tentu saja, karena diantara kita semua hanya aku yang suka memasak..." Balasku.


Lalu aku membisikkan sesuatu kepada Nozomi.


"Akulah yang akan memasak untuk Danny-kun kelak, Akuma Milku.." ucapku dengan mengancam Nozomi.


Lalu aku menyerahkan sebuah kertas untuk ditulis apa saja sarapan pagi yang akan dimakan esok pagi. Satu persatu mereka menuliskannya, termasuk Nozomi. Namun untuk Nozomi, aku akan membuat sesuatu yang spesial yang tidak akan pernah dia lupakan seumur hidupnya.


Setelah mereka selesai menuliskan apa yang akan dimakan untuk sarapan besok, aku pun membacanya satu persatu. Setelah aku membacanya, aku paham sarapan apa yang akan dimakan esok pagi. Namun yang mengherankan adalah tulisan Nozomi yang bertuliskan "masakan yang dibuat oleh Danny-senpai".


"Masih terlalu cepat 100 tahun untuk melakukan itu Akuma Milku..." Gumamku.


"Awas kamu ya, besok pagi akan aku tunjukkan kalau yang namanya Danny-kun cuma milikku saja..." Lanjut gumamku.


Esok pagi, aku pun bangun lebih dulu dikarenakan aku yang membuat sarapan untuk mereka semua. Aku membuat sarapan tersebut seperti yang mereka pesan tadi malam. Namun, tidak untuk Nozomi karena aku akan memberikannya sebuah pukulan telak. Disaat pengumuman dari Mononeko sudah dimulai, teman-temanku datang ke meja makan yang sudah kuatur agar mereka duduk sesuai dengan kehendakku. Disaat mereka memasuki ruang makan, mereka melihat meja dan kursi tertata rapi.


"Wah, rapi sekali tempat ini?? Seperti di hotel saja..." Kagum Mihoshi.


"Ya dong, kan aku sendiri yang mengaturnya..." ucapku dengan bangga.


"Palingan Mononeko juga yang melakukannya.. mana mungkin Meigomi-san melakukannya sendiri.." ucap Nozomi dengan menyindir.


Aku hanya diam saja tak menanggapi perkataan Nozomi. Dan tak lama kemudian, Mononeko muncul dan berkata.


"Selamat pagi semuanya, silahkan kalian duduk ditempat yang sudah ditentukan oleh Kanaya-san..." ucap Mononeko.


Setelah pengumuman dari Mononeko, kami pun duduk sesuai yang terdapat nama kami. Tempat dudukku, sengaja kutempatkan didepan Nozomi agar aku bisa melihat ekspresi wajah Nozomi ketika dia mengetahui seperti apa wajahnya. Dan tak lama kemudian, muncullah makanan yang telah dipesan oleh mereka tadi malam yang ditutup oleh tudung makanan yang terbuat dari nikel. Dan tak lupa pula kutaruh setiap nama yang mereka pesan ditudung tersebut agar tidak tertukar.


"Baiklah, silahkan dinikmati.." ucap Mononeko.


Kami pun membuka tudung tersebut dan ternyata memang benar sarapan yang mereka pesan sesuai apa yang dibuat olehku.


"Selamat makan.." ucap mereka dan aku.


Nozomi merasa aneh atas apa yang ada di depannya.


"Apa maksudmu ini Meigomi-san??" Tanya Nozomi.


"Bukankah kamu pesan itu tadi malam??" Jawabku dengan santai sambil menyantap sarapanku.


"Seingatku, aku tidak pesan ini deh.." lanjut Nozomi.


"Oya, aku ingat.. pesananmu kan tidak ada di tempat ini.." lanjutku lagi sambil tersenyum.


"Memangnya apa yang kamu pesan Nozomi-san???" Tanya Canis.


Aku pun menyerahkan kertas semalam kepada Canis, lalu Canis pun membacanya. Setelah mengetahui apa yang diinginkan oleh Nozomi, Canis pun menggelengkan kepalanya keheranan dan melihatku kembali lalu mengerti maksudku sekarang.


"Nozomi-san.. kalau aku boleh tahu, mengapa kamu menyukai Danny senpai??" Tanya Canis.


Mendengar pertanyaan itu, Nozomi menjawabnya dengan malu-malu. Aku pun segera menghabiskan sarapanku karena aku penasaran kenapa Nozomi bisa menyukai Danny-kun. Setelah aku mendengar cerita tersebut panjang lebar, akhirnya aku berdiri dan mendatangi Nozomi.


"Ada apa Meigomi-san??" Tanya Nozomi.


Aku langsung menyumpel wortel rebus itu kemulutnya.


"Ummmfffffff.. (hentikan itu Meigomi)" ucap Nozomi.


"Ayo dihabiskan wortel rebusnya, soalnya makananmu ini mengandung banyak vitamin A loh..." ucapku sambil menyumpel wortel tersebut ke mulut Nozomi sambil tersenyum.


"Hentikan itu Meigomi.... Apa maksudmu melakukan itu??" Tepis Nozomi.


"Soalnya wortel rebus itu kan bagus untuk matamu.. biar matamu bisa melihat mana khayalan, mana kenyataan.." ucapku sambil tetap berusaha menyumpel wortel rebus itu ke mulut Nozomi.


Lalu Nozomi meninju perutku dan aku juga balas meninju wajah Nozomi dari depan dan dia pun terjatuh dari kursinya. Aku pun langsung menindih Nozomi dan menjambak rambutnya dan Nozomi pun juga menjambak rambutku. Asap pun mengepul disekitar kami.


"Tolong berhenti Nozomi nee-chan, Kanaya-san.." ucap Mihoshi mendekati kami.


Namun bukannya kami berhenti, malah Mihoshi jadi mental. Beberapa siswi juga melerai kami, tapi malah ikutan mental juga. Belum ada yang mampu untuk melerai kami, hingga akhirnya Mononeko muncul dan memberikan pengumuman.


"Nanti siang kita akan mengadakan kontes memasak untuk kedatangan tamu kita.. dan tamunya adalah......... Danny AR senpai...." ucap Mononeko dengan semangat.


Mendengar nama itu, kami berdua pun berhenti berkelahi.


"Bagaimana kalau kita selesaikan dengan cara ini Meigomi-san??" ucap Nozomi dengan rambut kusut, baju kusut, wajah kena cakar, mata sebelah kanan membiru.


"Baiklah kalau begitu, aku setuju Akuma Milku..." ucapku dengan rambut kusut, kimono sedikit terbuka, mata sebelah kiri membiru.


"Siapa saja yang mau ikut, silahkan datang ke aula jam 9 nanti..." ucap Mononeko.


Pada saat jam 9 tepat, aku pun mendaftar untuk mengikuti kontes tersebut, termasuk juga Nozomi. Kami saling bertatapan dan juga muncul sebuah aliran listrik dari tatapan kami sehingga membuat teman-teman kami juga ikut merasakan ketegangan kami.


"Aku pikir, kamu akan mundur duluan Akuma Milku... Soalnya kamu kan tidak bisa memasak..." ucapku dengan menyindir.


"Tenang saja Meigomi-san.. walaupun aku tidak bisa memasak, aku punya senjata rahasia.. aku yakin kamu pasti akan terkejut..." ucap Nozomi dengan menyindir pula.


"Etto, aku juga ikutan.. ayo kita berjuang bersama-sama..." ucap Ramaru sambil tersenyum.


Aku dan Nozomi menoleh ke arahnya, lalu aku mendekati ke arahnya untuk mencengkram rahang Ramaru dengan kuat.


"Kamu mau ikut juga?? Apa kamu mau ikut terkubur juga sama sepertinya??" ucapku sambil menunjuk ke arah Nozomi.


"Hei, sombong sekali kamu Meigomi-san.. soalnya kamu cocok tuh gabung sama cacing tanah..." ucap Nozomi dengan mengejek.


Aku dan Nozomi pun kembali berkelahi dengan munculnya asap disekeliling kami. Aku melancarkan hook kiri dan hook kanan ke wajah Nozomi, dan Nozomi pun melancarkan uppercut ke perutku lalu uppercut lagi ke daguku. Tak lama kemudian, Mononeko melerai kami dengan mencakar wajah kami.


"Daripada kalian bertengkar, lebih baik kalian bersiap-siap untuk menyiapkan bahan masakan.." ucap Mononeko dengan marah-marah.


Kami berdua pun segera merapikan diri kami dan pergi ke dapur untuk menyiapkan bahan-bahan yang akan dipakai nanti.


"Apa yang akan kubuat untuk Danny-kun nanti ya?? Pokoknya harus lebih enak dari si Akuma Milku itu.." gumamku.


"Hmmm.. apa yang akan kubuat ya untuk Danny senpai??" Gumam Nozomi.


Aku menoleh ke belakangku dan terlihat Nozomi sedang berpikir tentang masakan apa yang akan dibuat.


"Ada apa Meigomi-san?? Mau tahu senjata rahasiaku??" ucap Nozomi sambil tersenyum.


"Tidak kok Akuma Milku.. aku punya senjata rahasia sendiri kok.." ucapku sambil tersenyum juga.


"Meigomi..." ucapnya dengan menyindirku.


"Akuma Milku.." balasku.


"Cacingan.." sindirnya lagi.


"Gendut.." balasku lagi.


"Bucin.." sindirnya lagi.


"Bitchi..." balasku lagi.


"Gak tahu malu..." sindirnya lagi.


"Gak tahu diri..." balasku lagi.


Begitu terus hingga pukul 11.


Mononeko muncul ke dapur untuk melihat aku, Nozomi, dan Ramaru memasak. Namun karena kami tidak diperbolehkan memasak hal yang sama, kami pun dipisahkan oleh sekat agar tidak ada yang meniru.


"Nah, begitu kan bagus... Sering-sering saja seperti ini agar lingkungan kita aman..." ucap Mononeko dengan lega.


"Oya Mononeko, berapa lama lagi Danny-kun sampai??" Tanyaku.


"Mungkin sebentar lagi... Karena sulitnya tempat ini ditemukan.." jawab Mononeko.


"Kenapa tempat ini dibangun ditempat yang sulit begini sih.. bahkan tempatnya seperti pulau pribadi.." keluh Nozomi.


"Hei.. jangan mengeluh yang sudah terjadi... Karena pemilik tempat ini memberikan harga cuma-cuma kepada kita.." kesal Mononeko.


"Aku sudah tak sabar menunggu Danny-kun datang.." ucapku sambil tersenyum.


"Kalau begitu, aku duluan ya.. karena aku ingin melihat apakah Danny-san sudah sampai kesini.." ucap Mononeko.


Mononeko pun pergi.


"Masakanku pasti lebih enak dari kalian berdua..." ucap Nozomi dengan bangga.


"Belum juga dimulai sudah sombong rupanya.. nanti kamu akhirnya menyesal kalau kamu mengatakannya seperti itu..." Balasku.


"Yup, Danny senpai saja belum mencobanya... Kita tidak akan pernah tahu masakan siapa saja yang enak.." lanjut Ramaru.


Aku pun mengangguk setuju.


Kami bertiga pun terus saja memasak ditambah mempertahankan diri agar tidak ada yang menyontek satu sama lain. Namun lebih sering Nozomi melihat masakanku dan aku pun menyikut pipinya agar dirinya tidak mencontoh masakanku.


Tiba saatnya makan siang


"Ayo beri jalan... Beri jalan..." ucap Mononeko.


"Tempat ini luas juga untuk tempat terpencil.." ucap seorang lelaki.


"Yah, beginilah tempatnya, tapi tetap bagus untuk resort di pulau terpencil.." ucap Mononeko merendah.


"Tak apa kok, lagipula memang bagus tempatnya... Cocok untuk liburan setelah pekerjaan yang padat..." ucap lelaki itu sambil tersenyum.


"Apa kamu lapar Danny-san?? Kami mempersiapkan makan siang untukmu..." Ajak Mononeko.


"Sepertinya begitu, menu makanan siang ini apa Mononeko-san??" ucap Danny-kun melepaskan kacamata kerjanya.


"Wah, aku tidak tahu kalau kamu tampan begini ketika melepaskan kacamatamu Danny-san?? Pantas saja Kanaya-san tergila-gila padamu.." kagum Mononeko.


"Biasa saja kok... Mungkin aku sedang dalam masa pubertas..." ucap Danny-kun.


Di Aula


"Silahkan duduk disini Danny-san.. aku sudah menyiapkan tempat ini untukmu..." ucap Mononeko.


"Terima kasih... Aku penasaran seperti apa menu makan siang hari ini..." ucap Danny-kun lalu dia duduk.


"Makan siang ini disiapkan oleh 3 muridku, dan salah satunya pasti sudah kamu kenal..." ucap Mononeko.


"Begitu ya... Aku sudah tidak sabar..." ucap Danny-kun.


Aku, Nozomi dan Ramaru penasaran apakah tamu tersebut sudah datang atau belum. Dan setelah aku melihat ternyata Danny-kun sudah tiba di aula, Nozomi mengambil kesempatan dalam kesempitan dan dengan refleks aku melakukan German Suplex kepada Nozomi dan Nozomi juga memberikan perlawanan dengan melakukan Camel Clutch padaku. Sedangkan Ramaru melihat Danny-kun dengan seksama karena dirinya adalah fans dari Danny-kun.


"Ehem..ehem.. baiklah, murid-muridku yang ikut kontes memasak siang ini, silahkan menunjukkan masakannya Ramaru-san..." ucap Mononeko dengan semangat.


Pertama kali, munculah Ramaru dengan masakan Omurice plus jus strawberry yang menggugah selera.


"Kelihatannya enak.. apa kamu sendiri yang membuatnya, Ramaru-san??" Tanya Danny-kun.


"Yup, aku membuatnya dengan resep masakanku sendiri... Dan sedikit rasa pedas.." jawab Ramaru.


Danny-kun memakannya dengan sesuap demi sesuap.


"Sedikit pedas, namun tetap enak.." ucap Danny-kun sambil tersenyum.


Dan Danny-kun juga meminum jus strawberry tersebut dan terasa hilang pedasnya dimulut.


"Baiklah, peserta selanjutnya, Kanaya-san... Silahkan...." ucap Mononeko.


Aku pun menarik dan menghembuskan nafasku agar tidak gugup. Dan aku maju dengan mantap memasuki aula dengan masakan buatanku, aku letakkan di meja Danny-kun lalu aku membukanya dan isinya adalah Nikujaga + air putih. Danny-kun pun tersenyum melihat masakanku ini dan juga tersenyum ke arahku yang membuat aku tersipu.


"Aku seperti dirumah ya... Walaupun aku pergi jauh untuk waktu yang lumayan lama, tetap saja masakan ini tak pernah berubah.." ucap Danny-kun sambil tersenyum.


Danny-kun pun memakan masakanku sesuap demi sesuap hingga akhirnya habis makanan dan minuman yang dihidangkan.


"Baiklah, sekarang peserta terakhir, Nozomi-san... Silahkan..." ucap Mononeko.


Nozomi datang dengan masakan yang disiapkannya. Masakannya adalah sosis panggang yang dioleskan mentega dan madu, namun tanpa minuman.


"Masakannya simple dan terasa wangi mentega dan madunya merata.. baiklah, aku akan mencobanya.." ucap Danny-kun.


"Tunggu sebentar Danny senpai... Ada tambahan biar masakanku ini jadi istimewa..." ucap Nozomi.


"Apa itu???" Tanya Danny-kun.


Nozomi pun mengambil garpu yang terletak dimeja, lalu meletakkan potongan sosis itu dimulutnya dan memberikan sosis itu ke Danny-kun lewat mulutnya seperti Pocky Game hanya saja memakai sosis. Sontak, aku langsung kaget dan melemparkan sebuah pisau makan yang menyebabkan sosis yang digigit Nozomi tersebut langsung terpotong dan hampir mengenai bibir Nozomi.


"Canis-san, tali.." ucapku dengan tatapan dingin ke arah Nozomi.


"Ou.. ini Kanaya-san.." ucap Canis lalu memberikan tali tersebut dengan gugup.


Aku pun mengambil ancang-ancang dan memutar tali tersebut seperti **** lalu aku melemparkan tali tersebut ke arah Nozomi dan Nozomi pun terikat. Kemudian aku menariknya keluar aula.


"Nozomi-san, ada yang ingin aku omongin ke kamu.. sini, ikut aku.." ucapku sambil menarik tali dengan tersenyum.


"Tolong aku Danny senpai.... Aku ditarik iblis benerannn....." Teriak Nozomi sambil meronta.


Pintu aula yang tadinya terbuka, menjadi tertutup secara perlahan-lahan seakan ada aura horor yang menyelimutinya.


Halaman Depan


Aku menarik Nozomi sampai ke halaman depan dan aku menggantungnya dipohon yang ada disitu.


"Apa maksudmu tadi Akuma Milku??" tanyaku sambil menatap Nozomi dengan dingin.


"Lepaskan aku Meigomi..." teriak Nozomi sambil meronta.


Karena Nozomi tidak menjawabnya, aku pun menamparnya.


"Apa maksudmu tadi Akuma Milku??" tanyaku kembali sambil menatapnya dengan dingin.


"Bagaimana aku menjelaskan padamu kalau aku terikat begini.." jawab Nozomi sambil meronta lagi.


Karena Nozomi tidak menjawabnya, aku pun kembali menamparnya dipipinya yang sebelah lagi.


"Danny senpai wajahnya tampan ya... Coba kalau aku bisa jadi pacarnya..." ucap Nozomi sambil tersenyum.


Aku pun langsung menguppercut dagunya dan Nozomi pun pingsan.


"Begitu ya... Apa lebih baik kamu kumusnahkan saja???" ucapku sambil tersenyum dingin.


Aula


Teman-temanku melihatku dari balik jendela dan mereka ketakutan, termasuk para siswinya.


"Baiklah Danny-san, masakan siapa yang paling enak??" Tanya Mononeko.


Danny-kun berpikir sebentar, lalu Danny-kun tersenyum karena sudah tahu masakan siapa yang paling enak menurutnya.


"Menurutku, masakan yang paling enak adalah masakan Ramaru-san.." jawab Danny-kun.


"Baiklah, sudah ditetapkan... Pemenangnya adalah... Ramaru-san dengan masakannya Omurice + jus strawberry..." ucap Mononeko sambil mengibaskan ekornya.


Semua orang di aula tersebut bertepuk tangan dan mereka memberikan ucapan selamat kepada Ramaru.


Chapter 15 - Cooking Contest


End