Kanaya Meissa (Ultimate Kagura Dancer) ~Eternal Love~

Kanaya Meissa (Ultimate Kagura Dancer) ~Eternal Love~
CHAPTER 62 - WAR IN THE POOL



Di suatu kolam renang yang bernama Aquatic Palace, aku, Danny-kun, dan 4 gadis hama lainnya sedang bermain air dengan pakaian renang.


"Danny-kun... Ajarkan aku berenang..." ucapku.


"Okey..." ucap Danny-kun.


Danny-kun pun mengajariku berenang. Tiba-tiba saja, Hinada memeluk Danny-kun dari belakang sehingga dadanya menyentuh punggung Danny-kun.


"Hinada-san... Aku sedang mengajari Mei berenang..." ucap Danny-kun.


"Jadi si kucing bau tidak bisa berenang..." ucap Hinada dengan mengejekku.


"Ayo Da-kun, kita bermain di sebelah sana saja..." lanjut Hinada sambil menarik tangan Danny-kun.


"Hei... Lepaskan tangan kotormu dari Danny-kun..." ucapku dengan nada mengancam.


Aku menatap Hinada dengan tajam begitu juga dengan Hinada.


"Danny onii-chan... Ajari aku berenang..." ucap Mimi.


"Hei... Aku duluan yang ingin diajari oleh Danny-kun..." ucapku dengan nada kesal.


"Sudahlah... Bukankah lebih baik bergantian saja??" ucap Hatsuki.


"Kalau begitu, sekarang giliranku..." ucap Nozomi.


Nozomi merangkul tangan Danny-kun yang satunya lagi sehingga membuatku kesal.


"Hei, Akuma Milku... Apa yang kamu lakukan, huh??!!" ucapku dengan nada jengkel.


"Kata Hatsuki-san, kita harus bergantian... Makanya sekarang giliranku..." ucap Nozomi sambil tersenyum.


Kami berempat saling tarik-menarik tangan Danny-kun sehingga membuat Danny-kun kerepotan. Lalu Danny-kun tersenyum namun dengan aura yang menyeramkan sehingga membuat kami berempat ketakutan.


"Apakah sudah selesai???" tanya Danny-kun sambil tersenyum seram.


Kami berempat mengangguk ketakutan.


"Kelihatannya ini kesempatanku..." gumam Hatsuki.


"Danny-san... Disini ada kok wahana permainan yang menyenangkan..." ucap Hatsuki.


"Dimana itu??" tanya Danny-kun dengan wajah yang kembali seperti semula.


"Sini ikut aku..." jawab Hatsuki sambil tersenyum.


Hatsuki menarik tangan Danny-kun lalu mereka pergi ke suatu wahana permainan di kolam renang ini. Kami berempat hanya bisa terdiam sambil bergumam dengan jengkel kepada Hatsuki yang ingin berduaan dengan Danny-kun.


"Awas kamu ya, ayam rabun... Aku akan membalasmu..." gumamku dengan jengkel.


Mungkin ketiga gadis ini menggumamkan hal yang sama denganku. Di sebuah wahana, Hatsuki membawa Danny-kun ke tempat seluncuran untuk pasangan. Melihat Danny-kun dibawa ke sana, aku pun tidak tinggal diam karena tempat itu adalah salah satu rencanaku ketika aku akan berkencan dengan Danny-kun suatu hari nanti. Aku mengikuti mereka dan untungnya mereka juga tidak sadar. Mereka naik ke atas untuk meluncur, namun entah mengapa Hatsuki tiba-tiba ingin buang air sehingga ini adalah kesempatanku untuk bersama Danny-kun. Aku menghampiri Danny-kun yang sedang menunggu gilirannya.


"Danny-kun, maaf ya tadi aku bersikap kekanak-kanakan..." ucapku dengan nada manis.


"Tidak apa-apa kok... Lain kali jangan dilakukan lagi ya..." ucap Danny-kun sambil tersenyum.


"Danny-kun sedang ngapain disini???" tanyaku penasaran walau sebenarnya aku sudah tahu.


"Aku diajak Hatsuki-san untuk meluncur bersamanya..." jawab Danny-kun.


Aku melirik kesana kemari agar Hatsuki dan 3 gadis hama tidak melihatku sedang bersama Danny-kun.


"Lalu, dimana Hatsuki-san???" tanyaku lagi.


"Dia sedang berada di kamar mandi untuk buang air..." jawab Danny-kun.


"Ini kesempatanku..." gumamku.


"Bagaimana kalau kita duluan saja??" tanyaku sambil tersenyum.


"Bagaimana dengan Hatsuki-san???" tanya Danny-kun lagi.


"Nanti dia akan menyusul..." jawabku sambil tersenyum.


"Baiklah..." ucap Danny-kun.


"Untuk yang laki-laki duduk disini, sedangkan yang perempuan, duduk di sini..." ucap petugas yang berjaga.


Aku duduk di depan Danny-kun, lalu Danny-kun memelukku sehingga membuatku senangnya setengah mati.


"Kalau begitu, selamat jalan..." ucap petugas sambil meluncurkan kami berdua.


Di seluncuran yang berkelok-kelok, dan cipratan air yang berada di seluncuran membasahi wajahku, namun membuat hatiku senang dan akhirnya kami masuk ke kolam renang.


"Menyenangkan sekali..." ucapku senang.


"Yup.." balas Danny-kun sambil tersenyum.


"Ayo kita coba lagi..." ajakku.


Danny-kun mengangguk setuju.


Danny-kun dan aku pun naik seluncuran sekali lagi, dan aku juga merasa senang. Kedua kali pun juga sama, namun pada saat yang ketiga kalinya, aku dihentikan oleh 3 gadis hama yang menatapku sinis.


"Kenapa??? Kalian iri??" tanyaku dengan mengejek.


Mereka bertiga juga hanya menatapku sinis.


"Aku duluan ya... Aku mau bersenang-senang dengan Danny-kun..." ucapku sambil tersenyum.


Mereka bertiga memegang tanganku.


"Sekarang giliran kami..." ucap mereka bertiga serentak.


"Giliran kalian??? Kapan-kapan saja ya..." ucapku sambil tersenyum mengejek.


Mereka bertiga menarikku ke pinggir kolam, dan menahanku disana. Mereka berduaan dengan Danny-kun secara bergantian, dimulai dari Hinada, lalu Nozomi, dan yang terakhir Mimi. Mereka membekap mulutku dengan tangan mereka ketika salah satu dari mereka berduaan dengan Danny-kun. Setelah mereka bertiga selesai bersenang-senang, akhirnya mereka melepaskanku.


"Senang sekali rasanya aku bisa berduaan dengan Da-kun..." ucap Hinada dengan senang.


"Aku juga sama..." ucap Nozomi.


"Aku juga..." ucap Mimi.


"Beraninya kalian...." ucapku dengan geram.


Aku pun mulai menjambak rambut Hinada, dan Hinada pun membalasnya. Begitu juga dengan Nozomi dan Mimi yang juga ikutan berkelahi denganku. Dengan kata lain, 1 lawan 3 yang membuatku dikeroyok. Namun entah mengapa, tiba-tiba saja sikut Hinada mengenai Nozomi dan Nozomi pun membalasnya. Sikut Nozomi pun juga mengenai Mimi, dan akhirnya menjadi sebuah battle royal. Kami berkelahi di kolam khusus untuk anak-anak. Dan kami pun berkelahi dengan sengit.


Kami berkelahi hingga wajah kami penuh lebam. Selama setengah jam kami berkelahi, Nozomi tergeletak pingsan, Mimi tergeletak dengan nafas yang tidak teratur, hanya aku dan Hinada yang masih berdiri. Saat Hinada hendak meninjuku, aku langsung menghindarinya dan aku langsung melancarkan uppercut ke dagunya sehingga membuat Hinada pingsan berdiri. Lalu aku melancarkan hook ke pipinya Hinada dan akhirnya Hinada pun jatuh pingsan. Aku melakukan pose kemenangan dengan wajah yang babak belur. Lalu tanpa terasa, ada yang menyerangku dari belakang sehingga aku pun terjatuh dan pingsan.


Setelah satu jam, aku tersadar dan Danny-kun berada di sebelahku.


"Apa kamu sudah sadar, Mei???" tanya Danny-kun khawatir.


Aku mengangguk sambil tersenyum senang.


"Aku sudah mengupas apel untukmu... Kata penjaga kolam renang, kamu dehidrasi..." ucap Danny-kun sambil tersenyum.


Danny-kun memberikan apel yang sudah dikupas padaku. Aku pun merasa senang menerimanya. Aku memakannya dengan perlahan agar aku bisa merasakan cinta yang diberikan oleh Danny-kun.


"Setelah kamu merasa baikan, kita mulai ya hukumannya..." ucap Danny-kun sambil tersenyum seram.


Aku menyemburkan apel yang sudah kumakan sehingga aku menjadi batuk.


"Kamu tidak apa-apa kan, Kanaya-san??" tanya Danny-kun sambil tersenyum.


Aku terkejut mendengarnya, karena kalau yang nama sayangku yang dipanggil, berarti Danny-kun sudah memaafkanku. Namun kalau nama keluargaku yang ia katakan, berarti bencana akan segera tiba.


"Aku ingin beristirahat dulu..." ucapku sambil tersenyum ketakutan ke arah Danny-kun.


"Okey... Aku tunggu..." ucap Danny-kun sambil tersenyum pula.


Akhirnya aku menarik selimutku dan memalingkan wajahku ke arah lain serta berharap agar kemarahan Danny-kun mereda.


CHAPTER 62 - WAR IN THE POOL


End