
Liburan Ken yang selama satu Minggu itu berlalu dengan begitu cepa.Dia mengisi hari liburnya dengan menyibukan diri bersama paman pamannya,mengasah kemampuan masaknya,dan juga tidak lupa memperkuat tubuhnya dan berlatih untuk mempertajam indranya,sedangkan Akrom dan Hendra mereka sibuk dengan pekerjaan, walaupun Akrom seseorang ganster atau sering di sebut mafia dia tidak menjalankan bisnis ilegal terkecuali dalam bidang transaksi senjata.Usahanya meliputi properti,tanah,dan peternak ayam potong dan petelur yang masing masing 10 kandang jadi jika sedang ada bongkaran di kandang dia dan Hendra jadi sangat sibuk.
Seperti biasa di pagi hari Ken joging terlebih dahulu namun kali ini dia kembali lebih awal untuk memasak karena pamannya ada yang sedang di rumah yaitu ,Panjul,Irfan,Jarot,Jaelani,dan Ahmad.Ken memasak menu untuk sarapan pagi yaitu sebuah bubur ayam yang baunya sangat harum dan memanggil pamannya "kalian makan saja dulu, soalnya aku mau mandi terlebih dahulu"ucap Ken pada pamannya,,"siap Ken lagi pula kami juga tidak tahan jika harus menunggu karena wangi bubur ini sangat menggoda"ucap dari paman Ahmad dan mereka mulai menyantap buburnya sedangkan Ken mengambil handuk dan langsung menuju ke kamar mandi.
Setelah selesai mandi Ken masuk kamar dan mulai memakai sragam SMK nya karena hari Senin dia memakai setelan OSIS dia melihat dirinya di kaca"setidaknya ini tidak memalukan"guman Ken dalam hatinya dan keluar kamar untuk sarapan.Setelah sarapan dia bersiap untuk pergi ke sekolah"Hey Ken kau kan sudah mulai masuk sekolah kenapa kau tidak bawa motor saja jaraknya kan lumayan jauh"ucap paman Irfan,,"gak lah mendingan aku jalan kaki saja sambil melatih ilmu pernafasanku"jawab Ken dan mulai pergi menuju ke sekolah yang jaraknya sekitar kurang lebih 1KM.
Setelah sampai di sekolah dia pergi menuju papantulis yang ada di tengah lapangan dulu untuk mengecek pembagian Kelas nya,lalu dia mulai menuju kelasnya yang berada di lantai atas dan dia bertemu dengan Zidan teman MPLS nya itu yang ternyata sekelas dengan dirinya tapi tidak dengan Bella dan Manda.Karena bangku di sebelah Zidan kosong Ken berjalan menuju dirinya"Yo apa bangku di sebelahmu kosong"ucap ke. padamanya,,"iya"jawab Zidan dengan cuek,,"boleh aku duduk di sini"tanya Ken lagi,,"terserah"jawab Zidan,tapi ken tidak menghiraukannya dan dia tetap duduk di sebelahnya namun tidak mengucapkan sepatah kata apapun,sedangkan para cewek di kelasnya sedang ribut membicarakan dirinya "wahhh tampan sekali"ucap cewek cewek di kelasnya.
triinggg trinnggg bel masuk berbunyi
Semua anak duduk dengan rapi di kelas
Triinggg Trinnggg bel berbunyi menandakan waktu istirahat
Karena mapel satu dan dua sudah selesai kini masuk waktu istirahat akan tetapi Ken tetap dalam kelas dan tidak pergi ke kantin karena dia lebih memilih tidur daripada makan,di saat ken ingin memejamkan matanya ada dua orang yang bernama Roni dan Toni menghampiri Zidan dan myuruhnya untuk membelikan makanan dan Zidan karena rasa takut melihat kedua orang itu karena badannya yang besar langsung nurut saja dan pergi ke kantin untuk membelikan makanan yang mereka minta,namun kedua orang itu tidak menggangu Ken"dasar bocah lemah baru masuk saja sudah mau jadi babu"ujar Ken dalam hatinya.
Setelah beberapa saat Zidan kembali akan tetepi makanan yang mereka minta tidak ada jadi dia membeli makanan yang lain,Romi dan Toni pun jadi marah dan kesal bukan hanya itu Zidan dipukul bagian perutnya oleh Toni"lain kali kalo kami minta apa kau harus turuti jika tidak ada di kantin ya kau cari ke tempat lain mengerti!!!"jawan Toni dengan nada kesal dan marah sambil mencekram dagu Zidan,,"ba baik aku mengerti"Jawab Zidan dengan ketakutan dan di tonton semua orang di kelas"Ok untuk kali ini gw maafin tapi besok besok kalo salah lagi,Lu akan terima akibatnya"ucap Romi pada Zidan.Kemudia mereka pergi dan Zidan kembali duduk lagi di mejanya sedangkan ken masih menghiraukannya dan tidak mengajak bicara apapun.
Tring tring bel berbunyi yang menandakan pulang
Setelah 2 mapel lagi selesai akhirnya bel berbunyi dan semua anak berkemas kemas untuk pulang Zidan berjalan dengan capat tapi Ken menyusul Zidan dengan gaya salah satu tangan di celana dan satunya lagi memegang salah satu gendongan tas"Kenapa kau mau di suruh tadi"ucap Ken pada Zidan,,"tidak usah sok peduli padaku kau juga pasti senang kan melihat aku seperti tadi,lagian orang seperti mu mana tau perasaan ku,kita itu orang yang berbeda"jawab Zidan dengan nada marah"kau itu orang yang aneh kau tidak takut melihatku tapi kau takut melihat kedua orang itu apa karena badan dan muka mereka yang lebih seram"jawab Ken,,"aku itu tidak takut padamu tapi aku membencimu dari awal melihatmu saat MPLS kau itu pasti orang yang populer dan orang yang penuh dengan pencitraan"jawab Zidan dengan nada yang marah,,"ya ampun ternyata kau itu orang yang aneh"ucap ken sambil menghela nafasnya,dan mereka berdua dia hadang oleh Romi dan Toni "eitss kalian berdua mau kemana kalian ikut kita nongkrong dong karena kita tidak punya pesuruh di tongkrongan dengan adanya kalian berdua kan jadi pas"jawab Toni dengan nada mengancam,, "aku tidak mau"jawab Ken dengan yang raut wajahnya mulai berubah dan tatapan matanya jadi tajam,,"wow ada apa dengan bocah ini dia jadi marah hanya karena kita mengajaknya ke tongkrongan,hei lebih baik kau ikut saja atau kau akan kamu hajar dan kehidupan di sekolahmu menderita"jawab Romi dengan merangkul dan menepuk nepuk pundak Ken,, "coba saja kalau kalian bisa,lagi pula ini sudah di luar gerbang sekolah kan jadi kalian bisa leluasa tanpa ada rasa takut akan adanya guru,jadi aku juga tidak perlu menahan diri lagi"ucap Ken yang semakin marah,dan mereka berdua mulai ingin menghajar Ken,mereka mulai melancarkan tinju akan tetapi Ken menghindar,lalu giliran Ken yang melancarkan tinjunya ke ulu hati mereka sehingga mereka berdua pingsan di jalan"cuih dasar ikan teri,Ayo jalan kita tinggalkan saja mereka"ucap Ken pada Zidan yang dari tadi hanya terdiam melihat Ken bertarung melawan Romi dan Toni.