Kanaya Meissa (Ultimate Kagura Dancer) ~Eternal Love~

Kanaya Meissa (Ultimate Kagura Dancer) ~Eternal Love~
CHAPTER 79 - FIGHT FOR DANNY-KUN'S LOVE



Aku dan keempat gadis hama sedang duduk di ruang tamu untuk membicarakan tentang Danny-kun.


"Baiklah kalau begitu, kita mulai rapatnya..." ucapku.


"Jadi... apa yang ingin kamu bicarakan, kucing bau??" tanya Hinada.


"Aku ingin membicarakan bagaimana cara membahagiakan, Danny-kun..." jawabku sambil tersenyum.


"Kalau itu, kami tidak ikutan... Karena kami punya cara sendiri untuk membahagiakan Danny-kun..." ucap Hatsuki.


"Tentu saja aku tahu, ayam rabun... Tapi aku hanya ingin memberitahukan kepada kalian bahwasanya aku ini berada di atas kalian..." ucapku sambil tersenyum.


"Memang benar kalau kamu masih ada di atas kami... Tapi mungkin tak lama lagi, aku akan menggantikan posisimu..." ucap Hinada sambil tersenyum.


"Maaf saja... Itu hanya terjadi dalam mimpimu, rubah betina..." ucapku sambil tersenyum pula.


"Itu memang benar, Hinada-san... Karena yang menggantikan posisi si kucing bucin ini hanya aku..." ucap Hatsuki sambil tersenyum.


"Benarkah itu, Hatsuki-san?? Bukankah aku yang cocok dengan Danny senpai??" ujar Nozomi sambil tersenyum.


"Kurasa itu tidak benar, Nozomi senpai... Karena akulah yang cocok dengan Danny onii-chan..." ucap Mimi sambil tersenyum pula.


Lalu tiba-tiba suasana berubah menjadi ring tinju berbentuk segi lima. Masing-masing dari kami duduk disudut ring sambil tersenyum menunggu bel berbunyi. Lalu tiba-tiba muncul di dalam khayalan kami bagaimana kalau kami bisa membahagiakan Danny-kun. Sambil tersenyum, kami pun mendengar suara bel pertandingan dimulai. Kami berlima ke tengah ring lalu kami pun mulai meninju satu sama lain. Namun entah mengapa, mereka berempat serentak menyerangku sehingga membuatku kewalahan. Dan banyak pukulan mereka berempat mendarat di wajahku dan perutku. Dan pada saat wajahku babak belur, Hinada melakukan uppercut kepadaku dan aku pun pingsan dengan mata yang berkunang-kunang.


Lalu mereka berempat saling berhadapan satu sama lain, Hinada akan menghadapi Hatsuki dan Nozomi akan menghadapi Mimi. Hinada berhasil mengalahkan Hatsuki, sedangkan Mimi berhasil mengalahkan Nozomi. Tinggal mereka berdua saja dengan wajah yang babak belur.


Setelah selesai pertarungan itu di khayalan kami, kami pun melanjutkan perdebatan kami.


"Karena kita sama-sama mencintai Da-kun, bagaimana kalau kita bekerja sama saja..." ucap Hinada.


"Aku tidak setuju... Karena kita tidak akan bisa membuat Danny-kun terkesan..." ucapku.


"Bukankah kalau kita bisa bekerja sama akan lebih mudah??" tanya Nozomi.


"Aku menolak..." jawabku.


"Karena hanya aku yang boleh membahagiakan Danny-kun..." lanjutku.


"Kami semua juga sama..." ucap mereka berempat serentak.


"Kalian tidak boleh..." teriakku.


"Kami boleh..." teriak mereka berempat serentak.


"Ayo maju sini kalian berempat... Biar aku hajar kalian satu persatu..." ucapku.


Mereka berempat pun serentak menyerangku. Ruangan tamu pun bergemuruh akibat perkelahian kami. Untung saja tidak ada barang pecah belah disini, karena pasti akan melukai aku. Namun kalau mereka berempat terkena barang pecah belah sih, aku tidak perduli. Beragam serangan pun kami luncurkan, baik itu pukulan, tendangan, jambakan, bantingan, gigitan, dan lain sebagainya. Banyak diantara wajah kami yang terkena pukulan dan tendangan sehingga membuat wajah kami banyak memiliki luka. Rambut dan baju kami semua menjadi kusut karena perkelahian kami. Tak ada satupun dari kami yang mau mengalah dan akhirnya kami berlima memberikan pukulan terakhir yang membuat mata kami berkunang-kunang lalu kami pun jatuh pingsan.


Lalu tak lama kemudian, Danny-kun pulang dan ia terkejut melihat ruang tamu berantakan serta melihat kami berlima pingsan. Lalu Danny-kun melihat masing-masing wajah kami yang babak belur dan Danny-kun lalu menggendong kami satu persatu ke pinggir ruang tamu karena Danny-kun mau membersihkannya.


Setelah 3 jam kami pingsan, kami terbangun dengan makanan hangat yang tersedia di meja makan. Dan kami pun saling mendorong untuk menjauh karena ketika kami terbangun, kami bersebelahan satu sama lain. Dan kami melihat Danny-kun sedang makan di meja makan dan ada hidangan lain yang tersedia untuk kami berlima juga. Kami pun mendengar perut kami keroncongan dan kami pun langsung duduk di meja makan untuk menyantap makanan yang Danny-kun buat.


Kami berlima mengangguk.


"Setelah selesai makan, ada yang ingin aku bicarakan dengan kalian berlima..." ucap Danny-kun sambil tersenyum.


Kami berlima pun terkejut mendengarnya, sehingga kami berlima ketakutan dan menyuap makanan kami secara perlahan-lahan.


"Ada apa??? Apakah makanannya enak??" tanya Danny-kun sambil tersenyum.


Kami berlima mengangguk dengan gemetaran.


"Aku lihat kalian sepertinya belum mandi... kalau kalian sudah selesai makan, cuci piringnya masing-masing lalu kalian mandi..." ucap Danny-kun sambil tersenyum.


Setelah selesai makan, kami pun mencuci mangkuk dan piring kami masing-masing, lalu kami pun langsung mandi bersama-sama. Di kamar mandi, kami semua memasang raut wajah yang ketakutan dikarenakan Danny-kun akan marah besar. Segala sesuatu yang kami pegang di kamar mandi tersebut, kami memegangnya dengan tangan yang gemetar. Setelah selesai mandi dan berpakaian, kami pun ke ruang tamu untuk menemui Danny-kun. Disitu, kami tidak berani menatap wajah Danny-kun karena kami ketakutan.


"Silahkan duduk..." ucap Danny-kun sambil tersenyum.


Kami berlima pun duduk bersebelahan di lantai.


"Mengapa kalian membuat ruang tamu ini berantakan???" tanya Danny-kun.


Kami berlima tidak menjawab dikarenakan kami berlima takut bahwasanya Danny-kun akan marah dikarenakan masalah yang sepele.


"Kalau kalian diam begitu, aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi..." ucap Danny-kun sambil tersenyum.


Tiba-tiba saja, Mimi mulai menjawab.


"Tadi kami sedang membicarakan bagaimana cara untuk membahagiakan Danny onii-chan..." ucap Mimi sambil agak ketakutan.


"Mengapa kalian membicarakan hal itu??" tanya Danny-kun.


Kami berlima pun menjelaskan masing-masing ide kami untuk membahagiakan Danny-kun. Danny-kun pun tertawa mendengarnya.


"Kalau kalian ingin membuatku bahagia, mengapa kalian selalu saja berkelahi??" tanya Danny-kun.


"Karena aku tidak suka gadis-gadis hama ini mendekatimu, Danny-kun..." jawabku.


Mereka berempat pun juga menjawab hal yang sama.


"Tapi kalian berlima belum bertanya kepadaku kan, bagaimana caranya agar aku bisa bahagia..." ucap Danny-kun sambil tersenyum.


"Bagaimana caranya, Danny-kun??" tanyaku.


"Itu rahasia..." jawab Danny-kun sambil tersenyum.


Danny-kun lalu mengedipkan matanya sebelah sehingga membuat wajah kami berlima menjadi berwarna merah. Lalu kami berlima pun mengkhayal ketika Danny-kun mengedipkan matanya sebelah tadi yang membuat kami berlima tersenyum senang. Ada yang berkeliling bersama Danny-kun, ada yang berpegangan tangan dengan Danny-kun, kalau aku tentu saja aku ingin memeluk dan mencium bibir Danny-kun dengan lembut. Lalu tanpa sadar, aku duduk di pangkuan Danny-kun sehingga membuat para gadis hama menjadi marah besar padaku. Namun aku tak menghiraukan mereka dan langsung mencium pipi Danny-kun sehingga memunculkan aura menyeramkan dari mereka berempat. Aku pun ditarik kemudian dibanting oleh mereka berempat ke lantai.


CHAPTER 79 - FIGHT FOR DANNY-KUN'S LOVE


End