
Pagi ini aku tersenyum tersipu karena tadi malam aku mencium pipi Danny-kun. Membuat wajahku bersemu memerah seperti buah apel yang ranum. Untungnya hari ini adalah hari Minggu setelah kulihat di kalender, karena kalau hari biasa entah apa yang akan kulakukan ketika ku berjumpa dengan Danny-kun disekolah.
Setiap saat ku selalu ingat kejadian tadi malam dan membuatku sulit berkonsentrasi saat menari Kagura. Dan pada akhirnya aku memutuskan untuk beristirahat hari ini. Dan tak lama kemudian, datanglah tukang pos membawa sebuah surat untukku. Aku menerimanya, menandatangani penerimaannya, dan tak lupa mengucapkan terimakasih kepada tukang pos.
Di ruang tamu, ku buka surat itu dan ku baca. Namun aku terkejut ketika surat itu berisikan "MATI KAU SANA!!!". Aku berpikir sejenak, siapa orang yang mengirimkan surat kaleng tersebut. Karena kumerasa tidak ada orang yang membenciku seperti ini.
Apakah ada seseorang yang bisa kucurigai? Jawaban yang bisa kuperoleh adalah :
Danny-kun
Kalau yang pertama, ini tidak mungkin terjadi karena Danny-kun adalah tunanganku yang kusayangi. Disamping itu, kalau Danny-kun mengancamku, dirinya tidak perlu memakai surat ini.
Ditempat lain, Danny-kun bersin.
Dorobou Neko
Dia mungkin bisa melakukan ini padaku, karena dia selain rival cintaku, dia juga tahu dimana rumahku. Namun, aku juga berpikir dengan sifatnya yang dewasa itu. Apakah mungkin dirinya mau mengancamku memakai surat ini? Sepertinya itu tidak mungkin. Dia tidak akan menggunakan cara kotor seperti ini.
Di tempat lain, Hatsuki juga bersin.
Akuma Milku
Walau aku membencinya karena dia ingin mencari perhatian Danny-kun dibelakangku, ada hal yang paling mendasar aku meragukan dirinya yang memberikan surat ancaman itu padaku, yaitu dia tidak tahu dimana rumahku.
Di tempat lain, Nozomi juga ikutan bersin.
"Kalau begitu, besok saja kutanyakan saja ke Yuu-san... Karena dia itu Ultimate Detective... Kemungkinan dia bisa membantuku." ucapku.
Pagi hari
Esoknya, aku segera berangkat ke sekolah setelah aku selesai mandi dan sarapan pagi. Di sekolah, aku segera mencari Yuu dan karena dia belum hadir, aku segera duduk di kursiku dan menunggu kedatangannya. Dan setengah jam kemudian, Yuu masuk ke kelas dan aku pun segera ke mejanya.
"Yuu-san, boleh aku minta tolong padamu???" tanyaku.
"Ada apa Kanaya-san?? Kelihatannya masalahmu serius sekali..." jawabnya.
"Aku ingin minta tolong untuk mencari siapa pengirim surat ini..." ucapku sambil menyerahkan surat itu ke Yuu.
"Apa ini surat cinta???" tanya Nozomi lalu mengambil surat tersebut dari Yuu.
"Kanaya-san dapat surat cinta???" lanjut Mihoshi.
"Masa'..." lanjut Canis kemudian.
"Kok warna suratnya aneh..." lanjut Shirei lagi.
"Kamu sudah mengetahui isinya belum, Kanaya-san???" tanya Ayako.
"Apa kamu dikutuk, Kanaya-san??? Soalnya aku lihat warna amplop yang kulihat ini berwarna hitam..." ucapTakumo dengan gaya chuunibyo.
"Kalau aku belum tahu isinya, untuk apa aku meminta bantuan kepada Yuu-san..." jawabku.
"Kalau boleh tahu, isi surat ini seperti apa, Kanaya-san??? Agar aku bisa tahu seberapa besar masalahnya.." tanya Yuu.
"Lebih baik Yuu-san baca saja, lalu perkirakan seberapa besar masalahnya..." jawabku.
Yuu pun membaca isi surat tersebut dan mulai mengerti kalau permasalahan ini tidaklah sederhana kecuali menemukan siapa pengirim surat ini padaku.
"Baiklah, setelah aku membaca surat ini, berikan aku waktu 3 hari.. setelah itu, sediakan sebuah roti mie goreng.." ucap Yuu.
"Untuk apa???" tanyaku.
"Nanti kamu akan tahu apa kegunaannya..." jawabnya.
Selama 3 hari ku terus menunggu dengan sabar. Hari pertama, dirinya masih mencari. Hari kedua, dirinya hampir menemukan jawabannya, namun belum bisa mengatakannya padaku karena jawabannya belum pasti. Tibalah hari ketiga seperti yang dijanjikan, aku menunggu di mejaku untuk mendengarkan jawaban dari masalahku. Yuu datang ke mejaku dan menyerahkan sebuah amplop yang berisi foto dan aku langsung membukanya, namun aku langsung membuka amplop tersebut lalu aku melihat seorang gadis duduk bersama Danny-kun di sebuah cafe. Mataku terbelalak karena gadis itu mencoba untuk merayu Danny-kun.
"Apa yang ada di foto ini benar, Yuu-san???" tanyaku sambil menahan amarahku.
"Tentu saja, apa kamu meragukan kemampuanku, Kanaya-san??" jawabnya tenang.
"Apa kamu tahu dimana rumah gadis ini atau nama sekolahnya???" tanyaku lagi.
"Aku tidak tahu dimana rumahnya, namun aku tahu dimana sekolahnya..." jawabnya lagi.
"Katakan padaku, dimana sekolahnya.." ucapku.
Aku melirik kesana kemari dengan harapan aku akan menemukan gadis itu, yaitu gadis yang menggoda Danny-kun.
"Kalau aku perhatikan, sekolah ini besar juga..." gumamku.
Namun tiba-tiba tanpa kusadari, ada seseorang yang memukul tengkukku dan aku jatuh pingsan. Ketika aku dibangunkan oleh seseorang, aku membuka mataku dan tubuhku terikat dengan tali.
"Hei... Bangun..." ucap seorang gadis yang menepuk pipiku dengan setengah kuat.
Aku membuka mataku secara perlahan dan aku melihat seorang gadis dengan rambut yang bergelombang seperti seorang "ojou-sama". Setelah aku membuka mataku, gadis itu bertanya padaku.
"Siapa kamu dan ada apa keperluanmu ke sekolahku???" tanya gadis itu.
"Sebelum aku memberitahumu namaku, bukankah tidak sopan kalau kamu belum memberitahukan namamu???" jawabku dengan tenang.
Gadis itu menamparku.
"Aku tidak menginginkan jawaban selain dari pertanyaanku..." ucap gadis itu.
"Okey, aku akan jawab pertanyaanmu.. tapi lepaskan dulu ikatanku..." lanjutku.
"Apakah kamu tidak akan kabur??" tanya gadis itu.
"Aku tidak akan kabur, karena yang aku cari orangnya sudah ketemu..." jawabku.
Gadis itu menginstruksikan agar ikatanku dilepas.
"Oya satu hal lagi yang kuinginkan..." ucapku.
"Apa itu???" tanyanya lagi.
"Aku hanya ingin kita berbicara 4 mata..." jawabku.
Gadis itu menginstruksikan kembali agar gadis lain segera meninggalkan ruangan dan mereka meninggalkan ruangan tersebut dan tinggal kami berdua.
"Nah, sekarang kamu jawab... Apa maumu..." ucap gadis itu.
"Tapi sebelum itu, aku ingin tahu.. apakah ruangan ini kedap suara???" tanyaku.
"Ya..." jawab gadis itu.
Aku mendekati gadis itu perlahan dan aku menampar pipi gadis itu.
"Apa maksudmu melakukan itu???" tanya gadis itu.
"Berani sekali kamu menggoda Danny-kun.. apa kamu mau cari mati, huh..." ucapku kesal.
"Danny-kun??? Siapa itu???" tanya gadis itu.
"Jangan pura-pura... Ini buktinya..." ucapku yang kemudian aku melemparkan foto yang diberikan oleh Yuu ke wajah gadis itu.
"Darimana kamu dapat foto ini???" tanya gadis itu dengan terkejut.
"Tidak perlu kamu tahu... Kalau kamu berani dekati Danny-kun lagi, kupukul wajahmu..." ucapku dengan marah.
Mendengar ancaman dariku, bukannya gadis itu takut. Ternyata dia berani mengancamku kembali.
"Berani sekali kamu mengancamku... Kamu tidak tahu siapa aku???" tanya gadis itu dengan ancaman.
"Tentu saja aku tahu.. kamu itu adalah "Rubah Betina"..." jawabku.
"Hei, jangan sembarangan kamu bicara... Tapi ngomong-ngomong, kamu ada hubungan apa dengan Da-kun??" ucap gadis itu.
"Siapa itu Da-kun???" tanyaku.
"Lelaki di foto ini...." jawabnya.
Setelah aku melihat foto sekali lagi, dan memahami apa yang dimaksud oleh gadis itu. Dan ternyata, setelah aku mengerti dan memahami apa maksud dari gadis itu, aku menarik kerah gadis itu.
"Danny-kun itu tunanganku, tahu..." ucapku dengan marah.
"Apa buktinya kalau kamu tunangannya Da-kun???" tanya gadis itu dengan tenang.
"Kamu tidak perlu tahu apa buktinya, karena itu adalah rahasiaku dengan Danny-kun..." jawabku yang masih marah.
"Hei, tadi pagi kamu tidak gosok gigi ya??? Soalnya mulutmu bau..." ucap gadis itu dengan mengejek.
Mendengar itu, aku langsung meninju perutnya dan gadis itu terduduk. Tiba-tiba, terdengar pintu terbuka dan muncul seorang lelaki.
"Mei..." ucap lelaki itu.
Chapter 21 - Blackmail
End