Kanaya Meissa (Ultimate Kagura Dancer) ~Eternal Love~

Kanaya Meissa (Ultimate Kagura Dancer) ~Eternal Love~
CHAPTER 85 - CULTURE FESTIVAL



Di Kibou Gamine Gakuen, saat ini sedang bersiap-siap untuk melaksanakan sebuah festival yang diadakan setiap 3 tahun sekali. Kelasku mengadakan butler and maid cafe. Bagian siswa pria di kelas kami menjadi seorang butler, sedangkan siswi di kelas kami menjadi seorang maid. Aku senang sekali menjadi seorang maid, dikarenakan aku bisa belajar bagaimana melayani Danny-kun kelak. Kami hari ini sedang mendiskusikan menu apa yang akan kami sajikan. Untuk makanan, ada yang menyarankan omuraisu, kue kering, cake set, nasi kari, puding, dan yakisoba. Dan untuk minuman, ada yang menyarankan teh hitam, teh susu, kopi hitam, kopi susu, dan air.


Aku bingung, mengapa Kibou Gamine Gakuen mengadakan festival kebudayaan selama 3 tahun sekali. Karena aku merasa bahwasanya ada dari kakak kelas yang tidak bisa membuat festival budaya, termasuk Danny-kun. Oleh karena itu, aku akan membuat Danny-kun merasakan kebahagiaan ketika dia datang ke festival kebudayaan.


"Nah, sekarang makanan dan minuman apa yang akan kita buat???" tanya Mihoshi.


"Bagaimana kalau 3 makanan dan minuman saja?" saran Nala.


"Mengapa tidak kita siapkan saja semuanya???" tanya Canis.


"Itu akan membuat kita semua kerepotan, kecuali kita semua yang menjadi butler dan maidnya..." jawab Shirei.


"Jangan... Lebih baik, kita bagi tugas saja..." saranku.


"Sebagian menjadi butler dan maidnya, dan sebagian lagi yang berada di dapur..." ucapku.


"Wah bagus itu, aku setuju..." ucap Yuu.


Mereka semua pun setuju dengan saran yang kuberikan.


"Nah, sekarang siapa yang akan berada di dapur dan yang akan melayani???" tanya Ramaru.


"Bagaimana kalau kita mengundinya?? Bukankah itu jauh lebih baik cepat??" saran Mihoshi.


Dan kami pun menyetujui saran dari Mihoshi. Nozomi lalu mengambil kotak yang sudah diisi oleh kertas yang sudah dipotong bertuliskan tugas antara melayani atau dapur. Dan tentu saja, aku berharap bisa melayani pelanggan serta jika Danny-kun datang, aku tetap siap siaga untuk menyambutnya. Namun, aku malah dapat petugas dapur yang memasak makanan dan membuat minuman. Tapi tak apa, karena aku sudah punya kemampuan yang bisa ku pamerkan kepada teman-teman sekelasku. Disamping itu, aku hanya ingin menikmati festival budaya nanti karena tidak bisa terulang kembali.


Seminggu kemudian


Festival budaya pun dimulai sejak pukul 08.00. Setiap orang dari seluruh penjuru kota, datang ke Kibou Gamine Gakuen untuk mengikuti festival. Dikelas, kami sedang mempersiapkan apa saja yang dibutuhkan. Lalu kami pun dengan percaya diri membuka maid and butler cafe kami. Lumayan banyak yang mengunjungi tempat kami. Pria dan wanita berdatangan silih berganti. Bahkan, Hinada, Hatsuki, dan Mimi pun mengunjungi kafe kami. Walaupun sebenarnya aku tahu apa yang mereka inginkan, tetapi aku tidak bisa melarang mereka untuk datang. Lalu tak lama kemudian, Danny-kun datang ke kafe kami dan dia disambut oleh butler dan maid kami. Danny-kun duduk di dekat jendela, karena ia juga ingin menikmati udara luar yang masih segar. Para gadis hama juga melihat Danny-kun dari arah yang agak berjauhan dikarenakan mereka hanya ingin melakukannya saja. Karena aku bertugas di dapur dan aku tidak ingin Akuma Milku mendekati Danny-kun, akhirnya Ramaru lah yang melayani Danny-kun dikarenakan Ramaru tidak mungkin menggoda Danny-kun.


"Mau pesan apa, tuan??" tanya Ramaru.


"Coba aku lihat..." jawab Danny-kun sambil melihat menunya.


"Kalau begitu, aku pesan yang direkomendasikan oleh kafe ini..." lanjut Danny-kun sambil tersenyum.


"Baiklah kalau begitu, tunggu sebentar ya..." ucap Ramaru.


Lalu ketiga gadis hama itu juga memesan hal yang sama seperti Danny-kun. Lalu, Ramaru dan Takumo segera mendatangi dapur untuk mengatakan pesanan yang dipesan oleh Danny-kun dan ketiga gadis hama itu. Aku dan Canis segera mengolah masakan yang dipesan, dan tak lupa pula membuat minuman yang spesial untuk Danny-kun, sisanya hanya air putih saja. Setelah kami berdua selesai membuat makanan, aku meletakkan di atas nampan untuk Danny-kun dan meletakkan di nampan yang lain untuk ketiga gadis hama itu. Aku membuat omuraisu untuk mereka berempat karena Danny-kun dan ketiga gadis hama itu memesan hal yang sama. Namun yang membedakan adalah, pada bagian telurnya. Karena telur di piring Danny-kun adalah telur yang aku olah dengan penuh rasa cinta dan ada gambar hati, sedangkan untuk ketiga gadis hama adalah telur biasa yang digambar dengan gambar kotoran.


Ramaru mengantarkan pesanan Danny-kun ke mejanya, sedangkan Takumo mengantarkan pesanan ke meja 3 gadis hama itu. Danny-kun lalu memakan makanan yang kubuat sesuap demi sesuap. Dan ia pun merasa bahagia karena makanan tersebut. Setelah selesai menyantap makanan, Danny-kun mulai kembali menulis puisinya. Suasana yang banyak orang kesana-kemari pun tidak mengubah fokusnya Danny-kun dalam menulis puisi.


"Hei, apa maksudnya ini..." keluh Hinada.


"Mengapa rasanya biasa sekali...." lanjut Hinada.


"Rasanya cukup enak kok..." ucap Hatsuki.


"Memang cukup enak kok..." ucap Mimi.


"Tapi entah mengapa ada sesuatu yang kurang..." ucap Hinada.


Hinada bertanya kepada salah satu teman sekelasku untuk memastikan rasa penasarannya. Dan temanku menjawab itu adalah aku sedangkan minuman dibuat oleh Ramaru. Hinada menghela nafasnya untuk menunjukkan bahwasanya dia merendahkan makanan buatanku yang dinilai kurang. Lalu tibalah saatnya bagian kami beristirahat selama 30 menit. Aku merasa senang dikarenakan aku bisa bersama Danny-kun sampai istirahat berakhir. Dan Nozomi pun juga beristirahat dengan duduk bersama ketiga gadis hama itu. Aku duduk didepan Danny-kun melihatnya sedang fokus untuk menulis puisi sambil tersenyum, lalu aku melihat keempat gadis hama itu sedang melihatku duduk bersama Danny-kun dan bergumam,


"Mengapa kalian tidak ke tempat lain saja??" gumamku sambil tersenyum mengejek mereka berempat.


"Atau kalian berempat pergi saja dari dunia ini??" gumamku lagi sama tersenyum.


Tak lama kemudian, Danny-kun selesai menulis puisi lalu ia terkejut melihatku sudah ada didepannya.


"Bukankah kamu masih sibuk, Mei??" tanya Danny-kun.


"Aku sedang beristirahat..." jawabku sambil tersenyum.


Aku dan Danny-kun mengobrol hingga istirahatku selesai, lalu aku bekerja kembali. Walaupun aku sedikit sedih obrolan kami berakhir, namun aku tahu bisa melanjutkannya nanti setelah selesai. Aku kembali melakukan tugasku sebagai petugas dapur, namun beberapa menit kemudian setelah aku bekerja, tiba-tiba ada seorang gadis yang sedang menggoda Danny-kun.


"Silahkan..." ucap Danny-kun.


Gadis itu bersama dengan 4 orang temannya duduk mengelilingi Danny-kun dan mereka pun saling mengobrol. Aku, Nozomi, Hatsuki, Hinada, dan Mimi melihat mereka berlima akrab dengan Danny-kun yang membuat kami berlima kesal.


"Hei... Boleh kenalan tidak???" tanya salah satu gadis itu.


"Boleh kok..." jawab Danny-kun sambil tersenyum.


"Siapa namamu??" tanya gadis itu lagi.


"Namaku Danny AR..." jawab Danny-kun sambil tersenyum.


"Namaku ..." ucap gadis itu.


"Namaku ..." ucap gadis yang lain.


"Namaku ..." ucap gadis yang lain lagi.


"Namaku ..." ucap gadis yang lain lagi.


"Namaku ..." ucap gadis yang lain lagi.


Aku tidak akan menuliskan nama mereka berlima dikarenakan aku sangat kesal dan nama mereka tidak penting untuk keluar dari mulutku ini. Mereka berlima mengobrol akrab dengan Danny-kun hingga hari lumayan sore dan hari festival kebudayaan pun berakhir karena hanya 1 hari saja.


"Bagaimana menurut kalian tentang pria yang kita temui tadi??" tanya salah satu gadis.


"Tampan sekali... Sepertinya itu tipeku.." jawab salah satu dari mereka.


Mereka pun sibuk membahas tentang ketampanan Danny-kun yang memang tidak akan pernah disangkal. Lalu kami berlima berdiri di depan mereka untuk menghadang.


"Kelihatannya kalian berlima bersenang-senang..." ucapku sambil tersenyum.


"Bukankah itu bagus??" tanya Hinada.


"Memang bagus kok... Asalkan tidak membicarakan Danny-san saja..." ucap Hatsuki sambil tersenyum.


"Karena mereka itu bukan siapa-siapanya Danny senpai bukan..." ucap Nozomi sambil tersenyum pula.


"Kalau begitu mereka siapanya Danny onii-chan???" tanya Mimi.


"Mereka itu..." jawabku.


"Hanya gadis biasa yang bersikap kurang ajar..." jawab Hinada, Hatsuki, Nozomi, dan aku secara serentak sambil tersenyum.


Ketika mereka disinggung oleh kami berlima, mereka pun marah. Tentu saja, kami berlima juga marah sehingga membuat kami bersepuluh berkelahi 1 lawan 1.


Kami berkelahi dengan hebat selama sepuluh menit, lalu kami berlima berhasil menghajar mereka hingga mereka terkapar dengan wajah yang babak belur.


"Bagaimana rasanya, huh?? Enak kan??" ucapku sambil mengejek mereka berlima.


"Aku belum puas menghajar mereka lagi..." ucap Hinada.


"Bagaimana?? Apakah kita akan lanjut??" tanya Mimi.


Kami berempat mengangguk tanda setuju.


Namun tiba-tiba Danny-kun menepuk pundak kami berlima dan kami pun terkejut melihatnya. Seketika itu pula, Danny-kun melihat kelima gadis yang tadi bertemu dengan Danny-kun terkapar dan ia pun melihat kami berlima dengan tatapan dingin sambil tersenyum. Lalu tanpa sengaja kami pun melakukan dogeza. Danny-kun lalu menceramahi kami hingga matahari terbenam.


CHAPTER 85 - CULTURE FESTIVAL


End