Kanaya Meissa (Ultimate Kagura Dancer) ~Eternal Love~

Kanaya Meissa (Ultimate Kagura Dancer) ~Eternal Love~
CHAPTER 72 - BAD DAY WAVE



Hari ini entah mengapa keadaanku sial terus. Dimulai saat pagi ini, aku bangun telat padahal aku sudah menyetel jam weker pukul 04.30 pagi. Lalu saat ramalan cuaca mengatakan hari ini cerah, namun malah menjadi hujan deras sehingga saat aku sampai di sekolah, aku menjadi basah kuyup. Dan saat Danny-kun melihatku basah kuyup, ia pun khawatir aku akan jatuh sakit.


"Mengapa aku sial sekali hari ini...." gumamku.


Danny-kun mendengar suara gumamku.


"Tidak apa-apa kok Mei... Siapa tahu setelah ini selesai, kamu akan mendapatkan keberuntungan yang luar biasa..." ucap Danny-kun sambil tersenyum.


"Sekarang, lebih baik kamu mengganti pakaianmu dengan jaket olahraga..." lanjut Danny-kun.


Aku pun segera mengganti pakaianku dengan jaket olahraga dan aku pun kembali ke kelas.


"Mengapa kamu memakai jaket olahraga, Kanaya-san???" tanya Canis.


"Karena tadi di luar hujan deras, sehingga membuatku basah kuyup..." jawabku.


"Hujan deras??? Bukankah diluar cerah??" tanya Mihoshi.


"Apa maksudmu Mihoshi-san?? Bukankah tadi hujan deras??" tanyaku lagi.


"Mungkin kamu sedang mengkhayal... Dan pikiran kotormu yang mengatakan kalau hari ini hujan..." jawab Nozomi dengan mengejekku.


"Haaaaa!!! Apa kamu mengajakku berkelahi, Akuma Milku.." ucapku sambil tersenyum dengan kepala berkedut.


"Sini maju kalau berani..." ucap Nozomi sambil tersenyum.


Teman-teman sekelasku menghentikan kami berdua dari perkelahian. Saat istirahat siang, aku segera menemui Danny-kun di kelasnya, namun aku tak menemukannya dan aku bertanya kepada salah satu teman sekelas Danny-kun bahwasanya ia sedang ada panggilan dari editornya untuk segera datang saat istirahat siang dan akan kembali sebelum istirahat selesai. Akhirnya aku hanya bisa makan sendirian di kelas.


"Are... Mengapa kamu makan sendirian saja, Meigomi??" tanya Nozomi.


"Memang tidak boleh sesekali aku ingin makan sendirian..." jawabku dengan ketus.


"Apa jangan-jangan Danny senpai marah padamu??" tanya Nozomi lagi dengan menyindirku.


"Aku sedang tidak mood untuk berkelahi denganmu, Akuma Milku... Bisakah kamu pergi sekarang??" jawabku sambil tersenyum.


Aku pun kembali menyuapkan makananku, namun Nozomi tetap menggangguku dengan menepis sumpit yang kupakai sehingga sumpitku pun jatuh ke lantai. Karena aku juga sedang kesal, sekalian saja aku ingin membakar kalori dengan cara meninju wajah Nozomi. Aku pun berdiri di depan Nozomi sambil tersenyum.


"Mengapa kamu tersenyum padaku?? Apa kamu pikir aku ini imut??" tanya Nozomi.


Tanpa pikir panjang, aku pun langsung meninju wajah Nozomi dengan kuat sehingga Nozomi pun terjatuh di lantai, lalu aku pun langsung duduk di atas perut Nozomi bersiap untuk meninju wajahnya lagi. Saat aku hendak meninju wajah Nozomi, Mimi datang untuk membantu Nozomi dengan cara menahanku. Namun ia tidak berhasil dikarenakan aku membantingnya ke lantai juga dan ia pun tergeletak di samping Nozomi. Aku pun duduk di perut keduanya dan meninju satu mata dari mereka berdua. Mata Nozomi aku tinju disebelah kirinya sedangkan mata Mimi aku tinju disebelah kanannya. Namun ketika aku hendak meninju mereka lagi, Danny-kun menghentikanku dengan cara memelukku dengan erat agar aku tidak memukul mereka lagi. Namun yang terjadi adalah aku menangis ketika Danny-kun memelukku.


"Ada apa Mei?? Mengapa kamu menangis??" tanya Danny-kun.


Nozomi dan Mimi pun kabur keluar agar mereka berdua tidak kutinju lagi wajahnya.


"Mengapa hari ini aku sial sekali..." jawabku yang masih menangis.


"Coba kamu ceritakan padaku..." ucap Danny-kun sambil tersenyum.


Aku pun menceritakan setiap kejadian ketika di pagi hari hingga detik ini. Setelah Danny-kun mendengar itu semua, Danny-kun membelai rambutku dengan lembut sambil tersenyum.


"Jangan khawatir Mei... Semua akan berakhir nantinya..." ucap Danny-kun sambil tersenyum.


Aku mengangguk sambil mataku berkaca-kaca.


"Sudah... Tapi tidak habis karena si Akuma Milku menggangguku... Makanya tadi Danny-kun melihat matanya ada benjolan kan habis kutinju..." jawabku.


"Kalau kamu masih lapar, tadi saat aku pulang setelah menemui editorku... Aku membeli sate telur puyuh..." ucap Danny-kun.


"Itu kan salah satu makanan kesukaanku..." ucapku dengan kegirangan.


Danny-kun memberikan sekotak sate telur puyuh itu padaku.


"Danny-kun hanya membeli satu kotak saja???" tanyaku.


Danny-kun mengangguk. Aku pun merasa tidak enak kepada Danny-kun yang sudah membelikannya.


"Kalau begitu, kita bagi 2 saja... Sepertinya aku tidak bisa menghabiskannya sendirian..." ucapku sambil tersenyum.


"Tapi...." ucap Danny-kun.


Aku menggembungkan pipiku sehingga membuat Danny-kun luluh dan mengiyakan ajakan untuk makan sate telur puyuh ini bersama-sama. Sesekali aku menyuapi Danny-kun sambil tersenyum. Namun ketika kami sedang mesra-mesranya, tiba-tiba Mimi dan Nozomi yang sudah keluar dari kelas, masuk kembali menghampiri kami berdua dengan wajah marah.


"Apa benar saat Minggu lalu kamu menginap di hotel bersama Danny onii-chan??" tanya Mimi.


"Itu bukan urusanmu..." jawabku sambil tersenyum.


"Tentu saja itu urusan kami..." ucap Nozomi dengan kesal.


"Lalu jika suatu saat nanti aku menikah dengan Danny-kun, itu juga urusan kalian??" tanyaku sambil tersenyum.


Kepala Nozomi dan Mimi menjadi berkedut dan mereka berdua mengambil kotak yang berisi sate telur puyuh yang dibeli oleh Danny-kun dari tanganku dan memakannya semua hingga tinggal tusuknya saja, lalu kotak dan tusuknya dikembalikan padaku.


"Hei... Apa yang kalian lakukan??" tanyaku dengan nada kesal.


"Inilah akibatnya jika kamu menginap bersama Danny senpai di hotel..." jawab Nozomi sambil tersenyum.


"Itu benar..." lanjut Mimi sambil tersenyum pula.


"Kalian tahu, mengambil makanan orang lain tanpa izin itu sama dengan mencuri.." ucapku sambil tersenyum kedut.


"Bukankah kamu duluan yang mencuri langkah dari kami..." ucap Nozomi.


"Itu benar..." lanjut Mimi.


Aku berdiri lalu berjalan ke arah mereka berdua sambil tersenyum, lalu tiba-tiba aku meninju perut Nozomi terlebih dahulu dan Nozomi pun menahan rasa sakit dengan membungkuk lalu ia muntah. Kemudian, aku melakukan uppercut ke mata Nozomi yang sudah aku buat benjol sebelumnya dan ia pun jatuh pingsan. Lalu kemudian, aku melihat ke arah Mimi lalu datang ke arahnya sambil tersenyum seperti yang aku lakukan kepada Nozomi. Lalu kemudian, aku langsung meninjunya ke arah benjolan yang kubuat sebelumnya dan Mimi pun juga langsung pingsan dengan bagian belakang kepalanya membentur lantai.


"Danny-kun, aku minta maaf karena aku tidak bisa melindungi makanan kita..." ucapku dengan nada sedih.


"Tidak apa-apa kok... Lagipula, nanti saat kita pulang, kita bisa membeli yang lain..." ucap Danny-kun sambil tersenyum.


Aku pun memeluk Danny-kun sambil tersenyum dan Danny-kun membelai rambutku. Lalu kemudian, bel tanda pelajaran selanjutnya pun dimulai.


CHAPTER 72 - BAD DAY WAVE


End