Kanaya Meissa (Ultimate Kagura Dancer) ~Eternal Love~

Kanaya Meissa (Ultimate Kagura Dancer) ~Eternal Love~
CHAPTER 60 - MARRIED LIFE DREAM



Pagi hari


"Selamat pagi, Sayang..." ucapku kepada Danny-kun.


"Selamat pagi juga..." ucap Danny-kun.


Danny-kun mencium bibirku dengan lembut. Aku dan Danny-kun segera bangun untuk mempersiapkan kegiatan hari ini. Tahun ini adalah tahun ketiga pernikahan kami. Walaupun kami belum mempunyai anak, namun kami tetap bahagia seperti ini.


"Danny-kun mandi duluan saja... Aku akan menyiapkan sarapan..." ucapku sambil tersenyum manis.


"Baiklah..." ucap Danny-kun.


Aku dan Danny-kun bangun dari tempat tidur. Namun, aku memeluk Danny-kun sebentar sebelum membuat sarapan. Dan Danny-kun juga memelukku sambil membelai rambutku. Setelah selesai rambutku dibelai oleh Danny-kun, aku segera menyiapkan sarapan. Aku menyiapkan roti panggang, telur mata sapi, segelas coklat hangat, dan bekal untuk makan siang Danny-kun dan bekal makan siang untukku juga. Karena Danny-kun harus bertemu dengan kliennya pukul 08.30 pagi.


Setelah Danny-kun selesai mandi dan memakai pakaian yang rapi, Danny-kun duduk di meja makan.


"Ada apa Mei??" tanya Danny-kun.


"Kamu tampan sekali hari ini..." jawabku dengan tersenyum manis dengan wajah yang memerah.


"Kamu juga cantik kok Mei, walaupun kamu baru bangun tidur..." ucap Danny-kun sambil tersenyum.


Wajahku pun tersipu malu mendengar kalimat itu. Aku meletakkan sarapan kami di meja makan dan aku duduk di sebelah Danny-kun.


"Selamat makan..." ucap kami berdua bersama-sama sambil berdoa.


Kami makan dengan lahap sambil bercanda. Hal ini terjadi setiap hari sejak awal pernikahan kami. Setelah selesai sarapan, Danny-kun segera berangkat ke tempat yang sudah dijanjikan dengan kliennya. Sedangkan aku, mencuci peralatan makan dan membersihkan ruangan. Setelah jam dinding menunjukkan pukul 08.00, aku segera bersiap untuk ke tempatku mengajar. Aku mengajar tarian Kagura di dekat kuil yang bernama Kuil Hikari.


Siang hari


"Baiklah anak-anak... Latihan hari ini cukup sampai disini... Kita akan lanjutkan esok hari..." ucapku sambil tersenyum.


"Terimakasih...." ucap anak-anak.


Mereka semua bersiap-siap untuk segera pulang ke rumah mereka masing-masing. Setelah itu, mereka pun pulang.


"Sebaiknya aku makan siang saja... Lagipula aku sudah lapar..." ucapku.


Aku duduk di lantai kayu dan membuka bekalku. Aku memakannya dengan perlahan-lahan dan tidak terburu-buru.


"Kelihatannya sedikit kurang garam..." ucapku.


Dan aku teringat tadi pagi bahwasanya bekal Danny-kun sama denganku. Aku terus kepikiran, apakah bekal tersebut enak atau tidak. Agar aku tidak penasaran, aku mengirimkan mail ke Danny-kun untuk menanyakan apakah bekalku enak atau tidak. Dan Danny-kun membalas mail dariku dan mengatakan bahwa bekalku enak, sehingga membuatku senang. Namun tiba-tiba ada suara motor yang membuat kebisingan di depan tempatku mengajar. Aku keluar dari tempatku.


"Bisakah kalian berhenti melakukan itu???" ucapku dengan sekuat tenagaku.


Namun karena kebisingan menghalangi, aku segera melemparkan batu kerikil ke arah mereka agar mereka berhenti karena membuat kebisingan.


"Hei... Apa yang kamu lakukan, wanita tua..." ucap salah satu berandalan.


"Hei... Siapa yang kamu panggil wanita tua..." ucapku dengan kesal.


Berandalan itu membuka helmnya dan mendatangiku yang ternyata adalah seorang wanita juga.


"Hei wanita tua, apa-apaan kau melempar batu ke arahku..." ucap wanita berandalan itu.


"Habisnya kalian semua membuat kebisingan sih..." ucapku cuek.


"Apa kamu mau dihajar, wanita tua?!?!" ucap wanita berandalan itu dengan kesal.


Mendengar hal itu, aku teringat pesan Danny-kun bahwasanya tidak boleh mengajak berkelahi duluan. Namun apabila, hanya membela diri itu tidak masalah.


"Aku tidak ingin berkelahi... Aku hanya ingin kalian tidak membuat kebisingan disini... Aku sedang beristirahat..." ucapku dengan tenang.


"Aku tidak perduli... Atau jangan-jangan kamu takut ya, wanita tua???" ucap wanita berandalan itu.


"Kelihatannya tidak ada pilihan lain..." gumamku.


"Baiklah, ayo maju sini... Aku akan memberimu pelajaran karena kamu sudah mengejekku..." ucapku sambil mengambil kuda-kuda seperti petinju.


Wanita berandalan itu segera menyerangku. Namun tidak sampai 10 menit, wanita berandalan itu terkapar dengan wajah yang babak belur. Lalu, teman-temannya membawanya pergi dari hadapanku.


Sore hari


Aku menghubungi Danny-kun untuk menanyakan apa yang Danny-kun inginkan untuk makan malam. Danny-kun menjawab makanan yang tidak terlalu berat. Lalu aku berpikir untuk membuat olahan kentang. Aku segera ke pasar setelah selesai istirahat di tempat kerjaku untuk membeli bahan-bahan. Sesampainya disana, aku bertemu dengan teman-teman sekelasku ketika aku berada di Kibou Gamine Gakuen, namun tanpa Nozomi. Walaupun aku bertemu dengannya, aku tidak akan bertengkar dengannya lagi dikarenakan aku sudah dewasa dan aku yang memenangkan hati Danny-kun. Namun, apabila Nozomi masih tetap menggoda Danny-kun, aku akan menghajarnya lalu aku akan menguburnya hidup-hidup di tengah laut. Kami bercerita tentang masa SMA kami di Kibou Gamine Gakuen, lalu kami bercerita tentang kabar kami, bahkan kami bercerita tentang apa yang ingin dimasak untuk makan malam. Setelah kami selesai berbelanja bahan-bahan, kami pun pulang ke rumah masing-masing. Sesampainya di rumah, aku menaruh bahan-bahan untuk dimasak nanti malam. Lalu, aku langsung memasaknya hingga setengah jadi sambil menunggu suamiku tercinta pulang. Setelah jam dinding menunjukkan pukul 17.00 Danny-kun telah tiba di rumah dan aku menyambutnya dengan senyuman paling manis.


"Aku pulang...." ucap Danny-kun.


"Selamat datang..." ucapku.


"Mau mandi dulu?? Mau makan dulu?? Atau a..ku??" tanyaku dengan manja.


"Kalau begitu, aku mau mandi dulu..." jawab Danny-kun.


"Sebentar, aku siapkan air panasnya dahulu..." ucapku.


Aku pun langsung mengisi bak mandi dengan air panas untuk Danny-kun mandi. Setelah selesai menyiapkan air panas untuk mandi, aku memanggil Danny-kun. Danny-kun masuk ke kamar mandi dengan memakai handuk, begitu juga denganku karena aku ingin mandi bersama Danny-kun.


Aku pun segera menggosok punggung Danny-kun.


"Apakah sakit??" tanyaku sambil menggosok punggung Danny-kun.


"Tidak kok... Aku merasa nyaman..." jawab Danny-kun.


Setelah selesai, aku meminta tolong kepada Danny-kun untuk menggosok punggungku. Dan Danny-kun melakukannya dengan lembut. Setelah selesai, kami pun membilasnya dan langsung masuk ke bak mandi untuk berendam. Kami berendam tanpa handuk, dan aku menyenderkan kepalaku ke bahu Danny-kun. Danny-kun mengusap rambutku selama 5 menit, lalu aku mencium bibir Danny-kun dengan lembut selama setengah jam. Setelah selesai, kami pun keluar dan mengeringkan diri.


Malam hari


Aku melanjutkan memasak makanan untuk malam ini dengan bahan setengah jadi dibantu oleh Danny-kun. Aku mencoba untuk tidak merepotkan Danny-kun ketika ia membantuku memasak.


"Danny-kun duduk saja... Aku tidak ingin merepotkanmu..." ucapku.


"Mei cintaku... Kamu tidak merepotkan aku kok... Aku hanya ingin membuat makan malam bersama denganmu..." ucap Danny-kun sambil tersenyum.


"Tapi kan..." ucapku.


Danny-kun menyentuh bibirku dengan jarinya.


"Karena sudah terlanjur aku membantumu, lebih baik aku melanjutkannya saja sampai selesai..." ucap Danny-kun sambil menyentuh bibirku sambil tersenyum.


Aku mengangguk setuju.


Akhirnya aku dan Danny-kun membuat makan malam bersama. Setelah selesai memasak, kami bersama-sama meletakkan makanan yang kami buat ke meja makan. Lalu kami pun duduk.


"Selamat makan..." ucap kami berdua bersama-sama.


"Bagaimana rapatnya tadi, Danny-kun???" tanyaku.


"Berhasil..." jawab Danny-kun sambil tersenyum.


"Selamat ya, sayangku..." ucapku sambil tersenyum manis.


"Namun ada masalah..." ucap Danny-kun.


"Apa itu???" tanyaku.


"Aku harus berhubungan sama dia..." jawab Danny-kun.


"Hubungan kerja???" tanyaku lagi.


"Lebih dari hubungan kerja..." jawab Danny-kun.


Lalu aku menjulurkan tanganku.


"Sini smartphonemu..." ucapku sambil tersenyum.


"Untuk apa???" tanya Danny-kun.


"Aku ingin mengutuknya..." jawabku sambil tersenyum.


"Mei... Jangan begitu... Aku sudah menolaknya dengan halus... Aku mengatakan hanya ingin hubungan kerja saja..." ucap Danny-kun.


"Jangan khawatir, Danny-kun... Danny-kun sudah melakukan bagianmu... Aku hanya melakukan bagianku..." ucapku yang masih tersenyum.


Lalu Danny-kun mengecup keningku sehingga membuat kemarahanku mereda.


"Jangan khawatir Mei, walaupun banyak wanita yang menggodaku.. hanya kamu yang boleh melakukannya padaku..." ucap Danny-kun sambil tersenyum.


Pikiran negatif yang menguasai diriku perlahan-lahan memudar. Aku langsung memeluk Danny-kun dan meminta maaf padanya. Setelah selesai makan, kami berdua mencuci peralatan makan kami, lalu kami duduk sebentar. Di sofa, aku meletakan kepalaku di bahu Danny-kun sambil memeluknya dan Danny-kun membelai rambutku. Hal itu kami lakukan hingga menunjukkan pukul 21.30.


"Danny-kun mau makanan penutup apa???" tanyaku.


Danny-kun hanya menatapku saja. Dan aku segera menyadarinya bahwa Danny-kun ingin makanan penutupnya adalah aku.


"Ayo, Danny-kun kita segera tidur... Besok kita harus bangun pagi..." ucapku sambil tersenyum manis.


Di kamar kami, kami melakukan hubungan intim yang panas.


Epilog


Gubrak!!!


Wajahku membentur dinding.


"Awww.... Sakit...." ucapku sambil meringis kesakitan.


Lalu aku mengusap bagian wajahku yang sakit dan aku memejamkan mataku kembali untuk melanjutkan mimpiku yang tadi.


CHAPTER 60 - MARRIED LIFE DREAM


End