
Dipagi hari saat aku, Mihoshi, dan Aelri sedang menginap di rumah Danny-kun, Nozomi datang ke tempat Danny-kun dan melihatku sedang memeluk Danny-kun. Nozomi langsung menginjak kepalaku, dan marah padaku.
"Mei...go...mi..." ucap Nozomi dengan marah.
"Singkirkan kakimu dari kepalaku..." ucapku dengan kesal.
Namun bukannya menyingkirkan kakinya, Nozomi memuntirnya di kepalaku.
"Hentikan, Nozomi-san..." ucap Danny-kun.
"Nozomi nee-chan..." ucap Mihoshi.
"Kalau kamu mau mengajak berkelahi, ayo kita selesaikan diluar..." ucapku.
Danny-kun mengeluarkan aura yang mencekam sambil tersenyum sehingga membuat kami berempat ketakutan.
"Sudah selesai ributnya??" tanya Danny-kun sambil tersenyum.
Aku dan Nozomi mengangguk dengan ketakutan.
"Baiklah kalau begitu, aku akan menyiapkan sarapan untuk kita..." ucap Danny-kun.
Danny-kun lalu berdiri lalu ia mencuci muka dan segera ke dapur untuk membuat sarapan.
"Kamu tidak membantu Danny senpai, Kanaya-san??" tanya Mihoshi.
"Tidak... Karena kalau Danny-kun sedang marah, ia tidak ingin diganggu siapapun..." jawabku.
"Kelihatannya ini kesempatanku..." gumam Nozomi.
Ketika Nozomi hendak berdiri, aku mengancam Nozomi agar tidak coba-coba untuk mendekati Danny-kun. Namun Nozomi tidak menggubrisnya, sehingga aku mencubit perut sebelah kirinya dengan kuat. Dan Nozomi menarik rambutku yang belum tertata rapi dengan kuat pula, dan aku meringis kesakitan sehingga membuat Danny-kun terdengar.
"Kalau kalian tidak berhenti sekarang, tidak ada sarapan pagi untuk kalian berdua..." ucap Danny-kun sambil tersenyum dengan mengeluarkan aura yang menyeramkan.
Dan kami pun segera berhenti. Lalu Danny-kun mulai membuat sarapan lagi, namun aku dan Nozomi saling bertatapan dan mengalirkan aliran listrik. Setelah Danny-kun selesai memasak, Mihoshi dan Aelri membantu Danny-kun untuk membawa sarapan ke kotatsu. Dan pagi ini sarapannya adalah nasi goreng spesial dan sup miso dari Danny-kun.
"Selamat makan..." ucap kami semua.
Kami makan dengan lahap, dan tak lama kemudian, kami pun selesai sarapan.
"Kalau begitu, aku akan bersiap-siap..." ucap Danny-kun lalu berdiri.
"Danny-kun mau kemana???" tanyaku.
"Aku hendak mengajar di SMP tempat aku praktik..." jawab Danny-kun.
"Apa aku boleh ikut???" tanyaku.
Nozomi mencubit pahaku lalu aku memukul tangan Nozomi.
"Aku tidak tahu apakah kamu akan diberikan izin atau tidak..." jawab Danny-kun.
"Memangnya SMP tempat Danny-kun praktik itu seperti apa???" tanyaku.
"Kan kemarin sudah aku jelaskan, kalau tempatnya seperti sekolah kebanyakan..." jawab Danny-kun.
"Tapi bukankah SMP itu SMP khusus perempuan..." ucap Nozomi.
"Memang sih... Tapi..." ucap Danny-kun.
Aku langsung mencubit pinggang Danny-kun sambil merajuk.
"Apa yang kamu lakukan kepada Danny senpai, Meigomi..." ucap Nozomi dengan kesal.
"Bisakah kamu diam saja, Akuma Milku??? Ini adalah urusan suami istri... kalau kamu ingin ikut campur, maka aku akan menenggelamkanmu di laut Okinawa ini..." ucapku sambil tersenyum dengan aura yang mencekam.
Lalu aku melihat ke arah Danny-kun sambil tersenyum karena aku ingin Danny-kun menjelaskan mengapa Danny-kun praktik disana. Lalu Danny-kun menjelaskan bahwasanya ada sensei yang merekomendasikan Danny-kun di sekolah tersebut.
"Begitu ceritanya... Yosh... Kalau begitu, aku akan membuat perhitungan dengan sensei itu..." ucapku sambil tersenyum.
Danny-kun lalu mencubit pipiku.
"Hentikan itu, Mei..." ucap Danny-kun.
"Tapi..." ucapku.
"Lagipula, aku akan selesai saat liburan musim dingin..." ucap Danny-kun.
"Lebih baik kalian kembali dulu ke penginapan kalian... Karena teman-teman kalian pasti khawatir..." lanjut Danny-kun.
"Tapi aku ingin ikut..." ucapku dengan manja.
"Lebih baik, kamu minta izin dulu dari senseimu... Karena tidak baik pergi tanpa pemberitahuan terlebih dahulu..." ucap Danny-kun sambil tersenyum.
Mendengar itu, aku sedikit cemberut karena kemungkinan aku tidak diizinkan bertemu dengan Danny-kun disini saat ia sedang melakukan praktik. Namun tiba-tiba aku mempunyai ide agar aku bisa melihat Danny-kun praktik.
Danny-kun mengusap rambutku sambil tersenyum.
"Kalau begitu, aku akan mandi dahulu... Lalu kalau kamu diizinkan, kita akan bertemu di sekolah tempatku melakukan praktik..." ucap Danny-kun.
Danny-kun segera mandi untuk bersiap-siap melakukan praktiknya di SMP tersebut. Nozomi hendak menunggu Danny-kun selesai mandi, namun aku menariknya karena Nozomi akan melakukan sesuatu hal yang terlarang. Sesampainya di penginapan, kami bertiga dicecar pertanyaan oleh sensei dan kami menjelaskan bahwasanya ada murid dari Kibou Gamine Gakuen yang sedang melakukan praktik di daerah ini dan murid tersebut adalah seseorang yang aku kenal dan ia juga mengenalku. Namun aku tidak mengatakan bahwasanya seseorang yang aku kenal adalah Danny-kun, dikarenakan aku tidak ingin sensei melarangku untuk bertemu dengan Danny-kun di daerah ini.
"Kalau begitu, aku mandi dulu sensei... Soalnya tadi aku belum mandi..." ucapku.
"Silahkan, Kanaya-san..." ucap sensei.
Aku pun langsung mandi dan untungnya juga semua teman-teman sekelasku sudah mandi semuanya. Di kamar mandi, aku berpikir bagaimana caranya agar aku bisa ke sekolah tempat Danny-kun praktik. Setelah selesai mandi, sensei meminta kami untuk melihat kegiatan yang dilakukan oleh senior kami secara berkelompok seperti kemarin. Namun Nozomi menolaknya karena ia ingin berganti kelompok. Dan aku juga menolak sarannya untuk berganti kelompok. Setelah 17 menit berdebat, akhirnya keputusan sensei tetap pada kelompok yang sama seperti kemarin. Hal itu membuatku senang dikarenakan Nozomi tidak akan menggangguku.
"Karena sudah ditetapkan, nanti sore kita akan berkumpul kembali untuk bersiap-siap bahwasanya esok kita akan pulang..." ucap sensei.
Kami pun segera bubar menuju tempat senior kami yang sedang melakukan praktik. Aku, Aelri, dan Mihoshi menuju tempat dimana Danny-kun praktik. Aku pun senang namun juga cemas, dikarenakan sekolah itu adalah sekolah khusus perempuan. Sesampainya disana, kelompokku masuk ke sekolah tersebut dan kami pun diperbolehkan masuk setelah memberikan keterangan oleh security sekolah. Aku pun langsung segera mencari Danny-kun agar Danny-kun tidak digoda oleh siswi di sekolah ini. Aku berjalan mencari Danny-kun bersama dengan Aelri dan Mihoshi. Hingga tiba di sebuah lapangan belakang yang lumayan luas. Aku melihat punggung seseorang dari balik pohon yang sedang duduk. Aku mengenali punggung itu, dan itu adalah Danny-kun. Aku langsung menghampirinya dengan berjalan lebih cepat lagi.
"Da...." ucapku.
Aku terkejut karena Danny-kun sedang tertidur saat sedang istirahat bersama dengan seorang gadis disebelahnya dan kepalanya di bahu Danny-kun. Gadis itu seperti orang asing dari negara lain.
"Anda siapa ya???" tanya gadis itu saat terbangun melihatku.
"Seharusnya aku yang bertanya begitu..." jawabku sambil tersenyum.
Tiba-tiba Danny-kun terbangun lalu melihatku sudah ada di depan matanya.
"Ada apa Mei???" tanya Danny-kun sambil tersenyum.
"Selamat pagi, Danny-kun..." jawabku sambil tersenyum manis.
"Lalu, siapa gadis tidak tahu diri disebelahmu ini??" tanyaku sambil tersenyum.
"Hei... Jangan sembarang bicara... Kamu sungguh tidak sopan... Setidaknya, beritahu dulu namamu..." jawab gadis itu dengan kesal.
"Untuk apa aku memberitahu namaku kepada gadis tidak tahu diri sepertimu..." ucapku sambil tersenyum.
Gadis itu lalu berdiri dan mendorongku dengan maksud untuk menantangku berkelahi. Aku pun juga membalas sehingga membuatnya menabrak pohon dibelakangnya. Gadis itu lalu menampar pipi kiriku dan aku juga membalasnya.
"Pendek..." ucap gadis itu dengan mengejekku.
"Gendut..." ucapku dengan mengejek.
Saat aku dan gadis itu hendak melancarkan pukulan, tiba-tiba saja Danny-kun berdiri dan langsung memukul kepala kami berdua sehingga membuat kami jongkok sambil memegang kepala kami menahan rasa sakit.
"Apakah kalian sudah selesai berkelahinya???" tanya Danny-kun sambil tersenyum dengan aura yang menyeramkan.
Kami berdua ketakutan sambil berpelukan satu sama lain. Lalu tak lama kemudian, Aelri dan Mihoshi melihatku sudah menemukan Danny-kun dan mereka mendatangi kami.
"Ada apa ini, Danny senpai??" tanya Mihoshi.
"Hanya sedikit mendisiplinkan mereka berdua saja..." jawab Danny-kun sambil tersenyum.
Aelri dan Mihoshi melihatku dan gadis itu sedang melakukan seiza.
"Danny senpai sedang ngapain disini???" tanya Aelri.
"Aku sedang beristirahat saja sebelum bel istirahat selesai..." jawab Danny-kun.
Lalu tidak lama kemudian, bel tanda istirahat sudah berakhir. Danny-kun dan gadis itu masuk ke kelas. Aku memeluk Danny-kun agar ia tidak pergi.
"Mei... Kelas sudah dimulai..." ucap Danny-kun sambil tersenyum.
Aku tetap tidak bergeming.
Danny-kun melihat Aelri dan Mihoshi untuk menyiratkan bahwasanya Danny-kun hanya ingin mengajar di kelas.
"Kanaya-san, jangan khawatir... Danny senpai hanya mengajar saja..." ucap Mihoshi.
Aku masih tetap tidak bergeming.
"Bukankah sensei menyuruh kita kemari untuk melihat salah seorang senpai kita melakukan praktik di Okinawa ini??" ucap Aelri.
Aku pun melepaskan pelukanku dan segera merangkul tangan Danny-kun sambil tersenyum.
"Danny-kun, bisakah kamu menunjukkan dimana kelasmu mengajar??" tanyaku sambil tersenyum.
"Okey..." jawab Danny-kun dengan membalas senyumanku.
Akhirnya, aku, Danny-kun, Mihoshi, dan Aelri mengunjungi kelas Danny-kun mengajar.
Chapter 56 - FIELD TRIP (3)
end