
Setelah pulang dari Lithemba Resort, masih ada hari libur yang tersisa saat Golden Week, aku berencana untuk menghabiskan musim panas bersama Danny-kun. Aku pun segera menelepon Danny-kun.
"Moshi..moshi... ada apa Mei???" tanya Danny-kun lewat telepon.
"Danny-kun, Sabtu besok sibuk tidak??" jawabku.
"Tidak kok... ada apa???" tanya Danny-kun lagi.
"Apa kamu mau pergi ke festival bersamaku???" tanyaku.
"Boleh..." jawab Danny-kun.
Aku pun tersenyum kegirangan.
"Kalau begitu, kita jumpa di dekat air mancur Kibou Gamine Gakuen jam 5 sore ya..." ucapku lagi.
"Okey.." jawab Danny-kun.
Aku pun segera menutup teleponku dan segera bersiap-siap karena hanya tinggal 3 jam lagi aku bertemu dengan Danny-kun.
"Aku memilih yukata yang akan kupakai nanti, namun entah mengapa yukata yang biasanya kupakai sudah sedikit sempit.. apa dadaku bertambah besar ya???" gumamku sambil melihat dadaku.
Setelah melihat dadaku, ternyata memang bertambah sedikit besar dan aku tersenyum sendiri karena aku bisa menyaingi Nozomi.
"Lihat saja nanti, Akuma Milku... Kamu akan aku buat K.O..." ucapku sambil tersenyum bangga di depan cermin.
Sore hari di air mancur
Danny-kun sedang duduk menunggu disana, aku pun segera menemuinya.
"Maaf menunggu lama, Danny-kun..." ucapku sambil tersenyum.
"Tidak apa-apa... Aku juga baru sampai..." balas Danny-kun sambil tersenyum pula.
"Danny-kun, bagaimana yukata yang kupakai hari ini??? Bagus tidak??" tanyaku sambil berputar perlahan didepan Danny-kun.
"Bagus kok... Apa yukata ini baru kamu beli, Mei???" jawab Danny-kun.
"Iya.. karena yukata yang biasanya kupakai sudah sedikit sempit..." ucapku.
"Berarti itu tandanya kamu tambah gemuk, Meigomi..." ucap seorang gadis yang muncul dibelakang Danny-kun.
"Mengapa kamu disini, Akuma Milku..." ucapku kesal.
"Kesal ya?!?!? Hanya ingin berduaan dengan Danny senpai??!! Oo.. tidak bisa..." ucap Nozomi dengan mengejek.
Aku mendekati Nozomi dengan maksud mengajak berantem.
"Kamu salah... Badanku bukan tambah gemuk, tapi dadaku saja yang tambah besar..." ucapku sambil membusungkan dada.
Nozomi paham dan melihat dadaku yang menurutnya bertambah besar. Lalu dengan Nozomi memegang dadaku dan aku terkejut dan merasa tidak nyaman.
"He..hentikan...." ucapku tidak tahan.
"Ternyata sudah lebih besar dari apa yang kulihat waktu di Lithemba Resort ya..." ucap Nozomi yang masih memegang dadaku.
Danny-kun memalingkan wajahnya karena malu. Karena sudah tidak tahan, aku segera memukul dagunya dengan uppercut dan Nozomi terjatuh.
"Rasakan itu... Makanya, jangan berani-berani menyentuh barang orang lain.. makan tuh tinju rasa pisang.." ucapku.
"Yuk Danny-kun kita pergi..." ucapku sambil menggandeng tangan Danny-kun.
Aku dan Danny-kun pergi meninggalkan Nozomi yang masih terduduk ditanah.
Di Tempat Festival
"Maaf menunggu Mei... Ini permen apelnya..." ucap Danny-kun membawa dua buah permen apel.
"Terima kasih Danny-kun.." balasku dengan senyum.
Kami berdua berjalan melewati setiap stan yang ada disana, mulai dari makanan, permainan, bahkan ada kembang api untuk acara puncaknya. Karena acara ini sudah menjadi ritual buat kami berdua semenjak ibuku masih hidup.
"Danny-kun, kamu masih ingat tidak saat kita main lempar gelang???" tanyaku.
"Ingat... Waktu itu aku ingin boneka beruang untukmu kan Mei... Bahkan kamu kelihatan sedih waktu aku gagal dapatkan hadiahnya.. tapi akhirnya aku cuma dapatkan ikan mas saja..." jawab Danny-kun sambil tersenyum.
"Bahkan kita juga menguburnya bersama saat ikan mas kita mati..." ucapku sambil mengingat masa lalu.
Kami berdua ngobrol dengan santai sambil menikmati festival yang diselenggarakan.
"Mei, kamu coba takoyaki ini.. enak loh..." ucap Danny-kun menyodorkan takoyaki tersebut.
Aku pun membuka mulutku sambil menutup mataku lalu Danny-kun memberikan suapan takoyaki tersebut padaku. Namun entah kenapa suapannya malah tidak sampai. Setelah itu aku membuka mataku dan aku melihat Hatsuki sedang memakan takoyaki dari suapan Danny-kun. Aku pun menjewer telinga Hatsuki.
"Apa maksudnya ini dorobou neko..." ucapku kesal sambil menjewer telinga Hatsuki.
"Aku kan kangen sama Danny-san..." ucap Hatsuki sambil meringis kesakitan.
"Siapa yang bilang boleh kangen sama Danny-kun???" ucapku lagi yang masih menjewer telinga Hatsuki sambil tersenyum.
Danny-kun memegang tanganku dan menyuruhku untuk berhenti menjewer Hatsuki dan aku pun melepaskannya.
"Bagaimana kabarmu, Hatsuki-san???" tanya Danny-kun.
"Baik Danny-san... Kamu sendiri bagaimana???" tanya Hatsuki kembali.
"Baik juga..." jawab Danny-kun sambil tersenyum.
"Oya, bagaimana perkembangan puisi buatanmu??? Soalnya aku penasaran kapan buku kumpulan puisimu akan terbit??" tanya Hatsuki.
"Perkembangannya bagus, dan tidak ada kesulitan... Kemungkinan 3 bulan lagi sudah terbit bukunya.." jawab Danny-kun.
"Aku sudah tidak sabar bukumu terbit, Danny-kun.." ucapku.
"Aku tidak akan kalah dalam pemberian perhatianku, Dorobou Neko..." gumamku.
"Bagaimana kalau kita jalan bertiga, kan sudah lama kita tidak menikmati festival ini semenjak kita lulus SD..." ajak Danny-kun.
Kami pun jalan bertiga di sepanjang jalan festival.
"Oya Kanaya-san, sudah sejauh mana hubunganmu dengan Danny-san???" tanya Hatsuki padaku.
"Aku dan Danny-kun sudah bertunangan..." jawabku dengan bangga.
Hatsuki melihatku dan Danny-kun.
"Kalau kalian bertunangan, mana cincin tunangannya???" tanya Hatsuki lagi.
"Cincin??? Untuk apa??? Cincin itu hanya untuk orang yang sudah menikah..." jawabku.
"Memangnya apa yang Danny-san berikan untukmu Kanaya-san??" tanya Hatsuki lagi.
"Sebuah kimono..." jawabku dengan tersenyum.
"Pfffttt..." Hatsuki menahan tertawa.
"Mengapa kamu tertawa??? Apa ada yang lucu??" tanyaku dengan kesal.
"Maaf ya Mei, aku tidak bisa memberikan sebuah cincin tunangan untukmu..." ucap Danny-kun sedikit sedih.
Melihat Danny-kun sedih, aku langsung menjewer telinga Hatsuki sehingga Hatsuki kesakitan. Setelah selesai menjewer telinga Hatsuki, muncul gadis yang tidak kusuka yaitu Nozomi.
"Danny senpai... Mengapa tidak menungguku tadi..." ucap Nozomi tergopoh-gopoh.
"Kenapa kamu tidak menghilang saja sih, kalau bisa menghilang 2x..." kesalku.
"Siapa ini Danny-san???" tanya Hatsuki.
"Dia ini namanya Nozomi-san, adik kelasku dan teman sekelasnya Mei..." jawab Danny-kun.
"Salam kenal juga... Apa kamu temannya Danny senpai???" tanya Nozomi.
"Yup, aku ini teman masa kecilnya Danny-san..." jawab Hatsuki.
"Apa kamu juga suka sama Danny senpai???" tanya Nozomi lagi.
"Iya, aku menyukainya... Walaupun dia sudah punya pacar..." jawab Hatsuki dengan tersenyum.
"Tunangan..." ucapku kesal.
"Mana cincin pertunangannya... Tidak ada kan???" balas Hatsuki.
"Setelah lama kulihat, tidak ada cincin pertunangan kalian..." lanjut Nozomi.
"Hubungan kami tidak seperti kebanyakan orang... Karena hubungan kami rumit..." balasku dengan kalimat kesal.
"Sudahlah jangan bertengkar... Lebih baik kita bersenang-senang saja di festival ini..." saran Danny-kun.
Akhirnya kami berempat menikmati festival tersebut, namun tidak bagiku karena aku hanya ingin berdua saja dengan Danny-kun yang sudah menjadi ritual setiap tahunnya hingga tahun ini. Sepanjang jalan, aku terus menggerutu dan aku sungguh tidak menikmati festival di tahun ini.
"Kenapa sih kalian berdua tidak pergi ke tempat lain saja?!?!?!" ucapku dengan menggerutu dalam gumamku.
Aku tidak menyadari kalau Danny-kun melihatku dengan perasaan heran karena dia merasa kalau ada yang salah dengan diriku yang membuatku kesal.
"Kelihatannya sudah malam, aku harus pulang.. karena besok aku mesti menemui editorku untuk membahas buku puisiku..." ucap Danny-kun.
"Ternyata benar... Tidak terasa sudah larut..." ucap Hatsuki.
"Kalau menghabiskan waktu bersama Danny senpai ternyata tidak terasa ya..." ucap Nozomi.
"Kalau begitu, aku pulang duluan ya..." ucap Danny-kun sambil menarik tanganku untuk pulang bersamanya.
Hatsuki dan Nozomi melambaikan tangannya mengiringi kepulangan kami berdua. Di perjalanan pulang, Danny-kun meminta maaf padaku karena tidak bisa menikmati festival hanya berdua saja, sehingga membuat kesalku sedikit mereda.
"Kalau begitu, Danny-kun harus mengantarku pulang ke rumah..." ucapku.
"Baiklah..." ucap Danny-kun.
Danny-kun mengantarku pulang terlebih dahulu. Sesampainya dirumahku, aku berkata ke Danny-kun.
"Terima kasih sudah menemaniku untuk pergi ke festival hari ini... Aku senang sekali, walaupun tadi ada dua makhluk pengganggu kencan kita.." ucapku dengan sedikit kesal.
"Iya, sama-sama... Aku juga senang kok... Tahun depan, kita ajak teman sekelas kita ya... Biar lebih ramai.." ucap Danny-kun.
"Asalkan si Akuma Milku tidak ikut saja... Selain itu, tidak masalah kok..." ucapku yang kesalnya sudah berhenti.
"Selamat malam Mei..." salam Danny-kun.
"Selamat malam juga Danny-kun..." balasku.
Danny-kun pun segera pulang ke asramanya.
"Danny-kun tunggu..." ucapku.
Danny-kun berhenti dan menoleh padaku.
"Ada apa Mei???" tanya Danny-kun.
Tanpa pikir panjang aku segera mencium pipi Danny-kun.
"Aku tidak akan kalah dari mereka berdua..." ucapku dengan wajah memerah.
Lalu aku langsung masuk ke rumahku.
"Ya ampun..." ucap Danny-kun dengan tersenyum.
Epilog
Di dekat rumahku, terlihat seorang gadis sedang bersembunyi di dekat gang rumahku. Disana dia sedang mengepalkan tangannya dan menggeretakkan giginya. Siapakah gadis itu? Apakah gadis itu juga menyukai Danny-kun?
Chapter 20 - Summer Festival
End