I'M the mafia

I'M the mafia
YohanaPutri



Waktu sudah berlalu setelah Akrom meninggal, sekarang paman pamannya juga pergi untuk memulai hidup barunya masing masing karena wasiat dari sang bos untuk selalu hidup dengan bahagia,Akrom meninggalkan warisan yang lumayan besar untuk Ken,akan tetapi Ken menolak untuk melanjutkan bisnis Akrom,dan lebih memlilih paman Hendra saja yang melanjutkannya karena sedari awal dia yang selalu mengurusnya dan dibantu dengan paman panjul dan irfan,sedangkan Djarot,Jaelani dan Ahmad memutuskan untuk pergi memulai kehidupan masing masing.


Sekarang mereka semua berpencar dan rumahnya menjadi kosong,tadinya rumah itu di berikan untuk Ken,akan tetapi ken menolaknya,karena dia merasa tidak berhak atas hal itu,jadi mereka memutuskan untuk meninggalkan kenangan di rumah ini,dan berharap jika masih di beri umur panjang suatu saat entah kapan pun itu, semuanya dapat berkumpul kembali di rumah ini.


Sekarang Ken membeli sebuah rumah Kecil yang hanya ada 2 kamar,bukan karena ken tidak mampu membeli yang lebih besar,tapi di pikirannya untuk apa membeli yang besar toh aku tinggal sendiri.


"hatiku rasanya benar benar sunyi dan sepi,sial kenapa kau pergi secepat itu sih dengan gaya yang sok keren pula" Ken berkata dalam hatinya dengan air mata yang berkaca kaca,lalu dia merebahkan dirinya dan tidur,karena besok dia kembali ke sekolah.


Ken bangun tidur dan melakukan aktifitas seperti biasa,dan kemudian Ken bersiap siap untuk pergi ke sekolah yang mulai hari ini dia sudah masuk kelas 3.


Saat masuk sekolah,berbeda dengan 2 tahun lalu yang kelasnya orangnya sama,namun sekarang di acak kembali dan mendapat teman kelas yang berbeda,dan sekarang zidan pun tidak sekelas dengan dirinya.


Saat Ken berjalan menuju kelas dia berpapasan dengan seorang pria yang berumur sekitar 35 tahunan,mereka berdua menghentikan langkahnya,karena mereka berdua merasakan suatu aura yang sangat kejam.


Karena Ken sudah pernah membunuh orang,auranya jadi sedikit berbeda dengan orang biasa, seperti ada aura mengintimidasi yang kejam menyelimuti dirinya.


Jadi jika pria itu merasakan hal yang sama apa yang dirasakan Ken,berarti pria itu sudah pernah membunuh orang juga.


Kemudian mereka saling membalikan badan dan mata mereka saling bertatapan lumayan lama,lalu kemudian ponsel si pria berdering,dan langsung pergi meninggalkan Ken sambil mengambil HP yang ada di saku celnanya"dia sepertinya bukan anak biasa" ucap pria itu dalam hatinya dan lalu pergi.


Ken yang tadi diam pun sekarang kembali melanjutkan langkahnya"orang itu bukan orang biasa" ucap Ken dalam hatinya dan pandangan matanya berubah jadi serius dan dingin.


Yah hanya satu yang tidak berubah,yaitu Bu Yuni yang mengajar dan menjadi wali kelas Ken "halo semuanya selamat pagi,mungkin ada beberapa yang sudah kenal ibu,tapi sepertinya yang belum kenal juga banyak,jadi ibu memperkanalkan diri lagi yah,,perkenalkan nama saya Yuni Puji Astuti kalian semua bisa memanggil saya ibu Yuni"salam hangat dari ibu yuni sambil memperkenalkan dirinya.


"Mmm karena kita semua belum saling kenal,jadi kita saling memperkenalkan diri dulu deh,kita mulai dari barisan yang paling kanan yah" ucap bu Yuni sambil menunjuk Ken untuk memperkenalkan dirinya.


Ken duduk dengan tegap"Perkenalkan nama saya KEN KHAFID MAHENDRA sekian dan terima kasih"ucap perkenalan diri Ken dengan singkat padat dan jelas "udah hanya segitu Ken"ucap bu Yuni,, "yang penting saya sudah memperkenalkan diri saya kan bu" jawab Ken pada ibu Yuni,, "iya iya baiklah kan kamu dari dulu emang seperti itu"ujar bu Yuni.


Perkenalan diri terus berlanjut,sampai sekarang giliran si cewe untuk mulai memperkenalkan dirinya,dan Ken memperhatikannya,dan sekarang dia tahu cewe yang di tolongnya itu bernama YOHANA PUTRI.


Karena sesi perkenalan dan 2 mata pelajaran pun sudah selesai,sekarang sudah masuk waktunya istirahat,Ken yang tidak bisa tidur di kelas dan merasa bosan karena Zidan tidak sekelas dengan dirinya jadi hanya melamun dan termenung menatap keluar jendela,dan Yohana memperhatikannya dari belakang lalu di panggil temannya (tiara) untuk pergi ke kantin.


Saat Ken sedang melamun Zidan datang dan merangkul Ken "Ken ayo kita pergi ke kantin,hari ini aku yang traktir,sayang sekali padahal 2 tahun lalu kita sekelas,tapi sekarang malah di pisahkan"ucap zidan yang mengajak Ken ke kantin,, "ah berisik amat lu,kata kata lu bikin gw geli tau gak,sampai ada kata di pisahkan segala,tapi karena kebetulan aku lumayan lapar jadi ayo ke kantin"ucap Ken yang lumayan kesal.


Saat di kantin dia melihat Yohana sedang ngobrol bareng teman temannya dan banyak cowok yang menghampirinya untuk di ajak kenalan. "Ken kau mau beli apa"ucap zidan sambil menepuk pundak Ken,, "eh ah oh gw beli mie ayam saja,btw lu beneran mau traktir gw,tumben amat lu,apa sedang ada hal yang bagus"Jawab ken yang sedikit terkejut karena tadi sedang memperhatikan Yohana.


"Hehe sebenernya gw malu sih cerita ini ke lo,duh gimana ya jelasinnya"ucap zidan dan wajahnya agak memerah,, "hei kau tidak mungkin suka pada diriku kan" ucap ken yang menelan ludahnya dan cengang melihat ekspresi zidan,,"hah apah ya nggak lah an**ng,gw masih normal cok,lu kira gw cowok apaan"ucap zidan yang kesal karena Ken berkata seperti itu.


"Ya habisnya lu bicara sambil wajah merah seperti itu siapapun pasti salah paham"ucap Ken yang merasa lega,,,"gw tuh senang karena gw bisa sekelas dengan cewe yang gw suka,sampai senangnya ga jadi salah tingkah,dan yang bikin gw suka,dia duduk satu meja denganku arrgghhh senangnya ga bisa di gambarkan dengan kata kata"ucap zidan yang bercerita dengan senangnya.


"Lebay lu bikin gw geli aja"ucap Ken dengan ekspresi datarnya,,,"wah kurang asem lu,tapj yah gw maklum sih lu kan belum rasain jatuh cinta,percuma ganteng tapi kolot"ucap zidan dengan nada mengejek Ken,,,"hoo sekarang kau berani mengejek ku rupanya"ucap ken pada zidan,,"yah dan itu berkat dirimu"jawab zidan.Dan kemudian pesanan mereka sudah siap,lalu menyantapnya dengan nikmat.