Kanaya Meissa (Ultimate Kagura Dancer) ~Eternal Love~

Kanaya Meissa (Ultimate Kagura Dancer) ~Eternal Love~
CHAPTER 67 - FRIED RICE DATE



Hari ini, aku bersama Danny-kun belanja untuk membeli bahan makanan membuat nasi goreng. Karena nasi sudah ada, tinggal membeli toppingnya saja. Aku dan Danny-kun mengecek kembali apakah ada yang belum terbeli, dan ternyata sudah semua. Kami berdua menuju apartemen Danny-kun untuk membuat nasi goreng tersebut. Sesampainya disana, kami pun meletakkan bahan makanan tersebut lalu duduk sebentar.


"Danny-kun..." ucapku.


"Ada apa Mei??" tanya Danny-kun.


"Kita ini seperti suami istri ya..." ucapku dengan wajah memerah.


"Sepertinya begitu..." lanjut Danny-kun dengan wajah yang memerah juga.


"Mudah-mudahan akan menjadi kenyataan...." ucapku sambil tersenyum manis.


"Iya Mei... Mudah-mudahan..." ucap Danny-kun sambil tersenyum pula.


Tiba-tiba saja, smartphone Danny-kun berbunyi sehingga memecah kecanggungan kami. Danny-kun lalu memeriksanya dan langsung membalasnya.


"Dari siapa Danny-kun??? Dari editormu ya???" tanyaku penasaran.


"Dari Hinada-san..." jawab Danny-kun.


"Rubah betina sialan... Berani sekali menghubungi Danny-kun disaat kami sedang bermesraan..." gumamku kesal.


"Apa yang dikatakannya??" tanyaku lagi.


"Dia mau mengunjungi apartemenku ini..." jawab Danny-kun sambil tersenyum.


"Terus, jawabanmu apa???" tanyaku lagi dengan sedikit kesal.


"Aku sedang mencari inspirasi untuk menulis puisi..." jawab Danny-kun sambil tersenyum lagi.


Aku senang mendengarnya, walaupun Danny-kun berbohong untuk hari ini, aku memaafkannya.


"Ayo kita buat nasi gorengnya..." ucap Danny-kun.


Aku mengangguk senang.


Kami pun membuat nasi goreng untuk kami berdua makan. Aku membantu Danny-kun mengiris bawang, memotong sosis, mengocok telur, mengiris daun bawang, memotong daging dengan potongan dadu, dan lain-lain yang dibutuhkan untuk membuat nasi goreng. Setelah nasi putih telah matang, kami berdua pun mulai mengolah nasi gorengnya. Setelah selesai, kami menyajikannya pada dua piring lalu kami taruh di meja makan. Lalu, Danny-kun duduk dan aku duduk di sebelah Danny-kun.


"Selamat makan..." ucap Danny-kun.


"Selamat makan..." ucapku.


Karena panas nasi gorengnya masih mengepul, aku pun meniupnya dengan perlahan-lahan.


"Makannya pelan-pelan saja Mei... Soalnya nasi gorengnya masih panas..." ucap Danny-kun sambil tersenyum.


Aku mengangguk sambil tersenyum. Lalu aku meniup nasi goreng Danny-kun.


"Mei, maksudnya nasi goreng di piringmu..." ucap Danny-kun sambil tersenyum.


"Soalnya aku tidak ingin mulut Danny-kun terbakar..." ucapku dengan nada manja.


"Kamu ini ada-ada saja, Mei..." ucap Danny-kun sambil tersenyum.


"Ahhhhnnnn..." ucapku sambil menyuap nasi goreng di piring Danny-kun ke mulut Danny-kun.


"Mei... Aku bisa sendiri loh..." ucap Danny-kun.


Aku menggembungkan pipiku. Lalu kemudian, Danny-kun mencubit pipiku karena gemas.


"Mumpung nasi gorengnya masih hangat, lebih baik kita habiskan..." ucap Danny-kun sambil tersenyum.


Akhirnya aku tidak jadi menyuap nasi gorengnya ke mulut Danny-kun. Di sela-sela makan, kami mengobrol tentang masa depan kami.


"Mei, setelah lulus nanti, kamu akan melakukan apa???" tanya Danny-kun.


"Mungkin aku akan membuat pentas budaya tarian Kagura dimana kamu berada, Danny-kun..." jawabku sambil tersenyum.


"Bukankah itu akan merepotkanmu??" tanya Danny-kun lagi.


"Tidak, asalkan kamu melihatku menari, walaupun penontonnya hanya kamu, itu sudah cukup untukku..." jawabku lagi sambil tersenyum.


Danny-kun kemudian mengecup keningku.


Wajahku menjadi semerah tomat karena mengalami adrenalin yang luar biasa senangnya. Tiba-tiba saja, ada yang mengetuk pintu apartemen Danny-kun. Lamunanku pun buyar ketika ada yang mengetuk pintu, lalu Danny-kun pergi membukanya. Lalu setelah itu, Danny-kun kembali masuk.


"Tadi dari siapa???" tanyaku penasaran.


"Tetangga di kamar sebelah... Dia tadi membagikan onigirinya padaku dan padamu..." jawab Danny-kun sambil tersenyum.


"Tetanggamu itu pria atau wanita???" tanyaku penasaran.


"Wanita..." jawab Danny-kun.


"Heeeee...." ucap dengan sedikit kesal.


"Jangan khawatir Mei... Dia itu wanita karir kok... Dia membuat onigiri ini sebagai hadiah karena aku pernah membantunya..." ucap Danny-kun sambil tersenyum.


"Siapa nama wanita itu??" tanyaku penasaran dengan sedikit kesal.


"Megumi-san..." jawab Danny-kun.


"Kalau begitu, aku akan memperingatkannya kalau tidak boleh menggodamu..." ucapku sambil tersenyum.


"Mei... Sebagai tunanganku, kamu tidak boleh begitu... Karena akan memperburuk keadaan..." ucap Danny-kun untuk menenangkanku.


Aku pun tersipu malu karena disebut sebagai tunangan Danny-kun.


"Ba... baiklah kalau begitu... Kali ini saja aku akan membiarkannya..." ucapku dengan nada malu-malu.


Aku pun duduk kembali di sebelah Danny-kun.


Kami pun memakan nasi goreng buatan kami dengan lahap dikarenakan sangat lezat. Sedangkan onigiri yang diberikan oleh tetangga Danny-kun, akan dimakan nanti siang. Setelah selesai, aku pun mencuci piring kami berdua dikarenakan aku ingin menjadi seorang istri yang baik.


"Maaf ya Danny-kun, tadi aku bertingkah seperti anak kecil..." ucapku sambil mencuci piring.


"Tidak apa-apa kok Mei... Lagipula yang penting kamu sudah minta maaf..." ucap Danny-kun sambil tersenyum.


"Untunglah... Danny-kun tidak jadi marah padaku..." gumamku senang.


Setelah selesai mencuci piring, aku pun duduk di sebelah Danny-kun sambil bersandar di pundak Danny-kun.


"Danny-kun, apa besok kamu bisa membantuku???" tanyaku.


"Memangnya mau bantu apa??" tanya Danny-kun lagi.


"Membersihkan pikiranku..." jawabku sambil tersenyum.


"Memangnya kamu hendak ke air terjun???" tanya Danny-kun lagi.


"Tidak..." jawabku sambil tersenyum.


"Lalu??" tanya Danny-kun lagi.


"Danny-kun cukup datang ke rumahku dan tinggal disitu selamanya denganku..." jawabku sambil menatap Danny-kun dalam-dalam.


"Kalau begitu, tunggu 7 tahun lagi...." ucap Danny-kun sambil tersenyum.


"7 tahun itu lama, Danny-kun... Nanti aku sering menangis menunggu selama itu...." ucapku dengan cemberut.


"Tidak kok... 7 tahun itu sebentar... Karena kita sudah hidup bersama selama 11 tahun..." ucap Danny-kun.


Aku pun terdiam mendengarnya dikarenakan Danny-kun mengingat sudah lama kami bersama, namun aku malah berpikir bahwa 7 tahun itu lama. Aku sungguh malu mendengar ucapan Danny-kun tadi dan langsung meneteskan air mata.


"Ada apa Mei??? Mengapa kamu bersedih??" tanya Danny-kun dengan khawatir.


"Hiks....hiks... Tidak apa-apa, Danny-kun... Aku malu kalau Danny-kun sudah berpikir sedewasa ini, sedangkan cara berpikirku masih seperti anak kecil...." jawabku sambil menangis tersedu-sedu.


Danny-kun lalu mengusap rambutku perlahan-lahan sambil tersenyum untuk menenangkanku. Tak lama kemudian, tangisanku usai dan aku memeluk Danny-kun kembali sambil meminta maaf dan Danny-kun memaafkanku. Tanpa terasa, hari sudah siang menunjukkan pukul 13.30 dan kami berdua segera memakan onigiri kiriman tetangga Danny-kun tadi. Setelah selesai memakannya, tiba-tiba saja Danny-kun merasa mengantuk dan tertidur. Namun tiba-tiba, muncul dalam pikiranku bahwasanya ini adalah kesempatanku untuk membuat Danny-kun tidur dipangkuanku dan aku berhasil melakukannya. Aku membelai rambut Danny-kun dan mencium keningnya sambil bergumam terimakasih padanya berkali-kali.


CHAPTER 67 - FRIED RICE DATE


End