
Akhirnya aku pun berhasil masuk ke Hope Peak's Academy lewat jalur undangan, dan akan kubungkam mulut gadis yang bernama Grace itu. Namun sebelum itu, pohon sakura di sepanjang jalan sekolah mulai berguguran seakan membuat orang yang melewatinya untuk membuka lembaran baru. Di depan pintu gerbang Hope Peak's Academy, Danny-kun sudah menungguku dan aku langsung menemuinya.
"Selamat ya Mei, atas diterimanya kamu ke Hope Peak's Academy ini..." ucap Danny-kun bangga padaku.
"Terima kasih Danny-kun...." ucapku dengan tersenyum.
"Sekarang kita bertiga bisa bersama lagi..." lanjut Danny-kun
"Oya, dimana Karasu-san??? Bukankah seharusnya dia ada disini juga???" tanyaku.
"Maaf ya Mei, Karasu lagi sibuk... Tetapi dia juga mengucapkan selamat atas keberhasilanmu masuk ke Hope Peak's Academy..." ucap Danny-kun.
"Danny-kun..." ucapku dengan mata yang berbinar.
"Ada apa Mei???" Tanya Danny-kun dengan tersenyum.
"Akhirnya kita bisa bertatapan lagi setelah selama setahun aku tak bisa melihat wajahmu..." ucapku dengan wajah yang bersemu memerah.
Danny-kun lalu mengusap kepalaku sambil tersenyum. Dan tak lama kemudian muncullah teman-teman Danny-kun yang lain melewati pintu gerbang termasuk gadis yang bernama Grace. Masing-masing dari mereka mengucapkan selamat pagi ke Danny-kun, namun yang membuatku heboh adalah gadis yang bernama Grace ini berusaha untuk memeluk Danny-kun.
"Selamat pagi Danny-saaaaaaan...." Teriak Grace sambil memeluk Danny-kun.
"Hentikan Grace-san... Setiap pagi kamu selalu saja begini..." ucap Danny-kun.
"Danny-kun.................." ucapku dengan senyum yandere ke arah Danny-kun.
"Kamu siapa???" Tanya Grace.
"Namaku Kanaya Meissa, Ultimate Kagura Dancer... Salam kenal.." ucapku dengan senyuman sambil mengulurkan tanganku.
"Salam kenal juga... Namaku Grace Karnadi, Ultimate Story Writer..." ucap Grace yang juga menyambut uluran tanganku.
Namun yang kulakukan adalah meremas tangannya hingga dia kesakitan sambil aku tersenyum padanya. Dan Grace juga membalas remasan tanganku dan dia juga tersenyum, dan hal ini membuatku berpikir kalau aku harus menjauhkan gadis ini dari Danny-kun.
"Syukurlah kalau kalian akrab..." ucap Danny-kun.
"Aku rasa, kami akan bisa akrab..." ucapku tanpa melepaskan salaman kami.
"Aku juga begitu..." ucap Grace dengan nada yang sama.
Kami pun melepaskan salaman kami dan aku langsung merangkul tangan Danny-kun.
"Danny-kun, tolong tunjukkan tempatnya.. soalnya aku tak ingin tersesat..." ucapku dengan manja.
"Ayo Mei, aku tunjukkan tempatnya..." ucap Danny-kun sambil tersenyum.
Aku mengangguk dengan tersenyum pula.
"Aku permisi dulu ya Grace-san..." ucap Danny-kun.
Kami berdua meninggalkan Grace untuk menuju aula dan Danny-kun mulai memberitahu tempat-tempat yang ada di sekolah ini. Mulai dari taman yang terdapat air mancur sampai ke halaman belakang sekolah dan akhirnya perjalanan singkatku berakhir di aula. Walau aku sedikit terasa sedih, namun aku tetap bersyukur karena Danny-kun mau mengajakku berkeliling sekolah. Aku pun segera masuk ke ruang aula dan aku duduk di tempat yang ada nomorku.
Satu per satu murid tahun ajaran baru dipanggil ke depan panggung, termasuk aku. Aku berdiri dengan tenang karena aku tak mau merusak hari pertamaku di sekolah ini dan yang paling aku senang adalah Danny-kun melihatku dengan tersenyum, mungkin dia bernostalgia ketika pertama kali menginjakkan kakinya di sekolah ini.
Selesai upacara penerimaan murid baru di aula, aku dan teman sekelasku menuju ruang kelas dan aku duduk di kursi dimana Danny-kun dulu duduk karena aku tak ingin ada seorangpun duduk di kursi tersebut karena hanya aku yang boleh duduk disitu. Sempat seorang gadis yang bernama Nozomi ingin duduk disitu dan aku langsung mencegahnya dengan mendorongnya sebelum dia menduduki kursi tersebut.
"Mengapa kamu mendorongku Kanaya-san???" Keluh Nozomi sambil menahan rasa sakit.
"Karena meja ini tak pantas untukmu..." Jawabku dengan tersenyum.
"Kan meja yang lain masih kosong... Soalnya meja ini letaknya strategis..." ucap Nozomi.
"Aku tidak perduli apakah tempat itu strategis atau tidak, yang aku mau hanyalah duduk di meja ini.." ucapku.
"Memangnya, siapa yang pernah duduk di meja ini sehingga kamu tidak mengizinkan siapapun duduk di sini Kanaya-san???" Tanya Nozomi.
"Tunanganku..." Jawabku.
"Owh, tapi bukankah dia hanya.... Sampah???" ucap Nozomi dengan nada meremehkan.
Mendengar kata itu, aku pun langsung mendorong Nozomi sehingga dia terjatuh. Dan Nozomi pun membalasnya dengan mendorongku dan aku juga terjatuh. Dan akhirnya kami pun berkelahi, namun hal itu tidak berlangsung lama dikarenakan Danny-kun melerai kami namun tiba-tiba saja Nozomi memukul wajah Danny-kun dan hal itu membuatku marah. Aku pun langsung memukul wajah Nozomi dan Nozomi pun membalasnya. Dan akhirnya Danny-kun pun menyentuh pundakku dan Nozomi sambil tersenyum. Dan senyuman itu bukanlah senyuman yang biasanya, karena senyuman itu membuat bulu kudukku berdiri karena gemetar ketakutan. Akhirnya kami berdua pun berhenti. Begitulah sekilas ingatanku ketika pertama kali aku memasuki Hope Peak's Academy di dalam tidurku ketika aku menghirup gas tidur di dalam bis yang aku dan teman sekelasku tumpangi.
CHAPTER 13 - MY DAILY LIFE IN HOPE PEAK'S ACADEMY
End