Kanaya Meissa (Ultimate Kagura Dancer) ~Eternal Love~

Kanaya Meissa (Ultimate Kagura Dancer) ~Eternal Love~
CHAPTER 66 - THE BAKING WAR



"Danny-kun, coba makan kue buatanku..." ucapku sambil tersenyum.


"Enak saja... Aku duluan..." ucap Hinada yang tidak mau mengalah.


"Aku..." ucap Hatsuki yang tidak mau mengalah juga.


"Aku duluan..." ucap Nozomi yang tidak mau mengalah juga.


"Silahkan Danny onii-chan..." ucap Mimi yang tidak mau mengalah juga.


"Aku tidak bisa memakan semuanya... Karena perutku ini terbatas..." ucap Danny-kun.


Bagaimana kisah ini terjadi? Kita mulai dari awal.


"Danny-kun sedang melihat apa??" tanyaku.


"Aku sedang melihat resep kue... Siapa tahu ada yang bisa aku buat nanti..." jawab Danny-kun sambil tersenyum.


Aku melihat resep kue yang dibaca oleh Danny-kun sambil menempel ke Danny-kun.


"Bagaimana kalau kue ini???" tanyaku sambil menunjuk ke arah salah satu resep kue.


"Kalau kue yang itu, kelihatannya sulit..." jawab Danny-kun.


"Kalau ingin membuat kue yang mudah, pakai saja resep ini..." ucap Hinada sambil menunjuk sebuah resep kue.


Aku terkejut melihat Hinada sudah berada di belakang kami berdua.


"Hinada-san... Apa yang sedang kamu lakukan disini???" tanya Danny-kun.


"Aku hanya ingin bertemu denganmu saja.." jawab Hinada sambil tersenyum.


Lalu Hinada duduk di antara kami berdua.


"Hei... Apa-apaan ini, rubah betina..." ucapku dengan nada jengkel.


"Siapa yang berbicara, Da-kun???" tanya Hinada sambil melihat ke kiri dan ke kanan.


Ketika Hinada melihat ke arahku, ia langsung melihat ke arah Danny-kun kembali.


"Ternyata cuma hantu..." ucap Hinada dengan maksud mengejekku.


Aku pun menarik rambut Hinada sehingga ia tersentak dan Hinada langsung menyikutku dan mengenai hidungku.


"Kamu tidak apa-apa, Mei??" tanya Danny-kun dengan khawatir.


"Maaf ya... Aku pikir tidak ada orang belakangku... Ternyata ada kamu..." ucap Hinada sambil tersenyum mengejekku.


"Danny-kun... Hidungku sakit..." ucapku dengan manja ke Danny-kun.


Hinada pun langsung bergerak cepat dengan menekan hidungku.


"Sakit di bagian mana??? Sini aku obatin..." ucap Hinada dengan tersenyum kedut.


"Aw...awww...awww...awww.." ucapku sambil meringis kesakitan.


"Hinada-san... Kamu malah membuatnya tambah sakit..." ucap Danny-kun sambil menghentikan Hinada menekan hidungku.


Akhirnya Hinada pun berhenti menekan hidungku dan Danny-kun memeriksanya apakah hidungku mimisan atau tidak.


"Kelihatannya tidak apa-apa..." ucap Danny-kun sambil tersenyum.


Dengan sigap, aku menyentuh pipi Danny-kun dengan kedua tanganku dengan wajah yang memerah sambil tersenyum. Lalu muncul di belakangku 3 gadis hama yang lain lagi, Nozomi memegang bahu kiriku, Mimi memegang bahu kananku, dan Hatsuki memegang kepalaku.


"Ya...ya... Cukup sampai disitu saja..." ucap mereka bertiga serentak.


Raut wajahku berubah, dari tersenyum dengan wajah yang memerah kini menjadi senyum dengan kepala berkedut.


"Apa yang kalian bertiga lakukan disini???" tanya Hatsuki.


"Aku dan Mei sedang mencari resep kue yang mudah kubuat nanti..." jawab Danny-kun sambil tersenyum.


"Kalau resep kue, bagaimana kalau yang ini???" saran Hatsuki.


"Tidak, yang ini saja..." ucap Nozomi.


"Danny onii-chan belum tentu bisa membuat kue itu... lebih baik resep kue yang ini saja..." ucap Mimi.


"Sudah aku katakan, resep kue yang mudah dibuat itu resep kue yang ini..." ucap Hinada.


"Tidak... kalian semua salah... Aku tahu ada resep kue yang bisa dibuat oleh Danny-kun..." ucapku.


Kami berlima pun ribut karena tidak ada yang mau mengalah untuk menggoda Danny-kun. Danny-kun pun berpikir bagaimana caranya agar semuanya tenang dan akhirnya ia pun mendapatkan sebuah ide.


"Daripada kalian bertengkar, lebih baik kalian menunjukkan resep kue mana yang paling bisa aku buat dengan cara kalian tunjukkan cara membuatnya...." ucap Danny-kun sambil tersenyum.


"Baiklah kalau begitu, hari Minggu besok, kalian tunjukkan padaku cara membuat kue yang mudah kubuat..." ucap Danny-kun.


Aku dan 4 gadis hama lain saling bertatapan satu sama lain dengan maksud untuk saling mengintimidasi.


Hari Minggu


"Aku tidak tahu kalau kalian akan datang... Aku pikir kalian berempat ketakutan menghadapiku..." ucapku sambil tersenyum.


"Takut??? Tentu saja tidak... Karena aku yakin, akulah yang akan menang..." ucap Hinada dengan percaya diri.


"Takut ya?? Sepertinya tidak... Karena aku sudah mempersiapkan kejutan untuk Danny senpai..." ucap Nozomi dengan percaya diri.


"Takut?? Untuk apa aku takut padamu, kucing mesum..." ucap Mimi dengan mengintimidasi aku.


"Takut?? Sepertinya tidak, kucing bucin... Aku cukup percaya diri untuk mengalahkanmu..." ucap Hatsuki sambil tersenyum.


Kami saling bertatapan satu sama lain dan menimbulkan aliran listrik.


"Baiklah kalau begitu, kita akan memulai pertandingannya... Sudah siap semua??" ucap Danny-kun.


Kami berlima mengangguk.


"Baiklah kalau begitu, silahkan dimulai..." ucap Danny-kun.


Kami berlima pun mulai membuat kue yang paling mudah untuk dibuat oleh Danny-kun. Kami membuat kue yang berbeda agar Danny-kun bisa mencobanya. Nozomi membuat Baumkuchen, Hinada membuat strawberry shortcake, Hatsuki membuat chocolate shortcake, Mimi membuat pound cake, sedangkan aku membuat cookies. Disela-sela kegiatan kami membuat kue, Danny-kun menghampiri kami satu persatu untuk menanyakan bagaimana cara membuat kuenya. Disaat bukan meja kami yang didatangi Danny-kun, kami menunjukkan wajah yang kesal kepada siapapun meja yang didatangi oleh Danny-kun. Namun, disaat Danny-kun mendatangi meja kami, kami merasa bahagia. Setelah satu jam kemudian, akhirnya kami semua selesai membuat kue tersebut.


"Baiklah kalau begitu, yang mana yang harus kucicipi terlebih dahulu.." ucap Danny-kun.


Lalu kita kembali ke cerita awal. Akhirnya, Danny-kun mencoba kue buatan kami satu persatu. Dimulai dari Hinada.


"Strawberry shortcake buatanmu enak... Tidak terlalu asam, cocok dengan lidahku..." ucap Danny-kun.


"Terimakasih Da-kun..." ucap Hinada dengan tersenyum.


"Terimakasih Da-kun..." gumam kami berempat dengan kesal.


Kini giliran kue buatan Hatsuki yang dicoba oleh Danny-kun.


"Chocolate shortcake buatanmu ini kelihatannya memakai tepung gula... Takarannya pas dan enak..." ucap Danny-kun.


"Terimakasih Danny-san..." ucap Hatsuki sambil tersenyum.


"Terimakasih Danny-san..." gumam kami berempat dengan kesal.


Kini giliran kue buatan Nozomi yang dicoba oleh Danny-kun.


"Baumkuchen buatanmu ini lembut dan tidak terlalu manis... dan juga lebih enak dari yang dijual di toserba..." ucap Danny-kun.


"Terimakasih Danny senpai..." ucap Nozomi sambil tersenyum.


"Terimakasih Danny senpai..." gumam kami berempat dengan kesal.


Kini giliran kue buatan Mimi yang dicoba oleh Danny-kun.


"Pound cake buatanmu cocok diminum dengan teh di sore hari..." ucap Danny-kun sambil tersenyum.


"Terimakasih Danny onii-chan..." ucap Mimi dengan tersenyum.


"Terimakasih Danny onii-chan..." gumam kami berempat dengan kesal.


Yang terakhir, giliran kue buatanku yang dicoba oleh Danny-kun.


"Cookies buatanmu cocok dinikmati dengan secangkir kopi yang setengah pahit... Walaupun aku kurang begitu suka dengan kopi, tapi kalau ditemani oleh cookies buatanmu, mungkin aku akan mencobanya secangkir..." ucap Danny-kun sambil tersenyum.


"Terimakasih Danny-kun..." ucapku sambil memeluk Danny-kun.


Mereka berempat melihatku memeluk Danny-kun dan langsung menarikku untuk menjauhi Danny-kun.


"Menurutmu kue buatan siapa yang paling enak, Da-kun???" tanya Hinada.


Danny-kun berpikir sedikit lama dikarenakan kue buatan kami semua begitu enak dilidahnya.


"Menurutku, kue yang paling enak adalah kue buatan Hatsuki-san..." jawab Danny-kun.


Mendengar jawaban itu, kami berempat menarik Hatsuki untuk diadili karena kekesalan kami berempat telah menumpuk.


"Baiklah Hatsuki-san... Saatnya hukuman...." ucap kami berempat serentak sambil tersenyum kedut.


Kami berempat memasukkan kue buatan kami ke mulut Hatsuki secara serentak sehingga mulut Hatsuki pun penuh.


CHAPTER 66 - THE BAKING WAR


End