Kanaya Meissa (Ultimate Kagura Dancer) ~Eternal Love~

Kanaya Meissa (Ultimate Kagura Dancer) ~Eternal Love~
CHAPTER 43 - NEW SEMESTER, NEW LOVE RIVAL



Bunga Sakura yang berjatuhan menandakan awal dari semester baru.


"Indahnya...." ucapku sambil berjalan perlahan dengan tersenyum.


"Selamat pagi..." ucap salah seorang murid Kibou Gamine Gakuen yang menyapa.


"Selamat pagi..." ucap salah seorang murid Kibou Gamine Gakuen yang lain.


Aku berjalan perlahan agar aku bisa menikmati momen ini. Namun semakin lama, semakin kupercepat langkahku agar bisa bertemu dengan Danny-kun. Dan benar saja, aku melihat Danny-kun sedang menuju ke tempat yang sama denganku.


"Selamat pagi Danny-kun..." ucapku dengan tersenyum manis.


"Selamat pagi juga, Mei..." ucap Danny-kun sambil tersenyum pula.


"Mohon bantuannya untuk tahun ini ya, Danny-kun..." ucapku sambil tersenyum manis lagi.


"Iya, aku juga mohon bantuannya juga, Mei..." ucap Danny-kun sambil tersenyum juga.


Aku merangkul tangan Danny-kun menuju Kibou Gamine Gakuen.


"Pagi-pagi ternyata sudah menyilaukan rupanya, Danny-san..." ucap Grace.


"Kamu ini ada-ada saja, Grace-san... Bukankah kamu disini juga sedang menunggu Takumo-kun..." ucap Danny-kun sedikit menggoda Grace.


"Bu..bukan kok..." ucap Grace dengan gugup sambil melihat ke arah lain.


Aku menggembungkan pipiku.


"Lebih baik, kamu masuk ke kelas langsung saja, Danny-san... Soalnya, pacarmu lagi cemberut..." ucap Grace yang wajahnya masih menghadap ke arah lain.


Danny-kun melihatku yang sedang cemberut, lalu mulai menepuk kepalaku kemudian mengusapnya.


"Masih pagi sudah cemberut begitu, bagaimana nanti siang..." ucap Danny-kun sambil menggodaku.


"Moooo..." aku memukul Danny-kun dengan manja.


"Yasudah, ayo kita masuk..." ucap Danny-kun lagi.


Aku dan Danny-kun masuk ke sekolah dan tiba-tiba muncul seorang gadis berambut pendek ketika ada di pagar sekolah melihat kami.


"Pria itu.. jangan-jangan...." ucap seorang gadis misterius.


Di Lorong sekolah


"Kelihatannya kelas untuk tahun kedua berada disini.." ucapku yang sebenarnya sedih karena berpisah hingga jam istirahat.


"Kalau untuk tahun ketiga, berada di atas..." ucap Danny-kun.


"Danny-kun, waktu istirahat nanti kita ketemu ditempat biasa ya..." ucapku dengan tersenyum manis.


"Okey..." jawab Danny-kun dengan tersenyum pula.


"Danny senpaaaiiiii..." ucap Nozomi sambil berlari.


Ketika hendak melompat ke arah Danny-kun, aku melakukan hook kiri dan ia terjatuh mengenai dinding.


"Aw..aww.aww.aww... sakit tahu, Meigomi..." ucap Nozomi kesakitan.


"Kamu mau lagi?!?!" ucapku sambil tersenyum kedut.


"Ya ampun... Pagi-pagi sudah ramai sekali.." ucap Karasu.


"Selamat pagi, Karasu-san..." ucap Danny-kun.


"Ow... Selamat pagi..." ucap Karasu.


"Kelihatannya kehidupan cintamu akan lebih merepotkan lagi ya, Danny-san..." ucap Karasu.


"Ahahaha.." ucap Danny-kun tertawa pelan.


"Kalau begitu, kita ke kelas Danny-san.. sebentar lagi mau bel masuk..." ajak Karasu.


"Okey.." jawab Danny-kun.


Karasu dan Danny-kun pergi ke kelasnya, sedangkan aku dan Nozomi masih berkutat di lorong sekolah. Tak lama kemudian, bel masuk pun berbunyi. Kami semua memulai kelas pertama dengan santai.


Jam Istirahat


Aku berjalan lebih cepat karena aku tidak ingin ada seseorang yang mengajak Danny-kun terlebih dahulu. Karena firasatku mengatakan bahwa akan bertambah penjahat cinta lagi. Sesampainya di ruangan kelas Danny-kun, aku langsung membuka pintunya dan disitu memang ada Danny-kun. Danny-kun melihatku dan langsung mendatangiku.


"Ayo Danny-kun, waktunya kita istirahat..." ucapku sambil tersenyum.


"Okey... Tunggu sebentar ya, aku ambil bekalku dulu..." ucap Danny-kun sambil tersenyum pula.


Aku mengangguk, kemudian aku menunggu Danny-kun mengambil bekalnya. Setelah itu, aku dan Danny-kun berjalan menuju atap sekolah dikarenakan lebih dekat dan aku tidak ingin mereka bertiga mengganggu kencan istirahat kami yang indah. Sesampainya di atap sekolah, aku segera menggelar tikar untuk kami duduk.


"Cuaca hari ini cerah sekali..." ucap Danny-kun sambil tersenyum.


"Iya, hari ini cuacanya cerah... Dan semoga cuaca cerah ini selesai hingga hari ini berakhir..." ucapku sambil tersenyum manis.


"Kalau hingga hari ini berakhir cerah, kemungkinan besok hujan..." ucap Danny-kun.


"Mudah-mudahan besok jangan hujan... Mudah-mudahan besok jangan hujan..." ucapku sambil berdoa dengan menggosokkan tanganku.


Danny-kun tertawa melihat tingkahku.


"Lagipula, hujan juga bukan hal yang buruk kok..." ucap Danny-kun.


"Ternyata disini kamu rupanya..." ucap seorang gadis berambut pendek mendatangi kami.


"Siapa kamu???" tanyaku.


"Apa kamu lupa padaku??" tanya gadis berambut pendek itu sambil tersenyum ke Danny-kun.


"Hei, aku yang bertanya... Kamu sungguh tidak sopan..." ucapku dengan kesal.


Gadis berambut pendek itu melihatku sebentar lalu melihat kembali ke arah Danny-kun.


"Apakah bekalmu masih sama seperti biasa???" tanya gadis berambut pendek itu.


Aku semakin geram karena aku diacuhkan begitu saja oleh gadis asing yang tidak kuketahui namanya itu.


"Kamu... Siapa ya??" tanya Danny-kun dengan santai.


"Apakah kamu tidak mengingatku???" tanya gadis berambut pendek itu kembali.


"Maaf, apakah kita pernah bertemu sebelumnya???" tanya Danny-kun lagi.


"Ternyata kamu sudah lupa ya..." jawab gadis berambut pendek itu.


Tiba-tiba wajah gadis itu hampir dekat dengan Danny-kun seakan-akan gadis itu akan berciuman dengan Danny-kun yang membuat cemburuku terbakar pada level untuk membuatku meninju gadis itu saat ini juga. Kemudian gadis itu melihat kearahku sehingga membuatku berpikir apakah ia ingin mengajak ribut denganku dan tentu saja aku sudah siap untuk menghajarnya.


"Coba saja sepotong..." ucap gadis berambut pendek itu yang kemudian memberikan sepotong Chiffon Cake kepada Danny-kun.


"Terima kasih..." ucap Danny-kun menerimanya.


Danny-kun memakan potongan kue tersebut, lalu tiba-tiba teringat sesuatu.


"Rasa ini...." gumam Danny-kun.


"Mimi-chan???" ucap Danny-kun.


Gadis itu tersenyum lalu memeluk Danny-kun, namun telapak tangan kiriku langsung menahan wajah gadis itu lalu aku meremasnya.


"Sakit tahu!!??!!!" ucap Mimi kesakitan.


"Mau lagi?!!" ucapku sambil tersenyum kedut.


"Nanti wajah imutku rusak..!!??!!" ucap Mimi yang masih kesakitan.


"Wajahku lebih imut darimu dimata Danny-kun..." ucapku dengan angkuh.


"Heeeeee... Lebih imut dariku dimata Danny onii-chan ya..." ucap Mimi dengan pelan.


Lalu Mimi memegang tanganku lalu memelintirnya, kemudian ia tersenyum.


"Aww..aww..aww..aww.awww...." ucapku meringis kesakitan.


Kemudian Mimi menggenggam tangannya untuk meninjuku.


BAM!!!


Mimi meninju mata kiriku.


BUM!!!


Lalu ia meninju perutku.


BAM!!!


BUM!!!


BAM!!!


BUM!!!!


BAM!!!!


BAM!!!!


BAM!!!!!


Ia terus meninju mata kiriku dan perutku secara bergantian masing-masing 20x. Saat mataku berkunang-kunang, ia melepaskan tanganku yang dipuntirnya kemudian melakukan uppercut ke daguku sehingga aku terjatuh ke pangkuan Danny-kun.


"Ayo berdiri... Sen..pai..." ucap Mimi sambil tersenyum ke arahku.


"Hentikan itu, Mimi-chan..." ucap Danny-kun dengan tatapan marah.


Mimi langsung mundur dan terduduk melihat aura Danny-kun.


"Dan..ny onii..chan..." ucap Mimi dengan gugup ketakutan.


"Apa hubunganmu dengan gadis ini??" tanya Mimi yang masih ketakutan.


"Dia ini adalah tunanganku..." jawab Danny-kun.


"Tu..na..ngan... Danny onii-chan tidak sedang bercanda bukan???" tanya Mimi lagi yang masih ketakutan.


"Aku sedang tidak bercanda kok..." jawab Danny-kun yang kemudian tersenyum.


Mendengar jawaban itu, Mimi pergi dari tempat itu sambil menangis. Setelah ia pergi, aku dibawa oleh Danny-kun ke ruang UKS untuk dirawat. Satu jam kemudian, aku siuman dan aku melihat Danny-kun berada di sebelahku.


"Danny-kun, mengapa kamu tidak masuk kelas???" tanyaku dengan suara pelan.


"Karena hari ini hari pertama masuk, kita semua disuruh pulang oleh guru.. untuk persiapan esok hari.." jawab Danny-kun.


"Mengapa Danny-kun belum pulang??" tanyaku lagi yang masih dengan suara pelan.


"Apa aku tidak boleh menemani tunanganku yang tercinta ini ketika sedang sakit???" jawab Danny-kun sambil tersenyum.


Mendengar itu, aku menutupi wajahku dengan selimut agar Danny-kun tidak melihatku tersipu malu.


Epilog


Esoknya, saat istirahat gadis berambut pendek yang bernama Mimi itu muncul dihadapanku dan Danny-kun ketika kami duduk di atap untuk makan siang.


"Selamat siang, Danny onii-chan senpai.. namaku Tendou Mimi, SHSL Idol... Salam kenal..." ucap Mimi sambil tersenyum ke arah Danny-kun dengan manis.


"Geh..." ucapku.


"Salam kenal juga, Mimi-chan..." ucap Danny-kun sambil tersenyum.


"Oya Danny onii-chan, aku boleh minta sesuatu tidak sebagai tanda perjumpaan pertama kita di SMA ini???" tanya Mimi.


"Okey, asalkan jangan terlalu berlebihan..." jawab Danny-kun.


"Bisa tidak, Danny onii-chan putus hubungan dengan "Gadis Nyamuk" ini???" tanya Mimi sambil menunjuk ke arahku dengan tersenyum.


Lalu aku mendekati Mimi.


"Siapa yang kamu panggil Gadis Nyamuk huh, Gadis Gorilla..." ucapku dengan kesal.


"Apa kamu bilang....." ucap Mimi dengan kesal juga.


Mata kami bertatapan dengan benci.


"Maaf Mimi-chan... Aku tidak bisa.." ucap Danny-kun sambil tersenyum.


"Danny-kun..." gumamku sambil tersenyum.


"Kalau begitu, aku akan membuat hubungan kalian pisah... Huhuhuhuhuhuhu...." ucap Mimi dengan tertawa ala idol.


Mimi pergi dari tempat itu.


"Grrrrrrrrrrrrrrrr...." ucapku dengan geram.


CHAPTER 43 - NEW SEMESTER, NEW LOVE RIVAL


End