
"Aa apa kita tinggalkan nanti kalo ada yang berniat jahat gimana"ucap Zidan yang ketika tersadar langsung panik karena Romi dan Toni pingsan di jalan,,"lah ya biarin karma juga buat mereka,siapa suruh ganggu gw"ucap Ken dengan santainya,,"ta tapi besok gimana kalo aku ikut di hajar mereka atas perbuatanmu ini"ucap Zidan yang terbata bata karena ketakutan,,"cih aku juga benci orang lemah sepertimu,dengar ya kau bilang aku gak perduli padamu,tapi aku menghampirimu juga karena perduli kau tidak takut padaku tapi kau takut pada mereka bukankah itu hal konyol padahal menurutku diriku lebih seram dari mereka berdua,aku memang tidak tau kau punya masa lalu seperti apa aku juga tidak tahu kau menyimpan perasaan sakit seperti apa,tapi bagiku kau lemah karena dirimu sendiri kau tidak ada niatan mau berusaha melawan,padahal kau baru masuk sekolah tapi langsung mau ketika di suruh suruh itulah Keb*o*d*hanmu,jika kau tadinya tidak mau di suruh dan membantah dengan nada yang lantang kau pasti tidak berakhir seperti ini"ucap Ken dengan nada kesal pada Zidan,,"aku itu bukan dirimu yang bisa melawan mereka,jika aku melawan aku lah yang akan di hajar habis habisan karena aku sudah pernah melakukannya"jawab Zidan pada Ken,,"tapi setidaknya kau sudah melawan bukan dan aku yakin jauh di lubuk hatimu yang paling dalam kau juga merasa lega kan karena sudah mau mencoba menghajar mereka,dengar ya jika ternyata dunia itu sangat kejam maka tidak ada yang bisa kau percayai selain dirimu sendiri,apa kau mau terus hidup sebagai kacung hah,jika aku ada di posisimu aku tidak akan mau di perlakukan seperti itu aku mendingan melawan walau meskipun aku harus mati,tapi itu lebih baik daripada tidak mencoba sama sekali karena dengan begitu hatiku bisa merasakan puas,jangan cengeng hanya karena cobaan seperti ini, sekarang terserah pada dirimu aku hanya memberikan saran yang ada di hatiku,terserah juga jika kau membenciku aku juga tidak peduli dengan kacung rendahan sepertimu,,,,oh ya dan satu hal lagi yang ingin ku katakan kau akan menjadi lebih kuat jika mempunyai seseorang yang kau sayangi"ucap Ken pada Zidan dan kemudian meninggalkannya.
Keesokan paginya
Hari ke 2 ken masuk ke sekolah,dia berangkat sekolah seperti biasa dan saat masuk kelas dia melihat Zidan yang sudah berada di samping tempat duduknya,dan Ken pun menuju tempat duduknya akan tetapi mereka ber 2 hanya diam diam saja tanpa mengatakan sepatah kata apapun,sampai akhirnya bel sudah berbunyi dan Bu Yuni mulai memasuki kelas untuk melakukan pembagian struktur organisasi kelas "halo selamat pagi semuanya semoga semuanya baik ya dan sehat selalu,hari ini kita akan melakukan pembuatan struktur organisasi kelas ya dimulai dari ketua kelas,wakil,bendahara dan lain lain,dan untuk pemilihan calon ketua kelas bisa di lakukan secara voting dan barang siapa yang merasa sanggup memimpin kelas kalian bisa mencalonkan diri"ucap Bu Yuni sambil menyampaikan pengumumannya.Ken hanya diam saja dan merasa bodo amat dengan hal hal seperti itu dan yang mencalonkan diri sebagai ketua kelas adalah Ridho,Dimas,dan bila akan tetapi orang orang di kelas ingin mengajukan Ken sebagai ketua kelas"bagaimana Ken apa kamu mau mencalonkan diri"ucap ibu Yuni pada Ken,, "saya tidak mau Bu"jawab Ken pada Bu Yuni,,, "loh kenapa hal ini bisa menambah wawasan dan cara menjadi pemimpin yang baik loh,ini juga hal yang positif,dan ibu yakin kamu bisa melakukannya dengan benar"ucap Bu Yuni pada Ken lagi,,, "saya tidak cocok untuk menjalankan hal hal seperti itu Bu,jadi saya tetap tidak mau mencalonkan diri"jawab Ken pada Bu Yuni lagi,,, "hmm walau sangat di sayangkan tapi baiklah ga papa,ok karena waktu sudah mau memasuki jam istirahat,untuk voting kita lanjutkan nanti setelah istirahat yah,dan pikirkan baik baik calon yang kalian pilih yang pastinya dapat memimpin kelas dengan baik"ucap Bu Yuni yang kemudian meninggalkan kelas karena sudah memasuki waktu istirahat.
ketika sedang istirahat seperti biasa Ken hanya tidur di mejanya dan kemudian Romi dan Toni menghampiri Zidan dan tidak melakukan apa apa pada Ken karena Ken terus melototinya dengan tatapan dingin dan aura membunuh "oy bangun Lo,berani beraninya lu ninggalin kita ber 2 kamarin,lu mau cari mati hah,lu mau menderita di sekolah"ucap Romi pada Zidan sambil memukul perutnya,tapi Zidan tidak berkata apapun,wajahnya yang tadinya menunduk kini menegak dan menunjukan wajah sangar karena marah yang sudah tidak tertahankan dan tanpa dia sadari,dia memukul wajah Romi di bagian hidung sampai berdarah "kurang ajar kau berani memukulku hah,benar benar cari mati ni anak"ucap Romi yang kembali ingin menghajar Zidan,tapi kini Zidan tidak hanya berdiam diri dan dia membalasnya dengan pukulan juga sampai Romi terjatuh dan di duduki oleh Zidan,kedua tangan Romi di tahan dengan kakinya,dan kini giliran wajahnya yang di pukuli habis habisan oleh Zidan sampai babak belur dan keluar darah banyak,Toni yang kaget melihat amarah Zidan pun langsung melerai mereka bersama anak anak yang lain tubuh Zidan di seret agar tidak menduduki Romi lagi,sedangkan Romi sudah terbaring tak berdaya"ah badanku panas, akhirnya akhirnya aku bisa aku bisa,aku bisa menghajarnya"ucap Zidan dalam hatinya yang merasa marah tapi juga merasa senang,dan seketika Bu Yuni Dateng karena ada orang yang memanggilnya karena ada perkelahian dan menyuruh Romi,Toni,dan Zidan untuk pergi ke ruang bimbingan konseling sedangkan Romi di bawa ke UKS terlebih dahulu, mereka bertiga mendapatkan ospek dari guru BK bukan hanya itu mereka mendapatkan poin 30 untuk Toni dan Romi,sedangkan untuk Zidan mendapatkan 50 poin dan mendapatkan SP2 karena walau Zidan adalah korban bully tapi Zidan sudah kelewatan dalam menghajar Romi.
Sesampainya di kelas Zidan kembali duduk ke mejanya dan mukanya biasa saja malah mungkin terlihat ada ekspresi senang "kau itu memang orang aneh rupanya habis keluar dari BK tapi wajahmu terlihat senang,yah pastinya hukumanmu juga berat kan"ucap Ken pada Zidan yang kemudian menanyakan hukumannya "huh aku jadi seperti ini kan juga gara gara kau,yah hukuman ku pastinya berat bahkan orang tuaku saja sampai di panggil besok,tapi yah kau benar setelah melakukannya aku jadi merasa lega dan sekaligus senang setelah aku tau aku bisa melakukannya,dan juga maaf karena kemarin aku kasar dan tidak sopan padamu,bukan hanya itu aku juga berterima kasih padamu karena kata katamu kemarin telah menyadarkan ku"ucap Zidan yang sambil tersenyum pada Ken "cih jangan membuat jijik seperti itu,aku hanya mengungkapkan perasaan yang aku rasakan,lagi pula kau tidak bisa melakukan nya jika kau tidak percaya dirimu sendiri.
tring tring
karena bel sudah masuk akhirnya pemilihan ketua kelas pun di lanjut,sampai akhirnya Dimas yang terpilih jadi ketua,Bila jadi wakil dan Ridho jadi bendahara.