Kanaya Meissa (Ultimate Kagura Dancer) ~Eternal Love~

Kanaya Meissa (Ultimate Kagura Dancer) ~Eternal Love~
CHAPTER 74 - Graduate Ceremony



Akhirnya bulan April pun datang, dimana Danny-kun akan lulus. Walaupun begitu, aku merasa senang dikarenakan tidak ada Nozomi, Hinada, Hatsuki ataupun Mimi yang akan mengejar Danny-kun lagi. Aku melihat Danny-kun dari kejauhan menuju ke aula untuk merayakan kelulusannya di Hope Peak's Academy.


"Akhirnya kamu tidak melihat Danny senpai lagi..." ucap Nozomi.


"Apa maksudmu??" tanyaku.


"Danny senpai kan sudah lulus, lalu dia akan meninggalkan Jepang..." jawab Nozomi sambil tersenyum.


"Tenang saja, Danny-kun tidak akan meninggalkan Jepang setelah dia lulus... Tahun depan baru dia akan meninggalkan Jepang..." ucapku sambil tersenyum.


"Kalau begitu, bisa dong aku berkencan dengan Danny senpai setelah selesai acara kelulusan ini..." ucap Nozomi sambil tersenyum.


"Apa kamu mau mengajakku berkelahi??" tanyaku sambil tersenyum kedut.


"Okey kalau itu maumu..." jawab Nozomi sambil tersenyum pula.


Di aula Hope Peak's Academy memulai acara mereka dengan menyanyikan hymne sekolah, dan disaat itulah perkelahianku dengan Nozomi pun dimulai. Dimulai dari Nozomi menginjak kakiku dan aku pun langsung membalasnya diakhiri dengan memberikan pukulan satu sama lain. Selama 20 menit kami berkelahi, akhirnya dihentikan oleh teman sekelas kami yang tak sengaja melihat kami berdua berkelahi. Dan akhirnya aku berhasil meninju pipi kiri Nozomi yang membuat pipinya membengkak sehingga membuatku puas.


"Hei... sakit tahu..." ucap Nozomi meringis sakit.


"Sakit ya?? Sini biar aku tambahin sakitnya..." ucapku sambil tersenyum senang.


"Hentikan dong, Kanaya-san, Nozomi-san...." ucap Canis.


Akhirnya aku pun berhenti memukul Nozomi lagi, namun aku merasa kalau aku sudah menang.


"Hehe... Bagaimana rasanya, Akuma Milku?? Apakah rasanya manis??" tanyaku sambil tersenyum mengejeknya.


Nozomi pun geram dan ingin membalas pukulanku namun teman-teman sekelas kami sudah menghentikan kami berdua.


"Bukankah para senpai kita sedang mengadakan kelulusan di aula??" tanya Daiba.


"Yup, mereka sedang berada di aula hari ini..." jawab Yuu.


"Kalau begitu, bagaimana kita tunggu mereka didepan aula untuk memberikan karangan bunga untuk mereka??" tanya Mizuno.


"Boleh saja..." jawab Nala.


"Ayo kita kesana..." ucap Mihoshi sambil tersenyum.


"Ayooooo...." ucap mereka serentak.


Teman-teman sekelasku beserta aku dan Nozomi menuju depan pintu aula menunggu para senior kami selesai melakukan upacara kelulusan dan tentu saja aku sedang tersenyum sambil melihat Nozomi sedang memegang pipinya yang sakit karena dipukul olehku. Aku berdiri dengan manis menunggu Danny-kun selesai melakukan upacara kelulusan dan Nozomi berdiri didepanku sambil menggerutu sambil mengutukku namun aku hanya mengacuhkannya saja. Setelah satu jam upacara kelulusan tersebut selesai, aku pun bersiap-siap untuk meletakkan bunga yang telah aku pegang. Lalu tak lama kemudian, Danny-kun muncul dan aku langsung berdiri di depannya sambil memasang bunga tersebut di kantong seragam Danny-kun.


"Selamat ya Danny-kun atas kelulusanmu..." ucapku sambil tersenyum.


"Terimakasih Mei..." balas Danny-kun sambil tersenyum pula.


Aku pun langsung memeluk Danny-kun dengan erat dan Danny-kun mengusap kepalaku dengan lembut yang membuat Nozomi kepanasan.


"Ehem..." ucap Nozomi dengan berdehem.


Aku mengacuhkannya.


"Danny senpai, aku juga ingin memberikan bunga padamu..." ucap Nozomi sambil tersenyum.


"Terimakasih..." ucap Danny-kun sambil tersenyum.


Namun aku tidak melepaskan pelukanku begitu saja, karena kalau aku melepaskannya maka aku akan kalah.


"Mei... Bisakah kamu melepaskanku??" tanya Danny-kun sambil tersenyum.


"Tidak mau..." jawabku dengan cemberut.


"Danny onii-chan..." ucap Mimi dari kejauhan.


"Ada apa, Mimi-chan??" tanya Danny-kun.


Mimi lalu datang menghampiri kami.


"Terimakasih, Mimi-chan..." jawab Danny-kun sambil tersenyum.


Mimi melihat Nozomi yang terlihat kesal, namun Nozomi segera memberikan kode kepada Mimi untuk bekerjasama melepaskan pelukanku dari Danny-kun dan ia pun menyetujuinya. Mimi dan Nozomi secara serentak menarikku agar aku melepaskan pelukanku ke Danny-kun, namun mereka belum mampu melepaskannya. Lalu tak lama kemudian, muncul Hinada dan Hatsuki untuk memberikan selamat atas kelulusan Danny-kun. Namun mereka berdua melihat Nozomi dan Mimi sedang berusaha melepaskan pelukanku dari Danny-kun. Hinada dan Hatsuki langsung paham bahwasanya mereka juga ingin melepaskan pelukanku dari Danny-kun. Lalu, mereka pun membantu Nozomi dan Mimi melepaskan pelukanku yang pada akhirnya pelukanku terlepas dari Danny-kun sehingga membuatku menindih mereka berempat.


"Minggir kamu, kucing bau..." ucap Hinada.


"Menyingkirlah dariku, Meigomi..." ucap Nozomi.


"Hei... Menjauhlah dariku kucing mesum..." ucap Mimi.


"Sakit tahu, kucing bucin..." ucap Hatsuki.


Lalu tak lama kemudian, teman-teman sekelas Danny-kun mengajaknya untuk foto bersama sebagai kenang-kenangan. Dan Danny-kun pergi meninggalkan kami berlima. Lalu untuk menyingkirkan aku, mereka serentak meninju wajahku, Hatsuki meninju keningku, Hinada meninju mata kiriku, Nozomi meninju pipi kananku, dan Mimi meninju bibirku. Sehingga membuat mataku berkunang-kunang dan jatuh pingsan, lalu mereka berempat menyingkirkanku dengan membiarkan aku tergeletak di tanah dan mereka berempat pun menemui Danny-kun. Aku terbangun dari pingsanku saat hampir siang dikarenakan rasa sakit ketika wajahku dipukul oleh mereka berempat secara serentak.


"Awwww... Sakitnya.." ucapku saat aku terbangun dari pingsanku.


"Kamu tidak apa-apa, Mei??" tanya Danny-kun dengan khawatir.


Aku hanya diam saja sambil melihat ke arah lain dengan menahan rasa sakit.


"Maafkan aku, Mei... Aku diajak oleh teman-teman sekelasku untuk membuat kenang-kenangan..." ucap Danny-kun.


"Mmm.." ucapku dengan merajuk.


"Dan juga Hinada-san, Hatsuki-san, Nozomi-san, dan Mimi-chan mengajakku mengobrol juga..." ucap Danny-kun.


"Berapa lama??" tanyaku sambil merajuk.


"Mungkin sekitar 2 jam sampai 3 jam.." jawab Danny-kun.


Aku pun langsung menggembungkan pipiku lalu Danny-kun mengusap kepalaku.


"Bagaimana kalau kamu memaafkanku, Mei??" tanya Danny-kun.


"Okey... Tapi ada syaratnya..." jawabku.


"Apa itu??" tanya Danny-kun lagi.


"Danny-kun harus menciumku selama bersama mereka berempat..." jawabku.


"Selama 2 jam??" tanya Danny-kun lagi.


"Bukan, 2 jam dikali 4 orang..." jawabku sambil tersenyum.


"Jadi 8 jam???" tanya Danny-kun lagi.


Aku mengangguk.


"Apa tidak berlebihan kita ciuman selama 8 jam??" tanya Danny-kun lagi.


"Tentu saja tidak... Lagipula ini adalah hukuman untuk Danny-kun karena menghabiskan waktunya dengan gadis lain..." jawabku sambil tersenyum.


"Bagaimana kalau 8 menit saja??" tanya Danny-kun lagi.


"Okey... Tapi Danny-kun harus menciumku di bibirku..." jawabku sambil tersenyum.


Danny-kun lalu mencium bibirku dengan lembut.


Epilog


Hinada, Hatsuki, Mimi, dan Nozomi sedang mencari Danny-kun. Lalu mereka menemukan kami sedang berciuman di tempat dimana aku dibuat pingsan sebelumnya oleh mereka berempat. Amarah mereka berempat pun memuncak dan mereka berempat berdiri di sebelah kiri dan sebelah kanan Danny-kun. Setelah 8 menit kami berciuman, mereka berempat menatapku dengan tatapan marah dan mereka pun meninjuku kembali secara serentak sehingga membuatku jatuh pingsan untuk yang kedua kalinya.


CHAPTER 74 - Graduate Ceremony


End