
3 hari yang lalu
Saat istirahat di sebuah taman bersama Danny-kun, aku duduk disebelah Danny-kun sungguh dekat sehingga lututku dan lutut Danny-kun berdekatan. Kepalaku bersandar di pundak Danny-kun.
"Hari ini indah ya, Danny-kun..." ucapku dengan tersenyum.
"Hari ini memang indah, apalagi saat ini masih musim semi..." ucap Danny-kun sambil tersenyum pula.
"Bukan itu maksudku..." ucapku sambil menggembungkan pipiku.
Danny-kun hanya tersenyum saja, namun sebenarnya ia mengerti apa yang aku maksudkan.
"Mei, lusa kamu ada kegiatan tidak???" tanya Danny-kun.
"Hanya latihan menari Kagura saja... Selain itu, hanya membersihkan kuil... Memangnya ada apa???" jawabku sambil bertanya lagi.
"Lusa, aku ingin mengajakmu ke suatu tempat..." jawab Danny-kun.
"Dimana itu???" Tanyaku.
"Ke tempat yang belum pernah kita kunjungi sebelumnya... Mudah-mudahan tempatnya bagus..." jawab Danny-kun.
"Aku penasaran... Apa jangan-jangan..." gumamku.
Tiba-tiba aku berpikiran tentang sebuah tempat yang bernama Maid Cafe. Tempat dimana para gadis-gadis imut bertebaran di satu tempat.
"Tidak...tidak.... Tidak boleh... Danny-kun tidak boleh pergi ke tempat terlarang seperti itu..." gumamku sambil menggelengkan kepalaku.
"Apa kamu tidak bisa, Mei???" tanya Danny-kun keheranan melihatku ketika aku menggelengkan kepalaku.
"Danny-kun, apa disana banyak gadis-gadis imut???" tanyaku penasaran.
"Kalau dikatakan imut, mungkin bercampur baur..." jawab Danny-kun.
"Kelihatannya bukan kencan di Maid Cafe..." gumamku.
"Kalau kamu tidak mau, tidak apa-apa... Aku bisa mengajak orang lain..." ucap Danny-kun.
"Bukan begitu, aku hanya ingin tahu dimana tempatnya..." ucapku.
"Aku tidak ingin kamu tidak menyukainya, Mei.. karena aku ingin kamu juga suka tempat itu..." ucap Danny-kun sambil tersenyum.
"Bukankah sudah kukatakan dulu, dimana pun tempatnya, asalkan bersamamu aku pasti akan menyukainya..." ucapku sambil tersenyum manis pula sambil bersandar di pundak Danny-kun.
"Akuarium..." ucap Danny-kun.
"Mengapa akuarium???" tanyaku.
"Aku belum pernah ke akuarium..." jawab Danny-kun sambil tersenyum.
"Aku juga belum pernah... Kalau begitu lusa kita akan kencan di akuarium..." ucapku sambil tersenyum manis ke arah Danny-kun.
"Okey.." ucap Danny-kun sambil membalas senyumku.
Karena hari sudah sore, aku dan Danny-kun segera membereskan tempat kami. Lalu kami pulang bersama-sama sambil berpegangan tangan. Di semak-semak dekat tempat kami duduk tadi keluar 4 gadis biasa yang disebut dengan "Akuma Milku", "Ayam Rabun", "Brocon", dan "Rubah Betina".
"Jadi mereka berdua akan kencan di akuarium ya..." ucap Hinada dengan aura yang berwarna hitam.
"Yup, mereka akan kencan di akuarium..." lanjut Hatsuki dengan aura yang berwarna hitam.
"Apa yang akan kita lakukan, teman-teman??? Apa kita akan menggagalkan kencan mereka??" tanya Nozomi dengan aura yang berwarna hitam.
"Kelihatannya bagus... Tidak akan aku biarkan Danny onii-chan kencan bersama kucing mesum itu..." jawab Mimi dengan aura yang berwarna hitam juga.
Mereka pun pergi dari tempat itu. Lusa akhirnya datang, aku bersiap untuk kencan hari ini. Aku mencari pakaian yang paling imut yang bisa kupakai, lalu setelah selesai aku pun pergi menemui Danny-kun. Namun entah mengapa, setiap jalan yang kulalui selalu menjadi perbaikan jalan, pesta yang memakan jalan, karnaval, antrian yang memakan jalan raya, dan lain-lain sehingga membuatku kesal.
"Aku tidak tahu jika ada orang-orang seramai ini... Karena biasanya walaupun ramai, aku masih bisa jalan dengan tenang..." gumamku.
"Kalau begitu, aku akan lewat jalan lain saja... Mudah-mudahan tidak ramai..." gumamku lagi.
Aku pun mencari jalan yang lapang. Namun entah mengapa, tidak kutemukan jalan yang bisa mengantarku sampai ke tujuan. Aku mulai kesal, akhirnya aku menerobos jalan yang sedang karnaval sepanjang jalan. Dipertengahan jalan, tiba-tiba aku diculik oleh seseorang dengan membiusku. Aku pun tertidur dan dibawa ke suatu tempat yang sepi. Sesampainya disana, aku dibangunkan oleh 4 orang gadis yang tidak asing lagi bagiku.
"Kelihatannya kamu sudah bangun ya, Kucing Bucin..." ucap Hinada.
"Heee... Jadi kalian berempat yang telah menculikku...." ucapku dengan sombong.
"Apa kalian berempat ini belum jera juga?? Mengganggu hubunganku dengan Danny-kun.." lanjutku.
PLAK!!!!
Suara tamparan keras mengenai pipi sebelah kiriku.
"Siapa bilang kalau kami menyetujui hubunganmu dengan Danny onii-chan, HUH...!!" ucap Mimi sambil menekan rahangku dengan tatapan marah.
Aku membalas tamparan keras dari Mimi. Mimi pun terkejut lalu membalas tamparanku. Kami berdua saling menampar satu sama lain hingga pada titik Mimi meninjuku, lalu aku juga meninjunya. Akhirnya mereka berempat mengeroyokku. Asap bergumul, pakaian kusut, rambut acak-acakan, wajah merah-merah, dan akhirnya mereka berempat masing-masing tertindih satu sama lain. Setelah itu, aku langsung kabur keluar dan aku melihat disana terdapat akuarium dimana aku dan Danny-kun janjian. Aku merapikan diriku sebelum menemui Danny-kun, namun aku tidak melihat Danny-kun disana.
"Apakah Danny-kun telat?? Bukankah ini sudah sore??" gumamku.
"Mei?? Mengapa rambutmu acak-acakan begitu???" tanya Danny-kun menghampiriku.
"Tadi ada 4 gadis gila yang ingin menghajarku..." jawabku.
"Astaga... Apa kamu tidak apa-apa, Mei???" tanya Danny-kun dengan khawatir.
"Tidak apa-apa kok, Danny-kun... Aku sudah menghajar mereka berempat..." jawabku sambil tersenyum.
"Apa kamu sudah makan siang, Mei???" tanya Danny-kun.
"Belum... Namun karena sudah sore, aku tidak apa-apa menahan lapar agar kencan kita hari ini berjalan dengan baik..." jawabku.
Danny-kun mencubit pipiku.
"Aku tidak suka melihat tunanganku ini kelaparan... Kita makan dulu saja... Aku juga belum makan siang kok..." ucap Danny-kun.
Aku juga membalas mencubit pipi Danny-kun.
"Aku juga tidak suka kalau tunanganku ini juga kelaparan..." ucapku sambil tersenyum manis.
Aku merangkul tangan Danny-kun dan menuju tempat akuarium bersama-sama. Setelah kami memberikan tiket masuk di loket, kami langsung menuju kantin di akuarium tersebut pertama sekali dikarenakan kami berdua belum makan siang. Kami makan dengan lahap dan tempat tersebut tidak terlalu ramai dikarenakan hari sudah hampir malam.
"Setelah ini, ikan seperti apa yang ingin kamu lihat, Mei???" tanya Danny-kun.
"Ikan-ikan yang imut saja... Kalau ikannya tidak imut, aku tidak suka..." jawabku.
"Mari kita lihat di pamflet ini... Menurutmu, mana ikan yang paling imut, Mei???" tanya Danny-kun.
Aku memperhatikan dengan seksama dan aku memutuskan memilih ikan badut.
"Ikan ini sepertinya imut..." jawabku sambil tersenyum manis.
Setelah selesai makan, kami menuju tempat yang aku tunjuk di pamflet tadi. Aku melihat banyak ikan-ikan yang imut selain yang aku tunjuk. Aku sungguh terkesima dan mataku berbinar-binar melihat banyak ikan-ikan yang bergerak kesana-kemari, melihat nama-nama ikan, dan lain sebagainya sambil merangkul tangan Danny-kun. Setelah puas aku melihat ikan-ikan yang ada di akuarium tersebut, kami melewati tempat pertunjukan lumba-lumba. Dan aku melihat Danny-kun sedih.
"Mengapa kamu bersedih, Danny-kun???" tanyaku penasaran.
"Tidak apa-apa kok... Aku hanya senang menikmati hari ini..." jawab Danny-kun sambil tersenyum.
Aku tidak percaya begitu saja, karena Danny-kun jarang menangis ketika bersamaku. Aku mencari tahu apa yang membuat Danny-kun bersedih. Lalu aku melihat ada pertunjukan lumba-lumba didepan kami, namun pertunjukan itu sudah tutup karena hanya sampai jam 4 sore, sedangkan saat ini sudah jam 5.30 sore.
"Danny-kun, apa kita mencari tempat lain saja???" tanyaku agar Danny-kun tidak bersedih lagi.
"Kurasa aku ingin makan Taiyaki saat pulang nanti..." jawab Danny-kun sambil tersenyum.
Melihat Danny-kun tersenyum kembali, hatiku merasa senang. Aku merangkul tangan Danny-kun lalu pergi ke stan yang menjual Taiyaki.
Epilog
Esoknya di sebuah gudang kosong.
"Hei... Lepaskan aku..." teriak Hatsuki ketika diikat sambil berdiri.
"Hmmpppppffffff...." ucap Hinada, Nozomi, dan Mimi dengan kondisi yang sama dengan Hatsuki namun dengan mulut yang dilakban yang sejajar ke belakang.
Aku berdiri didepan mereka berempat sambil tersenyum.
"Baiklah... Waktunya hukuman...." ucapku sambil tersenyum.
"Apa maksudmu??? Kami tidak mengerti..." tanya Hatsuki yang masih dalam keadaan terikat.
"Jadi kalian berempat belum mengerti juga ya??? Baiklah akan aku jelaskan... Tarik telinga kalian baik-baik ya..." ucapku yang masih tetap tersenyum.
"Kalian sudah membuat Danny-kun bersedih... Karena itu, kalian akan mendapatkan hukuman yang setimpal dariku..." lanjutku sambil tersenyum.
"Hei, aku tidak mengerti maksudmu... Sejak kapan kami membuat Danny-san bersedih???" tanya Hatsuki.
"Saat kalian menculikku, Danny-kun tidak bisa melihat pertunjukan lumba-lumba yang imut..." jawabku sambil mengepalkan tangan dengan tersenyum.
"Hei, itukan salahmu... Mengapa kamu berkencan dengan Danny-san kemarin..." ucap Hatsuki dengan menuduh.
Aku mengepalkan tanganku dan meninju wajah Hatsuki, sehingga Hatsuki terjatuh mengenai kening Hinada, lalu Hinada juga ikutan terjatuh mengenai kening Nozomi, dan Nozomi terjatuh mengenai kening Mimi. Dengan kata lain pukulanku menjadi efek domino bagi mereka berempat dikarenakan mereka berempat berbaris ke belakang.
CHAPTER 47 - AQUARIUM DATE
End