
Besok adalah hari yang diinginkan para gadis, yaitu balasan coklat dari orang yang disukainya.
"Aku penasaran apa yang akan diberikan oleh Danny-kun besok... Aku sudah tidak sabar..." ucapku sambil tersenyum.
"Aku juga.." ucap Hinada.
"Aku juga sama..." ucap Hatsuki.
"Aku juga sama..." ucap Nozomi.
"Ngapain kalian disini???!!!" ucapku dengan kesal.
"Terserah aku dong... Lagipula, tempat ini kan tempat umum..." Hinada juga berucap dengan kesal.
"Tapi ini di taman Kibou Gamine Gakuen..." ucapku dengan kesal lagi.
"Kalau begitu, aku boleh dong disini Meigomi..." ucap Nozomi.
"Kamu juga tidak boleh.." ucapku.
"Palingan kamu sedang menunggu Danny-san disini, bukan agar bisa menerima balasan darinya duluan..." ucap Hatsuki.
"Aku sedang tidak menunggunya kok... Danny-kun yang mengajakku kesini..." ucapku.
"Benarkah?? Hummm.. sepertinya aku tidak percaya..." ucap Hinada.
"Kalian bertiga sendiri, ada perlu apa disini??" tanyaku dengan curiga.
"Aku hanya ingin berjalan-jalan saja kok..." jawab Hinada sambil menatap ke arah lain.
"Aku hanya ingin menghirup udara segar..." jawab Hatsuki sambil melihat ke arah lain juga.
"Aku hanya ingin duduk disini saja.." jawab Nozomi sambil melihat ke arah lain juga.
Aku melihat jawaban mereka yang sambil melirik ke arah lain seakan ada yang disembunyikan oleh mereka. Dan tentu saja aku yakin mereka sedang menunggu Danny-kun disini. Tak lama kemudian, aku berdiri namun entah mengapa mereka juga ikutan berdiri. Aku bergerak sedikit, mereka juga bergerak sedikit. Aku semakin berpikir bahwa aku pasti akan diikuti oleh mereka bertiga. Lalu aku duduk kembali dan aku membuka smartphone ku lalu aku mengirim pesan mail ke smartphone Danny-kun untuk tidak datang kemari dikarenakan ada tiga penjahat yang datang ke tempat ini.
Setelah terkirim pesan tersebut, tiba-tiba Hatsuki mengambil smartphone ku.
"Hei... Apa yang kamu lakukan, Ayam Rabun... Kembalikan smartphone ku..." ucapku sambil berusaha mengambil smartphone ku dari tangan Hatsuki.
"Owh, jadi ini nomor kontak Danny-san..." ucap Hatsuki sambil tersenyum.
Kemudian Hatsuki mencatat nomor kontak Danny-kun. Lalu ia menyimpan nomor Danny-kun, setelah selesai aku berhasil merebut smartphone ku, aku mengambil handphone Hatsuki dan melihat apakah ada nomor Danny-kun dan ternyata memang ada, lalu aku menghapusnya.
"Hei, apa-apaan ini... Mengapa kamu menghapus nomor kontak Danny-san?!?!?" ucap Hatsuki dengan kesal.
"Siapa suruh menyimpan nomor kontak Danny-kun!!??!!" ucapku dengan kesal juga.
Aku menatap tajam Hatsuki dan Hatsuki pun menatap tajam padaku sehingga menimbulkan aliran listrik.
"Ada apa ini??? Sepertinya ramai sekali..." ucap Danny-kun yang muncul dibelakangku.
Aku menoleh dan setelah aku melihat Danny-kun, aku langsung memeluknya.
"Danny-kun... Hatsuki-san ingin berbuat jahat padamu.." ucapku dengan manja.
"Mengapa kamu mengatakan itu, Mei... Itu tidak baik..." ucap Danny-kun.
"Aku hanya ingin tahu nomor kontak mu, Danny-san... Karena kita kan teman masa kecil..." ucap Hatsuki.
"Kalau ingin tahu nomor kontakku, aku bisa memberikannya padamu kok..." ucap Danny-kun.
"Benarkah??" ucap Hatsuki sambil tersenyum sumringah.
Kemudian Danny-kun mengeluarkan smartphone nya dari kantong celananya.
"Kamu maunya aku kirim nomor kontak ku lewat mana???" tanya Danny-kun.
Aku langsung mengambil smartphone Danny-kun sambil cemberut.
"Mei, kembalikan smartphone ku..." ucap Danny-kun kesal.
Aku melepaskan pelukan lalu menjauh sambil cemberut. Lalu Danny-kun teringat.
"Kebetulan kalian berempat ada disini... Sebenarnya aku ingin memberikan kalian hadiah White Day..." ucap Danny-kun.
"Terus, mana hadiahnya Danny senpai???" tanya Nozomi.
"Tapi hadiahnya cuma ada dua.." jawab Danny-kun.
"Apa saja itu, Da-kun???" tanya Hinada.
"Maccarone dan White Choco Cookies.." jawab Danny-kun.
Mendengar hadiah dari Danny-kun tersebut, aku tertarik untuk mendapatkan hadiahnya.
"Namun untuk Mei, selama smartphone ku belum dikembalikan, kamu tidak mendapatkan hadiahnya..." ucap Danny-kun sambil tersenyum.
Mendengar kalimat itu, aku langsung mengembalikan smartphone itu ke Danny-kun.
"Namun, aku tidak akan memberikan kedua hadiah itu dengan percuma..." ucap Danny-kun.
"Lalu bagaimana???" tanya Hinada.
"Dengan menggunakan ini..." jawab Danny-kun.
"Kalian akan bermain Old Maid..." ucap Danny-kun sambil tersenyum.
"Namun yang dapat hadiah utama haruslah orang yang kalah..." lanjut Danny-kun.
"Peraturan macam apa itu???" gumam Hatsuki.
"Dengan kata lain, yang habis kartunya duluan akan mendapatkan Maccarone, yang kedua habis duluan akan mendapatkan White Choco Cookies, yang ketiga dan keempat hadiahnya akan menyusul..." ucap Danny-kun.
"Baiklah, karena kalian sudah mengerti peraturannya, maka kita mulai pertandingannya..." lanjut Danny-kun.
Aku duduk bersama dengan ketiga gadis ini dan saling bertatapan satu sama lain yang dapat diartikan dengan "Akulah yang akan mendapatkan hadiah utama". Danny-kun mulai mengocok kartunya dan setelah itu, ia membagikan kartunya sama rata. Yang terakhir mendapatkan kartunya adalah yang terakhir dapat menarik kartu lawannya. Pertandingan kami berlalu selama satu setengah jam dikarenakan kami ingin mendapatkan hadiah utama dari Danny-kun. Jadi dengan kata lain, bagaimana caranya kami menjadi yang terakhir menang.
"Yang pertama habis duluan adalah.. Hinada-san..." ucap Danny-kun.
Hinada menerima sebungkus Maccarone dari Danny-kun, walaupun sebenarnya ia ingin hadiah utama. Namun inilah yang normal baginya.
"Dan yang kedua habis duluan adalah.. Nozomi-san..." ucap Danny-kun.
Nozomi menerima sebungkus White Choco Cookies dari Danny-kun, walaupun sebenarnya ia juga ingin hadiah utama sama seperti Hinada. Kini hanya tinggal aku dan Hatsuki, dan aku tersisa dua kartu termasuk kartu joker berada di tanganku.
"Nih untukmu..." ucapku dengan menyerahkan kartu joker padanya.
"Aku menolak..." ucap Hatsuki.
"Mengapa kamu tidak mau???" tanyaku.
"Karena aku mau hadiah utamanya dari Danny-san..." jawab Hatsuki.
"Kalau kamu ingin hadiah utama dari Danny-kun, kamu ambil kartu ini karena kartu ini adalah kartu joker..." ucapku.
Akhirnya Hatsuki mengambil kartu yang di tanganku yang lain dikarenakan ia berpikir aku telah menjebaknya.
"Dan pemain ketiga yang kartunya sudah habis adalah... Hatsuki-san..." ucap Danny-kun.
"Aku kan sudah katakan, tapi kamu tidak percaya... Ya sudah... Aku yang mendapat hadiah utama...." ucapku sambil tersenyum.
"Karena tidak ada lagi yang kubawa, hadiah untuk Hatsuki-san adalah... Nomor kontak ku...." ucap Danny-kun.
Mendengar kalimat itu, Hatsuki merasa senang bukan main. Akhirnya ia mendapatkan nomor kontak dari Danny-kun.
"Untuk hari ini, aku biarkan saja dulu.. namun besok, aku akan menghapus nomor kontak Danny-kun dari handphone mu..." gumamku sambil tersenyum.
Setelah Danny-kun dan Hatsuki selesai bertukar kontak, aku bersiap-siap untuk menerima hadiah utama dari Danny-kun.
"Karena kamu mendapatkan hadiah utamanya, aku akan memberikan sesuatu padamu... Namun sebelum itu, bisakah kamu menutup matamu Mei??" ucap Danny-kun.
Aku pun segera menutup mataku, namun tiba-tiba Danny-kun mencium keningku. Setelah itu, lalu aku membuka kedua mataku dan melihat Danny-kun bersemu memerah.
"Itu hadiah White Day untukmu, Mei.." ucap Danny-kun sambil melihat ke arah lain dengan wajah yang memerah.
Kemudian Danny-kun pergi dari situ.
"Kucing Bau..." ucap Hinada sambil menepuk bahu kananku dengan tersenyum.
"Kucing Bucin..." ucap Hatsuki sambil menepuk bahu kiriku dengan tersenyum.
"Mei..go..mi..san..." ucap Nozomi dibelakangku sambil tersenyum pula.
Aku berbalik ke arah mereka, aku langsung ketakutan. Karena mereka mengeluarkan aura membunuh yang luar biasa hitam sambil tersenyum pula.
"Aku permisi dulu..." ucapku sambil berlari.
Tiba-tiba saja, tangan Hinada memanjang dan mengenai kerah kimonoku bagian belakang. Lalu ia menarikku dengan wajah yang tersenyum. Begitu sampai didekat mereka bertiga, mereka menatap tajam padaku dengan wajah yang masih tersenyum.
"Saatnya hukuman!!??!!..." ucap mereka bertiga secara bersamaan sambil tersenyum kedut.
BAK!!
BUK!!
BAK!!
BUK!!
BAK!!!
BUK!!!!!
BAK!!!!!!
BUK!!!!!!!
BAK!!!!
BUK!!!!!!!!!!
Mereka menginjakku bergantian sampai 80 kali hingga kimonoku kotor dan berdebu.
CHAPTER 42 - WHITE DAY
End