
Sejak aku mengalahkan Nozomi di pertandingan tinju, kami pun mulai adu popularitas di media sosial. Kami saling ejek dan menghina satu sama lain dan Nozomilah yang memulainya terlebih dahulu, bukan aku.
"Kanaya is thrash..." begitulah kalimatnya memulai pertengkaran kami. Aku pun membalasnya dengan kalimat "if you say i'm thrash, you're devil milk...". Begitulah hampir setiap hari aku membalas kata-katanya yang membuatku jengkel.
"Sudahlah Mei... Mengapa kalian mesti bertengkar terus sih??? Aku capek tahu membaca setiap komentar kalian..." Keluh Danny-kun.
"Siapa suruh memulainya.." kesalku.
"Kenapa sih kalian tidak berteman saja???" tanya Danny-kun dengan menghela nafasnya.
"Berteman?? Aku hanya ingin memukul wajahnya saja yang menyebalkan itu..." kesalku.
"Bukankah ada pepatah yang mengatakan "teman terdekatmu adalah musuhmu"???" ucap Danny-kun
"Benar juga... Kalau aku musuhan dengannya, berarti dia temanku..." ucapku.
Danny-kun mulai mengusap kepalaku dan aku senang sekali. Akhirnya aku memutuskan untuk menghentikan peperanganku dengan Nozomi dan Nozomi pun juga mengiyakan untuk melakukan gencatan senjata denganku. Namun itu tak lama, hanya sekitar 5 bulan sebelum pertandingan tinju tahunan di kota kami dimulai.
Dia sering menyebarkan meme tentangku dan aku pun tak kalah juga menyebarkan foto editan ketika dia kalah dariku dalam pertandingan tinju tahun lalu. Dimulai dari perang media sosial hingga perang beneran akan terjadi hingga saatnya tiba nanti. Namun hal itu tidak aku hiraukan karena aku sedang berlatih secara rutin dikarenakan aku ingin melakukan hal itu lagi seperti tahun lalu ketika aku membuatnya K.O dalam sekali pukul.
Tibalah saatnya yang aku tunggu-tunggu, menonjok Nozomi (eh salah, maksudnya turnamen). Dan turnamen tahun ini sedikit aneh dikarenakan seperti pertandingan bola. Yang juara grup dan yang runner-up grup masuk ke babak final, dan ini termasuk aneh untukku, apalagi yang baca.
Dan akhirnya tiba di pertandingan final (babak penyisihannya mana?? Maaf, soalnya aku tidak mau kalian tahu kehebatanku dalam bertinju dan disamping itu juga bakal lama dan lebih enak langsung saja ke final) yang membuatku tidak sabar untuk mengalahkan Nozomi. Kami berdua sekarang berada di tengah ring sebelum memulai pertarungan kami.
"Aku pikir kamu akan kalah di babak pertama..." ucap Nozomi dengan mengejek.
"Nanti kamu kangen sama pukulanku... Soalnya aku sudah tidak sabar untuk memukul wajahmu..." Balasku.
"Dih, enak saja... Kamu dong yang kangen sama pukulanku..." Lanjutnya lagi.
Bel tanda pertandingan berbunyi
"Oya Nozomi, kelihatannya wajah kamu perlu sepertinya perlu didandani deh..." ucapku.
"Oya??? Bagaimana kamu akan mendandaniku???" tanyanya sambil waspada padaku.
"Dengan tinjuku..." jawabku sambil tersenyum.
Aku pun langsung melancarkan tinjuku ke wajah Nozomi, namun Nozomi segera menghindar kemudian meninju mulutku.
"Ups... Sorry sengaja... Sakit ya??? Soalnya kamu trash sih... Kamu mau mendandaniku dengan tinjumu??? Mungkin lebih baik aku saja yang mendandanimu dengan tinjuku.." ucap Nozomi dengan mengejek.
Sambil menahan sedikit rasa sakit di mulutku, aku pun membalasnya dengan meninju mata kirinya.
"Aku sudah buat eye shadow untukmu... Mau yang mana lagi nih??? Tinggal bilang saja, aku akan senang hati untuk melakukannya... soalnya aku sudah ada gambaran bagaimana wajahmu pada akhirnya.. habis aku dandanin kamu, tinggal aku pasangkan tanduk di rambutmu terus aku akhiri dengan uppercut deh kamu dan air liur kamu keluar dan jadilah "Devil Milk" buatanku... Tinggal aku foto dan upload ke media sosial..." Balas ejekan Nozomi.
Sekarang ronde ke-15 dan ini adalah ronde terakhir, kami pun ke tengah ring dan aku langsung meninju keningnya dan Nozomi pun terhuyung-huyung dan langsung saja aku meninju bibirnya sehingga Nozomi terdorong ke belakang dan berada di tali ring. Dan aku pun langsung mengambil kesempatan itu untuk meninju wajahnya.
BUK!!!!!
BAK!!!!
BUK!!!!
BAK!!!!
Begitulah seterusnya selama 2 menit 50 detik dan pada saat 10 detik terakhir aku mengambil ancang-ancang untuk melakukan uppercut ke dagu Nozomi dan Nozomi pun terkena uppercut dariku sehingga moutpiecenya terjatuh dan keluar darah dari mulut Nozomi dan Nozomi pun pingsan.
Wasit pun menghitung
"1.." wasit menghitung.
"2.." wasit menghitung lagi.
"3.." wasit menghitung lagi.
"4.." wasit menghitung lagi.
"5.." wasit menghitung lagi.
"6.." wasit menghitung lagi.
"7.." wasit menghitung lagi.
"8.." wasit menghitung lagi.
"9.." wasit menghitung lagi.
"10.." wasit menghitung lagi.
K.O
Wasit pun mengangkat tanganku sebagai tanda kemenanganku.
Pesan buat Nozomi : Jangan sekali-sekali menggoda tunanganku atau kamu akan jadi seperti yang telah ku ceritakan ini.
Chapter 12 - Wild Dream
End