Kanaya Meissa (Ultimate Kagura Dancer) ~Eternal Love~

Kanaya Meissa (Ultimate Kagura Dancer) ~Eternal Love~
CHAPTER 82 - SHOPPING WITH MY LOVE RIVAL



"Mengapa jadi seperti ini..." gumamku dengan kesal.


"Ini semua salahmu, Meigomi..." ucap Nozomi sambil tersenyum.


"Benar, ini semua salahmu..." ucap Hinada, Hatsuki, dan Mimi secara bersama-sama sambil tersenyum.


Bagaimana hal ini bisa terjadi? Seperti inilah kejadiannya.


"Danny-kun, apakah saat pulang sekolah nanti kamu bisa menemaniku belanja??" tanyaku.


"Maaf Mei... Hari ini aku tidak bisa..." jawab Danny-kun sambil tersenyum.


"Mengapa??" tanyaku penasaran.


"Karena aku ada janji dengan editorku..." jawab Danny-kun sambil tersenyum lagi.


"Bagaimana kalau mereka yang membantumu??" tanya Danny-kun untuk menyarankan.


"Tidak mau... Bisa-bisa malah menjadi beban untukku..." jawabku dengan kesal.


"Haaaaaahhhhh!!" ucap mereka berempat secara bersama-sama.


"Bagaimana kalau begini saja, ini ada uang masing-masing aku berikan 10.000 yen. Jadi kalau kalian bisa mengaturnya dengan baik, maka kalian bisa menjadi istri yang baik..." ucap Danny-kun.


Mendengar tantangan itu, kami berlima pun menerimanya.


"Yang pasti menang, sudah tentu aku..." ucapku sambil tersenyum.


"Tidak... Tidak... Yang menang itu aku..." ucap Hinada sambil tersenyum.


"Tidak... Tidak... Yang menang itu aku..." ucap Hatsuki sambil tersenyum.


"Tidak... Tidak... Yang menang itu aku..." ucap Nozomi sambil tersenyum.


"Tidak... Tidak... Yang menang itu aku..." ucap Mimi sambil tersenyum.


Kami berlima saling bertatapan satu sama lain sambil tersenyum sehingga menimbulkan suara petir. Akhirnya kami berlima pun berlomba untuk mendapatkan gelar siapa yang akan jadi istri yang baik untuk Danny-kun. Di supermarket, kami membeli barang yang mencapai seharga 10.000 yen.


"Barang apa yang mencapai harga kurang dari 10.000 yen ya??" gumamku.


Mereka berempat telah memutuskan mau membeli barang apa. Sedangkan aku berpikir agak lama dikarenakan aku sudah lumayan berpengalaman dari mereka berempat yang 2 diantara mereka adalah anak manja. Aku mulai membeli bahan makanan untuk dimasak, dan setelah kami semua selesai membeli sesuatu dan ada kembalian uang yang cukup banyak, kami pun membeli makanan untuk cemilan yang akan kami makan bersama Danny-kun. Disaat kami berlima sedang duduk untuk beristirahat sebentar, kami melihat sekeliling ada yang berbelanja bersama pasangannya. Hal itu membuat kami berlima iri melihat mereka dan mengkhayal bahwasanya kami berlima sedang berbelanja bersama dengan Danny-kun. Dimulai dari Hinada yang berkhayal.


"Hinada-san, kita akan membuat apa makan malam ini???" tanya Danny-kun sambil tersenyum.


"Hi...na...chan..." ucap Hinada sambil menggembungkan pipinya.


"Maaf...maaf... Hina-chan..." ucap Danny-kun sambil tersenyum.


"Oya, Da-kun... Kita kan sudah 6 bulan berpacaran, kurasa kita harus mengganti nama panggilan kita..." ucap Hinada.


"Memangnya kamu mau dipanggil apa???" tanya Danny-kun.


"Bagaimana kalau darling??" tanya Hinada sambil tersenyum.


"Aku rasa tidak apa-apa..." jawab Danny-kun sambil tersenyum.


Hinada tersenyum mendengarnya lalu khayalan Hinada pun berakhir. Selanjutnya adalah khayalan dari Hatsuki.


"Hatsuki-san, kita akan membuat apa makan malam ini???" tanya Danny-kun sambil tersenyum.


"Hat...su...ki..." ucap Hatsuki sambil menggembungkan pipinya.


"Maaf...maaf... Hatsuki..." ucap Danny-kun sambil tersenyum.


"Oya, Danny-san... Kita kan sudah 6 bulan berpacaran, kurasa kita harus mengganti nama panggilan kita..." ucap Hatsuki.


"Memangnya kamu mau dipanggil apa???" tanya Danny-kun.


"Bagaimana kalau darling??" tanya Hatsuki sambil tersenyum.


"Aku rasa tidak apa-apa..." jawab Danny-kun sambil tersenyum.


Hatsuki tersenyum mendengarnya lalu khayalan Hatsuki pun berakhir.


Selanjutnya adalah khayalan dari Nozomi.


"Nozomi-san, kita akan membuat apa makan malam ini???" tanya Danny-kun sambil tersenyum.


"No...zo...mi..." ucap Nozomi sambil menggembungkan pipinya.


"Maaf...maaf... Nozomi..." ucap Danny-kun sambil tersenyum.


"Oya, Danny senpai... Kita kan sudah 6 bulan berpacaran, kurasa kita harus mengganti nama panggilan kita..." ucap Nozomi.


"Memangnya kamu mau dipanggil apa???" tanya Danny-kun.


"Bagaimana kalau darling??" tanya Nozomi sambil tersenyum.


"Aku rasa tidak apa-apa..." jawab Danny-kun sambil tersenyum.


Nozomi tersenyum mendengarnya lalu khayalan Nozomi pun berakhir.


"Mimi-chan, kita akan membuat apa makan malam ini???" tanya Danny-kun sambil tersenyum.


"Mi...Chan" ucap Mimi sambil menggembungkan pipinya.


"Maaf...maaf... Mi-chan..." ucap Danny-kun sambil tersenyum.


"Oya, Danny onii-chan... Kita kan sudah 6 bulan berpacaran, kurasa kita harus mengganti nama panggilan kita..." ucap Mimi.


"Memangnya kamu mau dipanggil apa???" tanya Danny-kun.


"Bagaimana kalau darling??" tanya Mimi sambil tersenyum.


"Aku rasa tidak apa-apa..." jawab Danny-kun sambil tersenyum.


Mimi tersenyum mendengarnya lalu khayalan Mimi pun berakhir.


Terakhir adalah khayalan dariku.


"Mei, kita akan membuat apa makan malam ini???" tanya Danny-kun sambil tersenyum.


"Aku rasa kita akan makan salisbury steak" ucapku sambil tersenyum .


"Sepertinya enak..." ucap Danny-kun sambil tersenyum.


"Oya, Danny-kun... Kita kan sudah 3 tahun bertunangan, kurasa kita harus mengganti nama panggilan kita..." ucapku.


"Memangnya kamu mau dipanggil apa???" tanya Danny-kun.


"Bagaimana kalau darling??" tanyaku sambil tersenyum.


"Aku rasa tidak apa-apa..." jawab Danny-kun sambil tersenyum.


Aku tersenyum mendengarnya lalu khayalanku pun berakhir.


Disaat sudah 3 jam kami mengkhayal, kami pun kembali pulang. Di perjalanan pulang, kami berlima senyum-senyum sendiri dikarenakan khayalan kami tadi.


"Mengapa kalian semua senyum-senyum sendiri???" tanyaku penasaran.


"Tidak apa-apa kok..." jawab mereka berempat secara serentak.


"Kalau kamu sendiri, mengapa senyum-senyum sendiri???" tanya Hinada.


"Itu rahasia..." jawabku sambil tersenyum.


Sesampainya di rumah, Danny-kun menyambut kami yang pulang membawa bahan makanan.


"Selamat datang..." ucap Danny-kun sambil tersenyum.


"Aku pulang..." ucap kami berlima serentak.


"Darling..." lanjut kami berlima lagi secara serentak.


Danny-kun mengernyitkan dahinya keheranan dengan ucapan kami berlima.


"Tunggu dulu... Apa-apaan maksud perkataan kalian???" tanyaku sambil tersenyum ke arah mereka berempat.


"Kamu juga sama..." jawab mereka berempat secara serentak sambil tersenyum.


Lalu tiba-tiba terdengar suara kilat yang menyambar dari ruangan tempat kami berada.


"Jadi, Danny-kun... Siapa yang pantas untuk memanggilmu, Darling???" tanyaku sambil tersenyum.


Danny-kun merasakan kebingungan harus memberikan jawaban seperti apa.


"Aku akan membuat makan malam saja..." ucap Danny-kun sambil tersenyum.


Danny-kun lalu pergi ke dapur untuk membuat makan malam. Setelah Danny-kun berada di dapur, aku pun langsung menginjak kaki Hinada kemudian memuntir kakinya. Hinada pun membalasnya, namun malah menginjak kaki Nozomi. Nozomi pun membalasnya, namun mengenai kaki Mimi. Mimi pun juga membalasnya, namun mengenai kaki Hatsuki. Dan yang terakhir, Hatsuki juga membalasnya, namun mengenai kakiku. Ketika kami sudah puas dengan saling menyerang memakai kaki, tiba-tiba saja Hatsuki malah meninju wajahku. Sontak, aku pun membalasnya namun mengenai wajah Mimi. Lalu Mimi pun membalasnya namun mengenai wajah Hinada. Lalu Hinada pun membalasnya namun mengenai wajah Nozomi. Dan yang terakhir Nozomi pun membalasnya dan mengenai wajah Hatsuki.


Begitu terus hingga wajah kami memiliki banyak benjolan hingga Danny-kun selesai membuat makan malam.


Setelah Danny-kun selesai membuat makan malam, Danny-kun terkejut melihat wajah kami penuh dengan benjolan sehingga membuat Danny-kun bersikap dingin. Danny-kun hanya meletakkan mangkuk untuk Danny-kun saja dan tidak meletakkan mangkuk sisanya. Danny-kun duduk sambil menikmati makan malam sedangkan kami hanya berdiri saja.


Kami melihat Danny-kun makan dengan lahap, sedangkan kami hanya bisa menelan ludah. Hingga akhirnya terjadilah di awal cerita tadi.


Epilog


Setelah Danny-kun selesai makan dan mencuci peralatan makanannya, Danny-kun duduk di teras rumah sambil menatap langit malam yang cerah. Aku pun mengambil kesempatan itu untuk duduk di sebelahnya sambil menyenderkan kepalaku di bahunya. Danny-kun melihatku, lalu kemudian memalingkan wajahnya ke arah lain seakan menyiratkan kalau ia tidak ingin berbicara kepadaku.


"Danny-kun, bulan malam ini indah sekali ya...." ucapku sambil tersenyum.


Danny-kun tidak menjawabnya. Aku mencoba berbagai cara agar Danny-kun mau berbicara kepadaku di momen yang romantis ini, namun semuanya gagal. Di belakang kami, para gadis hama sedang mengintip kami berdua dengan aura yang menyeramkan. Namun mereka tidak mendekati kami sampai aku melakukan hal yang berlebihan menurut mereka. Tentu saja aku mengetahui keberadaan mereka, namun aku tidak memperdulikannya. Sambil menyenderkan kepalaku ke bahu Danny-kun, aku mulai menceritakan sesuatu berharap Danny-kun tersenyum kembali. Lalu tiba-tiba, muncul ide dikepalaku untuk membuat Danny-kun memperhatikanku. Kemudian aku berdiri di depan Danny-kun untuk mencium bibir Danny-kun sambil menutup mataku.


Namun entah mengapa, bibirku tidak sampai ke bibir Danny-kun yang ternyata ditahan oleh para gadis hama itu. Danny-kun lalu berdiri dan beranjak ke dalam rumah meninggalkan aku sendiri bersama dengan para gadis hama yang penuh dengan amarah. Aku menatap tajam mereka berempat dan mereka berempat juga menatap tajam ke arahku. Lalu perkelahian kami pun pecah sehingga membuat pakaian kami kotor dan rambut kami juga kusut.


CHAPTER 82 - SHOPPING WITH MY LOVE RIVAL


End