
Pagi harinya disaat wajah Hatsuki babak belur karena ditinju olehku tadi malam, Danny-kun mengobatinya dengan wajah bertanya-tanya siapa yang melakukannya. Danny-kun menanyakan kami berempat, namun tak satupun dari kami yang mengaku. Tapi tentu saja aku yang melakukannya tadi malam karena Hatsuki melanggar perjanjian, bahwasanya kalau mau mendekati Danny-kun, harus kami berlima berada di situ. Aku melihat kalender dan aku terkejut karena sebentar lagi Danny-kun akan berulang tahun.
"Kira-kira aku akan kencan dengan Danny-kun kemana ya nanti..." gumamku sambil tersenyum.
"Mengapa kamu tersenyum??" tanya Hinada penasaran.
"Tidak ada apa-apa kok..." jawabku.
"Pasti ada apa-apanya..." gumam Hinada, Mimi, dan Nozomi serentak.
Selagi Danny-kun mengobati Hatsuki, aku menyiapkan sarapan agar kami bisa pergi ke sekolah. Aku meminta bantuan kepada Hinada, Nozomi, dan Mimi untuk membantuku. Walaupun mereka bertiga pada awalnya menolak, tapi mereka sadar bahwasanya mereka bisa menunjukkan kemampuan mereka kepada Danny-kun. Setelah Danny-kun selesai mengobati Hatsuki, kami pun juga selesai membuat sarapan pagi untuk kami makan. Tentu saja, aku duduk di sebelah Danny-kun agar mereka tidak bisa mendekati Danny-kun.
"Apa kamu bisa makan, Hatsuki-san??" tanya Danny-kun.
"Bisa kok... Walau sedikit susah untuk mengunyahnya..." jawab Hatsuki sambil tersenyum.
"Atau aku akan membuat bubur untukmu, Hatsuki-san..." ucap Danny-kun sambil tersenyum.
"Terimakasih, Danny-san... Kurasa aku akan memakannya..." ucap Hatsuki sambil tersenyum pula.
Mendengar hal itu, Hinada, Nozomi, dan Mimi juga menginginkan Danny-kun membuatkan bubur untuk mereka. Walaupun didalam hatiku aku menginginkannya, namun aku tidak mau merepotkan Danny-kun untuk membuatkan aku bubur.
"Apa kamu mau juga, Mei??" tanya Danny-kun.
"Tidak usah, Danny-kun... Aku makan apa yang sudah aku buat saja..." jawabku sambil tersenyum.
Danny-kun pun membuatkan bubur untuk mereka berlima, sedangkan Danny-kun memakan masakan buatanku. Setelah selesai sarapan, kami pergi ke sekolah masing-masing sedangkan Hatsuki beristirahat dulu dikarenakan lukanya belum sembuh. Di satu sisi, aku tidak terlalu senang dikarenakan Hatsuki bersama Danny-kun beberapa jam ke depan, sedangkan aku harus berurusan dengan Nozomi dan Mimi di sekolah.
"Kelihatannya aku harus pulang cepat... Karena aku tidak ingin ayam rabun itu bersama Danny-kun terus hingga pulang sekolah..." ucapku kesal.
"Aku setuju denganmu, Meigomi..." lanjut Nozomi.
"Setelah bel berbunyi untuk pulang, kita harus cepat-cepat sampai agar Hatsuki-san tidak menyerang Danny onii-chan duluan..." lanjut Mimi.
Kami bertiga mengangguk setuju.
Di sekolah, kami hanya menunggu bel pulang saja. Karena pikiran kami bertiga selalu berpikir yang tidak-tidak. Kami berpikir bahwa Hatsuki akan mencium Danny-kun, Hatsuki akan melakukan hal yang mesum dengan Danny-kun, dan lain-lain. Setelah bel pulang sekolah, aku, Nozomi, dan Mimi langsung pulang dikarenakan kalau Hatsuki melakukan hal yang mesum dengan Danny-kun, maka kami bertiga akan menghajarnya lebih parah dari sebelumnya. Sesampainya di rumah, kami bertiga masuk dan langsung mencari Hatsuki, dan kami menemukannya di ruang tamu sedang menonton TV.
"Selamat datang... Ada apa ya???" tanya Hatsuki.
"Kamu tidak melakukan sesuatu kepada Danny-kun, bukan??" tuduhku.
"Tentu saja tidak... Lagipula, kalau aku melakukan itu kepada Danny-san, maka aku akan melakukannya sebelum kalian pulang..." jawab Hatsuki.
Kami bertiga menatapnya dengan tajam. Lalu Nozomi dan Mimi memegang Hatsuki agar tidak kabur.
"Hei... Apa yang kalian lakukan??" tanya Hatsuki.
"Apa yang sudah kamu lakukan dengan Danny-kun?? Jawab..." jawabku.
"Tidak ada... Lagipula aku sedang mencari tahu kapan Danny-san berulang tahun..." ucap Hatsuki.
Nozomi dan Mimi melepaskan Hatsuki.
"Memangnya kamu tahu kapan Danny onii-chan ulang tahun??" tanya Mimi.
"Aku tidak tahu... Karena itu aku mau menanyakannya kepada Danny-san..." jawab Hatsuki.
"Apa kamu tahu, Meigomi??" tanya Nozomi.
Aku hanya diam saja.
Lalu Hatsuki dan Nozomi menahanku lalu mereka berdua menyuruh Mimi untuk memeriksa kamarku karena siapa tahu ada bukti bahwasanya disitu ada tanggal ulang tahun Danny-kun. Di kamarku, Mimi tidak melihat sebuah bukti adanya tentang ulang tahun Danny-kun. Lalu Mimi kembali ke ruang tamu dan mengatakannya kepada Nozomi dan Hatsuki bahwasanya ia tidak menemukan apapun.
"Jadi begitu ya..." ucap Hatsuki dan Nozomi serentak.
"Lepaskan aku...." ucapku sambil berontak.
"Tunggu dulu... Aku masih punya pertanyaan untukmu..." ucap Hatsuki sambil tersenyum.
"Aku tidak akan menjawabnya..." ucapku sambil berontak.
"Jangan begitu dong, Meigomi... Oya ngomong-ngomong, kapan ulang tahun Danny senpai???" tanya Nozomi sambil tersenyum.
"Benar tuh... Aku juga ingin tahu..." ucap Mimi.
"Kalian pikir aku akan memberitahu kalian..." ucapku dengan kesal.
"Danny onii-chan... Kapan kamu ulang tahun???" tanya Mimi.
"Hari ini..." jawab Danny-kun.
Hinada, Hatsuki, Nozomi, dan Mimi terkejut bahwasanya Danny-kun berulang tahun hari ini.
"Mengapa kamu tidak bilang dari kemarin, Da-kun... Kami berempat kan bisa membuat pesta membuat pesta kejutan untukmu..." ucap Hinada.
"Aku tidak ingin merepotkan kalian..." ucap Danny-kun.
"Apakah Mei tidak termasuk??" tanya Danny-kun.
"Siapa dia..." jawab Hinada dengan datar.
Lalu Nozomi melihat sesuatu yang dibawa oleh Danny-kun.
"Danny senpai... Apa yang kamu bawa??" tanya Nozomi.
"Ini adalah kebab yang aku beli tadi siang..." jawab Danny-kun sambil tersenyum.
"Ada berapa porsi??" tanya Mimi.
"Aku membelinya 5 porsi saja..." jawab Danny-kun.
Danny-kun lalu membagi kebab tersebut kepada kami berlima masing-masing 1 porsi.
"Danny-kun, bagianku mana??" tanyaku.
Danny-kun lalu melihat bahwasanya Hinada mengambil 2 porsi.
"Hinada-san, mengapa kamu mengambil 2 porsi??" tanya Danny-kun.
"Bukankah porsinya memang lebih 1.." jawab Hinada sambil tersenyum.
"Aku memberikan kebab tersebut kepada kalian masing-masing 1 porsi..." ucap Danny-kun.
"Hatsuki-san 1 porsi, Nozomi-san 1 porsi, Mimi-chan 1 porsi, sisanya aku..." ucap Hinada sambil tersenyum.
"Tidak apa-apa kok Danny-kun... Aku belum ingin memakan kebab kok... Lagipula kebab bisa aku beli sendiri nanti..." ucapku sambil tersenyum.
Lalu aku merangkul leher Danny-kun dengan tanganku.
"Tapi hari ini, aku akan mengambil porsiku..." ucapku sambil tersenyum.
"Selamat makan...." ucapku sambil menutup mataku.
Lalu aku mencium bibir Danny-kun dengan lembut sehingga membuat mereka berempat terkejut lalu mata mereka berempat terbelalak dan memunculkan aura kemarahan. Mereka berempat meletakkan kebab tersebut di atas meja, lalu Hinada berdiri dibelakangku dan memelukku. Kemudian ia melakukan German Suplex padaku.
"Ittaaaaiiiiii...." ucapku meringis kesakitan.
Tidak sampai disitu saja, Hatsuki, Nozomi, dan Mimi membantuku berdiri sambil tersenyum. Kemudian Hatsuki menampar pipi kiriku, lalu Nozomi meninju mata kiriku, dan yang terakhir Mimi melakukan uppercut ke daguku sehingga membuatku terjatuh ke pelukan Danny-kun dengan mata yang berkunang-kunang dan bintang-bintang berputar di kepalaku. Lalu Hinada menyeretku ke halaman belakang diikuti dengan ketiga gadis hama lainnya untuk menghajarku.
Epilog
Mereka berempat sedang mempersiapkan pesta ulang tahun Danny-kun tanpaku dikarenakan aku diikat di atas pohon belakang rumahku dengan wajah babak belur.
"Apakah kalian melihat Mei??" tanya Danny-kun.
"Aku tidak melihatnya..." jawab Hinada dengan tersenyum.
"Bagaimana dengan kalian??" tanya Hinada kepada 3 gadis yang lain.
"Kami tidak melihatnya juga..." jawab mereka bertiga serentak dengan tersenyum.
"Mungkin dia sedang tidur di kamarnya.." ucap Hatsuki.
"Ayo duduk disini, Da-kun... Kita akan merayakan pesta ulang tahun untukmu..." ucap Hinada sambil tersenyum.
Danny-kun dan keempat gadis hama itu merayakan pesta ulang tahun Danny-kun tanpaku.
CHAPTER 78 - WAR BEFORE DANNY-KUN'S BIRTHDAY
End