Kanaya Meissa (Ultimate Kagura Dancer) ~Eternal Love~

Kanaya Meissa (Ultimate Kagura Dancer) ~Eternal Love~
CHAPTER 18 - Ready Set Box



Karena tadi malam aku diceramahi Danny-kun, aku masih mengantuk.


"Semua ini karena si Akuma Milku.." gumamku.


"Ara..ara... Kelihatannya ada yang dimarahi sama tunangannya nih..." ucap Nozomi dengan mengejek.


"Matamu kenapa Nozomi-san??? Kok sembab begitu??? Abis ditinju siapa??" Balasku.


"Bisakah kalian berhenti.. ini masih pagi loh..." keluh Shirei.


"Kenapa kamu telat bangun hari ini Kanaya-san???" tanya Yuu.


"Dia habis diceramahi sama..." jawab Nozomi sambil tersenyum.


Sebelum Nozomi selesai berbicara, aku langsung meninju perutnya agar dia menutup mulutnya sehingga Nozomi meringis kesakitan.


"Kenapa kamu Nozomi-san?? Lagi mencari koin yang jatuh??" Ucapku dengan mengejek.


"Pagi-pagi kalian sudah bertengkar.. nanti aku laporin ke Danny senpai loh Kanaya-san..." ucap Canis.


Aku pun terdiam ketika mendengar kata akan diceramahi Danny-kun. Karena tadi malam, Danny-kun benar-benar marah padaku. Bukannya aku tak mau berbaikan dengan Nozomi, tapi ku takut dia akan menusukku dari belakang dan mengambil Danny-kun dariku.


"Baiklah, sarapan sudah siap... Silahkan dinikmati..." ucap Mononeko didepan pintu kafetaria.


"Apa Danny-kun yang masak???" tanyaku.


"Yup.. tapi kali ini akan sedikit berbeda... Karena nanti siang dia harus kembali..." jawab Mononeko.


"Cepat juga ya... Aku ingin Danny senpai lebih lama lagi disini..." ucap Nozomi.


Kali ini aku sependapat dengan Nozomi, namun aku diam saja. Kami semua masuk ke kafetaria, dan disana Danny-kun sedang duduk ditempatnya. Nozomi dengan cepat duduk disebelah Danny-kun sehingga membuatku kesal.


"Ohayou... Danny senpai... Terima kasih untuk yang tadi malam ya..." ucap Nozomi sambil menggoda Danny-kun.


"Tak apa kok, Nozomi-san..." Balas Danny-kun.


Aku duduk sambil kesal. Namun Nozomi semakin menjadi-jadi menggoda Danny-kun


"Danny senpai, boleh aku menyuapimu??" tanya Nozomi sambil tersenyum.


"Tidak usah Nozomi-san, aku bisa sendiri kok..." tolak Danny-kun dengan halus.


"Satu suapan saja kok... Tidak lebih..." ucap Nozomi sambil mata berkaca-kaca.


"Satu suapan saja ya..." ucap Danny-kun.


Nozomi merasa senang dan merasa menang dariku.


"Ini Danny senpai... Aaannnn.." ucap Nozomi sambil menyodorkan suapan tersebut ke arah Danny-kun.


"Ammmm..." aku mengambil suapannya.


"Ngapain kamu ambil Meigomi-san?!?!?" ucap Nozomi dengan kepala yang berkedut.


"Ara... Bukankah semalam kamu juga melakukannya Akuma Milku?!?!" ucapku sambil tersenyum mengejek.


"Mononeko, setelah sarapan ini aku akan langsung pergi..." ucap Danny-kun kesal.


"Danny-kun jangan pulang cepat, aku kan masih mau kangen-kangenan sama kamu..." ucapku sambil memeluk Danny-kun.


"Makanya, jangan berkelahi pagi-pagi..." kesal Danny-kun.


"Emang enak..." gumam Nozomi.


"Awas kamu ya...." gumamku.


"Setelah sarapan pagi, kita akan pergi ke pantai..." ucap Mononeko.


"Tapi kami kan tidak punya baju renang???" tanya Ayako.


"Jangan khawatir, aku sudah membuat pakaian renang untuk kalian semua..." ucap Mononeko sambil tersenyum sumringah.


"Maksudnya, kamu memilihnya untuk kami???" tanya Nozomi.


"Tentu saja tidak, aku hanya memilih pakaian renang untuk kalian pakai yang menurutku bagus...." jawab Mononeko.


"Kalau baju renang yang ada tidak membuat Danny senpai suka, aku tidak akan mau memakainya..." ketus Nozomi.


Aku menjadi kesal.


"Benarkah?? Kalau kamu tidak mau, ya sudah.." ucap Mononeko.


"Jadi, dimana kami bisa mengambil pakaian renang kami??" tanya Mihoshi.


"Tentu saja di aula.. setelah sarapan, baru kalian bisa ambil..."


jawab Mononeko.


Para gadis mempercepat sarapan mereka agar bisa mencoba setiap pakaian renang untuk mereka. Sedangkan para pria terutama Danny-kun sudah dipersiapkan pakaian renangnya juga oleh Mononeko.


Di Aula


Setelah sarapan, kami para gadis langsung menuju Aula dimana Mononeko mempersiapkan pakaian renang buat kami. Aku mencari pakaian renang yang cocok untukku. Berbagai macam pilihan telah kulihat, bahkan ada yang sudah memilih dan mencoba untuk memakainya di kamar ganti.


"Aku pilih yang mana ya???" gumamku sambil memilih pakaian renang.


"Bagaimana dengan ini, Kanaya-san??" tanya Mihoshi sambil menunjukkan pakaian renang yang dipilih untukku.


"Agak sedikit terbuka, aku kurang suka..." jawabku menolak dengan halus.


"Kalau ini bagaimana Mihoshi-chan???" tanya Nozomi sambil mencoba bikini yang sedikit berani.


"Nozomi nee-chan, itu agak..." jawab Mihoshi dengan wajah memerah karena malu.


Aku melihatnya dan tanpa sadar kuangkat sofa bundar kecil didekatku dan ingin kulemparkan ke arah Nozomi kalau dia berani memakai pakaian itu.


"Hentikan itu Kanaya-san..." cegah Mihoshi.


"Bagaimana kalau kamu memakai ini, Kanaya-san... Kupikir ini cocok untukmu..." ucap Raamaru menyodorkan pakaian renang pelaut yang tidak terlalu terbuka.


"Kalau ini, tak apa.." ucapku sambil tersenyum.


"Kuno sekali..." ucap Nozomi dengan mengejek.


"Sepertinya kamu tidak tahu ya selera Danny-kun..." ucapku untuk membalas ejekan Nozomi.


"Oke... Siapa takut..." balasku.


Aku dan Nozomi mencari pakaian renang yang bisa membuat jantung Danny-kun berdegup kencang. Sampai-sampai aku lupa kalau aku bingung apa yang mesti kupakai. Akhirnya ku memutuskan untuk memakai pakaian renang yang terakhir kuambil.


Di Pantai


Pantai yang penuh dengan pasir putih yang berkilauan. Kami semua berlari ke arah laut, karena mereka mungkin sudah lama tidak ke pantai. Disitu aku melihat Danny-kun sedang menikmati pantai dibawah payung, lalu aku segera menghampirinya.


"Danny-kun... Maaf sudah lama menunggu..." ucapku dengan senyum.


"Tak apa, karena aku baru saja sampai..." balas Danny-kun dengan senyum juga.


"Danny-kun... Bagaimana penampilanku???" tanyaku dengan tersipu malu.


"Bagus kok Mei... apa kamu sudah mengoleskan tabir surya??" jawab serta Danny-kun bertanya lagi.


"Belum... Apa Danny-kun mau mengoleskan tabir surya di tangan dan kakiku???" tanyaku.


"Dannyy senpaaaiii" teriak Nozomi sambil memeluk Danny-kun dari belakang.


Aku terkejut dan mencoba memisahkan pelukan Nozomi, setelah pelukan Nozomi terlepas namun aku tertindih Nozomi.


"Menyingkir dariku..." ucapku ketika ditindih Nozomi.


Bukannya menyingkir dariku tetapi malah Nozomi menggoda Danny-kun dengan posisinya saat ini.


"Danny senpai... Tolong oleskan tabir surya itu di perutku ini..." ucap Nozomi.


Mendengar itu, aku mengangkatnya sekuat tenaga dan akhirnya aku berhasil menyingkirkannya. Lalu aku langsung memeluk Danny-kun agar tidak jadi Danny-kun mengoleskan tabir surya di tubuh Nozomi.


"Danny-kun, oleskan ke aku saja, kan hanya tangan dan kakiku yang perlu dioleskan..." ucapku.


Danny-kun melihatku dan mengangguk, karena menurutnya aku tidak memakai pakaian renang yang berani. Dan akhirnya, Danny-kun mengoleskan tabir surya itu ke tangan dan kakiku. Setelah selesai, aku pun berlari ke pantai sambil menarik tangan Danny-kun. Kami bermain-main di pantai, membangun istana pasir, dan bermain lempar tangkap bola balon. Aku bermain di pantai bersama Danny-kun, Mihoshi, Canis, Ramaaru, dan lainnya kecuali Nozomi yang ku buat pingsan karena menggoda Danny-kun terlalu banyak.


Kami saling mengoper bola balon tersebut seperti bermain voli, namun karena kebanyakan dari kami bukan atlet, kami hanya melakukan servis sederhana saja. Namun entah kenapa, Danny-kun salah melakukan servis tersebut sehingga bolanya melenceng melewati Mihoshi.


Gedebuk!!!


Wajahku terkena pukulan dari bola tersebut yang meluncur entah dari mana.


"Bagaimana rasanya Meigomi-san?? Sakit ya??? Kasihaaaannnn..." ucap Nozomi dengan mengejek.


Aku menoleh ke arah suara itu dan ternyata Nozomi melakukan itu dengan sengaja. Aku hendak membalas perbuatannya, namun karena Danny-kun ada disitu, aku mengurungkan niatku.


"Kenapa diam saja, Meigomi-san?? Apa kamu takut padaku???" ucap Nozomi dengan mengejek lagi.


Aku mengepalkan tanganku untuk menahan amarahku.


"Baiklah, bagaimana kalau begini saja... Karena ini adalah hari terakhirku disini, maka aku punya usul.." ucap Danny-kun.


"Apa itu Danny senpai???" tanya Nozomi dengan nada manja.


Mendengar nada suara itu, wajahku berubah menjadi jijik karena perkataan Nozomi.


"Pertandingan dodge ball 1 lawan 1..." jawab Danny-kun.


"Bukankah dodge ball itu jumlahnya 8 orang 1 tim??" tanya Takumo.


"Tapi karena yang berselisih adalah Mei dan Nozomi-san, lebih baik begini saja..." ucap Danny-kun.


"Sepertinya itu usulan yang bagus Danny senpai... Bagaimana denganmu, Meigomi-san??" ucap Nozomi.


"Aku tidak keberatan.. lagipula, aku sudah pasti menang..." jawabku.


"Baiklah kalau begitu, pertandingan ini aku namakan "Boxing Dodge Ball.." ucap Danny-kun.


"Boxing Dodge Ball???" ucap kami semua kecuali Danny-kun.


"Yup, peraturannya mudah... Jatuhkan lawanmu... Itu saja..." ucap Danny-kun.


"Palingan Meigomi-san akan jatuh tersungkur dalam waktu 10 detik..." ucap Nozomi dengan sombongnya.


"Apa kamu lupa kalau aku pernah menjatuhkanmu dalam sekali kedip.." balasku.


"Baiklah, kalau begitu mari kita mulai.." ucap Danny-kun.


Danny-kun mulai melempar bolanya ke atas. Lalu aku mendorong Nozomi agar jatuh dengan sekuat tenaga. Namun Nozomi membalasnya dengan melakukan uppercut ke daguku sehingga membuatku menghadap ke langit. Lalu bola yang dilempar Danny-kun ke atas mulai jatuh dan Nozomi langsung menghantam bola tersebut ke wajahku seperti melakukan slam dunk seperti permainan bola basket.


"Kenapa Meigomi-san?? Katanya kamu bisa menjatuhkanku sekali kedip... Kok malah terbalik???" ucap Nozomi dengan mengejek.


Lalu Nozomi melemparkan bola itu ke arah perutku dan aku jadi membungkuk menahan sakit diperutku, lalu bola tersebut kembali ke tangan Nozomi.


"Ada apa lagi Meigomi-san??? Mencari koin yang jatuh???" ucap Nozomi dengan mengejek lagi.


Kemudian Nozomi melemparkan bola tersebut ke tanah sehingga mengenai daguku dengan efek pantulan.


"Bagaimana rasanya??? Seperti wortel mentah bukan??!!??" ucap Nozomi dengan mengejek lagi.


Lalu untuk serangan terakhir, Nozomi melempar bola untuk menyerang wajahku.


"Dan yang paling penting, Danny senpai itu milikku..." ucap Nozomi.


Mendengar kalimat itu, aku langsung menangkap bolanya dengan satu tangan.


"Hei, Akuma Milku.. aku tak masalah kalau kamu menghinaku sesuka hatimu.." ucapku.


"Tapi jangan pernah berharap kalau kamu bisa memiliki Danny-kun..." ucapku lagi sambil melakukan ancang-ancang untuk melempar bola.


"Karena Danny-kun itu milikku...." ucapku lalu kulemparkan bola itu.


Bola yang tadi kulemparkan kena telak ke wajah Nozomi dan membekas.


"Danny senpai itu milikku..." ucap Nozomi sambil melempar bola tersebut ke arah wajahku dan langsung mengenai wajahku.


"Danny-kun itu milikku..." ucapku kembali membalas lemparan bola itu ke wajah Nozomi kembali dan mengenai dengan telak.


Begitu terus hingga setengah jam. Hingga akhirnya kami berdua kelelahan, namun kami belum jatuh dan bola di tangan Nozomi. Dan Nozomi melancarkan serangannya ke daguku, namun serangannya bukan memakai bola melainkan dengan tinju yang membuatku berkunang-kunang dan jatuh pingsan.


Chapter 18 - Ready Set Box


End