
Tanpa terasa, sekarang sudah musim panas. Saat ini, aku sedang berada di rumahku.
"Panasnya... Apa neraka sudah terbuka ya???" gumamku dalam keluh.
Namun aku memiliki ide untuk mengunjungi apartemen Danny-kun besok, karena aku berpikir bahwa Danny-kun kemungkinan besok tidak pergi kemanapun. Tak lama kemudian, aku mendengar suara bel berbunyi. Aku pergi ke pintu depan untuk memeriksa siapa yang datang. Lalu aku membuka pintu dan ternyata didepan pintu adalah si Brocon Mimi. Setelah aku melihatnya sebentar, lalu aku menutupnya lagi dan mengenai hidung Mimi. Lalu Mimi mengetuk pintu lagi dengan kencang dan aku membukanya dengan perasaan marah.
"Apa lagi...." ucapku dengan marah.
Mimi meninju hidungku dan aku terjatuh.
"Kamu ini sungguh tidak sopan ya, Kucing Mesum...." ucap Mimi dengan marah.
Aku berdiri lalu menamparnya dengan keras.
"Sakit tahu... Ada perlu apa kamu kesini, Brocon??!!" ucapku dengan marah.
"Hina onee-chan ingin mengundangmu ke pantai pribadi miliknya..." ucap Mimi dengan memegang pipinya yang sakit dengan marah.
"Huh???!!! Untuk apa dia mengundangku?!! Aku tidak akan datang..." ucapku.
"Baiklah kalau begitu, berarti hanya kami berlima saja..." ucap Mimi membelakangiku.
Aku memegang pundak Mimi.
"Kalau yang satu itu adalah Danny-kun, tidak akan aku biarkan itu terjadi..." ucapku sambil meremas pundak Mimi.
"Tentu saja kami mengajak Danny onii-chan... Bahkan sebenarnya Danny onii-chan yang mengajakmu ikut... Kalau kami berempat, kami tidak ingin mengajakmu..." ucap Mimi.
"Kalau begitu aku akan ikut... Karena aku tidak ingin Danny-kun berada di tempat yang berbahaya bersama kalian...." ucapku.
Lalu aku melepaskan tanganku dari pundak Mimi.
"Kalau kamu ikut, lusa kami akan berangkat..." ucap Mimi.
"Cepat sekali.... Bukan hari Sabtu saja???" ucapku dengan heran.
"Mengapa kamu yang harus mengatur kami.... Kalau kamu tidak mau ikut, ya sudah... Kami akan liburan bersama Danny onii-chan saja..." ucap Mimi dengan mengancam.
"Karena Danny-kun ikut, maka aku akan ikut...." Karena aku tidak mau kalian mengambil bibir ataupun yang Danny-kun miliki..." ucapku.
Setelah mendengar jawaban itu, Mimi langsung pergi dari rumahku tanpa menutup pintu depan. Setelah aku melihat Mimi telah jauh, aku langsung menutup pintu dan segera bersiap-siap untuk pergi ke pantai lusa.
Esok hari
Danny-kun tiba-tiba datang ke rumahku, dan tentu saja aku senang sekali. Aku pun mempersilahkan Danny-kun masuk setelah itu aku melirik sebentar ke arah luar agar tidak ada seseorang yang mengikuti Danny-kun. Setelah selesai, aku menutup pintu kembali, dan Danny-kun duduk di dekat meja.
"Ada keperluan apa Danny-kun kemari???" tanyaku.
"Bukankah besok kita berenam akan pergi ke pantai..." jawab Danny-kun.
"Apa Danny-kun mau membantuku mengemas pakaian???" tanyaku.
Danny-kun mengangguk.
"Yessss..." gumamku dengan senang.
Danny-kun membantuku mengemas pakaian yang akan kubawa esok hari. Lalu aku juga melihat bahwa Danny-kun sudah mengemas barangnya.
"Danny-kun, kamu kok cepat sekali sudah mengemas barangnya???" tanyaku penasaran.
"Karena aku sudah diberitahu oleh Hinada-san seminggu yang lalu..." jawab Danny-kun.
Aku terkejut karena Danny-kun diajak oleh Hinada seminggu yang lalu, namun yang membuatku terkejut adalah keberanian Rubah Betina itu mengambil langkah duluan mengajak Danny-kun.
"Apa kita pergi ke tempat yang lain saja??? Ke pantai yang umum atau kolam renang gitu...." ucapku.
"Namun kita kan tidak punya banyak uang untuk kesana..." ucap Danny-kun.
"Kalau begitu, mudah saja... Kita buat kolam renang kita sendiri..." ucapku sambil tersenyum.
"Apakah kita akan membuat kolam renang di belakang rumah ini???" tanya Danny-kun.
Aku mengangguk sambil tersenyum.
"Namun, Hinada-san sudah mengajak kita berdua... Tidak enak kalau kita menolaknya..." ucap Danny-kun.
"Si rubah betina itu hanya mengajakmu saja, Danny-kun... Sedangkan aku tidak diajaknya..." ucapku sambil cemberut.
"Siapa yang mengatakan itu???" tanya Danny-kun.
"Si Brocon.... Soalnya kemarin dia kerumahku... Ya sudah, aku usir saja dia...." jawabku dengan kesal.
"Kamu jangan begitu, Mei... Dia mengajakmu baik-baik kan..." ucap Danny-kun sambil tersenyum.
"Apanya yang baik... Dia malah meninju hidungku...." Akibatnya, hidungku masih merah saat ini..." ucapku dengan kesal.
"Apa yang terjadi pada hidungmu???" tanya Danny-kun khawatir setelah melihat hidungku masih memerah.
Kemudian Danny-kun memencet hidungku dengan gemasnya.
"Aw..aw..aw..aw..aw..." ucapku sambil meringis kesakitan.
Danny-kun segera menghentikannya.
"Sakit tahu, Danny-kun..." ucapku kesal sambil memegang hidungku.
Akhirnya kami selesai mengemas barangku yang akan dibawa esok hari.
"Oya Danny-kun, apa kamu bisa membantuku memilih pakaian renang???" tanyaku.
"Memangnya kamu belum membelinya???" tanya Danny-kun.
"Aku tidak ingin membeli yang baru..." jawabku.
"Memangnya pakaian renangmu seperti apa???" tanya Danny-kun.
"Tunggu sebentar ya..." jawabku.
Aku segera mengeluarkan semua pakaian renang yang kupunya dan Danny-kun membantuku memilihnya. Setelah itu, aku pun memasuki kamarku lalu mencoba pakaian renang yang menurutku imut. Setelah selesai, aku pun menunjukkannya kepada Danny-kun.
"Bagaimana??? Apakah ini cocok untukku???" tanyaku.
"Lumayan..." jawab Danny-kun.
Lalu aku berganti lagi kemudian menunjukkan kembali kepada Danny-kun.
"Kalau ini???" tanyaku kembali.
"Lebih bagus dari yang tadi..." jawab Danny-kun.
"Itu jelek...." jawab 4 orang gadis secara serentak.
"Tunggu sebentar ya, Danny-kun.. ini yang menurutku pakaian renang yang paling imut..." ucapku.
Aku kembali ke kamarku, namun aku merasa heran apakah ada orang lain disana. Aku membuka pintu kamarku sedikit, lalu terkejut bahwasanya ada mereka berempat.
"Darimana mereka masuk??? Bukankah sudah kukunci???" gumamku.
Lalu tiba-tiba muncullah sebuah ide untuk membuat mereka berempat pergi dengan cara menakuti mereka. Lalu aku pergi ke salah satu ruangan di rumahku untuk dijadikan tempat angker kepada mereka berempat. Danny-kun dan mereka berempat menunggu lama, karena memang itulah yang aku rencanakan.
"Mengapa Mei lama sekali???" tanya Danny-kun.
"Tak apa kok Da-kun... Siapa tahu dia lagi merasa minder karena kita berempat lebih imut darinya..." jawab Hinada dengan sombongnya.
"Kalian berempat lebih imut dariku??? Apa aku tidak salah dengar??" gumamku sambil menguping.
Lalu aku mencari ide agar mereka menjauh dari Danny-kun. Aku melirik ke halaman dan aku menemukan sebuah ide, yaitu melemparkan batu kerikil kecil ke belakang kepala mereka berempat. Aku berhasil mengenai kepala belakang mereka berempat.
"Ouch...." ucap mereka berempat satu persatu.
"Da-kun... Coba kamu usap belakang kepalaku ini... Sepertinya ada benjolan..." ucap Hinada dengan manja.
Danny-kun mengusap kepala Hinada.
"Yang aku rasakan tidak ada benjolan..." ucap Danny-kun.
"Kalau aku???" ucap Mimi, Hatsuki, dan Nozomi serentak.
Danny-kun mengusap belakang kepala mereka bertiga satu persatu.
"Tidak ada juga...." ucap Danny-kun.
Mereka berempat tersenyum karena kepala mereka diusap oleh Danny-kun.
"Mengapa mereka berempat malah semakin mendekati Danny-kun???" gumamku dengan kesal sambil mengepalkan tanganku.
Karena kekesalanku memuncak, aku mengambil kerikil yang lebih besar dari yang pertama tadi. Lalu aku melemparkan ke belakang kepala mereka dengan kuat. Namun Hinada berhasil menangkapnya dan melemparnya kembali ke arahku dengan kuat sehingga mengenai keningku dan akhirnya aku jatuh pingsan dengan mempunyai sebuah benjolan.
Danny-kun melihatku terjatuh dan segera menghampiriku.
"Mei... Kamu tidak apa-apa kan??? Apa yang terjadi padamu??" tanya Danny-kun dengan khawatir.
Aku tersenyum ketika melihat wajah Danny-kun kemudian aku pingsan.
"Mei...." ucap Danny-kun sambil menepuk pipiku.
"Rasakan itu... Memang enak...." gumam keempat gadis dengan mengejek.
CHAPTER 48 - PREPARE BEFORE SUMMER
end