
"Baiklah, bulan depan kita akan melakukan field trip ... ada yang bisa menyarankan kemana kita akan pergi?" tanya Yuu di depan kelas.
"Ke Kyoto saja ... disana kita bisa melihat berbagai macam sejarah kelam..," ucap Ramaru.
"Atau ke Osaka saja ... disana kita bisa bersantai..," ucap Yuu.
Kami semua mengeluarkan pendapat kami hendak pergi kemana.
"Aku mau ke Okinawa..," ucapku sambil mengangkat tangan.
"Aku juga..," ucap Nozomi sambil mengangkat tangan juga.
"Ngapain kamu ikut-ikutan..," ucapku dengan kesal.
"Ya terserah aku dong..," ucap Nozomi sambil kesal juga.
Aku menatap tajam ke arah Nozomi dan Nozomi pun membalas tatapan tajamku.
"Apa alasanmu ingin ke Okinawa, Kanaya-san?" tanya Yuu.
"Karena Danny-kun sedang berada di sana ... makanya aku ingin kesana..," jawabku.
"Aku juga sama..," lanjut Nozomi.
"Dih ... ikut-ikutan..," ucapku kesal.
Kami berdua akhirnya berkelahi.
Aku menunggu kesempatan ini dikarenakan sebulan yang lalu Danny-kun mengadakan kegiatan praktek di Okinawa, dan selama sebulan aku menunggu kesempatan ini untuk bertemu dengan Danny-kun. Esoknya, kami berkumpul di sekolah dan bersiap-siap menunggu bis.
"Apakah akan ada kejadian seperti waktu itu?" tanya Mihoshi.
"Sepertinya tidak ada ... kan saat itu kita berada di jalur yang benar..," jawab Aelri.
"Kalau kita terculik lagi, kita salahkan saja Nozomi..," ucapku.
"Hei ... apa maksudmu itu, Meigomi..," ucap Nozomi dengan kesal.
"Bukankah waktu itu adalah salahmu sehingga kita semua tidak bisa menghubungi siapapun..," ucapku.
"Tapi kan itu sudah berlalu..," ucap Nozomi dengan kesal.
"Walaupun sudah berlalu, tetap saja itu salahmu..," ucapku.
Akhirnya bus yang kami tumpangi pun berangkat menuju Okinawa. Ditengah perjalanan, aku memakan bekalku dan kebanyakan dari mereka sudah tidur. Dan setelah selesai, aku menutup bekalku dan beristirahat. Namun entah mengapa ada yang mencoba mengambil bekal cadanganku yang kubuat untuk Danny-kun. Langsung saja aku memukulnya walaupun aku setengah sadar, siapa tahu setelah aku sadar sepenuhnya aku bisa tahu siapa yang mencoba mengambilnya. Setelah 2 jam perjalanan, akhirnya kami tiba di Okinawa. Aku meluruskan tangan dan kakiku karena lelah duduk selama 2 jam. Aku melihat wajah Nozomi membengkak.
"Wajahmu kenapa, Akuma Milku? Apa digigit nyamuk?" tanyaku sambil tertawa.
"Ini salahmu tahu..," jawab Nozomi dengan kesal.
"Lho? Kok salahku? Apa jangan-jangan kamu yang mau mengambil bekal untuk Danny-kun ya?" tanyaku penasaran.
"Dih ... siapa yang mau mengambil makanan untuk Danny senpai..," jawab Nozomi sambil memegang salah satu matanya yang bengkak.
"Jangan khawatir, aku tidak akan memberitahukan kepada siapapun ... karena itu, aku akan membuat matamu sebesar tomat.," ucapku dengan membisikkan ke telinga Nozomi.
"Apa-apaan sih...," ucap Nozomi dengan menyikutku.
"Baiklah, barang-barang kalian sudah dimasukkan ke kamar kita masing-masing...," ucap Shirei.
"Apakah kamar kita hanya 2 tempat saja?" tanya Canis.
"Yup, karena ruangannya luas ... jadi kita sewa 2 kamar saja...," jawab Shirei.
Kami masing-masing memasuki kamar yang sudah disediakan pihak penginapan. Kamar para gadis dekat dengan kamar mandi sedangkan kamar para cowok dekat dengan ruangan rekreasi. Dan kami para gadis sedang merapikan barang kami di kamar.
"Teman-teman, coba lihat ... si Meigomi membawa pakaian dalam kemenangan..," ucap Nozomi sambil menarik pakaian dalam dari tasku.
"Hei ... kembalikan..," ucapku kesal sambil mencoba mengambil kembali pakaian dalamku.
"Meigomi mesum ya...," ejek Nozomi.
Kemarahanku tak tertahankan lagi, aku meninju perutnya lalu pakaian dalamku terjatuh ke lantai. Kemudian aku melakukan uppercut ke dagunya sehingga membuat Nozomi pingsan.
"Apa ada yang keberatan aku membawa pakaian dalam kemenanganku?" tanyaku kepada para gadis sambil tersenyum.
Mereka semua menggelengkan kepala karena takut aku memukul mereka.
Lalu aku pergi mandi karena giliran pertama adalah giliran para gadis.
Di kamar mandi, sambil membersihkan diri, kami mengobrol obrolan para gadis.
"Bagaimana perkembangan hubunganmu dengan Mizuno-san, Nala-san?" tanya Canis sambil membersihkan tubuhnya.
"Susah...," jawab Nala sambil membersihkan tubuhnya.
"Kalau kamu, bagaimana Mihoshi-san?" tanya Canis kembali.
"Belum ada perkembangan..," jawab Mihoshi dengan menghela nafasnya.
"Kalau begitu, bagaimana kalau kami membantumu, Mihoshi-san..," ucapku sambil membersihkan tubuhku.
"Tapi aku tidak punya pakaian dalam kemenangan..," ucap Mihoshi.
"Kamu tidak memerlukan pakaian itu ... wajahmu imut kok..," ucap Ramaaru sambil membersihkan tubuhnya.
Setelah selesai membersihkan tubuh kami, kami pun berendam.
"Enaknya .... inilah surga...," ucapku sambil merentangkan kedua tanganku ke depan.
"Tapi bagaimana caranya agar Aelri-kun memperhatikanku?" tanya Mihoshi.
"Kenapa tidak ajak saja dia besok..," jawab Ayako.
"Tapi, aku takut..," ucap Mihoshi dengan gugup.
"Jangan khawatir, Kanaya-san bisa membantu kok..," ucap Canis untuk menenangkan Mihoshi.
"Kalau besok, aku tidak bisa ... karena aku ada kencan dengan Danny-kun..," ucapku.
"Kan bisa double date ... bukankah kita ini teman sekelas..," ucap Ayako.
"Aku tanya Danny-kun dulu deh..," ucapku.
Mihoshi memelukku sebagai ucapan terimakasih.
"Aku tidak suka dipeluk sama gadis loh..," ucapku sambil melihat ke arah lain.
Mihoshi pun melepaskan pelukannya.
"Kalau misalkan ada seorang gadis yang memeluk Danny senpai, bagaimana Kanaya-san?" tanya Canis.
"Oh, kalau itu gampang ... tenggelamkan saja di laut biar dia tahu rasa...," jawabku sambil tersenyum.
Mereka tertawa kecuali Nozomi yang sedang mengeluh dari tadi.
"Ada apa Nozomi-san? Mengapa dari tadi kamu mengeluh terus?" tanya Nala.
"Aku bingung, bagaimana caranya agar Danny senpai jatuh cinta padaku dan melupakan Meigomi..," jawab Nozomi sambil menghela nafasnya.
Mendengar hal itu, aku pun bereaksi.
"Itu mustahil ... karena aku tidak akan membiarkannya terjadi..," ucapku.
"Kelihatannya mulai lagi pembicaraan cinta tingkat tinggi..," gumam Ramaaru.
"Oya? Kalau begitu mudah saja ... bibir Danny senpai akan aku ambil..," ucap Nozomi.
Mendengar hal itu, Canis, Ayako, Ramaaru, dan Mihoshi mendengar seakan Nozomi telah menginjak ranjau yang akan meledak sebentar lagi. Aku mendekati Nozomi sambil menampar dadanya dan Nozomi pun membalas dengan menampar dadaku. Kami pun bergelut di bak pemandian, berbagai jurus kami keluarkan, namun entah mengapa semua jurus kami selalu gagal. Mungkin karena area licin di bak pemandian.
"Aku keluar dulu ... aku sudah tidak tahan dengan panasnya lagi..," ucap Ayako.
"Kalau begitu, kami juga...," ucap para gadis yang lain selain aku dan Nozomi yang dari tadi berkelahi. Setelah para gadis keluar dari kamar mandi, hanya tinggal kami berdua saja yang berada di kamar mandi. Karena kami berdua sudah kelelahan, aku pun melancarkan tinjuku dan Nozomi pun melakukan hal yang sama sehingga kami sama-sama terkena pukulan yang mengenai pipi kami dan kami pun sama-sama terjatuh di bak mandi. Setelah 5 menit aku terbaring di bak mandi, aku pun segera keluar karena sebentar lagi giliran para lelaki yang mandi.
"Ternyata kamu takut ya padaku...," ucap Nozomi dengan mengejekku saat terbaring di bak mandi.
"Aku tidak takut padamu ... aku hanya tidak ingin laki-laki lain melihat tubuh indahku ini selain Danny-kun..," ucapku sambil memakai handuk lalu keluar.
Nozomi pun juga keluar dari kamar mandi memakai dengan memakai handuk juga. Setelah selesai mandi, kini giliran para lelaki yang mandi. Dan setelah mereka selesai mandi, kami semua makan malam dan setelah itu aku langsung tidur dikarenakan aku ada kegiatan besok yang ingin aku lakukan.
CHAPTER 54 - FIELD TRIP (1)
End