
25 Desember
Pagi yang cerah walau kutemukan Akuma Milku pingsan didepan kamarku dikarenakan aku meninju kedua matanya sehingga dia pingsan. Hal ini dikarenakan dia berniat melakukan hal mesum kepada Danny-kun. Kami semua, kecuali Akuma Milku menyiapkan sarapan pagi. Ketika kami menyiapkan sarapan, tiba-tiba Mihoshi-san bertanya apakah ada yang melihat Akuma Milku?. Masing-masing dari kami tidak ada yang tahu, kecuali hanya aku yang tahu.
Untungnya Akuma Milku bangun pukul 09.30 pagi, sehingga aku hanya memberikannya makanan sisa untuk menghukumnya agar dia tidak berbuat mesum kembali. Namun entah mengapa, hatinya merasa senang. Apakah mungkin karena banyak yang khawatir padanya? Jika yang khawatir adalah teman sekelasku, tak apa. Asalkan jangan Danny-kun yang merasa khawatir, mungkin nantinya dia akan besar kepala. Siang harinya, teman-teman sekelasku pulang ke rumah mereka masing-masing. Kini hanya tinggal aku dan Danny-kun saja dirumah. Kami mulai mengobrol tentang segala hal, bahkan Danny-kun ingin tahu apa yang terjadi dengan Akuma Milku. Karena menurutnya, tidak baik bangun lebih dari jam 7 pagi. Di satu sisi, aku merasa senang karena aku menjadi tahu hal yang belum ku ketahui tentang Danny-kun di apartemennya, disisi lain aku merasa kesal karena membicarakan Akuma Milku lebih sering daripada aku. Aku berbohong saja padanya dikarenakan Danny-kun saat ini perhatian ke Akuma Milku.
26 Desember
Pagi harinya, aku dan Danny-kun bersiap-siap mengunjungi kuburan kedua orang tuaku sebelum berbelanja ke pasar. Aku berdoa agar orang tuaku bahagia di alam sana dan Danny-kun juga melakukan hal yang sama, terutama kepada ibuku yang selama ini menjaganya. Setelah selesai mengunjungi makam kedua orang tuaku, kami berbelanja bahan makanan di pasar tradisional. Disepanjang jalan, banyak orang melihat kami seakan-akan kami adalah pengantin baru dikarenakan kami masih muda ketika mereka melihat wajah kami begitu tampan dan manis. Selesai berbelanja, kami pulang ke rumah dan memasak bersama-sama. Banyak cerita yang kami ceritakan ketika kami berada di pasar yang terkadang membuat Danny-kun tersipu malu. Bahkan terkadang ada saja penjual yang membuat kami kesal, namun kami tidak terlalu memikirkannya.
27 Desember
Hari ini Danny-kun dijadwalkan bertemu dengan editornya, namun aku tidak pernah tahu siapa nama editornya. Danny-kun pernah mengatakan kalau editornya adalah seorang wanita, saat itu aku merasa cemburu, namun Danny-kun menjelaskan bahwa hubungan mereka hanya sebatas teman kerja saja sehingga membuat hatiku merasa tenang. Danny-kun mengatakan kalau ia ingin mengajakku untuk bertemu dengan editornya, dan aku langsung menerima ajakannya dikarenakan aku penasaran seperti apa editor Danny-kun. Dan pada saat aku diajak Danny-kun ke sebuah restoran keluarga, aku melihat editor Danny-kun adalah wanita yang baik. Tidak pernah menggoda Danny-kun, bahkan dia juga ramah kepadaku. Kalau aku beritahukan kepada kalian, wanita yang menjadi editor Danny-kun mempunyai sifat seperti Hatsuki namun dalam mode super dewasa. Kami tak hanya saling sharing soal penerbitan buku Danny-kun, namun juga ngobrol tentang kehidupan sehari-hari kami berdua dikarenakan kalau Danny-kun pernah menceritakan tentangku kepada editornya. Jujur saja, kalau misalkan ia termasuk wanita yang menyukai Danny-kun, maka aku tidak akan pernah menang sedikitpun.
28 Desember
Hari ini adalah hari yang membuatku kesal dikarenakan rubah betina itu datang ke rumahku. Rubah betina itu mengetahui kalau Danny-kun sedang berada di rumahku untuk menghabiskan tahun baru. Ketika kulihat rubah betina itu di pintu depan, aku segera mengunci pintu agar rubah betina itu pergi saja. Namun dia tetap gigih menunggu di depan pintu, walaupun dia masih tetap mengetuk pintunya namun aku langsung pergi menuju dapur untuk mempersiapkan sarapan pagi. Ketika siang, aku melihatnya lagi sebentar namun dia masih ada disana dan aku tetap mengacuhkannya. Sempat Danny-kun bertanya mengapa aku tidak membuka pintunya, aku jawab "Itu suara orang yang mengetuk pintu tetangga...". Saat sore harinya, aku tidak mendengar ketukan pintu dari rubah betina itu. Dan aku merasa senang karena rubah betina itu sudah pulang.
29 Desember
Hari ini juga membuatku tambah kesal, bukan hanya rubah betina itu saja yang datang, tetapi juga Akuma Milku juga datang. Tentu saja aku tetap mengacuhkan mereka berdua. Biarlah mereka diluar saja, agar mereka tahu bahwasanya hanya orang yang baik-baik saja yang boleh masuk. Siang hari ternyata mereka sudah pergi, entah apa yang mereka berdua rencanakan, namun aku tidak perduli. Yang penting, mereka sudah pergi dari rumahku. Malamnya, ada suara terdengar olehku dan Danny-kun. Aku langsung mengintip dari balik pintu, dan ternyata Rubah Betina dan Akuma Milku membawakan sebuah hadiah untuk Danny-kun. Namun aku tetap tidak akan membukanya. Tak berapa lama kemudian, mereka hanya meletakkan kotak itu didepan pintu lalu mereka berdua pergi. Setelah mereka pergi, aku membuka pintu dan mengambil kotak tersebut dan melihat isinya. Ternyata isi kotak tersebut adalah... Tidak penting.
Hari ini adalah hari yang lumayan menyenangkan untukku dan juga termasuk hari yang menyebalkan pula. Karena Hatsuki datang mengunjungi rumahku, dan dibelakangnya rubah betina dan Akuma Milku juga mengikutinya. Kalau hanya Hatsuki, mungkin masih kuizinkan berkunjung. Namun untuk rubah betina dan Akuma Milku pengecualian. Aku berpikir saat itu bagaimana caranya agar rubah betina dan Akuma Milku tidak masuk ke rumahku. Dan aku memiliki sebuah ide, yaitu dengan mengirimkan mail ke smartphone Hatsuki. Kemudian Hatsuki melakukan yang aku suruh, dan akhirnya Hatsuki masuk ke rumahku, sedangkan rubah betina dan Akuma Milku masih tetap diluar saja hingga sore hari saat Hatsuki pulang.
31 Desember
Hari ini adalah hari akhir tahun. Banyak kejadian menyenangkan dan menyebalkan yang kujalani selama setahun ini. Karena besok adalah ulang tahunku dan ulang tahun pertunangan antara aku dan Danny-kun. Sebenarnya aku ingin menghabiskan malam tahun ini bersama Danny-kun, namun Danny-kun merasa kalau tidak menyenangkan kalau hanya dirayakan berdua saja. Namun Danny-kun ingin juga mengundang orang-orang yang Danny-kun kenal, termasuk Hatsuki, Akuma Milku, dan rubah betina.
Saat sore hari, kami semua sedang mempersiapkan pesta menyambut tahun baru dihalaman belakang rumahku. Namun aku tidak suka kalau Akuma Milku dan rubah betina itu ikut merayakan bersama kami. Tiba-tiba muncul sebuah ide untuk menjauhkan mereka dari Danny-kun, yaitu dengan meminta bantuan untuk mencari harta terpendam yang ada dihutan belakang rumahku.
Walaupun sudah malam, mereka belum juga kembali. Hal itu membuatku senang, kalau bisa mereka tersesat disana dan hidup dihutan belakang rumahku hingga aku dan Danny-kun menikah nanti.
Namun harapan itu sirna, karena saat pukul 23.45 mereka sudah kembali. Walaupun kesal, aku tidak bisa meluapkan kekesalanku dikarenakan aku tak ingin Danny-kun mengetahui kalau aku menyuruh mereka untuk mencari sesuatu yang tidak ada di hutan belakang rumahku.
Sebentar lagi, memasuki tahun baru namun Danny-kun dan rubah betina itu belum kembali ke halaman belakang rumahku. Pikiranku semakin tak tentu, namun aku harus membuktikan pikiranku salah. Aku mencari mereka berdua, dan aku melihat Danny-kun dan rubah betina itu sedang duduk disamping halaman rumahku. Aku mendekati mereka perlahan-lahan agar mereka tidak tahu kalau aku mendekati mereka. Sempat kudengar suara manja dari rubah betina itu yang membuat kepalaku berkedut, dan pada saat rubah betina itu menutup matanya dan hendak mencium bibir Danny-kun aku langsung meninju mata kirinya dengan tangan kiriku sehingga membuat Danny-kun terkejut dan membuatnya menjelaskan padaku apa maksudnya tadi. Danny-kun menjelaskan awalnya rubah betina itu hanya membicarakan hal-hal yang biasa, namun tak lama kemudian rubah betina itu meminta Danny-kun untuk menutup matanya karena mungkin menurutnya Danny-kun berulang tahun. Namun itu hanyalah akal bulus dari rubah betina itu, dan untungnya aku berhasil mencegahnya dengan meninjunya. Kini kubawa Danny-kun ke ruang tamu agar bisa berbicara empat mata. Pada pukul 00.00 tanggal 1 Januari, maka dimulailah awal tahun serta usiaku bertambah satu tahun. Danny-kun ingin menyerahkan hadiah untukku, namun aku tidak menginginkan hadiah itu. Karena yang aku mau hanyalah Danny-kun, tidak ada yang lain.
CHAPTER 30 - DIARY BEFORE NEW YEAR
End