Kanaya Meissa (Ultimate Kagura Dancer) ~Eternal Love~

Kanaya Meissa (Ultimate Kagura Dancer) ~Eternal Love~
CHAPTER 55 - FIELD TRIP (2)



Setelah malam yang panjang, tibalah hari ini saat berdarma wisata di Okinawa. Setelah selesai sarapan, kami pun bersiap-siap pergi. Kami dibagi menjadi 3 orang 1 kelompok. Dikelompokku terdiri dari, aku, Aelri, dan Mihoshi. Tentu saja hal itu membuat Mihoshi senang, dan bagiku juga tidak masalah. Asalkan bukan Nozomi yang satu kelompok denganku, mungkin kami berdua akan saling cakar-cakaran dan jambak-jambakan.


"Apakah benar ini tempatnya, Kanaya-san???" tanya Mihoshi.


"Benar kok... Danny-kun memberitahuku lewat mail tadi malam...." jawabku.


"Kita tunggu saja... Siapa tahu Danny senpai sedang dijalan..." lanjut Aelri.


10 menit kami menunggu, akhirnya Danny-kun tiba.


"Maaf menunggu lama..." ucap Danny-kun.


Aku langsung memeluk Danny-kun karena rasa kangen yang luar biasa. Danny-kun mengusap kepalaku sambil tersenyum.


"Kita akan pergi kemana???" tanya Danny-kun.


"Terserah Danny-kun saja... Yang penting aku ingin bersamamu hari ini..." jawabku sambil tersenyum dengan memeluk Danny-kun.


"Baiklah, kalau begitu... Kita akan mulai dari tempat wisata yang paling terkenal di Okinawa..." ucap Danny-kun.


Kami bertiga mengangguk.


Kami berempat pun pergi ke tempat wisata yang ditunjuk oleh Danny-kun. Dimulai dari kuil yang paling sering dikunjungi wisatawan saat di Okinawa, lalu kami berfoto disana secara bergantian. Aku mengabadikan foto bersama Danny-kun dengan smartphoneku, begitu juga Aelri dan Mihoshi. Melihat mereka menjadi semakin dekat, aku pun tidak mau kalah, karena aku juga ingin bermesraan dengan Danny-kun.


"Apa kalian bertiga sudah lapar???" tanya Danny-kun.


"Tidak terasa sudah siang... Kalau begitu, kita cari makan saja...." jawab Aelri.


Aku dan Mihoshi mengangguk.


"Makanan apa yang ingin kalian makan???" tanya Danny-kun lagi.


"Aku ingin makanan khas Okinawa..." jawab Mihoshi sambil malu-malu.


"Yah, kurasa itu ide yang bagus..." jawab Aelri sambil tersenyum.


Mihoshi kesenangan bukan main, karena idenya diterima oleh Aelri.


"Kebetulan, di dekat sini ada rumah makan yang menghidangkan khas Okinawa..." ucap Danny-kun.


Kami bersama-sama menuju tempat yang dikatakan Danny-kun. Menuju tempat tersebut, aku memegang tangan Danny-kun dengan erat. Begitu juga dengan Mihoshi, ia memegang tangan Aelri walaupun sedikit malu. Sesampainya disana, kami mencari tempat duduk yang dekat dengan jendela. Kami berempat memesan makanan khas Okinawa yang enak. Disana kami berempat pun mengobrol sambil menunggu pesanan datang.


"Danny-kun, tempat praktek kamu dimana???" tanyaku.


"Tempat praktekku di SMP Kumonawa di Okinawa ini...." jawab Danny-kun.


"Dimana tempat itu, Danny senpai?? Apakah tempatnya jauh tempatmu tinggal???" tanya Mihoshi.


"Satu kali naik bis saja sudah sampai..." jawab Danny-kun.


"Seperti apa sekolahnya, Danny senpai??" tanya Aelri.


"Seperti sekolah pada umumnya, namun di sekolah ini mempunyai klub yang banyak..." jawab Danny-kun.


Tak lama kemudian, pesanan pun datang. Kami memakan makanan tersebut dengan lahap sambil bercerita tentang kegiatan Danny-kun selama praktek di Okinawa ini. Setelah selesai makan siang, kami pun berangkat menuju tempat wisata yang lain. Di tempat lain, Nozomi merasa gelisah karena tidak memiliki kesempatan untuk bertemu dengan Danny-kun. Ia merasa iri dengan Mihoshi, namun disisi lain ia ingin hubungan antara Mihoshi dan Aelri semakin dekat.


"Oya Danny-kun, disekolah itu ada tidak siswi yang menggoda kamu???" tanyaku.


"Sepertinya tidak ada..." jawab Danny-kun.


"Berarti memang ada...." gumamku.


"Nanti kalau ada siswi yang menggodamu, katakan padaku... Nanti aku akan menghajarnya..." ucapku sambil tersenyum.


"Jangan begitu, Mei... Mereka ingin menuntut ilmu dariku..." ucap Danny-kun.


Aku hanya tersenyum saja mendengarnya.


"Kalau begitu, baguslah..." ucapku sambil tersenyum.


Tanpa terasa, hari sudah sore. Danny-kun harus segera kembali ke tempatnya tinggal di Okinawa ini untuk menyiapkan makan malam.


"Kalau begitu, kami akan membantumu Danny-kun..." ucapku sambil tersenyum.


"Apa aku tidak merepotkan kalian???" tanya Danny-kun.


"Sama sekali tidak kok..." jawabku.


"Benarkan..." ucapku ke arah Mihoshi dan Aelri.


Aelri dan Mihoshi mengangguk.


"Baiklah kalau begitu... Ayo kita pergi ke supermarket yang terkenal di Okinawa ini..." ucap Danny-kun.


Kami bertiga mengangguk.


Kami berempat pergi ke supermarket yang tidak jauh dari sekolah tempat Danny-kun praktek. Kami bertiga menemani Danny-kun membeli bahan-bahan untuk dimasak untuk makan malam. Setelah selesai membeli bahan-bahan untuk dimasak untuk makan malam, tiba-tiba hujan turun deras. Kami berempat menuju tempat tinggal Danny-kun di Okinawa ini. Sesampainya disana, kami berempat basah kuyup.


"Permisi..." ucap kami bertiga sebagai tamu dari Danny-kun.


Danny-kun lalu mengambil handuk untuk mengeringkan rambut kami.


"Bagaimana denganmu, Danny-kun???" tanyaku dengan khawatir.


"Tenang saja... Setelah kalian selesai mandi, kami berdua juga akan mandi..." jawab Danny-kun sambil tersenyum.


Akhirnya aku dan Mihoshi setuju untuk mandi terlebih dahulu. Handuk sudah disediakan oleh Danny-kun di lemarinya. Dan untungnya Danny-kun membawa 4 buah handuk. 1 yang saat ini dipakai oleh Danny-kun yang digantung di belakang pintu, sisanya disimpan di dalam lemari. Aku dan Mihoshi memilih salah satu handuk yang disediakan oleh Danny-kun, lalu kami berdua pun pergi mandi.


Di kamar mandi


"Mihoshi-san..." ucapku.


"Ada apa, Kanaya-san???" tanya Mihoshi.


"Nanti setelah selesai mandi, tolong masukkan handukmu ke mesin cuci ya..." ucapku.


"Mengapa begitu, Kanaya-san?? Apakah Danny senpai yang menyuruh??" tanya Mihoshi.


"Tidak... Aku sendiri yang memintanya..." jawabku.


"Kalau boleh tahu, apa alasannya??" tanya Mihoshi.


"Karena aku tidak mau, baumu membasahi tubuh Danny-kun..." jawabku sambil tersenyum.


"Memangnya, kamu bisa membedakan bau dari setiap orang??" tanya Mihoshi lagi.


"Tentu saja bisa..." jawabku dengan bangga.


"Baiklah kalau begitu... Lagipula, mungkin aku akan melakukan hal yang sama kalau kita berkunjung ke rumah Aelri-kun saat hujan deras..." ucap Mihoshi.


Kami pun mandi dan berendam selama 15 menit karena aku tidak mau Danny-kun demam. Setelah selesai, kami berdua pun mengeringkan diri kami, lalu Mihoshi meletakkan handuknya di mesin cuci, begitu juga denganku. Kini giliran Danny-kun dan Aelri yang mandi. Setelah mereka berdua selesai mandi, aku melihat Danny-kun telanjang dada. Aku melihat ke arah lain dengan wajah yang memerah dikarenakan Danny-kun begitu gagah. Dan aku juga melihat Mihoshi juga melakukan hal yang sama denganku, dan mungkin juga ia memikirkan hal yang sama denganku.


"Kalau begitu, aku akan menyiapkan makan malam..." ucap Danny-kun.


"Kalau begitu, aku akan ikut membantu..." ucapku sambil tersenyum.


Mihoshi menahan tanganku, karena ia malu ngobrol berdua dengan Aelri. Lalu aku melepaskan tangannya sambil tersenyum dengan maksud perkataanku, "Seorang istri harus membantu suaminya, kamu duduk saja disini menemani Aelri-san". Dan aku pun segera membantu Danny-kun memasak. Setelah selesai memasak makan malam bersama Danny-kun, kami berempat makan bersama. Makanan yang kami buat adalah Hot Pot dikarenakan diluar sedang hujan, makanya kami perlu memakan makanan hangat. Setelah kenyang, aku mengecek lewat jendela apakah hujannya sudah berhenti atau belum. Namun ternyata, hujan belum berhenti juga. Mungkin hari ini aku akan menginap saja.


"Kelihatannya kita akan menginap disini malam ini..." ucapku.


"Kelihatannya begitu... Karena hujan masih deras...." ucap Aelri.


"Bagaimana kalau kita menghubungi guru atau teman-teman kita dulu... Agar mereka tidak khawatir dengan kita.." ucap Mihoshi.


"Masalahnya, aku tidak punya nomor smartphone mereka..." ucapku sambil tersenyum.


Mihoshi, Aelri, dan Danny-kun terkejut.


"Mengapa kamu tidak memintanya, Kanaya-san???" tanya Mihoshi.


"Karena aku tidak membutuhkannya..." jawabku sambil tersenyum.


Tiba-tiba Danny-kun mencubit pipiku.


"Jangan begitu Mei... Bukankah mereka itu teman-temanmu??" tanya Danny-kun sambil mencubit pipiku.


"Aku tidak suka kalau Akuma Milku tahu nomorku..." jawabku saat pipiku masih dicubit Danny-kun.


"Kalau begitu, biar aku yang menghubungi mereka..." ucap Danny-kun.


"Itu tidak boleh, Danny-kun...." ucapku sambil tersenyum.


"Mengapa begitu???" tanya Danny-kun.


"Karena perselingkuhan itu dimulai dari saling menukar nomor kontak..." jawabku sambil tersenyum.


"Aku mengerti kok apa yang dikatakan Kanaya-san... Aku akan memberitahu mereka kalau kita baik-baik saja..." ucap Mihoshi sambil tersenyum.


Mihoshi lalu mengirimkan mail kepada Canis untuk memberitahu bahwasanya kami bertiga berada di tempat Danny-kun dikarenakan hujan lebat.


"Aku sudah mengirimkannya..." ucap Mihoshi.


Kami pun mulai melanjutkan obrolan kami hingga pukul 22.00 dan hujan pun belum berhenti. Karena kami sudah lelah seharian, kami pun segera tidur. Kami tidur dibawah meja berselimut.


Epilog


Aku terbangun saat dini hari dikarenakan aku hendak buang air kecil. Dan setelah selesai, aku kembali tidur ditempatku. Namun saat pagi hari, Danny-kun bangun dan kaget melihatku berada di sampingnya, dan kami semua terbangun.


"Mei... Mengapa kamu tidur di sebelahku???" tanya Danny-kun.


Aku masih setengah sadar dan tanpa sadar aku memeluk kepala Danny-kun dan disandarkan ke dadaku, kemudian aku mengusap rambutnya. Dan tiba-tiba saja, pintu di tempat Danny-kun terbuka dan ia langsung melihatku memeluk Danny-kun.


"Mei...go...mi...." ucap Nozomi dengan amarah.


Nozomi pun memukul kepalaku.


CHAPTER 55 - FIELD TRIP (2)


end