Kanaya Meissa (Ultimate Kagura Dancer) ~Eternal Love~

Kanaya Meissa (Ultimate Kagura Dancer) ~Eternal Love~
CHAPTER 59 - RIVAL CHAOS



"Apa yang kamu lakukan disini, gendut!!" ucapku dengan kesal.


"Siapa yang kamu panggil gendut, pendek!!"


Aku dan Charlotte mendekatkan kening kami sambil memasang wajah geram.


"Ada apa ini???" tanya Danny-kun yang baru keluar dari kamarnya.


"Danny-kun, mengapa gadis gendut ini bisa masuk??" tanyaku dengan kesal ke Danny-kun.


"Dia menginap di tempatku ketika berada di kota ini..." jawab Danny-kun.


Aku terkejut, lalu aku berdiri dan memeriksa sekeliling tubuh Danny-kun dengan menyentuhnya.


"Apa yang kamu lakukan, Mei???" tanya Danny-kun.


"Aku sedang menetralisir bau dari gadis gendut ini..." jawabku sambil menunjuk ke arah Charlotte.


"Hentikan itu, Mei..." ucap Danny-kun.


Aku pun berhenti melakukannya.


"Ngomong-ngomong Danny-kun, mengapa dia ada disini??" tanyaku sambil tersenyum.


"Charlotte-san menumpang di sebelah pintu... Karena kamar sebelah tidak ada penyewanya..." jawab Danny-kun.


"Kalau begitu, aku akan berada disini seharian..." ucapku sambil tersenyum.


"Bukankah akan ada pencuri?? Soalnya belakangan ini terjadi pencurian..." tanya Danny-kun.


"Jangan khawatir, bukankah Danny-kun tahu kalau belum pernah ada pencuri yang datang kerumahku..." jawabku.


"Aku hanya ingin mengingatkan saja..." ucap Danny-kun.


"Tapi kalau ada pencuri, paling ada 4 orang saja... Dan kemungkinan besar, pencurinya bertambah 1 lagi..." ucapku sambil berpikir.


"Wah, gawat itu... Apakah pencurinya bersenjata tajam??" tanya Danny-kun dengan khawatir.


"Tidak... Mereka hanya menggangguku saja..." jawabku sambil tersenyum.


"Kalau boleh tahu, siapa saja orang yang mau mencuri rumahmu???" tanya Danny-kun.


"Rubah betina, brocon, akuma milku, dan ayam rabun..." jawabku sambil tersenyum.


"Bukankah mereka itu bukan pencuri??" tanya Danny-kun lagi.


"Bagiku, mereka itu pencuri... Mereka hendak mencurimu dariku bahkan sampai hari ini..." jawabku sambil tersenyum.


"Namun, bukankah itu terlalu keterlaluan, Mei??" ucap Danny-kun.


Aku pun langsung memeluk Danny-kun dan Danny-kun mengusap kepalaku sehingga membuatku tenang.


"Ehem... Aku ada disini loh..." ucap Charlotte.


"Oya, maaf Charlotte-san..." ucap Danny-kun.


Aku tidak bergeming sedikitpun.


"Mei... Aku ingin membuat makan siang untuk kita bertiga..." ucap Danny-kun sambil tersenyum.


"Aku sudah membuat makan siang kok..." ucapku yang masih memeluk Danny-kun.


"Kamu buat apa, Mei???" tanya Danny-kun.


"Salisbury Steak..." jawabku sambil tersenyum.


"Kelihatannya enak..." ucap Danny-kun sambil tersenyum.


"Tapi darimana kamu tahu kalau aku ingin memakan itu???" tanya Danny-kun penasaran.


"Insting seorang istri..." jawabku sambil tersenyum manis.


Danny-kun hanya tersenyum saja mendengar jawabanku.


Lalu tiba-tiba ada yang mengetuk pintu. Danny-kun lalu ke pintu untuk membukanya, lalu dilihatnya Hinada, Hatsuki, Nozomi, dan Mimi sudah berada didepan pintu. Danny-kun mempersilahkan masuk dan menuju ke ruang tamu. Melihat mereka berempat, aku memasang wajah yang tidak senang.


"Mengapa hari ini tidak berpihak padaku sih... mereka berempat pasti akan mengacau lagi..." gumamku dengan kesal.


"Da-kun... Apa kamu sudah makan siang???" tanya Hinada.


"Kami bertiga baru saja hendak memakan masakan buatan Mei yang dibuat hari ini..." jawab Danny-kun.


"Memangnya, apa yang dibuat kucing bau ini???" tanya Hinada penasaran sambil mengejekku.


"Salisbury steak..." jawab Danny-kun.


"Kebetulan sekali... Aku juga membuat Salisbury steak hari ini..." jawab Hinada sambil tersenyum.


"Namun sayangnya, daging sapi yang dipakai untuk membuat Salisbury steak ini adalah daging sapi A5..." ucap Hinada sambil tersenyum bangga.


"Tapi Hinada-san, bukankah itu daging yang mahal???" tanya Danny-kun terkejut.


"Tenang saja, bagi orang kaya sepertiku, harga daging sapi ini hanya uang jajanku sehari-hari..." jawab Hinada sambil tersenyum.


"Aku membuat karaage, Danny-san... Mudah-mudahan kamu menyukainya.." ucap Hatsuki sambil tersenyum.


"Kalau aku membuat sandwich..." ucap Nozomi.


"Kalau aku, membuat salad..." ucap Mimi.


Kami berlima mengeluarkan bekal kami untuk dinikmati bersama.


"Ini Da-kun... Ahhhhhhnnnn..." ucap Hinada sambil mencoba menyuapi Danny-kun.


"Hei.... Hentikan itu...." ucapku, Hatsuki, Nozomi, dan Mimi serentak sambil menahan Hinada.


"Hei... Lepaskan..." ucap Hinada sambil meronta.


Lalu kesempatan itu diambil oleh Charlotte untuk duduk di sebelah Danny-kun. Melihat itu, aku mendorongnya agar menjauh dari Danny-kun karena itu adalah tempatku duduk. Aku duduk disebelah Danny-kun dan ingin menyuapinya.


"Danny-kun... Aahhhhnnn..." ucapku sambil menyuapi Salisbury steak buatanku.


Danny-kun memakannya dan mengunyahnya.


"Bagaimana Danny-kun??? Apakah enak??" tanyaku penasaran dengan mata yang berkaca-kaca.


"Enak kok... Hanya saja sedikit tebal untuk aku kunyah..." jawab Danny-kun sambil tersenyum.


Mendengar itu, aku pun menjadi sedih karena masakanku kurang sempurna di mulut Danny-kun.


"Pffftttt..." ucap Hinada menahan tawa.


Mendengar hal itu, aku menatapnya dengan benci dan marah.


"Kalau begitu, aku juga akan mencoba masakan dari Hinada-san..." ucap Danny-kun.


"Silahkan, Da-kun..." ucap Hinada sambil tersenyum sambil menyerahkan bekalnya.


Danny-kun lalu memakannya.


"Bagaimana rasanya Da-kun??" tanya Hinada penasaran.


"Enak... Walaupun garamnya mungkin kebanyakan untukku..." jawab Danny-kun sambil tersenyum.


"Pffftttt...." ucapku sambil menahan tawa atas balasan darinya.


Danny-kun juga mencoba makanan yang dibawa oleh Hatsuki, Nozomi, dan Mimi. Namun komentar dari Danny-kun juga ada yang bagus dan ada pula yang kurang. Namun hal yang aku pelajari tentang lidah Danny-kun hari ini adalah, sebagai "istrinya", aku tidak boleh menyerah sampai Danny-kun mengatakan kalau masakanku cocok dengan lidahnya.


"Kalau begitu, aku akan membuat sesuatu untuk kalian berenam..." ucap Danny-kun.


"Bukankah kamu sudah makan makanan kami, Danny onii-chan??" tanya Mimi.


"Tapi kan kalian belum makan..." jawab Danny-kun sambil tersenyum.


"Aku tidak enak kalau kalian saja yang membuatkanku makanan, sedangkan aku tidak melakukan hal yang sama..." lanjut Danny-kun.


"Makanan apa yang akan kamu buat, Danny-san???" tanya Hatsuki.


"Makanan yang aku sukai..." jawab Danny-kun.


"Apa itu, Da-kun???" tanya Hinada.


"Tentu saja nasi goreng kari..." jawabku.


Mereka berlima melirik ke arahku, kemudian aku menyadarinya bahwa aku keceplosan mengatakan makanan yang disukai oleh Danny-kun. Dan aku segera menutup mulutku dengan kedua tanganku dan melihat mereka berempat membuka smartphone mereka mencatat makanan kesukaan Danny-kun.


"Aku dan mulut besarku..." gumamku sambil menutup mulutku.


Danny-kun lalu memasak makanan kesukaannya untuk diberikan kepada kami berenam. Setelah selesai, kami pun memakannya dengan lahap dan senang. Sorenya, kami berlima pamit pulang ke rumah masing-masing.


Epilog


Ketika aku berjalan pulang di tengah jalan, tiba-tiba mereka berempat mengelilingiku.


"Ada perlu apa lagi sih..." ucapku dengan sedikit kesal.


"Beritahu aku apalagi makanan yang disukai oleh Da-kun..." ucap Hinada.


"Untuk apa aku memberitahu kalian..." ucapku dengan cuek.


"Kalau kamu tidak mau memberitahu, kami akan melakukannya secara paksa..." ucap Nozomi dengan mengancam.


"Hooo... Jadi kalian mengancamku... Okey... Sini maju.... Aku tidak takut..." ucapku dengan nada menantang sambil berpose seperti petinju.


Mereka berempat menyerangku.


BAM!!!


BUM!!!


POW!!!


BAM!!!


Mereka berempat terkapar di tanah dengan menimpa satu sama lain dengan posisi telentang.


"Kalian pikir, aku akan memberitahukan itu..." ucapku.


"TIDAK AKAN PERNAH!!!" lanjutku dengan suara lantang.


Aku pun meninggalkan mereka berempat dan pulang ke rumahku.


CHAPTER 59 - RIVAL CHAOS


end