Kanaya Meissa (Ultimate Kagura Dancer) ~Eternal Love~

Kanaya Meissa (Ultimate Kagura Dancer) ~Eternal Love~
CHAPTER 81 - BLOODY SLUGFEST WILD DREAM



Aku dan Hatsuki sedang berada di tengah ring tinju. Aku memakai sarung tinju berwarna putih, sedangkan Hatsuki memakai sarung tinju berwarna hitam.


"Kita akan bertarung hingga 5 ronde..." ucap Hatsuki.


"Apa tidak kecepatan??" tanyaku sambil mengejek Hatsuki.


"Memangnya kamu mau berapa ronde??" tanya Hatsuki.


"10 ronde...." jawabku sambil tersenyum.


"Lama sekali... Karena aku ada kencan dengan Danny-san..." ucap Hatsuki sambil tersenyum.


"Heee... Kamu ada kencan dengan Danny-kun ya... Kalau begitu, 1 ronde saja..." ucapku sambil tersenyum kedut.


"Atau kalau kamu mau, bisa kok aku buat kamu sampai pingsan..." ucapku lagi sambil tersenyum kedut.


"Ternyata bagus juga idemu... Kalau begitu, aku akan buat kamu pingsan lebih dulu..." ucap Hatsuki sambil tersenyum pula.


"Apa tidak terbalik..." ucapku sambil membalas senyumannya.


Tatapan kami berdua memunculkan aliran listrik sehingga membuat pertarungan kami menjadi lebih intens. Lalu kami pun memutuskan untuk menjadi 5 ronde, namun peraturannya adalah kalau misalkan salah satu dari kita jatuh, maka ronde pun berakhir. Pemenangnya adalah yang bisa menjatuhkan lawannya sebanyak 3x. Kami pun memasang kuda-kuda untuk bertinju sambil tersenyum kedut dikarenakan kami saling mengejek satu sama lain dan bel pertarungan pun dimulai.


RONDE 1


Kami berdua menuju ke tengah ring, lalu serangan kami pun dimulai. Diawali dengan tinjuku yang mengenai pipi kanan Hatsuki, lalu Hatsuki pun membalasnya. Namun aku berhasil menghindarinya dan kemudian aku pun meninju pipi Hatsuki sebelah kiri. Lalu aku pun melancarkan pukulan kombo ke arah Hatsuki.


BUM


BUM


BUM


BUM (pipi kiri Hatsuki memerah)


"Ada apa, ayam rabun??? Apa kamu sudah menyerah??" tanyaku sambil mengejek Hatsuki.


BUM


BUM


"Kelihatannya kamu ini lemah sekali ya..." ucapku sambil mengejek Hatsuki.


BUM


BUM


"Apakah kamu sudah lelah??" tanyaku lagi sambil tersenyum mengejek Hatsuki.


BUM


BUM


BUM


"Wah.... Kelihatannya sakit ya..." ucapku sambil tersenyum mengejek Hatsuki lagi.


BUM


BUM


BUM


BUM


BUM


"Kenapa??" tanyaku sambil tersenyum.


BUM


BUM


BUM


BUM


BUM


BUM


"Ups... sengaja.." ucapku sambil tersenyum.


BUM


BUM


BUM


BUM (pipi kanan Hatsuki membiru)


"Ayo dong... Mana balasanmu..." ucapku sambil tersenyum.


BUM


BUM


BUM


BUM


"Aku dengar tadi kamu mau kencan dengan Danny-kun ya??" tanyaku sambil tersenyum.


BUM


BUM


BUM


"Tunggu saja seribu tahun lagi, okey..." ucapku lagi sambil tersenyum.


BAK!!!


BUK!!!


BAK!!!


BUK!!!


BAK!!!


BUK!!!


BAK!!!


BUK!!!


BAK!!!


BUK!!!


Hatsuki pun terjatuh dan ronde pertama pun berakhir. Aku berjalan ke sisi ring, sedangkan Hatsuki ke sisi yang lain sambil tergopoh-gopoh.


"Ada apa??? Apa kamu sedang mencari koin yang jatuh??" tanyaku sambil tersenyum mengejek Hatsuki.


RONDE 2


Aku menuju ke tengah ring, sedangkan Hatsuki berjalan ke tengah ring dengan perlahan-lahan. Aku pun melancarkan lagi pukulan ke arahnya.


BUM


BUM


BUM


BUM (pipi kiri Hatsuki tambah memerah)


"Ada apa?? Apakah hanya sampai disini saja??" tanyaku sambil tersenyum.


BUM


BUM


"Apa kamu sudah lelah??" tanyaku sambil tersenyum lagi.


BUM


BUM


"Wajahmu kok jadi jelek begini??" tanyaku lagi sambil tersenyum.


BUM


BUM


BUM


"Wah, benjolannya semakin membesar..." ucapku sambil tersenyum lagi.


BUM


BUM


BUM


BUM


BUM


"Apakah kamu mau menyerah??" tanyaku sambil tersenyum.


BUM


BUM


BUM


BUM


BUM


BUM


"Kalau kamu tidak mau menyerah, nanti tambah parah loh..." ucapku sambil tersenyum lagi.


BUM


BUM


BUM


BUM (pipi kanan Hatsuki tambah membiru)


"Kalau kamu tidak mau menyerah, ya sudah..." ucapku sambil tersenyum lagi.


BUM


BUM


BUM


BUM


"Kamu beneran tidak mau menyerah ya???" tanyaku sambil tersenyum.


BUM


BUM


BUM


"Hahahahahahahaha...." ucapku sambil tertawa.


BAK!!!


BUK!!!


BAK!!!


BUK!!!


BAK!!!


BUK!!!


BAK!!!


BUK!!!


BAK!!!


BUK!!!


Hatsuki pun terjatuh kembali untuk kedua kalinya dan ada darah yang menempel di atas ring dikarenakan mulut Hatsuki mengeluarkan darah dan ronde kedua pun berakhir. Aku berjalan ke sisi ring sedangkan Hatsuki berusaha untuk berdiri ke sisi ring yang lain namun dengan langkah yang berat.


RONDE 3


Kami berdua menuju ke tengah ring dengan wajah Hatsuki yang semakin babak belur, lalu serangan kami pun dimulai. Diawali dengan tinjuku namun Hatsuki berhasil menghindarinya dan melakukan uppercut ke daguku sehingga membuat kesempatan Hatsuki untuk melakukan pukulan kombo kepadaku.


BUM


BUM


BUM


BUM (pipi kiriku memerah)


"Ada apa, kucing bucin??? Apa kamu sudah menyerah??" tanya Hatsuki sambil mengejekku.


BUM


BUM


"Aku tadi hanya mengalah sebentar kepadamu..." ucap Hatsuki sambil mengejekku.


BUM


BUM


"Apakah kamu sudah lelah??" tanya Hatsuki lagi sambil tersenyum mengejek.


BUM


BUM


BUM


"Wah.... Kelihatannya sakit ya..." ucap Hatsuki sambil tersenyum mengejekku lagi.


BUM


BUM


BUM


BUM


BUM


"Kenapa??" tanya Hatsuki sambil tersenyum.


BUM


BUM


BUM


BUM


BUM


BUM


"Ups... sengaja.." ucap Hatsuki sambil tersenyum.


BUM


BUM


BUM


BUM (pipi kananku membiru)


"Bagaimana?? Sakit tidak??" ucap Hatsuki sambil tersenyum.


BUM


BUM


BUM


BUM


"Aku tidak menyangka loh, kalau kamu selemah ini..." ucap Hatsuki sambil tersenyum.


BUM


BUM


BUM


"Tunggu saja seribu tahun lagi, okey... Soalnya setelah pertarungan ini selesai, aku ada kencan dengan Danny-san..." ucap Hatsuki lagi sambil tersenyum.


BAK!!!


BUK!!!


BAK!!!


BUK!!!


BAK!!!


BUK!!!


BAK!!!


BUK!!!


BAK!!!


BUK!!!


Aku pun terjatuh dan ronde ketiga pun berakhir. Aku berjalan ke sisi ring sambil tergopoh-gopoh dikarenakan aku kaget bahwasanya wajahku menjadi babak belur, sedangkan Hatsuki ke sisi yang lain sambil tersenyum puas.


"Ada apa??? Apa kamu sedang mencari koin yang jatuh??" tanya Hatsuki sambil tersenyum mengejekku.


RONDE 4


Aku menuju ke tengah ring, sedangkan Hatsuki berjalan ke tengah ring dengan perlahan-lahan. Aku pun melancarkan lagi pukulan ke arahnya namun Hatsuki berhasil menghindar lalu memberikan pukulan balasan padaku.


BUM


BUM


BUM


BUM (pipi kiriku tambah memerah)


"Ada apa?? Apakah hanya sampai disini saja??" tanya Hatsuki sambil tersenyum.


BUM


BUM


"Apa kamu sudah lelah??" tanya Hatsuki sambil tersenyum lagi.


BUM


BUM


"Wajahmu jadi jelek deh..." ucap Hatsuki sambil tersenyum.


BUM


BUM


BUM


"Wah, benjolannya semakin membesar..." ucap Hatsuki sambil tersenyum lagi.


BUM


BUM


BUM


BUM


BUM


"Apakah kamu mau menyerah??" tanya Hatsuki sambil tersenyum.


BUM


BUM


BUM


BUM


BUM


BUM


"Kalau kamu tidak mau menyerah, nanti tambah parah loh..." ucap Hatsuki sambil tersenyum lagi.


BUM


BUM


BUM


BUM (pipi kananku tambah membiru)


"Kalau kamu tidak mau menyerah, ya sudah..." ucap Hatsuki sambil tersenyum lagi.


BUM


BUM


BUM


BUM


"Kamu beneran tidak mau menyerah ya???" tanya Hatsuki sambil tersenyum.


BUM


BUM


BUM


"Ara-ara...." ucap Hatsuki sambil tersenyum.


BAK!!!


BUK!!!


BAK!!!


BUK!!!


BAK!!!


BUK!!!


BAK!!!


BUK!!!


BAK!!!


BUK!!!


Aku pun terjatuh kembali untuk kedua kalinya dan ada darah yang menempel di atas ring dikarenakan mulutku mengeluarkan darah dan ronde keempat pun berakhir. Hatsuki berjalan ke sisi ring sedangkan aku berusaha untuk berdiri ke sisi ring yang lain namun dengan langkah yang berat.


RONDE 5


Setelah kami berdua mengatur nafas kami serta menahan rasa sakit yang kami derita saat 4 ronde sebelumnya, kami saling memprovokasi.


"Pukulanmu itu seperti nyamuk bagiku..." ucapku.


"Kalau pukulanku seperti nyamuk, mengapa wajahmu sampai babak belur begitu??" tanya Hatsuki sambil mengejekku.


"Kalau kamu menganggap pukulanku seperti nyamuk, berarti pukulanmu seperti nenek tua..." lanjut Hatsuki.


"Heeee... kalau pukulanku seperti nenek tua, berarti kamu nenek moyang..." ucapku sambil tersenyum kedut.


Kami berdua sama-sama memancarkan aura kemarahan dan menimbulkan aliran listrik. Lalu disaat bel ronde terakhir dibunyikan, kami berdua langsung berdiri kemudian berlari untuk melancarkan pukulan terakhir. Pukulan hook Hatsuki mengenai pipiku dan pukulan uppercut ku mengenai dagu Hatsuki sehingga membuat gigi kami ada yang patah dan kami pun jatuh pingsan secara bersama-sama.


Epilog


"Heee...iii... Bangun..." ucap Hatsuki.


Aku pun membuka mataku dan aku langsung kaget dan memukulnya.


"Hei itu sakit tahu..." ucap Hatsuki sambil membalas pukulanku.


"Mengapa kamu ada dikamarku, ayam rabun???" tanyaku dengan kesal karena bukan Danny-kun yang membangunkanku.


"Karena Danny-san yang menyuruhku... Sebenarnya aku pun tidak mau, karena aku ingin kamu itu tidur selamanya biar aku bisa bersama Danny-san terus..." ucap Hatsuki sambil tersenyum.


Mendengar perkataan itu, membuat kepalaku berkedut.


"Kebetulan sekali... Aku ingin makan tomat pagi ini..." ucapku sambil tersenyum kedut.


"Mau aku siapkan??" tanya Hatsuki sambil tersenyum.


"Tidak usah... Aku akan membuatnya sendiri..." jawabku sambil tersenyum kedut.


Kami pun saling bertatapan sambil tersenyum yang membuat munculnya naga melawan harimau.


CHAPTER 81 - BLOODY SLUGFEST WILD DREAM


End