Kanaya Meissa (Ultimate Kagura Dancer) ~Eternal Love~

Kanaya Meissa (Ultimate Kagura Dancer) ~Eternal Love~
CHAPTER 27 - DANNY-KUN BIRTHDAY



Seminggu setelah Danny-kun sembuh dari sakitnya, tibalah saatnya Danny-kun berulang tahun. Kali ini, yang menghadiri ulang tahun Danny-kun hanya kami berempat. Namun yang bisa hadir hanyalah aku sendiri, selebihnya aku sudah membuat mereka tidak bisa datang ke acara ulang tahun Danny-kun.


Karena aku sudah mengatakan kalau ulang tahun Danny-kun adalah esok hari. Sedangkan mereka tidak tahu kalau ulang tahun Danny-kun adalah hari ini. Ini adalah strategi perangku untuk tidak membiarkan mereka menghabiskan hari ini bersama kami berdua. Sekarang kami berada di sebuah taman bermain daerah dekat rumahku. Dan tempat ini tidak berubah sedikitpun walau taman bermain ini sudah berusia 40 tahun. Wahananya pun, ada yang masih tetap sama dan ada juga beberapa tambahan wahana yang belum pernah kami sempat mainkan sewaktu kami kecil. Dulu aku suka sekali bermain komidi putar, melihat pertunjukan lumba-lumba, namun aku belum pernah bermain wahana roller coaster dikarenakan aku takut ketinggian. Namun tidak untuk ferris wheel, karena aku bisa melihat setiap wahana yang pernah aku mainkan.


Bahkan aku pernah duduk disebelah Danny-kun waktu di ferris wheel dan kami memainkan balon yang ibuku beli sewaktu ibuku masih hidup.


Saat ini, aku dan Danny-kun sedang berjalan menuju ke sana. Beruntung kami berdua mendapatkan tiket masuk lebih murah dikarenakan orang tuaku sering membuka stand manisan saat aku masih kecil. Dan karena hari ini musim gugur, harga tiketnya lebih murah daripada saat musim semi dan musim panas.


"Danny-kun, kamu masih ingat tidak saat kita kecil dulu kita sering ke taman ini sama ibuku???" tanyaku untuk membuka pembicaraan.


"Tentu saja aku masih ingat.." jawab Danny-kun.


"Dan kita pernah makan es krim dibagi dua..." lanjutku.


"Tapi bukankah saat itu kamu tidak ingin memakannya???" tanya Danny-kun.


"Aku tidak memakannya karena aku pikir kamu tidak suka es krim..." jawabku.


"Karena aku belum pernah melihat es krim, karena aku pikir, es krim itu seperti jelly yang berisi susu..." lanjut Danny-kun lagi.


"Kalau itu, namanya puding..." ucapku sambil tersenyum.


Kami berdua mengobrol santai sambil menikmati perjalanan kami. Dan tidak lama kemudian, kami berdua sampai di tempat itu. Kami membeli tiket dan kami pun masuk ke taman bermain itu. Disana kami bermain komidi putar, cangkir yang berputar, masuk ke rumah hantu, pertunjukan lumba-lumba, dan rumah cermin.


Setelah menikmati wahana diatas, kami pun beristirahat di sebuah taman dekat pohon dan duduk di atas karpet yang kami bawa dari rumah. Kami menyantap makan siang yang tentu saja disiapkan olehku karena Danny-kun hari ini ulang tahun.


"Bagaimana Danny-kun?? Apakah makanannya enak??" tanyaku penasaran.


"Enak kok..." jawab Danny-kun sambil tersenyum.


"Untunglah.." gumamku.


"Oya, mengapa hanya kita saja yang merayakan ulang tahunku??? Bukankah Hatsuki-san, Hinada-san, dan Nozomi-san akan datang??" tanya Danny-kun lagi.


"Guh..." ucapku terkejut.


"Me.. mereka tidak bisa datang karena mereka ada urusan lain..." jawabku dengan gugup.


"Begitu ya..." ucap Danny-kun.


"Untung saja, Danny-kun tidak tahu kalau aku berbohong pada mereka..." gumamku.


Setelah selesai makan siang, aku segera menuangkan teh ke gelas dan aku berikan kepada Danny-kun.


"Terima kasih, Mei..." ucap Danny-kun sambil meminum tehnya perlahan.


Aku juga menuangkan teh ke gelasku dan aku juga meminumnya dengan perlahan. Setelah selesai makan siang, kami berjalan keliling taman bermain ini hingga sore hari. Kami bersenang-senang hingga lupa waktu.


Namun tiba-tiba, datang seorang pria mendekati kami dan dirinya adalah seorang manajer ditempat ini.


"Apakah kamu Kanaya-san???" tanya pria itu.


"Ya, ada apa???" jawabku.


"Berarti kamu ini anaknya Kanaya Yuuko..." ucap manajer itu.


"Darimana bapak tahu nama ibuku???" tanyaku lagi.


"Apakah kamu masih ingat padaku???" ucap manajer itu.


"Apakah kamu itu paman manajer-san???" jawabku.


"Sudah lama tidak berjumpa, Kanaya-chan..." ucap manajer itu sambil tersenyum.


"Apakah dia pacarmu, Kanaya-chan??" tanya manajer itu.


"Bukan... Dia tunanganku..." jawabku sambil tersipu malu.


"Apakah kamu ini Danny-chan???" tanya manajer itu.


"Bagaimana kabarmu, paman manajer-san???" tanya Danny-kun dengan tersenyum.


"Begitu ya... Sepertinya keinginan kamu jadi kenyataan..." ucap manajer itu dengan senyum.


"Keinginan ku masih belum tercapai, paman manajer-san... Masih banyak wanita yang menginginkan Danny-kun..." ucapku.


"Yang namanya rintangan tentang percintaan memang seperti itu godaannya..." ucap manajer itu sambil tersenyum.


"Benar juga.. kalau begitu, akan kujaga Danny-kun baik-baik..." ucapku sambil tersenyum.


Paman manajer itu tersenyum dan permisi untuk pergi meninggalkan kami.


"Ada apa, Danny-kun??? Mengapa wajahmu memerah???" tanyaku sambil menatap Danny-kun.


"Tidak apa-apa...." jawab Danny-kun sambil melihat ke arah lain.


Kami berdua pun kembali berjalan mengelilingi taman bermain sambil berpegangan tangan. Aku merasa bahagia karena tidak ada yang menggangu kencan kami. Tidak ada Hatsuki, tidak ada Akuma Milku, dan tidak ada rubah betina, hanya ada aku dan Danny-kun.


Tanpa terasa waktu sudah malam sekitar jam 7 malam. Aku berencana untuk naik ke ferris wheel sebagai rencana yang terbaik untuk kencanku dengan Danny-kun. Kami mengantri sambil ngobrol berdua, dan setelah tiba giliran kami masuk maka kami berdua duduk bersebelahan.


"Terima kasih untuk hari ini, Mei... Aku senang hari ulang tahunku sungguh berkesan..." ucap Danny-kun sambil tersenyum.


"Iya... Sama-sama..." jawabku dengan wajah yang memerah karena dipuji oleh Danny-kun.


"Mei, bagaimana sekolahmu??? Apakah ada kendala???" tanya Danny-kun.


"Tidak ada, hanya suasana yang menyenangkan kalau Akuma Milku tidak ada disana..." jawabku.


"Kelihatannya kamu tidak bisa akrab dengan Nozomi-san ya..." lanjut Danny-kun.


"Tidak bisakah Danny-kun berhenti membicarakan gadis lain sementara aku ada disini untukmu..." ucapku dengan kesal sambil menggembungkan pipi.


"Aku tidak ingin ketika aku sudah lulus nanti, kamu tidak bisa akrab dengan teman sekelasmu..." ucap Danny-kun sambil tersenyum.


"Jangan khawatir, aku tetap bisa menjaga diriku dari Akuma Milku..." ucapku sambil tersenyum pula.


"Bukan begitu..." lanjut Danny-kun.


Aku meletakkan telunjukku ke bibir Danny-kun.


"Aku tak ingin membicarakan orang lain selain aku dan kamu..." ucapku dengan suara pelan seperti berbisik.


Danny-kun pun terdiam sebentar lalu tersenyum.


Aku mendekatkan bibirku ke bibir Danny-kun sebelum ferris wheel ini berhenti untuk kami turun. Dan akhirnya kami berciuman ditemani cahaya lampu ferris wheel, taman bermain, dan cahaya bulan.


Chapter 27 - Danny-kun Birthday


End