Kanaya Meissa (Ultimate Kagura Dancer) ~Eternal Love~

Kanaya Meissa (Ultimate Kagura Dancer) ~Eternal Love~
CHAPTER 45 - CHERRY BLOSSOM DATE



"Mengapa ada 4 orang hama disini??!!" gumamku kesal.


Cerita ini bermula pada saat kemarin sebelum kejadian ini berlangsung saat jam istirahat.


"Mei, hari Sabtu besok apa kamu ada kegiatan???" tanya Danny-kun.


"Tidak ada.. ada apa???" tanyaku.


"Kamu mau aku ajak melihat pohon Sakura yang sedang mekar???" tanya Danny-kun.


"Aku mau....." ucapku sambil tersenyum senang.


"Besok kita pergi bersama... Aku sudah menemukan tempat yang bagus..." ucap Danny-kun.


"Yesss.... Kencan dengan Danny-kun..." gumamku senang.


"Apa hanya kita berdua saja???" tanyaku.


"Sebenarnya aku sudah mengajak Hinada-san, Hatsuki-san, Nozomi-san, dan Mimi-chan..." jawab Danny-kun.


"Mengapa harus mengajak mereka???" tanyaku dengan wajah merajuk.


"Karena aku ingin membuat kenangan bersama kalian berlima..." jawab Danny-kun.


Aku menoleh ke arah lain karena merajuk.


"Mei... Aku ingin kamu juga membuat kenangan bersama mereka berempat..." ucap Danny-kun sambil tersenyum.


"Aku tidak mau membuat kenangan indah bersama mereka..." ucapku yang masih merajuk.


"Karena aku tidak selamanya berada di sisimu... Dan juga setelah lulus nanti, aku berencana untuk kembali ke kampung halamanku.." ucap Danny-kun.


"Untuk apa Danny-kun kembali ke tempat dimana Danny-kun tidak diterima lagi oleh penduduk desa..." ucapku yang masih tetap merajuk.


"Karena disitulah orang tuaku berada..." ucap Danny-kun.


"Kan orang tuamu sudah meninggal... Untuk apa Danny-kun kembali ke tempat itu..." ucapku yang sudah mereda.


"Aku ingin mengembangkan desaku... Walaupun mereka sudah membuangku, aku tidak bisa meninggalkan mereka..." ucap Danny-kun sambil tersenyum.


"Oke kalau begitu... Namun ada satu syarat.." ucapku.


"Apa itu???" tanya Danny-kun.


"Danny-kun tidak boleh menikahi gadis disana..." jawabku.


"Kalau itu...." ucap Danny-kun.


"Kalau begitu, Danny-kun tidak boleh pulang ke kampung halaman Danny-kun..." lanjutku.


"Itu sulit.. karena kita tidak tahu kapan kita akan meninggal..." ucap Danny-kun.


"Kalau begitu, aku akan tinggal bersamamu di kampung halamanmu..." ucapku sambil tersenyum.


"Lalu, bagaimana dengan rumahmu???" tanya Danny-kun.


"Dengar ya, Danny-kun... Kemanapun suaminya pergi, istrinya harus ikut dengan suaminya..." jawabku sambil menyentuh bibir Danny-kun dengan telunjukku.


"Pertanyaan terakhir, kalau banyak gadis didesaku yang menggodaku, apa yang akan kamu lakukan???" tanya Danny-kun.


"Itu mudah saja, aku akan menusuk mata mereka ketika kamu lewat..." jawabku dengan tersenyum.


"Tapi bukankah itu terlalu kejam???" ucap Danny-kun.


"Itu jalan terakhir kalau cara pertamaku tidak berhasil..." ucapku.


"Lalu apa cara pertamamu???" tanya Danny-kun.


"Aku akan menyemprotkan cairan merica atau bubuk cabai ke arah mata mereka...." jawabku.


Danny-kun terdiam sejenak.


"Mei, mereka bukan penjahat..." ucap Danny-kun.


"Namun bagiku, mereka itu penjahat yang mau mengambil Danny-kun dariku..." ucapku.


"Kalau aku mengajakmu setelah aku lulus ke kampung halamanku, bagaimana dengan sekolahmu???" tanya Danny-kun.


"Itu mudah, aku akan keluar dari Kibou Gamine Gakuen..." jawabku sambil tersenyum.


"Kalau begitu, begini saja... Setahun setelah aku lulus, aku akan kembali ke kampung halamanku..." ucap Danny-kun.


"Aku setuju..." ucapku.


"Kalau begitu, aku juga menghubungi mereka berempat untuk menikmati pohon sakura bersama kita..." ucap Danny-kun tersenyum.


"Mudah-mudahan mereka tidak ikut... Mudah-mudahan mereka tidak ikut..." gumamku berulang kali.


Tuuuut.... tuuuut... Suara telepon mereka bertiga tidak diangkat. Namun ketika Danny-kun menghubungi nomor Hinada, ternyata ia mengangkatnya. Di telepon tersebut, Hinada menolak ajakan Danny-kun dengan halus dengan alasan bahwasanya ada urusan keluarga. Hatiku riang gembira mendengarnya.


"Kalau begitu, hanya kita berdua saja yang pergi..." ucap Danny-kun.


Aku hanya tersenyum saja.


"Kalau begitu, sampai jumpa Sabtu besok ya..." ucap Danny-kun.


Aku mengangguk senang. Dan tak lama kemudian, Danny-kun pun pulang. Setelah Danny-kun tidak terlihat lagi olehku, aku melompat kegirangan.


Esoknya, aku menunggu Danny-kun di stasiun kereta karena tempat untuk melihat pohon Sakura yang sedang mekar agak jauh. Aku menunggu Danny-kun dengan kimono yang terbaik dan terimut menurutku. Tak lama kemudian, Danny-kun menghampiriku.


"Maaf menunggu, Mei..." ucap Danny-kun.


"Tidak apa-apa... Aku baru saja sampai kok..." ucapku sambil tersenyum.


Walaupun sebenarnya aku sudah satu jam menunggu. Namun bagiku, satu jam menunggu seseorang yang dicintai tidaklah berbeda dengan lima menit.


"Kalau begitu, kita berangkat..." ucap Danny-kun sambil tersenyum.


Aku mengangguk senang.


Kami berdua menaiki kereta api. Disana kami mengobrol tentang topik apapun, mulai dari cerita yang menyenangkan hingga yang sangat menyenangkan. Karena bagiku, obrolan bersama Danny-kun tidak ada yang membosankan. Sesampainya di stasiun berikutnya, kami berdua turun lalu berjalan menuju ke tempat yang dituju. Setelah 15 menit berjalan, akhirnya kami sampai ke tempat yang dituju.


"Tempatnya ramai sekali, apakah kita bisa mendapatkan tempat yang bagus???" ucapku.


"Tenang saja, Mei... Aku sudah memesan tempat kok..." ucap Danny-kun sambil tersenyum.


Mendengar hal itu, aku semakin bertambah semangat.


"Dimana tempatnya???" tanyaku sambil tersenyum senang.


"Sini, ikut aku..." jawab Danny-kun.


Danny-kun membawaku menuju tempat yang sudah dipesan oleh Danny-kun. Tak lama kemudian, sampailah kami ke tempat tersebut, lalu aku melihat ada 4 orang gadis yang ada disitu.


"Siapa mereka??? Mengapa ada orang yang menempati yang dipesan oleh Danny-kun??" gumamku.


"Kelihatannya mereka sudah sampai..." ucap Danny-kun.


"Apa jangan-jangan...." gumamku.


Aku segera menghampiri 4 orang gadis yang ada di sana dan ternyata memang benar, mereka adalah Hinada, Hatsuki, Nozomi, dan Mimi. Sehingga terjadilah lanjutan cerita diatas.


"Aku pikir kalian tidak datang..." ucap Danny-kun menghampiri mereka.


"Aku kebetulan saja lewat sini..." ucap Hatsuki sambil tersenyum.


"Kalau aku, aku berpisah dari keluargaku ketika ada disini... Karena aku belum menemukan mereka, akhirnya aku duduk disini..." ucap Hinada sambil melirik ke arah lain.


"Kalau aku, sebenarnya aku ingin mengajak murid-murid TK tempatku mengajar.. hanya saja, orang tua mereka tidak mengizinkan..." ucap Nozomi.


"Kalau aku, hanya ingin berjalan-jalan saja..." ucap Mimi sambil tersenyum.


"Dasar penipu... Memangnya aku pikir kalian tidak tahu kalau kalian berempat itu berbohong..." gumamku.


"Owh begitu... Syukurlah kalau kalian meluangkan waktu untuk berada disini..." ucap Danny-kun sambil tersenyum.


"Jangan percaya omongan mereka, Danny-kun... Mereka hanya berpura-pura saja...." gumamku.


Danny-kun duduk di antara mereka dan aku juga duduk dekat dengan Danny-kun karena aku tidak ingin mereka dekat-dekat dengan Danny-kun. Aku duduk tepat didepan Danny-kun sehingga lutut kami bersentuhan dan itu cukup membuat mereka berempat kepanasan.


"Baiklah, karena kita berenam sudah ada disini, ada sesuatu yang ingin kubicarakan dengan kalian..." ucap Danny-kun.


"Apa itu, Da-kun???" tanya Hinada.


"Aku ingin menyampaikan kalau aku akan berada di kota ini 2 tahun lagi..." jawab Danny-kun.


"Memangnya kamu mau pergi kemana, Danny-san???" tanya Hatsuki.


"Aku berencana untuk kembali ke kampung halamanku dulu...." jawab Danny-kun.


"Tunggu dulu... "Dulu"??? gumamku.


"Berarti Danny onii-chan ingin berkeliling dunia???" tanya Mimi.


"Tidak... Aku hanya ingin melihat dunia yang lebih luas lagi..." jawab Danny-kun.


"Kalau begitu, aku akan mendukungmu, Danny-san..." ucap Hatsuki sambil tersenyum.


"Aku juga..." lanjut Nozomi sambil tersenyum pula.


"Terimakasih semuanya..." ucap Danny-kun sambil tersenyum.


Lalu Danny-kun mengeluarkan bekal.


"Kebetulan aku membuat banyak hari ini, jadinya kita makan bekal ini saja..." ucap Danny-kun.


Mereka semua menelan ludah karena melihat bekal Danny-kun begitu enak. Dan tentu saja, Danny-kun memberikan bekalnya pada mereka dan padaku. Kami berlima memakan bekal buatan Danny-kun yang super enak itu. Dan tak lama kemudian, kami selesai makan, lalu Danny-kun menyarankan kami semua untuk bermain kartu. Kami pun mengangguk setuju. Kami bermain kartu yang bernama "Old Maid". Namun, kami tidak ingin bermain dengan cara yang biasa. Kami bermain dengan sistem tukar 3 kartu yang diserahkan ke orang disebelahnya pada awal permainan hingga orang yang terakhir menerimanya.


Tidak ada satupun dari kami yang mau mengalah ataupun menyerah, kecuali Danny-kun yang selalu tersenyum melihat tingkah kami berempat. Dan entah mengapa, Danny-kun selalu menang. Danny-kun mengatakan bahwasanya itu hanyalah keberuntungan semata. Tak terasa, hari telah sore yang membuat mereka segera pulang ke rumah masing-masing. Setelah mereka pergi, kini hanya tinggal aku dan Danny-kun saja.


"Ayo Mei, kita rapikan tempat ini..." ucap Danny-kun sambil tersenyum.


"Aku... Ingin duduk disini lebih lama..." ucapku.


Danny-kun melihatku dengan penasaran.


"Apa ada yang ingin kamu bicarakan, Mei???" tanya Danny-kun.


Lalu kemudian, Danny-kun duduk di sebelahku. Tak lama kemudian, air mataku mengalir dikarenakan detik-detik aku menghabiskan waktu bersama Danny-kun akan berkurang sedikit demi sedikit. Melihat itu, Danny-kun langsung memelukku. Ia bertanya apa yang terjadi padaku, lalu aku menjawab dengan terisak bahwasanya aku tidak ingin Danny-kun pergi jauh ke tempat yang tidak pernah aku datangi. Mendengar jawaban itu, Danny-kun hanya mengusap rambutku dan berkata bahwa Danny-kun hanya pergi untuk sementara waktu saja. Dan ia berjanji, ketika pulang nanti yang pertama akan ditemuinya adalah aku. Aku pun menghapus air mataku dan tersenyum manis. Tak lama kemudian, aku menutup mataku lalu aku ingin mencium bibir Danny-kun, namun entah mengapa ada empat orang yang menarikku dan membawaku ke sebuah pohon sakura yang agak jauh dari tempatku tadi. Lalu kemudian, beberapa pukulan dan tendangan melayang ke arahku sehingga membuatku kesakitan dan wajahku babak belur.


CHAPTER 45 - CHERRY BLOSSOM DATE


end